
" Yaaakkk, kau datang-datang bikin rusuh saja ". Teriak Ruby berlarian dari kamar nya mengejar Revin yang hendak turun ke bawah.
" sorry sorry Al, kaka benar-benar sengaja hahaha ". Seru Revin benar-benar sengaja mengagetkan Ruby yang sedang berbicara dengan Kenzi dan juga Lucky melalui telpon nya.
Mungkin juga karena sudah lama Revin tidak menjahili Ruby untuk itu dia mencari kesempatan saat ini.
Suara langkah kaki Revin benar-benar tidak terdengar, begitu senyap di dalam ruangan, di tambah saat masuk ke kamar, Revin tidak terlebih dahulu mengetuk pintu. Hal itu semakin Ruby tidak mengetahui keberadaan kakak nya.
" Sayang ". Panggil Revin. Kata sayang begitu di perjelas pada speaker handphone milik Ruby yang masih berada di depan daun telinga nya.
" Wah, apa kau sedang selingkuh sayang ?! ". Ucap Revin kembali dengan lancang, Revin begitu senang mengerjai adik kesayangan nya itu.
Marah, itulah yang di tunggu Revin, alasannya karena marahnya Ruby akan begitu menggemaskan dan ya, itulah obat lelah untuk Revin.
Ruby terkejut dengan seseorang yang memeluknya dari belakang sampai tubuhnya terperanjat kaget, saking kaget nya Ruby memental kan tubuh Revin.
BRUK !!
" Arggh ". Ringis Revin mengelus kedua sikutnya yang sedikit memar.
" Kau ". Tunjuk Ruby heran kenapa satu kaka nya ini begitu jahil.
" Lady ". Panggil Kenzi dan juga Lucky bersamaan dengan suara yang begitu resah karena mendengar suara bantingan.
" Ada apa, kenapa ? Apa kau baik-baik saja ?". Tanya Lucky menunggu jawaban dari Ruby, tapi tidak kunjung mendapat jawaban.
Saat ini Ruby masih enggan mengalihkan tatapan nya dari kaka yang jail itu, wajah Ruby cemberut dengan beberapa kali cebikan terdengar dari bibir manis nya.
" Hehehehe ". Revin cengengesan melihat adiknya yang begitu kesal tercampur dengan rasa terkejut itu, seakan dia belum puas menjahili sang adik.
" Sebentar, siapa Lady ? Apa kau mengubah namamu Al ? ". Tanya Revin pemasaran dan bangun dari duduk nya di atas lantai.
Revin menyambar telpon genggam yang masih berada di tangan Ruby dengan cepat dan menempelkan nya ke daun telinga.
" Maaf mengecewakan mu, tapi Ruby sudah ada yang punya ! Lagi pula anda ini siapa asal manggil orang saja ". Perkataan Revin langsung mendapat tatapan tajam dari Ruby tapi Revin malah mengabaikan nya.
" Kaka ". Teriak Ruby.
Ruby benar-benar sakit kepala jika semua kaka nya seperti ini, tapi jika di pikir kembali kedua kaka nya memang orang yang jahil.
" Hahaha iya iya Sorry sayang ". Tawa Revin terdengar puas. Tapi tidak berhenti sampai di situ, Revin malah berlari membawa kabur handphone milik Ruby, sehingga sang pemilik handphone harus mengejar nya sampai dapat.
***
Aksi kejar-kejaran Ruby dan Revin tidak luput dari mata semua orang di sana, awalnya Nameera dan juga Luis kaget dengan teriakan dari atas sampai mata mereka menoleh pada lantai dua yang terlihat jelas dari ruang makan.
" Yaaak ! Kau sangat tidak sopan, kembalikan handphone milik ku kaka ! ". Mendengar teriakan Ruby, Kenzi dan Lucky langsung mematikan sambungan nya. Untung mereka tidak mengatakan apa-apa di telpon tadi jika tidak semuanya akan terdengar oleh Revin, karena mereka berdua hendak memberi tahu Ruby jika ada yang tengah mengacau di Irlandia
" Mommy lihatlah Kak Revin sangat nakal sekali ". Adu Ruby kepada mommy Nameera tanpa sadar dengan wajah kesal nya.
" Dih dasar anak kecil, bisanya mengadu ". Ledek Revin menghentikan larinya tanpa menggunakan alas kaki itu. Ruby semakin cemberut menatap nyalang kepada Revin tanpa memperhatikan sekitar.
Panggilan Mommy dari mulut Ruby menyentak kan hati Nameera, dia begitu senang kala Ruby memanggilnya. Nameera dan Luis saling pandang dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata.
Revan, Ronald serta kedua teman nya begitu lega dan seketika mengatakan di dalam benak mereka jika Ruby mereka telah kembali lagi. Edward tersenyum manis kepada Ruby walaupun Ruby tidak melihat nya. Tapi tidak dengan ketiga teman Edward yang mengerutkan kening melihat mereka semua tersenyum seperti orang gila karena ya, mereka tidak tahu bagaimana Ruby dulu sebelum kejadian kelam menimpanya.
" Dady , lihat lah putra satu mu ini.... !". Reflek Ruby berteriak kembali sembari membalik kan badan nya, namun kalimat itu belum usai kala dirinya tersadar sesaat setelah menatap wajah Luis.
Pandangan orang-orang di sana terlihat sendu dan Ruby akui panggilan tadi bukan kesengajaan, dia hanya reflek saja saat ini. Ruby melihat cairan bening keluar dari mata kedua orang tuanya.
Ruby terbiasa dengan tangisan Nameera karena seorang wanita pasti mudah untuk menangis tapi dia tidak terbiasa jika daddy nya itu ikut menangis.
Luis sesegera mungkin memeluk Ruby karena jarak mereka lumayan dekat, Luis memeluk nya dengan erat, perasaan yang begitu tercampur aduk membuat tubuh Luis sedikit bergetar.
" Maaf, Maafkan daddy sayang maaf !". Ucap Luis menangis terisak memeluk anak nya itu.
Ruby tidak bergeming dan tidak juga membalas pelukan Luis, hatinya begitu sakit mendengar permintaan maaf dari mulut sang ayah, karena inilah yang dia tunggu-tunggu selama ini, permintaan maaf dari sang daddy.
Ruby masih enggan membalas pelukan daddy nya, Nameera pun ikut memeluk Ruby dengan tangis nya.
**
Ruby PROV
Apa aku begitu munafik, di satu sisi aku sangat membenci kedua orang tua ku, tapi di sisi lain aku sangat-sangat menyayanginya sampai-sampai hatiku beku dengan rasa sayang apapun itu bentuk nya .
Apa aku boleh menjauh saja dari mereka tanpa harus melihat lagi ke belakang bahwa mereka berdua sedang mengejar ku, apa aku mampu seperti itu ? ah iya, aku pernah melakukan nya, pergi menjauh dari mereka tapi tetap saja hati ini tidak tenang walaupun mungkin mereka tidak mengharapkan kembali keberadaan ku, tapi dalam hati kecilku masih mengharapkan keberadaan mereka ! Tch, tch begitu naif kah diriku ini, aku yang di paksa menjadi dewasa oleh keadaan membuat ku mengerti bagaimana takdir sedang bermain-main terhadap ku.
Sekarang aku merasakan kembali pelukan hangat yang begitu aku rindukan, kata maaf yang terlontar dari mulutnya membuat pendengaran ku sakit dan juga mataku mulai memanas, hati pun seakan melemah kala mendengar nya.
PROV Off
**