Mafia Girls

Mafia Girls
MG EP 42



"Lagu apa Al?" Tanya Kayla, Alletta berpikir sejenak.


"You are the reason, I will go to you like the firts snow" Jawab Alletta diangguki Kayla, Sofa dan Aza.


Aza mulai memainkan not-not piano mengikuti nada musikyang diputar. Alletta, Sofa dan Kayla mulai menyanyi. mereka berlatih sebelum besok tampil.


"Huh akhirnya selesai juga" Lega Sofa saat latihannya telah usai. Aza memberinya air dan diterima oleh Sofa. Aza juga memberi air ke Alletta dan Kayla.


Aza menatap Kayla yang banyak diam akhir-akhir ini.


"Kay" Panggil Aza membuat Kayla menatapnya.


"Lo kenapa? ada masalah?" Tanya Aza dijawab gelengan kepala oleh Kayla.


"Gue nggak papa" Jawab Kayla di balas tatapan tak percaya Aza.


"Bohong banget lo Kay, walaupun gue baru kenal sama lo. tapi gue bisa tau kalo lo lagi ada masalah" Ucappan Aza membuat Kayla terdiam.


"Biarrin dulu Za, Kayla butuh waktu buat cerita" Aza menganggukkan kepalanya.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Hari yang ditunggu banyak muridpun tiba. siswa-siswi menyambut antusias hari ini yang dimana hari ulang tahun Sma QIHS.


"Gue deg-deggan" Ucap Sofa memegangi dadanya.


"Gue juga" Ucap Eline.


"Udah tenang aja anggep nggak ada orang" Ucap Aza santai.


"Nggak ada orang gimana. lo kagak liat tu orang banyaknya kayak semut" Sewot Sofa dibalas kekehen oleh Aza.


"Udah siap kan?" Tanya bu Tata, ada yang mengangguk dan menggeleng saat menjawab pertayaan bu Tata.


"Udah nggak papa, rilexs" Ucap bu Tata yang tau jika mereka pada tegang.


Acara ulang tahun Sma dimulai yang dihadiri oleh orang tua murid serta siswa-siswi Sma QHIS. sekarang saatnya Lily, Eline dan Stepanie untuk tampil. Sofa, Aza dan Kayla memberi semangat pada ketiganya.


Mereka mulai menaiki panggung dan musikpun diputar. Lily, Eline dan Stepanie menari dengan kompak dan ditambah bumbu-bumbu swag yang membuat semuanya heboh.


์‚์‚์‚ ๋…ผ๋ž€์ด ๋ผ my fashion (oh)


๋ณ„๋กœ ์‹ ๊ฒฝ ์•ˆ ์จ ๊ทธ์ € action (yeah)


์ž๊พธ click me click me


ํ™€๋ฆฐ ๋“ฏ์ด zoom


Close up, close up, close up


Hip ํ•ด hip hip


๋จธ๋ฆฌ ์–ด๊นจ ๋ฌด๋ฆŽ hip


Hip hip, hip hip hip hip ํ•ด hip hip


๋จธ๋ฆฌ ์–ด๊นจ ๋ฌด๋ฆŽ hip


Hip hip hip hip ํ•ด hip (hip, hip, hip)


Semua bertepuk tangan saat Lily, Eline dan Stepanie telah selesai ngedance. mereka turun dan Alletta, Aza, Kayla dan Sofa menaiki panggung.


Aza mendudukkan dirinya diatas kursi dekat piano sedangkan Alletta, Kayla dan Sofa duduk dikursi tengah panggung. Alletta tengah, Kayla dikiri dan Sofa dikanan.


Aza mulai memainkan pianonya membuat seluruh atenso menatapnya. Aza dengan anggun memainkan not-not piano membuat semua orang terhanyut dan terpukau.


Tulisan yang tebal itu Kayla dan Sofa. tulisan yang miring itu Alletta dan Aza. dan tulisan yang tebal miring itu Kayla, Sofa, Aza dan Alletta.


There goes my heart beating


'Cause you are the reason


I'm losing my sleep


Please come back now


Semua terdiam saat Kayla dan Sofa bernyanyi dengan sangat mengkhayati membuat penonton terhanyut dengan lagu yang dinyanyikan oleh mereka.


And there goes my mind racing


And you are the reason


That I'm still breathing


I'm hopeless now


Semua orang terpukau dengan suara indah milik Alletta dan Aza yang sangat sopan melewati indra pendengaran.


