
Semua orang menatap cemas seseorang yang ada didalam ruangan yang tertutup pintu bertuliskan IGD.
Alletta berjalan cepat saat Aza menelfonnya sembari menangis dan mengatakan jika Kayla masuk rumah sakit.
"Za" Semua orang menoleh kearah Alletta yang berjalan mendekat kearah Aza yang terdiam dengan airmata yang tak berhenti mengalir. Aza yang mendengar suara Alletta mendongak dan langsung memeluk erat tubuh Alletta.
"Al" Lirih Aza, Alletta mengusap punggung Aza yang bergetar.
"Selamettin Kayla Al" Pinta Aza pelan, Alletta menganggukkan kepalanya. Aza melepaskan pelukannya dan Alletta langsung masuk kedalam ruangan.
Aza menutup matanya menggunakan tangannya dan menggigit bibir bawahnya agar tangisnya tak pecah. jujur ia takut jika terjadi apa-apa dengan Kayla.
Gavin yang melihat Aza sedang down langsung membawanya kedalam dekapannya. tangis Aza langsung pecah begitu saja membuat semua orang menatapnya.
Hati Rangga sesak saat kesdua putrinya sama-sama menangis. ia ingin menghampiri Aza tapi ia tau diri, pasti Aza tak ingin melihatnya. sedari tadi ia berdiri disamping Lily untuk menenangkannya diikuti istrinya tapi Aza sama sekali tidak meliriknya. seakan-akan ia tak ada disini.
Aza yang tak kuat perlahan mulai kehilangan kesadarannya. Gavin langsung mengangkat tubuh Aza saat pelukan Aza mulai terlepas.
Betapa terkejutnya ia saat Aza sudah tak sadarkan diri dengan bibirnya yang pucat. sontak Reein langsung mendekat kearah Aza.
"Aza" Panggil Reein tapi Aza tak menyaut. Reein dengan cepat memeriksa Aza lewat nadinya. betapa terkejutnya ia saat detak jantung Aza melemah, ia juga merasa aneh dengan detakkan jatung Aza.
"Vin, bawa Aza ke UGD. cepat" Suruh Reein, Gavin menganggukkan kepalanya dan menggendong Aza ala bridal style.
Rangga yang melihat itu lantas mendekat kearah Reein.
"Aza kenapa?" Khawatir Rangga.
"Detak jantung Aza lemah, sepertinya ia shock dengan apa yang menimpa Kayla" Jawab Reein.
_____
Miki yang gabut hanya dikamarnya saja memutuskan untuk pergi kemarkas FOD. ia dengan hati-hati memanjat tembok rumahnya agar tak ketahuan.
Miki langsung memberhentikan taxsi dan menuju kemarkas FOD.
Miki sampai dan disambut dengan hangat oleh para mafioso. ia masuk dan mencari sang pujaan hati Soobin. tak menemukan Soobin, ia lantas bertanya pada salah satu mafioso dan mefioso itu berkata jika Soobin tengah ada diruang tahanan.
Miki mengucapkan terima kasih dan menuju ke ruang tahanan. ketika sampai Miki bergidik ngeri dengan orang-orang yang ditahan. ada yang tubuhnya membusuk, tangannya tak ada, kakinya tak ada bahkan ada yang tergeletak tak sadarkan diri.
'Ini namanya bukan ruang tahanan, tapi ruang siksaan" Batin Miki. Miki tersenyum sumringah saat ia melihat Soobin sedang mengobrol dengan salah satu mafioso.
Ia hendak melangkah, tapi terhenti saat seseorang memanggil namanya dibalik jeruji besi yang mengkhalangi tubuhnya dari seseorang itu.
"Miki" Panggilnya membuat Miki memundurkan langkahnya. ia tercekat saat melihat Nesa yang dirantai dengan keadaan yang sungguh mengenaskan.
Tubuh Miki sudah menabrak besi pembatas membuat Miki panik. ia mempunyai trauma dengan Nesa karna kejadian dulu yang merubah hidupnya 180 derajat.
Ia meremas tasnya menyalurkan rasa takutnya. ia ingin memanggil Soobin tapi suaranya entah kenapa sangat susah untuk keluar. perlahan airmata mulai membasahi pipinya.
"Kamu ngapain disini? mau nyerahhin nyawa kamu" Ucap Nesa berbisik membuat bulu kuduk Miki berdiri. bisikkan Nesa seperti bisikkan dari makhluk halus.
Nesa menyeringai dan bangun berjalan mendekat kearah Miki yang terhalang besi pembatas.
"Gimana keadaannya? ohh dia sudah pergi bukan menuju neraka" Ucap Nesa tertawa sinis. Miki memejamkan matanya saat kejadian itu terputar dipikirannya bak kaset rusak. kejadian itu! kejadian yang membuat semua berubah, membuat trauma yang mendalam didiri Miki. hingga tanpa sadar Miki menjatuhkan tubuhnya membuat Soobin dan mafioso yang tengah mengobrol melihat kearahnya.
