Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 66



HAHAHAHAHAHA


" Adik mana yang kau maksud tuan ?". Tawa Agatha seperti orang gila di sana. ". Aku tidak mengenal nya, yang aku kenal hanya gadis murahan saja hahaha ". lanjutnya sembari menyisipkan kata yang membuat Ronald semakin marah.


" Murahan ? kau wanita yang begitu murahan menurutku dan juga menjijikan ciihhhh ". Emosi Ronald mulai tidak bisa terkontrol.


" Yaaak, adik bungsu kalian itu yang lebih murahan ! yang berada dalam Video itu hanyalah karangan belaka. ". Seru Agatha seakan terus membela dirinya sendiri.


" Jaga ucapan mu itu Agatha". Timpal Revin sedikit menendang kursi di hadapan nya.


" Pasti, itu hanyalah fitnah dan aku percaya dengan Agatha. Kalian sedang di bodohi saat ini , jadi jangan terlalu menggila ". Yakin Luis membela Agatha, senyum tipis terbit pada bibir nya.


" Ckckck dasar, kami bodoh ? Aku tau betul mana yang benar dan mana yang salah, apa kau tetap tidak akan jujur Agatha ? Lihatlah dandanan mu itu, apa kau tidak pernah berkaca, kau seperti wanita malam Agatha ". Tegas Revin yang masih santai meladeni Agatha.


" REVIN ". Bentak Luis


" Apa, apa hah ? Apa kau masih tidak menyadari kesalahan mu tuan Luis yang terhormat ". Revin membentak balik daddy nya.


" Lihatlah anak mu ini, kau terlalu memanjakan nya dan hasilnya sangat menjijikan ". Lanjut Revin tanpa berhenti.


" Yang di sana bukan aku, itu pasti akal-akalan Ruby saja karena ingin balas dendam kepadaku". Ucap Agatha menyangkal jika itu bukan dirinya dan melemparkan kesalahan nya kepada Ruby. Pernyataan itu membuat Revan yang sedari diam menyeringai penuh maksud.


" Balas dendam ? apa kau sadar dengan tuduhan mu itu ?". Seru Revan mendekati Agatha yang tiba-tiba gugup.


" Apa kau telah melakukan sesuatu kepadanya sampai Ruby balas dendam kepadamu , itu tidak mungkin jika tanpa sebab Agatha ". Revan terus menyudutkan Agatha dengan otaknya yang begitu pintar memutar balikkan keadaan.


" Ti,,ti,,dak maksudku buk,,,". Gugup Agatha sampai perkataannya tersela oleh Ronald.


" Tidak apa maksudmu nona ? Tidak terlewat jika kau telah menyudutkan dan memfitnah Ruby begitu ? Tch tch aku tahu semuanya jadi jangan terus mengelak ". Dengan santai nya Ronald melipat kedua tangan sembari sedikit mencondongkan kepala.


" Maksudku, itu bukan ulahku ! semua yang terjadi di masa lalu itu memang benar, bukti pun begitu kuat bahwa sebenarnya dia begitu menggilai banyak pria di luar sana sampai sekarang ! Apa kau tahu dia memiliki kekasih tapi selingkuh dengan teman kekasihnya sendiri, aku punya buktinya ". Bela Agatha. Dia berusaha agar apa yang telah dia lakukan tidak terbongkar, untuk itu dia beralibi memperlihatkan Photo Ruby yang tengah bermain bersama Leo serta teman-teman nya waktu itu.


" Apa kalian tahu, Kak Edward masuk Rumah sakit pun gara-gara gadis murahan itu". Geram Agatha tidak terima.


" Tunggu, jika benar tayangan Video itu ulah Ruby, lalu karena apa dia melakukan itu ? Dan untuk siapa ? Bukankah itu hal mustahil jika dia menayangkan rekaman asusila dengan begitu mudah nya ?". Seru Revan. Semua orang terdiam mencerna dan membenarkan apa yang di katakan oleh Revan. Agatha terdiam bahkan Luis dan juga Nameera pun ikut diam.


**


" Gadis murahan seperti apa yang kau maksud Agatha Fransiska". Suara Lembut tapi tegas itu membuat semua orang mengalihkan pandangan nya ke asal suara, begitu pun ketiga kaka nya. Hening nya suasana pasti telinga siapapun dapat mendengar nya


Ya, dialah Ruby yang terus berjalan dengan anggun nya, jika di lihat, Ruby terlihat dewasa dengan balutan sopan nya.


Tap ! Tap ! Tap !


