
" Sama, daddy pun merasakan nya ". Ucap Daddy nya mengerti apa yang di maksud oleh Lio.
Lio dan juga Daddy nya saling lirik dan sesekali melihat kepada Leo dan juga Edward seakan bertanya apa Leo tidak merasakan apapun ? karena yang mereka tahu hanya satu teman Leo yang bernama Edward dan itu pasti dia.
" Ed !". Seru Leo masih tegang dan matanya sedikit melotot terkejut.
" Hai Le, maaf aku mengunjungi rumah mu tanpa kabar ". Ucap Edward.
" Tidak apa Ed santai saja ". Ucap Leo, Edward masih berdiri karena belum mengucap salam kepada orang tua Leo.
" Malam paman, bibi !". Ucap salam Edward sedikit menundukkan kepalanya. " Oh iya, selamat untuk hari pernikahan kalian, ini ada hadiah kecil dari ku ". Edward memberikan paper bag kepada Mommy nya Leo uang berwarna biru gelap.
" Ah ? Oh iya terimakasih ! apa kau Edward, teman nya Leo ?". Tanya Mommy Leo kepada Edward.
" Benar bi kami berdua berteman ! Salam kenal bibi dan selamat malam untuk mu kak Lio ". Ucap Edward.
" Kenapa kau begitu tampan Ed !",. Seru mommy nya Leo dengan segala pujian nya. Senyum Edward pun terulas hangat.
" Kenapa kau tau nama itu Ed, kau seperti sudah sangat mengenalnya ?". Tanya Revin.
" Ya ampun kak siapa juga yang tidak tahu ? Semua orang tahu siapa keluarga Jeffrey dan aku tahu semenjak mengenal Leo, aku sedikit mencari informasi mengenai dirinya ". Ucap Edward berbohong karena tidak mungkin dia mengaku kalau dirinya King dari Mafia Red Phoenix, bisa-bisa dirinya dapat pukulan dari Ruby.
" Oh !! , kaka mengira kau mengenal mereka " Ucap Revin. " kenapa dengan wajah kalian ? apa ada yang salah ?". Tanya Revin baru sadar perubahan dari keluarga Jeffrey.
" Oh tidak-tidak, kami baik-baik saja !". Ucap Tuan Jeffrey menetralkan rasa ketegangan nya.
" Kalian santai lah, kami tidak akan memakan kalian ini hahahaha ". Canda Revin memecah suasana tegang menjadi normal kembali.
" Kau ini bisa saja vin ". Sela Mommy Leo meraih gelas yang berisi air teh di depan nya dan langsung meminumnya seperti orang yang sedang kehausan.
" Pelan-pelan bi ". Ruby membantunya menaruh kembali gelas itu.
" Terimakasih sayang ". Ucap nya tersenyum.
Suasana kembali normal seperti semula, mereka berbincang dan tidak terasa sampai jam 23.00 malam.
" Sayang, apa kau tidak takut dengan kami yang seorang mafia ?". Tanya nyonya Jeffrey hati-hati, dia tidak ingin membuat Ruby merasa tertekan dengan pertanyaan nya.
" Kenapa harus takut bi, aku baik-baik saja !". Jawab Ruby dengan intonasi yang begitu meyakinkan.
" wah wah wah, calon mantu ini mah dad !".Seru Lio yang begitu mendukung jika adiknya menikah dengan Ruby.
" Kak tutup mulut mu !". Marah Leo menekan suaranya.
Mommy nya tersenyum bahagia dengan perlakuan mereka tapi tidak dengan Edward yang langsung diam menatap lantai, seakan indah untuk di pandang. Revin hanya diam tidak ingin ikut campur urusan itu, dia tidak akan bicara jika Ruby dan juga Edward nya pun berdiam diri, dia takut akan salah ucap jadi biarlah mereka berdua yang menyelesaikan nya.
" Apa aku begitu spesial di matamu bibi, sampai-sampai di awal pertemuan kita ini kalian begitu tertarik kepada ku ?". Ucap Lembut Ruby sesekali melirik Edward.
" Entah kenapa, melihat mu aku sangat bahagia By dan kau seperti begitu berharganya di hati bibi ! Eum apa kau mau jadi menantu bibi sayang ? bibi akan langsung saja tanpa berbasa-basi !". Tutur Nyonya Jeffrey yang begitu mantap kepada Ruby.
Leo menatap harap kepada Ruby, mereka semua menunggu jawaban dari Ruby. " Bibi tau Leo sangat menyukai mu sayang dan mungkin sudah mencintaimu dan untuk itu bibi sangat-sangat menyetujui nya !". Ujarnya lanjut penuh harap kepada Ruby.
