Mafia Girls

Mafia Girls
MG EP 48



Aza mengambil ponselnya yang berada didalam saku celananya. tangan Aza bergetar saat mengetik nama Alletta untuk memberitau kondisi Sofa.


Alletta mengangkat panggilan Aza.


Alletta : Halo


Aza hanya mampu terdiam saat mendengar suara Alletta. Alletta menautkan alisnya bingung saat tak mendapati suara dari Aza.


Alletta : Halo? Aza?


Aza : Al.


Raut wajah Alletta berubah khawatir saat mendengar suara parau Aza.


Alletta : Lo kenapa?


Aza : Sofa Al


Alletta : Kenapa?


Aza : Albert tadi ngirim paket, waktu gue buka ternyata didalamnya ada tubuh Sofa yang udah nggak bernyawa dengan surat yang isinya "Queen anda sudah tidak ada"


Alletta terdiam mendengar penuturan Aza.


Aza : Al, Sofa Al.


Alletta : Lo tenang, gue langsung balik sama bang Haykal. tunggu gue!


Alletta mematikan ponselnya dan meminta Haykal untuk pulang. Haykal sempat bingung tapi melihat raut wajah Alletta yang serius dan panik membuat Haykal setuju.


Aza menjatuhkan dirinya didinginnya lantai. Aza menutup wajahnya menggunkan kedua tangannya.


'Kenapa jadi gini?" Batin Aza. ia tak menyangka jika Albert akan membunuh Sofa, pasalnya Sofa tak terlalu tenar saat penyerangan. Sofa memang sangat terkenal diskil balapannya karna Sofa selalu aktif didunia balap. untuk penyerangan Sofa hanya sesekali ikut.


Kenangan demi kenangan yang pernah ia lalui dengan Sofa melintas dipikirannya. senang, susah, sedih dan haru ia lalui saat sedang bersama Sofa. Sofa orang pertama setelah Awan dan Alletta yang menemaninya saat melakukan kemoterapi.


Sofa selalu memberikan saran jika Aza sedang dirundung masalah dan ia tak mau menceritakannya pada Alletta. tawa Sofa, lelucon Sofa, senyum Sofa, tingkah Sofa dan banyak hal lain yang selalu Sofa tunjukkan begitu membekas dihatinya.


Tapi semua itu hilang saat Sofa pergi. tak ada lagi yang akan menghiburnya dengan lelucon receh andalan Sofa.


Aza menarik nafasnya dan menghembuskan nafanya. Aza menguatkan dirinya dan mencoba menghubungi Eline.


Eline : Halo Za


Aza : Halo Line, gue mau kasih tau sesuatu sama lo. gue juga minta tolong sama lo buat kasih tau hal yang akan gue sampein keanak-anak yang lain.


Eline : Iya Za, ngomong aja


Aza : Sofa udah nggak ada Line


Eline : Hahaha... bercanda lo Za, jangan gitu lah


Aza : Gue nggak bercanda Line! Sofa beneran udah nggak ada


Eline : Za


Aza : Iya gue tau itu hal mustahil. tapi gue mohon lo sampein hal ini ke anak-anak terutama orang tua Sofa Line. gue tau lo kuat.


Eline : Iya Za, tenang aja gue bakal sampein kok, gue mau ketemu sama Sofa


Aza : Nanti ketemu dirumahnya Sofa, gue tutup Line


Aza menutup panggilannya. diseberang sana ada seorang gadis yang masih mematung mencerna apa yang barusan dikatakan oleh Aza.


Mimpi! rasanya seperti mimpi mendengar sahabatnya sudah tiada. satu bulir air mata lolos dari mata cantiknya. Eline memegang meja riasnya untuk menopang badannya yang berasa tak bertulang.


Eline mengambil kunci mobilnya dan keluar dari kamar untuk menuju rumah Sofa. ia mengirimkan pesan untuk orang tuanya, sahabatnya dan para orang tua sahabat orang tuanya.


Eline langsung menuju rumah Sofa begitu saja tanpa memperdulikan jika dirinya menggunakan pakaian biasa dan celana pendek tapi tak terlalu pendek. selama diperjalanana tak henti-hentinya ia berdoa berharap ini hanya mimpi.


Stepanie yang mendapat pesan dari Eline membeku. dada Stepanie tiba-tiba menjadi sesak seperti sesuatu sedang menghimpit dadanya. matanya berkaca-kaca dan sedetik kemudian air matanya jatuh membasahi pipinya.


Stepanie langsung keluar rumah dengan pakaian piyamanya yang belum ia ganti sedari pagi. ia tak memperdulikan panggilan dari beberapa pembantu yang melihat dirinya.


Lily tak kalah terkejutnya, ia ikut melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata menuju rumah Sofa.


*


*


Arsha menatap Malvin, Gavin dan Azka bergantian.


"Buka ponsel kalian" Pinta Arsha dihadiahi tatapan bingung dari ketiganya. tapi tak urung mereka tetap membuka ponselnya masing-masing.


Azka menganga, Gavin menumpahkan minumannya dan Malvin yang terdiam melihat pesan yang Eline kirimkan digrub WA yang dibuat oleh Sofa.


