Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 90



" Iya tuan putriku yang menggemaskan, sekarang bagaimana dengan rencana mu itu apa perlu bantuan ku baby ?". Ucap Edward.


" Kau hanya perlu terus berada di sampingku honey, lihat saja apa yang akan aku lakukan ". Seru Ruby bernada manja kepada Edward.


" Baiklah, apapun untukmu ! ayo kita masuk, angin sore tidak baik untuk tubuh ". Edward menggendong Ruby seperti bayi dan menanggalkan jacket hitam nya supaya ruby bisa memakai nya.


" Emm, apa kau tidak dingin ! apa perlu aku memeluk mu lebih erat lagi honey !". Ujar Ruby polos nya menatap mata elang milik Edward, Edward tersenyum dengan tingkah kekasih nya itu.


" Baiklah aku akan memeluk mu ". Tutur Ruby tanpa menunggu jawaban dari Edward.


" Ceehh kau sangat agresif sekali baby, apa kau pernah melakukan hal seperti ini kepada pria lain hmm ?". Tanya Edward mengeratkan pelukan nya takut Ruby jatuh ke tanah sembari berjalan perlahan.


" Tidak, sama sekali belum pernah kecuali kepada kedua kaka ku dan satu lagi kepada ka Ronald ! ". Bantah Ruby dengan pertanyaan Edward yang seakan mencari celah mengorek dirinya sebelum bertemu dengan Edward.


" Ronald ?". Ucap Edward seraya menautkan kedua alis nya tapi itu tidak terlihat oleh Ruby.


" Iya kak Ronald lalu siapa lagi, dia kaka ku walaupun tidak ada hubungan darah tapi aku sangat menyayanginya dan begitupun sebalik nya dan kau harus tahu honey, kak Ronald memiliki sifat yang begitu kalem dan juga bijaksana melebihi kedua kaka kandungku tapi beda hal nya di saat memanjakan ku dia sama seperti kedua kaka ku tapi aku sungguh bersyukur memiliki dirinya sebagai kaka ku ! ". Ujar Ruby memperdalam pelukan nya, hangat nya tubuh Edward membuat nya mengantuk, Ruby terus saja menguap tanpa henti.


" Lalu bagaimana dengan aku dan juga David, apa kau memiliki kesan pertama kali bertemu dengan kami baby !". Tanya Edward masih dengan langkah nya, semua orang di rumah sedang melakukan pekerjaan nya kecuali kakek Han yang masih beristirahat, mungkin karena lelah, usia yang tidak lagi muda semakin mudah membuatnya lelah.


" David ya ! Aku tidak bisa mengatakan nya karena semuanya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, pada intinya aku sangat bersyukur bertemu dengan David, wajah tampan nya membuat timbul rasa ingin menjaga dan pada akhirnya semakin lama semakin aku bersama semakin aku menyayanginya, bukan karena suka melainkan sayang layak nya seorang saudara seperti Kak Kenzi dan juga Kak Lucky tapi dia lebih spesial untuk ku. Untukmu Kam Ed apa harus aku ceritakan lagi hmm !". Seru Ruby tersenyum jail sesekali matanya yang menahan kantuk, terbuka dan tertutup kembali.


" Kau ini ada-ada saja ". Tutur Edward berhenti di depan pintu kamar Ruby dan membukanya, Edward membawa Ruby ke ranjang nya dan merebahkan tubuhnya di sana, Edward ikut tidur di samping Ruby, menutup setengah tubuhnya oleh selimut dan menarik tubuh Ruby ke dalam dekapan nya.


***


" Ada apa kek ?". Tanya Ronald melihat kakek Han berjalan cepat.


" Apa mereka terbiasa tidur berdua seperti itu ?". Ucap Kakek Han tapi dengan intonasi yang biasa saja, mungkin karena penasaran kakek Han terburu-buru berjalan.