Malvin menatap lekat Alletta dan Gavin menatap Aza yang sedang bermain piano sembari bernyanyi.


I'd climb every mountain


And swim every ocean


Just to be with you


And fix what I've broken


Oh, 'cause I need you to see


That you are the reason


Semua orang kembali terpaku saat Kayla, Alletta, Sofa dan Aza kompak bernyanyi. Nathan, Haykal, Gibran dan Devan yang berada disana menatap kagum kearah empat orang yang berada dipanggung.


Nathan, Haykal dan Devan datang karna diajak oleh Alletta sekalian memastikan jika acara yang tengah digelar itu berjalan lancar.


There goes my hands shaking


And you are the reason


My heart keeps bleeding


I need you now


And if I could turn back the clock


I'd make sure the light defeated the dark


I'd spend every hour, of every day


Keeping you safe


And I'd climb every mountain


And swim every ocean


Just to be with you


And fix what I've broken


Oh, 'cause I need you to see


That you are the reason


Alletta menaikkan nadanya dan Aza, Kayla dan Sofa melanjutkan part lagunya.


I don't wanna fight no more


I don't wanna hide no more


I don't wanna cry no more


Come back I need you to hold me (you are the reason)


Be a little closer now


Just a little closer now


Come a little closer


I need you to hold me tonight


I'd climb every mountain


And swim every ocean


Just to be with you


And fix what I've broken


'Cause I need you to see


That you are the reason


Semua orang berdiri dan memberikan tepuk tangannya saat lagu tersebut telah selesai. Alletta, Sofa dan Kayla langsung mendekat kearah alat musik yang ada dipanggung untuk menyanyikan lagu kedua.


Alletta mendekat kearah gitar. Kayla drum, Sofa biola dan Aza masih dengan pianonya. semua orang tak sabar dengan lagu kedua yang akan mereka bawakan. kali ini Alletta yang menyanyi full.


neol pumgi jeon alji moshaetda


nae meomun sesang itorok


chanranhan geoseul


jageun sumgyeollo daheun saram


geop eopsi nareul bulleojun sarang


Semua menatap kagum pada Alletta, Aza dan Sofa yang lihai memainkan alat musik masing-masing. bagian Kayla belum masuk membuat semua orang menunggu.


mopsido johatda


neoreul jikyeobogo seollego


useupge jiltudo haetdeon


pyeongbeomhan modeun sungandeuri


kamkamhan yeongwon


geu oraen gidarim sogeuro


haessalcheoreom niga naeryeotda


Semua terkejut saat Kayla yang sangat lihai memainkan drum. mereka baru mengetahui jika Kayla lihai memainkan drum. Nathan menatap Kayla yang fokus dengan drumnya.


nae meomun sesang itorok


sseulsseulhan geoseul


goun kkochi pigo jin i got


dasineun eopseul neoraneun gyejeol


yoksimi saenggyeotda


neowa hamkke salgo neulkeoga


jureumjin soneul majjapgo


nae salmeun ttatteuthaesseotdago


dan hanbeon chukbok


geu jjalpeun majuchimi jina


bismulcheoreom neoneun ureotda


hanbeonjjeumeun haengbokhago


sipeotdeon baram


neokkaji ulge mandeureosseulkka


modu, itgo saragara


naega neol, chajeul teni


ni sumgyeol, dasi


nareul bureul ttae


Semua orang terdiam saat Alletta menyanyi dengan nada tinggi.


itji anhgetda


neoreul jikyeobogo seollego


useupge jiltudo haetdeon


niga jun modeun sungandeureul


eonjenga mannal


uri gajang haengbokhal geunal


cheotnuncheoreom naega gagetda


neoege naega gagetda


Lagu diakhiri dengan petikkan gitar Alletta. semua orang kembali bertepuk tangan. Lily, Eline dan Stepanie yang dibelakang panggung ikut memberikan tepukkan untuk Alletta, Aza, Kayla dan Sofa.


"Pacar gue tuh" Bangga Kennath mendapat jitakan oleh Azka.


"Iye iye, satu sekolahan juga udah tau" Ucap Azka diangguki Arsha.


"Pacar kamu yang mana Vin?" Tanya Najwa, mama Kennath.


"Anaknya mamy ma" Jawab Kennath membuat Najwa menatap Sim Suryeon yang berada satu meja dengannya.


"Kita jadi besan nih Sim" Ucap Najwa senang diangguki Sim Suryeon.


"Kamu sama Aza gimana?" Tanya Reein yang ditujukan untuk putranya Gavin.


