
" Semuanya sudah selesai Prince ". Lapor Kenzi bersamaan dengan Lucky.
" baiklah, tetap pantau mereka ! jangan membuat Lady kita kecewa, mengerti !". Seru nya.
Para divisi keamanan sudah berangkat menggunakan jet pribadi mereka, fasilitas lengkap hanya di miliki oleh mafia Red Pheonix. Ruby benar-benar menyiapkan segala kebutuhan Anggota nya dari yang terkecil sampai yang terbesar, Ruby tidak akan membiarkan tugas mereka memiliki celah sedikitpun, untuk itu semua divisi akan lengkap dengan keperluan nya masing-masing.
" Dengar, malam ini kami akan mengunjungi Ruby ke Jerman segala urusan di sini akan ku serahkan kepada kalian ! aku tidak menerima laporan yang tidak enak untuk di dengar, selama aku pergi berhati-hatilah, pasti mereka akan mencari celah untuk menyerang kalian ". Ucap david seraya berpesan kepada mereka berdua karena David tahu skill mereka berdua.
" Laksanakan Prince ". Ucap mereka berdua bersamaan.
" ingat DARK BLUE DRAGON tetaplah mafia yang menginginkan kekuasaan lebih, walaupun mereka bersih dalam bisnis tapi siapa yang tahu ego nya menginginkan kekuasaan tertinggi, tetap lah hati-hati, jangan lupakan air yang tenang menghanyutkan". Seru David berlalu pergi dari sana, Kenzi dan Lucky saling tatap entah mereka berpikiran sama atau bagaimana.
" Lalu kapan kita akan bertemu dengan adik kecil kita Luck, Aku juga merindukan nya !". Ucap Kenzi seraya duduk dan menghela nafasnya kasar.
" Entahlah, mungkin lain kali kita bisa melihat wajah nya langsung tidak hanya di handphone saja ". Lucky pun mengeluh tapi dia menyemangati dirinya sendiri.
" kita akan bermalam di apartemen milik ku, karena kita sudah sepakat tidak memberitahu Ruby maka biarlah ini menjadi kejutan untuk nya". Ucap Brayn sebelum pergi, rencana yang sempat batal akhirnya tidak lagi, mereka sudah mengosongkan jadwal kerjanya beberapa hari kedepannya.
" Kau juga ikut dev ?". Tanya Daddy Jakson melihat David sudah bersiap dengan pakaian nya, celana chino selutut berwarna army dengan kaos polos berwarna putih melekat di tubuhnya di lapisi jaket kulit menambah ketampanan nya.
" ikut lah Dad, apa kau tidak lihat aku sudah bersiap !". Seru David malas, David menarik kopernya dan menaruhnya di antara koper mereka semua.
" ia ia ia, tidak usah memelas seperti itu ! ". Savira menarik tangan nya dan langsung menggandeng nya.
Mereka akhirnya berangkat menggunakan jet pribadi milik Jakson.
LU'AN COMPANY sudah menjadi perusahaan no.1 dalam bidang nya yang tidak bisa di copy oleh siapapun dan itu di pimpin oleh Ruby Alderia.
RA COMPANY pun menjadi perusahaan no.1 dalam bidang nya, beberapa perusahaan dalam hal ini memiliki bidang yang sama dengan perusahaan RA COMPANY tidak seperti LU'AN yang hanya berfokus pada bidang pembuatan Virus dan anti-virusnya tapi beberapa bidang yang masuk dalam perindustrian, manufaktur, perhotelan dan lain-lain yang akan banyak perusahaan yang menekuninya dan alhasil semuanya bersaing dengan ketat.
Mereka sudah tiba di Jerman dan sekarang sedang beristirahat di apartemen milik Brayn yang benar-benar jaraknya dekat dengan mansion Ruby.
" Akhirnya sampai juga ". Teriak Savira melengking, savira menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk di sana.
" Jangan ada yang mengangkat telpon dari Ruby, kita akan memberi kejutan kepadanya ! ". Ucap Rayzen sudah mengganti pakaian nya dengan piyama bersiap untuk tidur.
