
Ruby mencoba mencari sinyal untuk menghubungi Key dan juga Maxim, terus melayangkan handphone nya di udara sampai akhirnya tersambung dan pesan singkat pun terkirim.
" Cepat lah, kita harus berlari sejauh mungkin, mereka masih mengikuti kita ! ". Seru Ruby mendahului mereka.
" Tapi by, kita lelah !". Rengek mereka bersamaan, gaya pakaian mya sudah tidak berbentuk. " Kenapa kita harus lari ? ke dalam hutan pula, kita kan bisa menyusuri jalan raya itu by, kali aja dapat tumpangan !". Seru Reina mengusap-usap lututnya seraya memijit lembut.
Ruby mengabaikan rengekan mereka, karena ini bukan lah waktu yang tepat untuk mendengar nya. Ruby menatap tajam Leo dan juga Lexi dan menurunkan naik kan bola mata indah nya seolah memberi isyarat untuk mereka berdua berjongkok dan menggendong mereka, Leo langsung berjongkok lalu manarik Lexi untuk ikut berjongkok.
" Apa yang kalian lakukan, apa ada yang hilang ?!". Ucap Andrew ikut berjongkok dengan tangan yang mengibas-ngibaskan rumput yang lumayan tinggi. Meili dan Reina pun masih sibuk dengan dirinya sendiri.
" cepat naiklah tak ada waktu, mereka semakin dekat !". Seru Ruby tidak habis pikir kepada kedua teman nya yang masih bisa merengek seperti ini, Benar-benar menjengkelkan.
" Rei, Mei, naiklah atau kalian aku tinggal ! ". Ancam Ruby dingin tidak segan toh itu juga untuk keselamatan mereka. Greppppp, mereka berdua langsung naik ke punggung Leo dan juga Lexi dan bersiap untuk lari.
" By, apa kau tidak mau di gendong juga ?". Bingung Andrew melihat Ruby tak terlihat lelah dari wajah nya.
" tidak usah ". Jawab nya berlalu melanjutkan langkah nya.
Mereka terus berjalan masuk ke dalam hutan tak berpenghuni tak terlewat semak belukar pun harus mereka lewati. Ruby tak mendengar lagi suara mobil dan tembakan di mana-mana, apa kita sudah aman ? Batin nya.
Alex dan juga maxim langsung bergegas setelah beberapa jam lalu menerima pesan dari sang Lady, mereka langsung menyiapkan perlengkapan dan juga kebutuhan nya. Ruby memberi tahu jika ada sekitar 5 mobil mengincar nya lebih tepat nya mengincar Leo dan tidak lupa Ruby mengabari bagaimana situasi saat itu.
" Lex kau jaga wanita itu, biarkan kami yang pergi !". Seru nya menahan Alex yang sudah bersiap dengan keberangkatan nya.
" Tidak tidak, aku akan ikut jangan halangi aku ! ". Jawab nya sungguh-sungguh.
" lalu jika ada apa-apa dengan wanita itu, siapa yang akan menjelaskan nya pada Lady ?". Ujar Maxim mendelik kan satu alis nya. Rekkk,,rekkk suara tembakan laras panjang yang seakan sedang di isi ulang.
" Turuti saja ". Timpal Key yang baru saja datang sudah siap menepuk sebelah pundak Alex.
" Tch baiklah !".
Belum ada yang tahu seorang pun dari keluarga mereka jika anak-anaknya sedang dalam bahaya terutama keluarga Ruby dan juga Leo, mereka sudah terbiasa dengan anak-anak nya yang jarang pulang ke rumah di karenakan mereka berdua memiliki rumah mereka sendiri.
" Keparat, cepat cari mereka !". Geram nya kehilangan jejak mangsanya.
Brum,,brum,,brum
Mereka masuk ke hutan melanjutkan penyerangan.
Hari mulai sore, Ruby dan yang lain nya masih menyusuri hutan belantara yang entah di mana sekarang keberadaan nya. Dia berinisiatif mengistirahatkan tubuh nya dan lagi mereka semua sudah terlihat letih, haus menyergap dirinya. Ruby menajamkan selalu pendengaran nya waspada.