"Putus my" Ucap Arsha mendapat pelototan mata dari Gavin. Gavin memang tak menceritakan jika ia dan Aza sudah putus pada orang tuanya.


"Kok bisa putus Vin?" Tanya Reein.


"Salah Gavin my, Gavin cemburu waktu liat Aza yang jalan sama cowok lain. yang tak lain dan tak bukan adalah abang angkat kesayangannya" Cerocos Arsha membuat Reein menatap marah pada Gavin.


"Kamu apain anak mommy?" Ucap Reein.


"Gavin nyakittin Aza my, Aza waktu itu sampai nangis dan minta putus sama Gavin" Kompor Arsha mendapat tabokkan dari Kennath. ia tau jika Arsha masih marah karna perlakuan Gavin kepada Aza.


Sontak ucappan Arsha membuat kemarahan Reein diubun-ubun, ia menatap nyalang putranya. Gavin yang ditatap seperti itupun menciut. tatapan nyalang mommynya itu memang tak ada tandingannya.


"Atm kamu mommy sita, mobil kamu juga mommy sita" Gavin menatap melas Reein. perkataan keramat yang ia takutkan akhirnya keluar dari mulut Reein.


"Jadi gelandangan lo Vin" Ejek Arsha tertawa ngakak diikuti Azka, Kennath, Devan dan Refan yang kebetulan juga ikut disana. saat Devan tau jika Gavin telah menyakiti Aza, ia langsung memberikan Gavin jurus andalannya yang membuat Gavin waktu itu harus dirawat selama dua hari.


...**********...


Semua orang pulang kerumah masing-masing saat acara sudah selesai. hanya tersisa guru-guru, Malvin dkk, Alletta dkk, abang angkat Alletta, pafnra anggota osis dan para orang tua.


"Kay" Panggil Angga yang tak lain adalah papa dari Kayla. Kayla menoleh dan menatap datar Angga. ia menatap seseorang yang berada disamping Angga.


"Kenapa?" Tanya Kayla datar membuat ia menjadi pusat perhatian. Alletta izin pergi saat mendapat telfon dari Kiran. Kayla mengepalkan tangannya.


"Kay" Ucap Bunga mamanya yang berada dibalik tubuh Angga. Kayla tau apa penyebab mama dan papanya tak pernah akur. itu tentang papanya yang mempunyai selingkuhan dan mamanya mengikuti papanya.


"Apa?" Ucap Kayla dingin. sontak mebuat orang yang berada disana berbisik membicarakan sifat Kayla yang tak sopan.


"Kamu nggak boleh gitu Kay, papamu itu ada hubungan darah denganmu" Ucap Bunga yang marah melihat sikap Kayla. posisi Bunga saat ini didepan Angga. Kayla berdecih dan airmatanya menetes membuat suasana jadi hening.


Kayla melangkah tergesa-gesa mendekat kearah Angga. Bunga menghadang tubuh Kayla membuat Kayla memberontak.


"AKU BENCI PAPA" Teriak Kayla dengan lelehan air mata. Angga menatap bingung pada Kayla. Kayla menatap tajam wanita yang berada disamping Angga yang tak lain adalah selingkuhannya bernama Kevira.


"Apa kurangnya dirimu?" Ucap Kayla ditujukan kepada Kevira.


"Apa kurangnya dirimu sampai merusak rumah tangga orang tuaku?" Tanya Kayla sembari memberontak dari dekappan Bunga. semua orang disana terkejut mendengar penuturan Kayla.


Lily yang sedari kecil berteman dengan Kayla membulatkan matanya. ia tak pernah tau dengan persoalan keluarga Kayla. ia melihat jika keluarga Kayla baik-baik saja.


"Prinsip dari pernikahan adalah bahagia. tugas ayah adalah membahagian istri dan anak-anaknya. dan kamu menyukai papaku? kamu mencintainya" Kayla terus mengeluarkan unek-unek yang selama ini ia pendam.


"Kapan kalian akan menikah? undang aku. aku akan menaburkan bunga untuk pernikahan Kayla" Ucap Kayla tersenyum miris.


"Drama dan novel selalu berkata jika cinta itu indah. tapi nyatanya tidak!" Ucap Kayla terus memberontak.


"AKU TAK AKAN PERNAH MENCINTAI LELAKI MANAPUN" Teriak Kayla berhasil membuat semua orang yang ada disana menangis. mereka bisa melihat seberapa terlukanya Kayla.


Kayla melepaskan dekappan Bunga.