" Aku tidak tahu, kita lihat saja ke depan nya ! aku hanya bisa memperhatikan nya saja agar tidak melewati batas, Revan dan Revin pun sama karena pertama kami bertemu dengan Ruby, Edward sudah berada di samping nya ". Ucap Ronald melonggarkan dasi nya yang masih melingkar rapih di kerah baju nya.


" Apa kami tidak baik kek, sampai kau hanya mengelus kepala nya saja tapi tidak dengan kami ?". Protes Revan yang barus saja pulang dari kerjanya beriringan dengan Revin, sekarang Revin sudah pindah ke perusahaan induk milik Smith jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke mansion Ruby.


" Dih, iri itu tidak baik untuk kesehatan Van hahaha ". Ledek Ronald melempar bantal kecil di samping nya, Revan langsung menghindar dari lemparan itu.


" Sorry kita bukan nya iri, tapi tidak biasanya kakek seperti ini membuat ku geli hahahaha ". Seru Revin menuangkan air kedalam gelas dan memberikan nya kepada Revan.


" Bagaimana pekerjaan kalian, apa semuanya baik-baik saja ?". Tanya Kakek Han memulai obrolan nya kembali.


" Semuanya baik Kek, aku bisa mengatasinya tenanglah kau tidak perlu cemas ! kami sudah besar ke dan sudah bisa mengerti setiap sesuatu yang terjadi, apalagi sekarang adik ku sudah kembali berkumpul bersama, itu sudah cukup membuat ku semangat dalan hal apapun, dia segalanya bagi ku. Mungkin bukan hanya untuk ku tapi untuk kami semua ". Tutur Revan duduk menyadarkan punggung nya ke sofa.


" Tapi kak, setelah kejadian kemarin aku mengkhawatirkan Ruby ". Ucap Revin tiba-tiba membuat semua orang bingung termasuk Kake Han yang memang baru datang ke mansion Ruby jadi tidak tahu menahu soal apapun yang berkaitan dengan Ruby.


" Maksudmu apa Vin ?". Tanya Kake Han cemas.


" Apa kau mengenal mafia Dark Blue Dragon ke ?". Ucapan Revin mengejutkan Kakek Han yang pada dasar nya dia tahu mafia itu, mafia terkuat yang terorganisasi di lautan Jerman.


" Apa hubungan nya dengan ini vin ". Tanya Kake Han dengan cemas nya, tatapan nya mulai tidak fokus pada sekitar setelah mendengar nama dari mafia itu.


" Ruby menolak mentah-mentah putra kedua dari tuan Jeffrey, Marcelleo Jeffrey adik dari Sehalio Jeffrey pemegang kekuasaan saat ini dari Mafia Dark Blue Dragon dan perusahaan Jeffrey di pegang oleh mereka berdua ". Tekan Revin mendebarkan jantung kakek Han dan membingungkan Revan dan juga Ronald yang baru tahu soal ini karena kemarin Revin hanya bercerita berkunjung saja ke rumah Leo tapi tidak membahas kalau mereka adalah mafia yang begitu di segani.


" Kau tahu dari mana jika mereka kumpulan seorang mafia dan sejak kapan kau mengetahuinya ?". Ucapan Ronald tegang karena memang dirinya dan juga Revan hanya tahu jika mereka seorang pembisnis saja dan Revan begitu menghormati Sehalio sebagai seorang pembisnis muda berbakat.


" Kau ini benar-benar kak !" Revin geleng kepala karena kedua kaka nya ini.


" Semenjak kejadian lalu, aku benar-benar mencari data tentang siapa saja yang dekat dengan adik ku karena aku takut dia tersakiti lagi dan saat pencarian data, aku begitu tertarik dengan Leo yang pada akhirnya aku bisa meretas semua data miliknya tanpa sepengetahuan siapapun yang pada akhirnya aku mengetahui siap Leo sebenarnya ". Lanjutnya.


" Bagaimana ini Vin, kakek benar-benar khawatir dengan Ruby ! kau tahu, tidak ada yang berani menolak apapun keinginan mereka jika tidak dia akan hidup dengan tidak tenang ". Cemas Kake Han sudah tidak tenang dengan duduk nya.