
" Selamat malam paman, bibi ! ". Sapa Revin begitu sopan dengan mimik wajah yang sudah berubah begitu hangat. Revin dan juga Ruby menyalami mereka berdua seperti kebiasaan nya kepada kedua orang tua mereka dulu sebelum kejadian itu dan sampai sekarang mereka masih belum mendapat hangatnya keluarga mereka yang dulu.
" Selamat malam juga untuk kalian, salam kenal dari kami ya, Kamu cantik sekali sayang ! apa kau Ruby ? ". Sapa kembali Mommy Leo dan mendekati Ruby, dia memegang tangan Ruby begitu lembut sesekali mengusap nya. Mereka semua duduk di dalam ruang keluarga sebelum acara makan malam di mulai.
" Bibi, selamat untuk hari pernikahan kalian ! ini ambil lah, maaf bi kami tidak sempat menyiapkan apapun untuk kalian". Ucap Ruby memberikan kado pernikahan kepada mommy nya Leo dengan sedikit tidak enak karena tidak menyiapkan apapun untuk mereka.
" Tidak apa sayang ini sudah cukup, hanya dengan kedatangan mu pun kami bahagia, ia kan Dad !". Seru mommy Leo.
" Apa dia kekasih mu ?". Tanyanya kepada Ruby dengan terburu-buru karena dia dari tadi begitu penasaran.
" Mom ". Ujar Leo mengeraskan suaranya.
Revin yang peka dengan alur nya langsung saja menjawab pertanyaan itu tanpa persetujuan Ruby, ya karena dia tahu jika Ruby mulai tidak nyaman dengan suasana seperti ini.
" Bukan bi, saya kaka nya ! apa Leo sebelumnya tidak ada memberitahumu ?". Ucap Revin.
" Kaka ? tapi kenapa kalian tidak mirip satu sama lain ?". Herannya menunjuk lembut ke arah mereka.
" Sudah lah mom, kenapa kau mempermasalah ini ! ayo kita makan ini sudah waktunya !". Ucap Lio memotong obrolan mereka sebelum mommy nya itu bertanya lagi karena jika sudah penasaran maka mommy nya akan terus bertanya.
" Oh ia, ayo kita makan dulu ! kalau sudah dingin makanan nya akan tidak enak ". Ajak Daddy Leo berdiri dari duduk nya diikuti oleh Lio dan juga Leo.
" Ayo sayang kita makan dulu, nanti ngobrol nya kita lanjutkan kembali ". Mommy Leo berdiri mengajak Ruby sembari menggandeng nya ke tempat perjamuan makan dan revin mengikutinya dari belakang.
Acara makan malam keluarga begitu hidmat, hanya dentingan sendok yang terdengar di sana. Saat makan malam berlangsung mata Leo terus saja memandangi wajah cantik dari Ruby dan itu pun tidak luput dari perhatian mommy Leo dan juga Revin. Senyum smirk terbit dari salah satu bibir Revin, dia berpikir kenapa dia baru menyadarinya kalau Leo sepertinya menyukai adik nya ini dan apa dia tidak tahu jika Ruby sudah ada yang punya ?.
" Wah bi, makanan nya begitu lezat ! kapan-kapan kau harus memasakkan lagi untuk ku ". Seru Revin yang sudah selesai dengan makan nya diikuti oleh Ruby mengelap bibirnya dengan tisu.
" Iya bi, masakan mu sangat enak ! terimakasih sudah mengundangku ". Ucap Ruby menimpali perkataan kaka nya.
" Terimakasih, kalian tidak usah sungkan ! jika kalian ada waktu luang mampirlah ke mansion kami, pintu akan selalu terbuka untuk kalian ". Ucap Nyonya Jeffrey.
Mereka semua sudah menyelesaikan makan malam nya dan kini mereka sedang berkumpul mengobrol di ruang tamu.
" Apa dia kaka mu Le ? ". Tanya Revin sedikit menautkan kedua alisnya, dari awal dia tidak berkenalan dengan Lio karena masih di selimuti rasa kesal nya, Daddy dan Mommy Leo langsung mengalihkan pandangan nya kepada Revin dan tidak lama tatapan mereka jatuh kepada Lio yang memeriksa ponselnya.
" Iya dia kaka ku, namanya Sehalio ". Ucap Leo merasa tidak enak.
