Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 68



Hahahah


" Sepertinya sangat Ramai sekali sayang ! ".


Seseorang baru datang dengan tawa yang begitu di buat-buat, kedatangan nya menimbulkan pertanyaan bagi sebagian tamu yang mengenalnya, apalagi mereka yang memiliki keterikatan dengan pria itu.


Waktu terus berputar tapi perseteruan itu semakin memanas, jam menunjukkan pukul 24.00 tepat dimana harus nya acara sudah selesai tapi semua yang sudah di susun secara rapih hancur berantakan. Tamu undangan pun bukan nya meninggalkan gedung melainkan mereka asyik menonton semua drama di depan mereka.


Dia terus berjalan dengan menawan nya, siapa yang tidak kenal pengusaha tambang emas dan tembaga itu, hampir semua orang tahu. Tidak hanya menjadi pengusaha, dia pun salah satu ketua mafia yang begitu tidak asing di telinga para organisasi bawah dan ya, Ruby sangat mengenal nya apalagi dia memiliki hubungan dengan kaka perempuan nya.


Pria yang sudah tidak muda lagi, terus berjalan membelah suasana yang tiba-tiba mencekam dan begitu hening. Agatha tersenyum penuh kemenangan kala pria itu datang tepat waktu, mata Ruby tidak melewatkan senyuman yang terulas dari kedua sudut bibir Agatha.


" Lady, apa harus menghubungi mereka ?". Suara Alex terdengar di balik earphone yang di kenakan oleh Ruby.


" Tidak perlu Lex, apa kau sedang meragukan kemampuan ku hmm ?". Seru Ruby


Pada awalnya, alex tidak mengetahui bagaimana rupa dari sosok pemimpin yang begitu anggota Red Phoenix agungkan. Setelah teman nya yang lain menunjukan sebuah bingkai photo yang terpampang cantik dengan begitu rapih nya, membuat hatinya berdegup kencang, bukan karena jatuh cinta tapi merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan sebelum nya.


Apalagi Ruby telah menyelamatkan nyawa nya sampai dia sembuh total dari luka nya dan itu menambah dia merasa bersalah.


Revan, Revin dan juga Ronald tidak setegang tamu yang lain, mereka bertiga malah menatap malas kepada pria itu. Luis dan juga Nameera tidak melepaskan pandangan nya sama sekali, kening mereka berdua berkerut karena mereka berdua sangat mengenal pria itu.


Pria dengan beberapa bodyguard di belakang nya dengan jas hitam dan kacamata yang bertengger di hidung nya menambah kesan bahwa dirinya memanglah orang yang sangat penting.


" Sayang, kamu harus memberi pelajaran kepada mereka ". Manja Agatha tidak tahu malu, bergelayut pada lengan pria tua itu.


" Itu mudah untuk ku, kau tenang saja ! apa aku terlambat datang ?". Pria itu menyentuh hidung Agatha dengan telunjuknya seperti sedang memanjakan nya. Luis dan Nameera hanya terdiam dengan kelakuan Agatha membuat mereka shock dan geleng kepala.


Mereka berdua terutama Nameera sangat kaget bagaimana seorang anak yang dia didik dan dia besarkan tumbuh menjadi gadis murahan seperti itu.


" Siapa lagi dia kaka ? ". Seru Ruby menyunggingkan senyum nya tajam. Senyum Agatha memudar kala Ruby bertanya seperti itu.


" Banyak juga kenalan mu kak ". Perkataan itu terdengar seolah meledek Agatha.


" Diam kau ". Bentak Agatha


Atmosfir di dalam ruangan semakin menegang kala pria itu menatap sengit ke arah Ruby. Agatha tersenyum puas dengan itu, tapi Ruby tidak takut sama sekali dengan tatapan nya dan Ruby menatap balik pria itu dengan mata elang nya yang siap menerkam siapa saja yang berencana menyakitinya.


" Siapa dia ini Agatha hah ? ". Bentak Luis menarik lengan Agatha dengan kerasnya.


" Aw sakit, kenapa daddy begitu kasar ? Aku anak mu dad !". Agatha tidak terima di perlakukan seperti itu oleh Luis.


" Anak ? Anak tidak tahu malu, apa dia juga salah satu kekasih mu hah ?! ". Luis dengan kata kata sengit nya membentak agatha.


" Ckckckck memang gadis murahan, daddy kecewa kepadamu ! Apa kau tahu, aku telah mengusir darah daging ku sendiri hanya karena kamu, aku pikir kamu lebih baik dari anak ku, tapi nyatanya tidak. Kedua anak laki-laki ku menjauh dari ku aku terima walaupun aku resah dengan ketiadaan mereka, aku menanggung nya sendiri hanya karena keyakinan ku kepada mu. Aku pikir kau akan lebih baik dari anak-anak ku, tapi nyata nya kau begitu memalukan ". Lanjutnya begitu menekan setiap kata yang keluar dari mulutnya itu.


" Apa itu salah ku ? kau yang begitu bodoh tuan Luis ". Tawa Agatha begitu enteng nya mencaci kebodohan Luis.


" Sshh apa itu salah ku ? Ya, memang dulu aku membohongi kalian semua dengan menyebarkan bahwa Ruby gadis murahan, aku membuat semuanya seperti nyata dan itu berhasil dan kau, kenapa tidak mati saja !". Pengakuan Agatha menggemparkan semua orang di sana terutama Luis dan Nameera yang begitu shock dengan kebenaran ini.


Tidak jauh, Alex duduk di kursi yang lumayan jauh dari pandangan mata namun masih terlihat jelas.


Ruby dan Alex saling pandang, inilah yang dia nantikan. Kebohongan di masa lampau terpapar jelas dari mulut Agatha sendiri. Ruby melipatkan kedua tangan, begitu pun Alex yang sedari tadi tidak berjauhan dengan Lady nya. Mereka berdua saling mengulas senyum setipis mungkin.


" Ya, kejadian itu adalah ulah ku karena aku membenci Ruby ! Aku tidak suka dia seberuntung itu, orang tua yang menyayanginya bahkan kedua kakak nya begitu mencintai nya sampai apapun yang bersangkutan dengan Ruby akan membuat mereka begitu over dan aku iri dengan itu ". Jelas nya kembali keluar dari mulut Agatha yang begitu ringan nya.


Plaaakkk !!


Nameera menampar Agatha, hatinya sakit telah mempercayai Agatha yang sebenarnya memiliki hati yang begitu busuk. Nameera tidak menyangka semua itu terjadi, jika bukan karena kebodohan nya anak-anak nya tidak akan menjauh.


" Tidak tahu malu ! Apa kau tidak sadar diri hah ? Sudah untung kau aku angkat menjadi anak ku, bukan nya berterima kasih tapi malah seperti itu ". Nameera begitu geram.


Bruggghh !!


Agatha mendorong Nameera begitu kasarnya sampai sampai tubuh Nameera tersungkur.


" Mommy !!". Revan dan juga Revin berlari terkejut dengan apa yang di lakukan oleh agatha, keberanian nya patut di acungi jempol.


" Agatha ". Bentak Revan dan juga Revin tidak terima karena mereka berdua pun tidak pernah sekasar ini kepada keluarganya. Agatha dengan wajah tanpa dosanya menghampiri pria nya.