" Bagaimana hadiah dari ku tuan Jordan, apa itu sangat mengesankan ? ". Ucap Ruby dengan gaya nya.


Mereka yang berada di sana seakan tidak mengenal siapa gadis yang baru saja datang, betapa cantiknya dia. Luis dan Nameera pun begitu tertegun melihat Ruby, perubahan yang terjadi pada Ruby membuat Luis dan Nameera seakan benar-benar tidak mengenalnya.


Cantik begitu cantik dengan badan yang begitu indah dan semampai, sampai memakai baju apapun akan sangat cocok jika di kenakan oleh Ruby.


" Kau !!". Resa begitu marah dan campur malu. Dirinya hendak menampar wajah Ruby tapi di tahan oleh Ruby yang begitu sigap dengan gerakan Resa.


" Uuhh, kenapa kau terlihat begitu marah nona Resa ?". Seru Ruby sedikit mengejek Resa supaya semakin terpancing emosinya. " Sepertinya semua itu benar adanya". Ruby menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Yaaak wanita murahan kau kemarilah, berani-beraninya kau menunjuk kan wajah jalang mu itu ". Geram Agatha.


" Dasar pengacau, mati saja kau ". Tania mendekati Ruby dengan gelas kaca di tangan nya. Dengan lincah, Ruby menepis gelas itu sampai terlempar cukup jauh.


" Kalian ini kenapa, jika itu semua tidak benar kenapa kalian marah-marah ? Jika sikap kalian seperti ini berarti itu semua benar adanya. Benar kan ?!". Sela Ruby tanpa memperhatikan sekitar dengan aksinya yang begitu santai.


"Jujur saja, toh kedua orang tua kalian akan selalu percaya kepadamu, benar begitu bukan ?!". Ruby menekan kata-kata nya.


" Jangan asal fitnah, itu semua tidak benar. Dad ,mom itu semua nya hanya tuduhan Ruby saja percayalah kepada ku ". Seru Agatha di hadapan Luis dan juga Nameera. Nameera menepis lengan Agatha seketika.


Revan, Revin dan juga Ronald benar-benar tidak mengenal Ruby saat ini, seperti bukan adik mereka yang sekarang berada di hadapan nya.


" Diam kau ! Lebih baik kau pergi ". Bentak Agatha Jengah dengan Ruby.


" Urusan kita belum selesai kakak ". Ruby terus berjalan namun bukan mendekati Agatha tapi mendekati mommy nya


Setelah mereka berhadapan, Nameera menengadahkan kepalanya menatap rindu anak bungsunya itu, air mata yang menggenang akhirnya berhamburan kembali seakan sudah tidak bisa di bendung lagi.


" Kenapa anda terus menangis nyonya Smith, sedari kedatangan saya anda tidak sama sekali menghentikan tangis mu itu !". Tutur Ruby tanpa Ekspresi dari wajah nya.


" Dan anda Tuan Luis yang terhormat, apa kau begitu sibuk nya dengan pekerjaan anda sehingga tidak bisa mengontrol anak perempuan mu itu ? Kau harus tahu dia setiap malam keluar masuk Bar ternama di ibu kota. Kau harus nya tahu itu tuan ". Ucap Ruby masih dengan santainya tanpa memikirkan perasaan orang sekitar, mereka tidak di berikan kesempatan untuk bertanya ataupun menyanggah nya. Malam ini, Ruby akan benar benar menjadi pembicara di sana.


" Oh iya anda juga harus tahu bagaimana putri mu melayani para buaya darat demi melancarkan rencananya dan untuk memenuhi kebutuhan nya. Tapi untung saja waktu itu dia bersepakat dengan pria muda dan juga tampan tidak seperti saat ini ". Ruby terus berbicara formal


" Diam kau ! ". Bentak Agatha. " Aku tidak melakukan apapun yang sedari tadi kau tuduhkan itu ". Agatha terus membantah tuduhan Ruby.


" Kenapa aku harus diam hmm ? bahkan salah satu pria yang setiap malam bersama mu ada di sini ". Ruby menatap salah satu pria itu dan semua orang pun ikut melihat ke arah nya.


" Diam kau, aku bilang diam ". Bentak Agatha dengan matanya yang mulai membasah, takut ketahuan kelakuan nya selama ini. Tapi Ruby sama sekali tidak mengindahkan nya.


" Apa kau melupakan aku sayang ".















Salam hangat dari author


LIKE


KOMEN


SHARE


VOTE


🥰💕😘🙏😍