" Apa itu benar ?". Tanya Ruby pura-pura tidak tahu, jika dia tidak begitu akan menjadi pertanyaan bukan hanya keluarga Jeffrey yang bertanya tapi kaka nya oun akan bertanya kepadanya.
" Salam kenal tuan Revin Delindra Smith ! wah kau begitu hebat mengenali wajah ku !". Ucap Lio dingin bukan karena apa tapi dia menyembunyikan kegugupan nya.
" Senang bertemu dengan mu tuan Seha, jika ada kedua kaka ku di sini pasti mereka juga akan senang bertemu dengan mu ". Senyum Revin mengembang, Revin dan juga kedua kaka nya sangat mengenal siapa dia, salah satu anak muda berbakat yang berada di negaranya setelah Revan dan juga Revin.
" Dunia bawah ? Apa yang kau maksud ka, aku tidak paham !". Seru Ruby merubah suasana menjadi begitu tegang, nafas mereka begitu berat untuk di hembuskan apa lagi dengan Leo yang wajahnya pun kembali menegang.
" Apa kau benar-benar tidak mengenal kami ? ". Tanya tuan Jeffrey lebih tepatnya daddy dari Lio dan juga Leo memastikan.
" Tidak paman, kebetulan saya baru pulang ke Jerman sebelumnya saya tinggal di Irlandia !". Seru Ruby.
" Dia tidak akan tahu paman, lihatlah wajah polos nya ini membuat ku geli hahaha ". Ledek Revin di sela keseriusan yang berada di ruangan itu dengan suara tawa yang begitu renyah terdengar
" Dunia bawah tanah lebih tepatnya seperti organisasi mafia yang terbentuk dan di pimpin oleh satu orang, dia bisa melakukan apapun yang mereka mau untuk memperkuat organisasinya tidak hanya itu, mereka juga biasanya mempunyai segudang bisnis baik itu yang legal maupun yang ilegal dan biasanya di antara para mafia pun ada juga yang selalu menjaga sesama manusia ! Ya begitulah kaka pun tidak terlalu mengerti dengan urusan seperti itu ! untuk musuh jangan di jelaskan lagi, setia mafia pasti mempunyai musuh nya sendiri dan itu harus mereka hadapi, makanya jangan aneh hidup mereka begitu berbahaya. ".
Ucap Revin panjang lebar dengan gerakan tangan dan tubuhnya seperti sedang menjelaskan materi pelajaran kepada muridnya. Keluarga Jeffrey langsung menatap ke arah Ruby, mereka ingin tahu bagaimana respon dari Ruby setelah mengetahui jika mereka salah satu Mafia yang berdiri di negara Jerman, mereka takut jika Ruby akan menjauhi mereka terutama Leo yang begitu sangat takut jika Ruby tidak lagi ingin melihat nya.
" Owh begitu ". Ruby mengangguk kan kepalanya mengerti apa yang di jelaskan oleh kaka nya itu.
" Lalu apa nama dari mafia nya ?". Tanya Ruby pura-pura penasaran, dia melihat mereka satu persatu. Hati Ruby begitu senang melihat wajah tegang dari mereka semua, apa sebahagia ini melihat hal seperti ini ? Batin Ruby.
"DARK,,,,,,,". Ucap Revin tapi terpotong oleh seseorang yang tiba-tiba menimpali ucapan nya.
" DARK BLUE DRAGON ". Ucap Edward dengan stelan kantornya yang sudah tidak rapih tapi terlihat lebih tampan.
Semua orang mengalihkan pandangan nya kepada Edward. Ya, dia adalah Edward yang datang bertamu ke mansion Jeffrey karena dia berjanji kepada Ruby untuk menyusul nya ke sana. Leo benar-benar seakan jantungan mendengar suara itu, dia tahu suara milik siapa itu dan benar saja setelah matanya beralih dia menangkap tubuh tegap milik Edward yang sedang berjalan mendekati mereka dengan tangan kanan dimasukkan kedalam saku kanan celana.
Saat ini tidak hanya keluarga Jeffrey yang terkejut tapi juga Revin pun ikut terkejut dengan ucapan Edward, mungkin Revin berpikir kenapa Edward mengetahui nama mafia yang begitu ditakuti oleh yang lain nya.
Lio menatap segan kepada Edward seakan keberadaan Edward begitu menekan keagungan yang luar biasa, aura kepemimpinan yang keluar dari Edward begitu terasa oleh Lio.
" Dad, apa kau merasakan nya ?". Bisik Lio kepada daddy nya.
|