
"Kenapa?" Alletta terdiam sejenak dengan pertanyaan Kennath. melihat Alletta yang terdiam membuat Kennath mengangkat sebelah alisnya dengan fikirannya yang sudah berkelana.
"Oh, lo mau gue bebasin dia?" Tebak Kennath membuat Alletta menggeleng kuat.
"Bukan, tapi soal Albert. gue aja yang urus" Jawab Alletta membuat Kennath mendorong Alletta lumayan keras.
Alletta yang tak siap mundur dan tangan kekar milik Malvin menahan tubuhnya. Malvin menatap tajam Kennath.
"Kasar lo" Sentak Malvin dengan tatapan yang sangaat dingin, seisi ruangan mendadak hening setelah sentakan dari Malvin.
"Al" Suara dari seseorang membuat seluruh atensi yang ada diruangan itu langsung terpusat pada Aza yang baru saja masuk kedalam ruangan.
Langkah Aza seketika berhenti dan menatap satu persatu orang yang ada disana. Aza masih memakai topeng membuat ia tidak dikenali kecuali Gavin yang sudah hafal dengan suara milik Aza.
Manik mata milik Aza bertabrakan dengan manik mata milik Gavin. Alletta yang melihat Aza menjadi gelagapan, ia tak mau jika Malvin dkk ikut membenci Aza setelah tau siapa Aza.
Alletta mendekat kearah Aza dengan langkah yang sedikit buru-buru. Alletta langsung menyaut tangan Aza membuat Aza terjengkit kaget.
Aza menatap Alletta dengan tatapan bingung. Alletta berjalan sembari berpikir untuk membawa Aza kemana.
Aza yang sudah tak bisa lagi menahan rasa penasarannya pun langsung berhenti membuat Alletta ikut berhenti.
"Kenapa?" Tanya Alletta membuat Aza menatap Alletta dengan tatapan dongkol.
"Kenapa lo bilang? yang harusnya nanya tuh gue, kenapa lo narik gue keluar dari ruangan itu?!" Sungut Aza dengan perasaan jengkel. Alletta menaikkan sebelah alisnya menatap Aza.
"Oh, lo masih mau disana. gue kirain nggak mau" Enteng Alletta dengan alasan lain.
Perkataan Alletta membuat Aza sadar jika tadi diruangan itu ada Gavin.
"Eh" Alletta menatap Aza "Nggak sih, bener lo narik gue keluar. jadi Gavin nggak tau deh siapa gue" Sambung Aza dengan perasaan lega.
"Lo nggak mau Gavin tau kalo lo salah satu Queen FOD?" Tanya Alletta disambut gelengan kepala oleh Aza.
"Nggak! bukan gitu, gue pengen Gavin tau tapi nggak sekarang" Jawab Aza membuat Alletta menghembuskan nafasnya berat.
'Kalo gue nggak bawa lo pergi, pasti saat ini Gavin udah benci sama lo. gue nggak papa kalo gue yang dibenci sama Malvin dkk. tapi lo jangan' Batin Alletta.
"Eh tapi, Bianca sama Albert gimana?" Tanya Aza penasaran, Alletta memelototkan matanya saat mendengar pertanyaan Aza. ia lupa tentang Bianca dan Albert padahal tujuan awal ia menyerang markas Albert adalah untuk mengakhiri dendamnya.
Aza menyipitkan matanya saat melihat Alletta yang seperti terkejut mendengar pertanyaannya.
"Kan, lupa lo?" Alletta menganggukkan kepalanya membuat ia mendapat jitakan gratis dari Aza.
"Gini amat adek gue" Ucap Aza, Alletta mengedikkan bahunya dan melangkah kembali menuju ruangan yang berisi Bianca, Albert, Malvin, Gavin, Kennath, Azka dan Arsha.
Azapun pergi dengan berlawanan arah karna tau jika diruangan itu masih ada Gavin.
Alletta masuk kedalam ruangan dan melihat jika Albert sudah tewas karna kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya. Alletta mengeraskan rahangnya dan menatap Kennath.
"Gue yang bunuh" Ucap Kennath yang sudah tau arti dari tatapan Alletta. Alletta menghela nafas dan membawa tubuh Bianca yang ia bungkus dengan selimut.
"Bianca gue yang urus" Selepas mengatakan itu Alletta pergi keluar dari ruangan. Malvin hendak mengejar Alletta tapi ingatan saat ia tau jika Alletta adalah leader dari FOD membuat langkahnya terhenti.