" Siapa yang tidak menyukai Leo bi, dia begitu tampan dan juga orang berada, tidak hanya itu walaupun dia pria dingin namun tetap saja akan menjadi rebutan para wanita di sekolah, mungkin tidak hanya di sekolah tapi di luar sana banyak wanita yang begitu mendamba kepadanya dan itu termasuk aku yang notabenenya seorang wanita ". Tutur Ruby sopan dan mengehentikan sejenak untuk mengambil nafas.
" Dia bukan hanya tampan, tapi dia juga sangat baik dan aku juga tahu di usia semuda ini dia sudah memikul beban yang begitu terbilang berat namun dia menghadapi nya dengan tenang. Aku suka pria tipikal seperti itu ". Sanjung nya kembali begitu tersusun rapi sesekali melirik Leo dengan senyuman terulas.
Edward pun melihat itu, bukan dia tidak ingin menimpali ucapan Ruby, tapi dia begitu menghormati dia sampai keputusan apapun yang akan ambil nya Edward pasti akan menerimanya.
Daddy and Mommy Leo termasuk kaka nya sangat senang dengan Perkataan Ruby, dengan ini mereka yakin jika Ruby bersedia menjadi bagian dari keluarga mereka.
" Tapi bibi maaf, aku sudah mempunyai calon suami yang begitu aku sayangi dan begitu aku cintai melebihi apapun, maaf aku tidak bermaksud merusak acara bahagia ini tapi aku tidak mau menggantung perasaan siapapun apalagi untuk Leo, sebenarnya aku dari awal tau jika dia begitu tertarik kepadaku, maaf !". Ucap nya dengan ekspresi yang begitu santai seakan dia sudah menyusun kata demi kata dari jauh hari tapi kenyataan nya tidak seperti itu.
Dia sengaja berkata seperti karena dia tidak ingin jika Leo terus saja mendekatinya karena itu membuat nya tidak nyaman. Dari awal Ruby hanya menganggap nya seorang teman dan lagi dia sekarang tahu harus bagaimana berlaku.
Mereka semua terkejut dengan jawaban dari Ruby yang begitu lugas dan juga rapih, ada sedikit rasa kecewa dari mereka semua apalagi Leo. Hati Leo seketika serasa di tikam begitu banyak belati tajam yang secara sukarela menancap dalam di sana, lain lagi dengan Edward yang begitu puas dengan jawaban dari Ruby apalagi Revin terus tersenyum bangga kepada adik nya itu.
" Tidak apa sayang, kami menerima semua keputusan mu ! pria beruntung mana yang telah begitu berhasil menguasai semua yang ada pada dirimu ini nak ?!". Ujar Nyonya Jeffrey menahan rasa kecewanya karena penolakan dari Ruby, sifat asli dari mereka belumlah terlihat dan malam ini mereka berusaha sebaik mungkin di hadapan tamu .
Sampai hari ini belum ada yang begitu berani menolak apapun yang di inginkan keluarga Jeffrey tapi ada apa dengan malam ini ? hanya seorang gadis kecil dengan berani menolak nya begitu terang-terangan dan juga begitu lugas terdengar. Tapi itu semua tidak menjadi masalah untuk mereka, mereka tidak pernah mempermasalah kan nya.
" Dia, pria yang begitu aku cintai bi ". Tunjuk Ruby kepada Edward dengan senyum yang baru pertamakali ini mereka semua melihatnya termasuk kaka nya sendiri, senyum hangat yang begitu manis sekali, tidak ada apa-apanya saat Ruby tersenyum kepada Lio siang tadi.
" Edward ?". Ucap mereka seakan tidak percaya.
" Benar dia , Edward kekasihku ". Jawab Ruby mantap.
Leo begitu terkejut dengan pernyataan Ruby bahwa Edward adalah kekasih nya, sejak kapan dia menjadi seorang kekasih ? Batin nya berkecamuk.
" Kau begitu beruntung mendapatkan Ruby Ed dan menurut bibi kalian sangat cocok, mungkin jika itu orang lain bibi akan terus mendesak nya untuk menjadi menantu di keluarga ini ". Seru Nyonya Jeffrey dengan candanya. Hatinya panas, tapi dia berusaha keras untuk menyembunyikan nya.
" Bukan Edward yang beruntung mendapatkan aku bi, tapi aku yang begitu beruntung mendapatkan nya ". Ruby terus menatap Edward dengan senyum yang masih mengembang di kedua sudut bibir nya, Edward begitu senang malam ini akhirnya Ruby benar-benar mengklaim bahwa dirinya adalah miliknya.
" Sejak kapan ?".