Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 102



" Siapa yang sedang kau lihat paman ". Bisik Ruby dari belakang tengkuk pria itu, mata Ruby mengikuti pandangan nya. Terkejut dengan suara menyeramkan dari Ruby membuat tubuh pria itu bergetar, dia langsung menjauhkan Dirinya dari Ruby.


" Apa kau menyesal ? tchh, sudah terlambat ". Mata Ruby menatap tajam bersiap melahap mangsanya, tidak akan ada yang tersisa dari mereka semua selama Ruby melancarkan aksinya.


Sebilah pisau sudah berada tepat di leher pria itu, bagaimana bisa ? Batin nya bergetar.


" Ayolah, kenapa matamu terus melirik padanya !". Seru Ruby sedikit demi sedikit menekan belatinya sampai darah pun terus keluar dari sana. Mata Ruby menatap tajam Lio dan yang lain nya seperti memperingati untuk mereka tidak mengusik hidup gadis itu.


Mereka seolah bisu menyaksikan seorang gadis kecil dengan mudahnya mengalahkan mafioso tingkat tinggi yang dimiliki mafia yang di pimpin oleh Leo dan juga Lio, mulutnya mengatup rapat seakan ingin berucap pun tercekat di tenggorokan nya. Lio dengan tatapan nya berpikir bagaimana Ruby bisa berubah menjadi monster seperti ini tidak seperti pertama bertemu dan terakhir perjumpaan mereka di acara makan malam.


" Dia anggota kita, apa kau yang melakukan nya ?". Tegas Leo baru sadar akan mafia yang menyerang gedung, Leo melihat tanda Naga di leher pria itu saat Ruby menyingkap sedikit kerahnya.


Banyak nya anggota membuat Leo tidak mengenal mereka satu persatu, tidak seperti Ruby yang mengenal siapa anggotanya karena Ruby sendiri yang merekrutnya terkecuali mafioso yang ada di Jerman, Di Jerman Edward yang memegang kendali penuh atas mafia nya.


Keterdiaman Lio dianggap ya oleh Leo. " Kenapa kau melakukan nya, bagaimana dia terluka ? apa kau sedang membuatnya membenci ku ?!". Geram Leo menekan ucapan nya supaya tidak terdengar keras di telinga mereka yang ada di sini.


" Aku tidak peduli, dia sudah berani menolak mu terang-terangan di depan kita semua dan itu adalah sebuah penghinaan untuk


kita semua terutama untuk ku ! memangnya siapa dia ? kau pun tahu kami tidak suka dengan penolakan, kita baik padanya karena kau sangat menyukai dia tapi apa jawaban nya ?!". Tekan nya menahan emosi.


" Aku bisa menyelesaikan urusan ku, tidak perlu campur tangan dari mu !". Jawab Leo


" Hanya presdir perusahaan tidak ada apa-apa nya dengan kita, kau tahu apa yang bisa kita lakukan agar dia menyesal telah menolak mu ". Ujar mommy nya dengan sedikit ledekan dari ucapan itu.


" Sudah berdebat nya ?". Seru tuan Jeffrey.


**


" Aa..pa benar dia adik ku ?". Ucap Revin masih bertanya, suaranya bergetar menunjuk ke arah Ruby. David dan Edward mengangguk kan kepalanya. Revin melotot menyaksikan tangan mungil sang adik menekan leher pria itu dengan belati tajam dalam pegangan nya.


" Ssshhhh, darah mu ini sangat kotor sekali ! baunya pun tidak harum ". Sedikit demi sedikit Ruby menekan nya sampai ngilu terasa bahkan mereka semua terdiam tidak ada yang berani membantu pria itu. Jika sudah begitu mereka memilih untuk mati tertembak dan ter tebas langsung dari pada di permainkan seperti ini.


" Apa gerakan ku terlalu cepat paman ?!". Seru Ruby begitu ganasnya, benar-benar tidak memiliki perasaan.


" Bunuh saja aku langsung ". Ucap pria itu tergagap, dia tidak bisa melawan atau pun memberontak karena cekalan Ruby begitu kuat nya.


" Baby ". Ucap Edward menghampirinya.