" gerombolan semut yang mengincar diriku !". Jawab sekenanya, Ruby melukiskan senyum smirk dari sudut bibir nya.
" semut lebih mematikan jika selalu bersama !". Ujar Ruby memutar balik kan perkataan Leo yang menurut dirinya pernyataan itu tidak terlalu pantas keluar dari mulut seorang pemimpin tinggi seperti dirinya.
Leo seketika tersadar akan ucapan nya.
Ruby berdiri dan menepuk-nepuk celana dan juga kaos polos nya, jaket yang dia kenakan langsung di tanggalkan dan memberikan nya kepada Meili yang terlihat memakai baju tanpa lengan. " Kalian tunggulah di sini, gue cari air untuk minum kalian dulu !". Lexi, Leo dan juga Andrew menatap Ruby dengan ekspresi bertanya. Terbuat dari apa anak itu, apa tidak lelah ? Mungkin itulah yang sedang mereka pikirkan.
" Ayo, kaka bantu !". Tawarnya mengajukan diri, Andrew hendak berdiri tapi Ruby lebih dulu mencegah nya.
" tapi by,,,". Ruby berlalu pergi tanpa mengindahkan ucapan Lexi yang tidak sempat lexi lanjutkan karena Ruby langsung pergi begitu saja.
Para pembunuh itu menghentikan jalan nya sembari mengedarkan tatapan nya seolah melihat keadaan apakah memungkinkan jika mereka terus masuk menggunakan mobil.
" Kita jalan, jangan ada yang kembali sebelum merenggut nyawanya ! ". Tegas dingin nya.
" Ya !". Teriak mereka serempak, pakaian Army nya menjadikan mereka terlihat seperti seorang pasukan khusus tapi kenyataan nya bukan.
Mereka para mafioso kelas kakap dari negara yang juga di kenal dengan mafia yang kejam dan masih terus berkembang dari masa ke masa sampai saat ini. Mereka mengincar satu persatu para pemimpin underground untuk mereka lenyap kan agar mereka menjadi satu-satunya mafia terbesar dan di takuti di dunia.
tch, andai mereka tahu siapa sekarang yang sedang mereka kejar.
Mereka terus menyelusuri hutan dengan laras panjang di tangan mereka masing-masing.
Ruby belum juga kembali dan yang lain nya masih mengistirahatkan tubuhnya.
" Cepat, cari mereka !". Perintah Maxim saat setelah mereka sampai di tempat tujuan dengan penampakan bangkai mobil di depan mereka. Tidak menunggu lama mereka semua berpencar memasuki hutan.
Suara langkah panjang terdengar menginjak ranting pohon yang tergeletak, Key dan Maxim juga yang lain nya memasuki hutan lebih dalam lagi untuk membantu Lady nya, langkah mereka terhenti saat mata mereka melihat banyak mobil terparkir di depan dengan di tutupi beberapa ranting berdaun lebat tapi tak membuat mata mereka lengah.
" Cepat !". Seru Key langsung bergegas, matanya terus mengedar waspada.
Helikopter yang di pakai Edward dan juga yang lain nya masih jauh dari tempat tujuan, Edward terus memeriksa jam yang melingkar di tangan nya lengkap dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.
Hari mulai gelap, awan putih berganti hitam menandakan hari mulai malam. Sehalio mondar-mandir tidak karuan menunggu telpon dari adiknya yang kabarnya pulang hari ini dan berjanji akan menghubunginya setelah sampai di bandara dan itu tidak ada sampai sekarang membuat dirinya panik.
" bagaimana !". Seru nya lada earphone yang menempel di telinganya, Sehalio langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan adik nya dan hasilnya nihil, mereka hanya dapat mendeteksi keberadaan Leo terakhir dan itu berada di bandara. Lio segera menugaskan anak buah nya mencari Leo di sana tapi masih nihil.