Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 83



Malam pun tiba, acara makan malam keluarga Leo di mulai sekitar jam 20.30. Semua penghuni mansion itu sedang sibuk mempersiapkan semuanya, kedua orang tua Leo pun sudah mengetahui jika kedua anak nya mengundang Ruby, gadis yang di sukai oleh Leo. Kedua nya merespon positif dan tentunya sangat bahagia.


Klotak,,,Klotak,,Klotak. Suara high hills yang tidak terlalu tinggi terdengar merdu di telinga, Ruby menuruni anak tangga dengan begitu anggun nya. Hanya stelan sederhana tapi terbalut sangat indah di tubuhnya.


" Mau pergi kemana Al, sudah cantik begini ". Tanya Revin sembari memuji adiknya itu, Revin mendekati Ruby sambil terus menatap hangat adik nya.


" Aku di undang Leo ke rumah nya, kata dia orang tuanya sedang merayakan hari pernikahan mereka ! tadi siang aku berpapasan dengan nya, tapi bukan Leo sebenarnya yang mengundangku tapi kaka nya Sehalio !". Jelas Ruby mengambil kunci mobil nya di atas nakan dekat sofa ruang pribadi keluarga.


" Pergi sendiri Al, kenapa Edward tidak ikut ? apa dia masih banyak pekerjaan di kantornya ? ". Tanya Revin masih terus menatap gerak-gerik dari adik nya itu.


" Tidak ka, nanti dia nyusul dari kantornya ! jadi aku berangkat sendiri !". Tutur Ruby hendak pergi.


" Jam berapa acaranya di mulai Al, biar kaka antar ! kaka khawatir membiarkan mu mengemudikan mobil sendiri ". Tanya Revin menghentikan langkah Ruby dengan tangan nya berada di dalam saku celana miliknya.


" 21.30 ka ! Boleh dong, kebetulan aku sedikit lelah, Thank you, kau memang terbaik hehehe ". Ucap Ruby sumringah kala kaka nya menawarkan diri untuk mengantarnya.


" Ok tunggu sebentar, kaka ganti baju terlebih dulu ". Revin pun segera melangkahkan kaki nya menuju kamar, dia menyuruh ruby untuk menunggunya, tidak menghabiskan waktu yang lama, Revin keluar dengan baju yang begitu sangat cocok untuk acara malam ini dan kebetulan sekali warnanya begitu selaras dengan warna baju milik Ruby.


" Bagaimana Al, apa sudah rapih kalau seperti ini ?". Tanya Revin agar Ruby mengomentari pakaian nya.


" Cocok, ini bagus sekali ka ! lihatlah sangat serasi dengan warna baju milik ku ". Ucap Ruby mengusap-usap baju milik Revin seraya merapihkan nya dan Ruby langsung menggandeng tangan kekar milik Revin.


" Apa dia akan datang ka ?". Tanya Leo kepada kakaknya seperti orang yang sedang dilanda kegundahan, dia takut jika Ruby tidak datang, ini pertama kalinya Ruby mengunjungi Mansion nya jadi Leo hanya ingin membuat kesan yang sangat baik untuk Ruby.


" haissss kau ini Le, tunggu saja dan kita lihat apa dia akan datang ! kalau datang ya syukur kalau engga pun tak apa masih ada kesempatan lain nya di depan sana, ckckckck kenapa kau jadi pria yang seperti ini tidak biasanya hahaha !". Seru Lio pusing dengan kelakuan adik nya itu yang sedari tadi terus saja mondar mandir tidak jelas. Leo tidak lagi menyahuti perkataan kaka nya sampai dimana suara ketukan pintu terdengar oleh mereka berdua, Leo berhenti dengan aktifitas nya dan Lio mendekati pintu dan langsung membuka nya.


" Ayo, semuanya sudah selesai ! " Ya, dialah Ibu dari Leo dan juga Lio yang mengetuk pintu kamar, dia mengajak anak-anak nya untuk turun ke bawah karena semuanya sudah siap tinggal menunggu tamu undangan nya datang.


" Ada apa dengan adik mu ?". Tanya Daddy nya kepada Lio, di melihat Leo yang begitu tidak fokus tidak seperti biasanya.


" Masalah wanita dad hihihi ! ". Jawab Lio geli dengan perangai dari adiknya.


" Apa ! Aku mendengarnya ya ". Ujar Leo kesal mendapat ejekan dari daddy dan juga kaka nya, tapi tidak bisa di pungkiri bahwa dirinya begitu resah.


" Kalian ini selalu saja ". Mommy nya langsung berdecak pinggang seolah mereka akan sangat takut kepadanya dan itu memang kebenaran nya, Mereka akan ciut jika sang ratu sudah mengeluarkan aura nya.


" ceehhh penakut ". Desis Leo mengejek kedua nya langsung.


" Maaf Tuan, ada tamu nya sudah datang ". Lapor pelayan yang membantu membuka kan pintu masuk rumah itu.


Leo daj juga Lio melempar pandang nya dan segera bertanya kepada pelayan nya itu.


" Pria atau wanita ? apa dia masih muda ?". Tanya Lio mendekati Leo dan berdiri berdampingan.


" Pria dan wanita, mereka masih muda ! Wanita nya cantik dan pria nya sangat tampan ". Jelas pelayan itu masih tidak bisa mengontrol kekaguman nya kepada tamu yang baru saja datang, sebenarnya bukan hanya dia seorang yang begitu terkagum tetapi juga mereka yang berada di depan yang sedang bertugas pun sangat begitu terkagum sampai-sampai mereka lupa dengan pekerjaan nya masing-masing.


Dahi kedua orang tua Leo berkerut sama dengan Leo dan juga Lio, mereka bingung siapakah yang datang bertamu ke mansion nya karena dia hanya mengingat kalau yang dia undang hanya Ruby saja tidak dengan yang lain nya.


" Siapa ?". Tanya nya kepada pelayan.


"Ruby, kalau tidak salah itu nama nya tuan !". Ucap Pelayan itu, Leo dan juga Lio langsung berlari ke depan dengan langkah yang begitu cepat dan menghiraukan mereka yang berada di sana


" kenapa kau tidak langsung menyuruh nya masuk !". Kesal Tuan dan Nyonya nya. " Sudah pergilah lanjutkan pekerjaan mu !". Timpal sang tuan dan dia pun langsung pergi dengan kepala sedikit tertunduk.


" Kenapa kalian tidak masuk ? ayo masuklah !". Seru Leo yang baru saja sampai ke depan pintu dengan nafas yang begitu tidak beraturan.


" Apa begini kau memperlakukan seorang tamu Le ?". Tanya Revin yang begitu kesal karena menunggu lama di depan pintu, Ruby pun sama sangat kesal karena tidak suka menunggu, Edward aja tidak pernah membuatnya menunggu tapi kenapa Leo berani-beraninya bertingkah seperti ini.


" Maaf ka ! ayo masuk kau pasti lapar ". Leo mempersilahkan Revi dan juga Ruby masuk, tapi tidak dengan Lio yang sedari tadi berkecamuk dengan pikiran nya sendiri. Lio terus menatap Revin dan juga Ruby bergantian seakan dia benar-benar pernah mengenalnya, tapi di mana ? Batin Lio bergumam.