" Apa kau masih belum selesai dengan bermain mu? selesaikan lah ini sudah tengah malam ! kita harus pulang dan lihatlah kaka mu ". Ucap Edward, Ruby tersadar menatap sekeliling, bagaikan lautan darah di sana. Ruby menatap kaka nya, wajahnya sangat pucat sekali, sorotan matanya pun tegang dan terkejut.


SRASSHHHHH


Dengan sekali tarikan, Ruby menebas kepala pria itu sampai darah nya muncrat mengenai wajah mulusnya.


Pandangan Ruby mengedar, matanya menangkap masih terlihat beberapa tamu yang tetal stay di sana termasuk keluarga Jeffrey tidak lupa Lexi dan juga Andrew masih stay di tempat duduk nya. Senyum tersungging dari bibi pasi nya, Ruby berjalan ke arah mereka dan berhenti di tengah-tengah sampai posisi itu menjadi pusat perhatian mereka. Mata Ruby menatap tajam mengabaikan Edward yang sedari tadi bertanya, ketegangan di mulai kembali.


" Dengarkan aku baik-baik, dia yang berniat membunuhku tidak akan aku biarkan dia menjumpai hari esok dan akan lebih parah jika salah satu dari keluarga ku terluka maka tunggu lah hadiah apa yang akan aku berikan !". Suara Ruby menghentak kan jantung mereka, Leo yang mendengar perkataan Ruby begitu terkesiap, wajah nya berubah sendu.


Ruby membalik kan badan nya hendak keluar dari gedung tanpa menoleh ke manapun, ekspresi dingin masih tersemat di wajah nya.


" Bersihkan semuanya !". Ucap Edward kepada Zen dkk. mereka menunduk kan kepalanya.


" Ka, ayo aku bantu memapah mu !". Tawar David, Revin masih shock sampai lutut nya melemas dan untuk berdiri sangat tidak memungkin kan. Dengan reaksi Revin sebenarnya David ingin tertawa terbahak, dia ingin bertanya apa Ka Revin tidak pernah mengalami hal seperti ini ? ah ia pasti pernah tapi dalam drama saja !. Batin nya geli.


Saat hendak keluar mata mereka bertemu, tatapan sendu Leo terkunci pada Edward, sudut bibir Edward tersungging dan wajah nya mengartikan bahwa kesempatan mu sudah hilang. Edward kembali melanjutkan langkah nya sampai Leo tidak melihat lagi bayangan Edward.


Setelah kepergian Ruby para tamu undangan saling bertanya satu sama lain.


" Apa dia sudah mengetahui siapa kita ?". Ucap salah satu pria berjas silver berumur 40thn an.


" Entahlah, siapa dia sebenar nya ? perasaan ku sangat tidak nyaman saat dia mengatakan hal itu !. Ujar nya mengusap-usap lengan nya seperti sedang kedinginan.


" Gadis cerdas, aku tidak akan pernah salah mengenali aura seseorang ". Timpal pria lain nya mengetuk-ngetuk meja. " Baik lah senang bertemu dengan kalian, kalau begitu saya permisi pulang lebih dulu !". Pamit nya meninggalkan sekumpulan pria tengah baya yang masih duduk melingkar di sana.


Jika Leo tahu Ruby adalah Lady Red Phoenix yang selama ini membuat nya penasaran setelah membabat habis mafia ke-3 waktu itu, Leo tidak akan melepaskan dia begitu saja. Leo tertarik dengannya tapi sampai sekarang dirinya belum menemukan data tentang dirinya dan untuk itu Leo memutuskan untuk pulang ke mansion milik keluarga nya yang pada awal nya dia terus tinggal di markas besar Dark Blue Dragon karena ingin fokus dengan pencarian itu.


Keluarga nya sangat menyayangi Leo, Leo yang sudah dewasa pun masih dianggap anak kecil oleh keluarganya apalagi oleh kaka nya yang begitu sangat menyayanginya, apapun yang dia inginkan pasti akan terwujud dan siapapun yang membuat wajah sendu adik nya terbit maka dia harus di musnahkan. Leo akan berubah 180drajat saat bersama kelurganya, sikap yang dingin, sikap datar dan kejam akan hilang seketika.


|