"Miki" Panggil Soobin mendekat kearah Miki diikuti mafioso itu yang bernama Faris. Faris kenal siapa Miki, karna dia sering kemarkas dan dekat dengan Alletta.
"Lo kenapa?" Pertanyaan Soobin membuat Miki tersadar dan langsung memeluk erat tubuh kekar Soobin. Miki menyembunyikan wajahnya didada bidang Soobin. Soobin yang dipeluk lantas mengernyit heran dengan tingkah Miki.
Tubuh Miki bergetar membuat Miki mengeratkan pelukkannya dan mengeluarkan isakkan kecilnya. Soobin yang mendengar Miki menangis sontak melepaskan pelukannya dan melihat wajah Miki yang sebab dan ketakutan seperti habis bertemu dengan hantu.
Faris yang melihat keuwuan didepannya lantas mendengus sebal. 'Kagak inget tempat' Olok Faris yang pasti hanya didalam hati. mana berani ia mengolok Soobin langsung menggunakan suaranya, bisa habis ia. meski ia cukup akrab dengan Soobin tapi tetap saja ia tak berani.
Faris mengalihkan pandangannya menatap Nesa yang tengah senyum menyeringai sembari melihat kearah Miki yang berada dipelukkan Soobin.
"Ngapa lo? gila?" Tanya Faris membuat Nesa menatap tajam dirinya. ia tak takut sama sekali dengan Nesa.
Soobin melirik sebentar kearah Nesa dan melihat kearah Miki yang masih betah memeluknya.
"Lo takut?" Ragu Soobin mengatakan itu, sebab ia tak pernah sekalipun melihat Miki ketakutan sampai seperti ini. Miki hanya menganggukkan kepalanya tanpa melepaskan pelukannya.
"Ayo pergi dari sini" Ucap Soobin yang cukup peka jika Miki memiliki masalah dengan Nesa. lagi dan lagi Miki hanya mengangguk dan enggan melepaskan pelukannya.
"Lepas dulu Ki, susah jalannya kalo gini" Ucap Soobin berusaha melepaskan pelukan Miki. Tapi nihil! Miki menempel padanya seperti perangko.
"Gendong" Pinta Miki, memdengus malas, Soobin mengiyakan ucappan Miki dan menggendong Miki bak anak koala. Faris menggelng-gelengkan kepalanya. ia mengikuti Soobin dari belakang.
Semua atensi para mafoso langsung melihat kearah Miki yang berada digendongan Soobin. sangat lucu membuat mereka kompak tersenyum. mereka sudah menganggap Miki seperti keluarga.
"Udah Bin" Ucap Miki membuat langkah Soobin berhenti, pelan-pelan ia menurunkan Miki dari gendongannya. Miki berdiri walau kakinya masih bergetar.
"Kaki gue" Soobin lantas melihat kearah kaki Miki yang masih bergetar.
"Lo kenapa sih Mik?" Sudah ketiga kalinya Soobin bertanya pada Miki. Miki menatap Soobin, tangannya masih memegang erat lengan Soobin agar ia tak terjatuh.
"Takut" Jawab Miki dengan nada pelannya tapi masih terdengar ditelinga Soobin dan para mafioso.
"Takut sama siapa?"
"Orang yang tadi Bin, dia yang udah ngebuat sepupu gue meninggal" Miki meneteskan airmatanya. sontak perkataan Miki membuat semua membulatkan matanya.
"Siapa Mik?" Tanya Soobin.
"Nesa Bin" Jawab Miki mulai melangkah secara perlahan. Soobin membantu Miki mendekat kearah sofa. ia terkejut saat tau sepupu Miki meninggal karna Nesa, walau ia tak tau siapa dan kenapa.
"Lo baik? kalo nggak biar di periksa" Ucap Beomgyu yang mendengar perbincangan Soobin dan Miki. Ia juga terkejut mendengar perkataan Miki. Miki menggeleng dan mendudukkan dirinya disamping Soobin.
"Minum dulu" Soobin menyodorkan minuman dan langsung diterima oleh Miki. Miki meminunnya hinnga tandas dan meletakkan gelas itu diatas meja.
Miki menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya. ia lelah seharian bekerja karna mumpung bunda, ayah dan abangnya tak dirumah.
Tak lama terdengar Haykal yang menghampiri. Haykal melihat kearah Miki yang sudah tertidur karna melihat nafasnya yang teratur.
"Pindahhin dikamar aja" Soobin menganggukkan kepalanya dan menngendong Miki ala bridal style dan membawanya kekamar miliknya. masalah tidur ia bisa menumpang pada yeonjun.
.
.
.
.
Hayy!
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Stay Healthy.
Happy Reading.