...Ngik Ngok 👯...


Eline : Gue mau kasih kabar kalo Sofa udah nggak ada, gue tau ini sulit dipercaya tapi Sofa memeng udah nggak ada. gue harap kalian dateng kerumah Sofa hari ini juga.


Mereka dengan kompak berdiri dan mengambil kunci mobil masing-masing. tanpa berbicara mereka memasuki mobil masing-masing dan melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.


Kayla berada didalam mobil milik Nathan dengan air mata yang membasahi pipi putihnya. tadi ia diberitau tentang Sofa dari Nathan. ia masih tak percaya jika Sofa akan pergi secepat ini. belum ada sebulan ia mengenal Sofa tapi ia merasa sangat kehilangan.


Nathan fokus menyetir dan sesekali ia melirik Kayla yang menatap kearah depan.


🍀🍀🍀🍀


Saat ini kondisi mansion milik orang tua Sofa tengah ramai. banyak yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa atas kepergian Sofa. banyak yang terkejut mendengar kabar jika Sofa sudah meninggal.


Kedua orang tua Sofa hanya tersenyum tipis, sangat tipis saat berberapa tamu mengucapkan bela sungkawa. Sim Suryeon dan Vian sangat terpukul mendengar kabar Sofa. menurut mereka Sofa pergi terlalu mendadak. rasanya baru kemarin Suryeon melahirkan Sofa tapi sang khalik sudah menjemputnya. kedua langsung memutuskan untuk pulang dan memberikan kabar tersebut keawak media.


Kedua sangat menunggu kedatangan Aza. karna Eline berkata jika Aza yang akan membawa jenazah Sofa. awalnya Suryeon dan Vian tak setuju, mereka ingin langsung menemui Sofa tapi Eline dengan lembut berkata jika Aza akan kesini dengan membawa Sofa.


Terdengar suara mobil ambulance membuat para tamu dan orang-orang yang sudah menunggu kedatangan jenazah Sofa. Suryeon dan Vian mendekat kearah ambulance. dua orang membuka pintu ambulance dan mengeluarkan tubuh Sofa yang sudah tak bernyawa.


Tangis Suryeon pecah saat melihat Sofa. anak satu-satunya yang ia miliki meninggalkannya untuk selamanya. dulu ia hamil Sofa dengan usaha yang sangat keras. ia dulu divonis oleh dokter mandul dan membuat Suryeon sangat sedih.


Ia bahkan tak mau makan dan berbicara dengan orang-orang. dan keajaiban datang padanya saat dokter mengatakan jika ia tengah mengandung. Suryeon sangat bahagia begitu pula Vian. mereka sangat menjaga Suryeon.


Dan sekarang ia tak bisa lagi melihat senyum anak semata wayangnya. anak yang selalu ia anggap anak kecil walaupun Sofa sudah besar.


Vian juga begitu terpukul atas kepergian Sofa. tapi ia harus tegar untuk menenangkan Suryeon. Suryeon juga butuh dirinya.


Para sahabatnya juga tak kalah sedihnya. Stepanie langsung pingsan saat melihat tubuh Sofa, Arsha dengan sigap menggendong Stepanie dan membawanya kedalam kamar tamu.


Kayla menggelengkan kepalanya tak percaya didekapan Nathan. tangis yang ia tahan pecah begitu saja saat melihat Sofa yang biasanya akan menggoda atau mengejeknya terbujur kaku dihadapannya.


Azka menenangkan Lily yang juga menangis. Gavin berjalan mendekat kearah Aza yang menatap kosong kearah bangkar Sofa. Gavin langsung saja membawa Aza kedalam dekapannya.


Aza perlahan membalas pelukan Gavin. ia sanagt membutuhkan seseorang untuk bersandar dan meluapkan kesediahannya. baru 1 bulan ia ditinggal oleh Awan dan sekarang ia harus ditinggal oleh sahabatnya juga.


Aza berharap ini terakhir kalinya ia kehilangan seseorang yang sangat berarti didalam kehidupannya.


Jenazah Sofa dibawa masuk kedalam mansion, mereka mengikuti dari belakang, Malvin memegang Eline yang sedikit oleng karna tak meperhatikan jalan. Eline terkejut dan menatap kearah Malvin.


"Makasih" Ucap Eline dengan suara serak akibat menahan tangisnya. jika semua orang memiliki seseorang yang dekat untuk menenangkan maka Eline tak ada.


Tak ada yang menguatkan atau memeluknya untuk menenangkannya. Eline hanya dapat memendam tangisnya agar tak pecah. Malvin menganggukkan kepalanya dan mengamati sekitar untuk mencari keberadaan Alletta.


Aza yang peka jika Malvin sedang mencari Alletta pun bersuara.


"Alletta lagi dalam perjalanan menuju kesini" Ucap Aza dibalas anggukan kepala oleh Malvin. mereka sudah tiba diruang tamu dan mengakat tubuh Sofa untuk dibaringkan.


Saat mereka sudah selesai membaringkan tubuh Sofa, mereka dikejutkan dengan suara seseorang yang terdengar begitu khawatir.


"SOFA"


.


.


.


.


Hayy!


Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘


Stay Healthy.


Happy Reading.