
" Kau ini kenapa Le ?". Tanya Lio mendapati adiknya yang terus saja tidak konsentrasi dengan pekerjaan nya.
" Jika ada masalah bicaralah, ada kakak yang siap mendengarkan di sini ! ". Lanjut Lio menghentikan pekerjaan nya sejenak dan menanggalkan kacamata yang bertengger di atas hidung nya.
hufhhh !!
Helaan nafas itu seakan menggambarkan seseorang tengah kecewa dan juga menyesal, itulah yang kini Lio tangkap dari ekspresi wajah Leo.
Leo tanpa menatap sang kaka mengeluarkan keluhan nya dan dia akan merasa lebih nyaman setelah berbicara kepada kaka nya.
" Apa aku tidak ada kesempatan menjadikan dia milik ku kak ? Aku sungguh menginginkan nya tapi di lain sisi, aku sadar bahwa sepertinya hatinya sudah ada yang memiliki ". Ucap Leo tanpa di paksa bercerita oleh Lio.
" Malam itu aku begitu bahagia karena aku melihat adanya kesempatan untuk mendekatinya tapi entahlah siapa yang tahu hati dia. Jika dilihat dari luar, dia begitu dingin dan acuh kepada semua orang, tapi di dalam dia begitu hangat dan juga manja, aku melihat dengan kepala mata ku sendiri, sifatnya aku sangat-sangat suka. Tapi sekarang apa yang harus aku lakukan kak ? kesempatan ku benar benar semakin redup ".
Tutur Leo bingung dengan hatinya sendiri karena ini baru pertama kali dia merasakan hal seperti ini. Sekali pun dalam hati Leo tidak pernah muncul rasa yang mendebarkan sebelum kedatangan Ruby.
" Ruby ?". Leo menganggukkan kepalanya kala Lio menebak wanita yang dia ceritakan dan Leo mengiyakan nya. " Lalu siapa yang kau sakiti " Tanya Lio mencoba mengikuti alur ceritanya.
" Dia kaka angkat Ruby dan sekarang mereka tinggal berdua. Yang aku bingung kenapa mereka tinggal bersama, sedangkan Ruby masihlah memiliki dua kakak kandung. Kau tahu kak apa yang juga menjadikan aku terkejut ? Aku baru mengetahui jika kedua kakak kandung Ruby adalah pewaris keluarga Smith ". Tutur Leo merasa dirinya tidak tahu apa-apa.
" Revan Delindra dan juga Revin Delindra ! Tidak hanya mereka berdua kak, namun ada satu lagi pria di antara mereka dan apa kau tahu kak, dia Ronald Esten yang juga mengatakan jika dirinya adalah kakak angkat Ruby ! Ronald Esten, pria yang sangat berpengaruh terhadap perusahaan RA Company ".
Tutur Leo dengan kebingungan nya dan nama yang telah dia ucapkan membuat Lio menahan nafasnya terkejut dan itu pasti, nama itu adalah salah satu nama yang paling di takuti oleh para pembisnis muda seperti dirinya.
" Apa kau mengenal mereka Le ? itu akan sangat menguntungkan untuk memperkuat bisnis kita kedepannya ". Senyuman Lio seperti mendapat anugerah yang begitu besar.
Jika di dalam mafia Lio pemimpin nya maka di dalan perusahaan Leo lah raja nya. Walaupun seperti itu mereka saling membantu sama lain, untuk itu saat Lio mendengar nama-nama besar itu dirinya seakan akan mendapat peluang besar.
" Untuk bisnis bisa di kesampingkan dahulu dan kau bisa memberitahu kakak lain waktu. Sekarang katakan siapa kakak angkat yang tinggal bersama dengan Ruby saat ini ?". Seru Lio
" Edward. Itu namanya kak, untuk nama aslinya kurang jelas karena saat data nya di cari pun tidak menampilkan apapun, semuanya nihil. Data dirinya dan juga Ruby tidak dapat di tembus oleh ku ". Ucap Leo.
" Edward ? Nama yang familiar ". Gumam Lio
" Lalu apa kau telah menyatakan isi hatimu ke pada Ruby Le ?". Tanya Lio sedikit penasaran.
" Sudah kak. Saat aku dan kedua teman ku berkunjung ke rumah nya waktu lalu ". Ujar Leo
" Tidak lebih, dia biasa saja menanggapi semuanya dengan senyum manis nya itu ! Ssh aku sungguh bingung harus bagaimana " . Cemas Leo
" Nyatakan perasaan mu sekali lagi, besok temui dia untuk memastikan semuanya, jangan jadi pria lemah. Jika dia menolak mu jangan pernah kau pernah memaksakan apapun yang bukan milik mu, kakak tidak pernah mengajarkan itu, mengerti !". Seru Lio
" Jika tidak, kau ajak dia makan malam di sini ". Saran Lio yang tidak pernah menyudutkan siapapun yang menjadi topik pembicaraan, menurutnya semua orang punya masalah dan juga sudut pandang yang berbeda, maka dari itu dia harus berpikir luas mengenai apapun itu.
**
Pagi hari begitu cerah tapi tidak secerah untuk perusahaan yang tengah kalang kabut akibat penurunan saham perusahaan milik mereka.
Kegaduhan dalam ruang lingkup pembisnis begitu miris terdengar. Berita tentang Jordan Company dan juga Leonardo Campany hancur hanya dalam waktu satu malam saja. Semua data tentang apapun yang berkaitan dengan perusahaan bocor.
Para pembisnis di dalam negara itu saling duga akan penyebab dari kehancuran kedua perusahaan besar yang begitu tiba-tiba itu. Mereka menjadi menduga-duga siapa dalang di balik semua ini, kejadian semalam yang mereka saksikan pasti ada kaitan nya dengan kehancuran perusahaan besar itu, tapi jika benar lalu kenapa Smith Company masih aman aman saja ?
Kedua perusahaan secara bersamaan gulung tikar, ada yang bahagia dan ada pula yang geram dengan semuanya. Pemilik perusahaan tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima kenyataan, tapi tidak dengan Tania dan juga Resa yang begitu tidak terima dengan nasib miris yang di timpa nya.
" Baby, apa itu ulah mu hmm ?". Tanya Edward yang kini telaj pulang kembali ke mansion karena tidak ingin terlalu lama di rumah sakit.
Edward melihat berita yang tengah mengguncang dunia per bisnisan tanpa menoleh ke arah Ruby yang tengah sibuk memangku laptop kesayangan nya di samping Edward.
" Eum , apa itu kurang cukup ?!". Seringai tipis terulas dari sudut bibir Ruby.
" Shh kau ini nakal sekali baby !". Edward merangkul leher Ruby sesekali mencium pucuk kepalanya.
" Oh iya aku lupa ! Apa sekarang kau sedang dekat dengan Leo ?". Edward memancing Ruby agar dia menjelaskan sendiri bagaimana dengan hatinya itu sekarang.
Edward memutuskan untuk bertanya, daripada terus menduga-duga kepadanya, karena hatinya tidak sekuat yang di pikirkan.
" Maksudmu ?". Sahut Ruby dengan kerutan di kening yang perlahan muncul.
" Shh, itu apa kau telah membuka hatimu untuk Leo sekarang ?". Edward bertanya dengan hati-hati takut apa yang dia tanyakan adalah sebuah kesalahan.
|