" Memangnya kenapa ka, lihatlah Ruby menelpon ku ". Tanya David dan kebetulan handphone nya berdering dan tertera nama Sweety di sana.
" Kangan angkat, kita sudah memberi tahu nya kalau kita tidak bisa menghadiri acara perayaan perusahaan nya ". Brayn merampas handphone David dan langsung meletakkan nya di atas meja dan membiarkan nya terus berdering.
" Aww sakit Dad ". Keluh mereka berdua.
HAHAHAHAHA
" Iya Dad mereka merencanakan nya, aku tidak ikut ya !". Tawa David puas dengan reaksi mereka, akhirnya mereka berdua merasakan bagaimana jeweran dari daddy nya. Brayn dan juga Rayzen menatap nyalang kepada David.
" Sudah lah Dad, kita hanya memberi kejutan kepadanya ! apa tidak boleh ?". Savira menengahi mereka sembari mulutnya tidak henti-hentinya terus saja menguap.
Akhirnya mereka masuk kedalam kamarnya masing-masing untuk beristirahat, Savira mengantar Jakson ke kamarnya.
" Dad, ingat tidak boleh menerima panggilan dari Ruby ok ! Cuppp, selamat tidur Dad ! ". Ucap Savira sebelum pergi dan mengecup singkat pipi Jakson yang membuatnya sudah terbiasa, Jakson mengacak-acak rambut savira lembut dan penuh kasih sayang.
***
" Halo Dev ". Sapa Ruby sedikit kesal karena sedari tadi David tidak menerima panggilan nya.
" Iya kenapa Sweetie, biasa saja kali nyapa nya garang amat !". Ucap David dengan candanya.
" Kak Kenzie bilang kau pergi ke Jerman malam ini, apa benar ?". Ucap Ruby yang dalam hatinya begitu senang akan bertemu dengan nya.
" Tidak, aku masih di Irlandia sweetie, mungkin Kenzie salah dengar ! aku memang berpamitan kepada mereka tapi bukan untuk berkunjung ke Jerman ". Bohong David karena menyetujui rencana mereka dan dia mengutuk kebodohan nya karena lupa memberi tahu Kenzi dan juga Lucky di sana.
" Apa kau sedang tidak berbohong ?". Ucap Ruby, David mendengar suara Ruby yang semakin pelan dan terdengar sedang kecewa ". Brayn, Rayzen dan juga kak Savira pun tidak bisa hadir Dev, kenapa kalian begitu sibuk sampai tidak bisa mengunjungi ku di sini ! bukan kah kau sudah berjanji kepadaku akan berkunjung ke sini ". Seru Ruby sedikit bergetar, mungkin dia sedang menahan tangisnya.
Saat ini Ruby seperti anak kecil yang sedang merindukan keluarganya tapi mereka yang sedang di tunggu malah tidak bisa mengunjunginya membuat Ruby ingin menangis tapi rasa itu di tepisnya walau bagaimanapun mereka mungkin sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
Ruby merasa aneh dengan mereka, setiap waktu Ruby selalu mengontrol pekerjaan dan tugas-tugas nya sebagai seorang pemimpin dan otomatis dia akan tahu pekerjaan apa yang sedang mereka lakukan, tapi kenapa mereka bilang sedang sibuk dan David juga sama dan Jakson pun sama jawaban nya.
Ruby berfikir mungkin mereka sedang sibuk dengan urusan nya masing-masing dan untuk itu Ruby tidak ingin ikut campur karena menurutnya mereka semua memiliki kehidupan masing-masing.
" tidak Sweetie aku ti.... ". Sebelum David menyelesaikan ucapan nya, Ruby dengan cepat memutuskan sambungannya.
" Halo Halo ". Seru David dan langsung menghubungi Ruby ulang tapi Handphone nya mati hanya suara operator yang terdengar dari sana.
" ngambek kan ". Gumam nya terus mencoba menghubungi Ruby tapi jawaban nya tetap sama.
David tidak ambil pusing, dia langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya tapi hatinya begitu tidak enak sudah berbohong kepada Ruby. David terus berdoa supaya nanti saat bertemu dengan nya tidak mendapat amukan maut dari Ruby.