Gavin yang tau menepuk bahu Malvin seolah memberikan kekuatan untuk sahabatnya itu. ia tau hal apa yang menjadi pikiran Malvin sekarang sama seperti dirinya yang memikirkan Aza yang ia tau sebagai salah satu Queen FOD yang sangat dihormati.
Ahh, memikirkannya saja membuat kepalanya pusing.
Kiri-kira kenapanya Malvin dan Gavin yang sepertinya tak menerima jika Alletta dan Aza adalah Queen dari The Feniks Of Death??🤔 bocorannya nanti yh.
🍀🍀🍀🍀
Aza merebahkan tubuhnya dikasur kesayangannya. pikirannya tiba-tiba memikirkan jika Gavin tau kalo ia adalah salah satu Queen FOD. refleks Aza langsung bangun dari rebahannya.
Aza menggigit bibir bawahnya cemas. entah kenapa perasaan tak enak menjalar kerelung hatinya. seakan-akan tak mengijinkan jika Gavin tau hal itu.
...*****...
Alletta memandang tubuh Bianca yang lemah dihadapannya. Alletta sudah meminumkan obat buatannya kepada Bianca untuk melihat hasil.dari obat tersebut.
Dan lihatlah! Bianca tepar selemas-lemasnya seakan-akan ia tak lagi mempunyai tulang. obat yang Alletta minumkan kepada Bianca mempunyai cara kerja untuk melumpuhkan musuh. sebenarnya Alletta sudah membuat ramuan obat itu tapi efeknya kurang menurut Alletta, padahal para tahanannya yang ia kasih ramuannya meninggal dengan sadis.
"Manjur juga" Monolog Alletta yang sedikit senang jika obatnya berhasil. ia mengambil katananya dan pisau miliknya. ia berencana untuk mengeksekusi Bianca dengan katan dan pisau. ia tak memilih pistol karna ingin Bianca merasakan apa yang Kiran rasakan.
"Bangun" Ucap Alletta menoel tubuh Bianca dengan Kakinya. Bianca melihat Alletta dengan pandangan yang samar-samar.
"Bajing*n lo" Sentak Bianca membuat Alletta tersenyum samar.
"Udah mau mati nggak usah belagu" Alletta menendang tubuh Bianca.
Akkh
Pekik Bianca.
"Mau apa lo hah!!" Alletta tersenyum menyeringai mendengar ucappan Bianca.
"Mau gue lo mati" Ucap Alletta dan menusukkan pisau keperut Bianca. Bianca? jelas ia kesakitan dan mencoba mencabut pisau milik Alletta tapi tangannya tak mempunyai tenaga.
"Gimana rasanya?" Tanya Alletta.
"S-sakit" Jawab Bianca dengan suara yang lemah.
"Itu yang nyokap gue rasain" Sentak Alletta mencabut kasar pisaunya dan menendang pas tepat diluka Bianca dengan keras membuat Bianca menjerit kesakitan.
"G-gue nggak k-kenal sama nyokap lo" Ucap Bianca dengan rasa sakit ditubuhnya. Alletta tertawa hambar mendengar ucappan Bianca. Alletta memegang dagu Bianca.
"Lo tau anak kecil yang lo khianattin tujuh tahun yang lalu?" Tanya Alletta dijawab gelengan kepala oleh Bianca.
"Itu gue bangs*t" Ucap Alletta meludah diwajah Bianca. Bianca yqng mendengar itupun terkejut dan menatap Alletta dengan tatapan tak percaya.
"Berhubung gue males liat lo hidup, gue akhirri saja hidup lo" Ucap Alletta dan sedetik kemudian tubuh Bianca terbelah menjadi dua. tak puas, Alletta menebas kepala Bianca dan yap! Bianca meninggal.
Dalam hati Alletta, Alletta merasa sangat lega karna akhirnya dendam yang telah lama ia simpan akhirnya terbalas juga. walaupun Albert tak mati ditangannya tapi ia tetap lega.
"Aku sudah membunuhnya Dad, bang Ar dan bang Ren" Lega Alletta dengan berlalu pergi dari ruangan penyiksaan miliknya.
Mayat Bianca?? ada mafioso yang mengurusnya dan Alletta memerintahkan jika mayat Bianca dibakar saja ditempat pembakaran miliknya.
.
.
.
.
Hayy!
Tenang ceritanya belum tamat karna bakalan ada konflik lagi dan novel MG bakal tamat.
Maaf juga yang udah pada nungguin update, author minta maaf🙏
Double upnya nyusul yh😂 nggak hari ini atau besok maybe lusa. di tunggu aja. Author bakal kebut ini ceritanya ampe tamat.
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Stay Healthy.
Happy Reading.