"Hubungan darah?" Kayla menatap Bunga.


"Kata siapa hubungan darah tak bisa diputuskan. papa sendiri melakukannya" Tunjuk Kayla kepada Angga. "Dia membuang kita, demi wanita muda yang cantik. dia membuang kita tanpa ragu" Ucap Kayla dengan air mata yang tak kunjung berhenti.


"DIA MEMPERLAKUKAN KITA SEPERTI BINATANG" Teriak Kayla.


"Aku tak bisa tidur nyenyak. aku tak bisa fokus belajar" Ucap Kayla menangis tersedu-sedu.


"Dia menjadikannya bedebah" Desis Kayla.


"Bedebah?" Tanya Angga marah membuat Kayla menatapnya.


"Papa mau aku jujur, bahkan sebutan itu terlalu bagus untukmu" Ucap Kayla dengan kilatan amarah dimatanya. Angga melangkah dan menampar pipi Kayla dengan keras.


Plak


Tubuh Kayla terhuyung kebelakang dan terjatuh tepat dibawah lampu kristal yang sudah disabotase oleh Albert.


"Papa nggak tau apa-apa tentang Kayla" Ucap Kayla dengan posisi yang masih sama.


Kayla merobek baju lengan atasnya yang memperlihatkan tangan Kayla yang dibalut perban.


"Papa bahkan nggak tau kalo Kayla punya self-injury" Ucap Kayla menarik kasar perban yang membungkus lukanya membuat darah segar mengalir dilengannya. mereka terkejut saat lengan dan tangan Kayla yang penuh demgan luka goresan alat tajam.


Self-injury adalah perilaku menyakiti dan melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja.


Nathan yang ada diatas berlari terburu-buru saat melihat lampu itu yang terlepas dari bautnya.


"KAYLA" Teriak Nathan membuat semua orang menatapnya. lampu kristal itu jatuh dan mengenai tubuh Kayla yang tak sempat menghindar.


"Akh" Pekik Kayla saat lampu itu menimpa tubuhnya. darah segar tampak mengalir dimana-mana. Kayla langsung tak sadarkan diri saat lampu itu menimpanya.


Sontak semua orang menutup mulutnya tak percaya dengan adegan yang baru dilihatnya.


"KAYLA" Pekik Lily menghampiri Kayla yang tertimpa lampu. Lily berusaha memindahkan lampu itu dengan airmata yang sudah mengalir dipipinya.


Aza, Sofa, Eline dan Stepanie ikut membantu dengan derai airmata. Angga nampak mematung melihat Kayla yang tertimpa lampu. Nathan sampai dan langsung memindahkan lampu itu dengan sekali angkatan.


Ia memeriksa keadaan Kayla yang lemah dengan berlumuran darah. Nathan langsung menggendong tuubuh Kayla dan membawanya memasuki mobil. Nathan melesatkan mobilnya menuju rumah sakit tempat ia bekerja.


"Kayla" Lily menangis sembari memasuki mobilnya tapi dicegah oleh Azka. "Aku aja yang bawa mobil" Lily mengangguk dan pindah dikursi samping.


Aza mengaet tangan Gavin untuk mengantarkannya kerumah sakit. ia tak membawa mobil jadi ia meminta tolong pada Gavin.


"Ayo susullin Kayla Ken" Ucap Sofa dengan airmata yang masih mengalir. Kennath mengangguk dan menghapus air mata Sofa.


Para orang tua langsung menyusul kerumah sakit saat Sofa mengatakan dimana tempat Nathan membawa Kayla.


.


.


.


.


Hayy!


Ini author tulis sampe 2000 kata lebih loh๐Ÿ˜Š biasanya author up 1000 kata. sekalian karna kayaknya besok author nggak bisa up๐Ÿ˜… karna author hari ini nggak ngerjain tugas yang dikasih sama guru๐Ÿ˜†


Author lebih mentingin buat up novel author. jadi besok author mau ngerjain semua tugasnya. author juga bukan anak yang rajin๐Ÿ˜… jadi gurunya udah terbiasa kalo author ngerjainnya telat.


Novel kedua Author udah terbit loh. baca dulu sipnosisnya kalo tertarik langsung klik profil author๐Ÿ˜




Oh iya, itu add covernya author pilih sembarang dulu karna lagi author edit. kalau udah jadi bakal author ganti.


Jangan lupa Like, Komen dan Vote.๐Ÿ˜˜


Stay Healthy.


Happy Reading.