Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 69



Revan dan juga Revin sangat mampu membalas apa yang telah Agatha lakukan kepada mommy nya baru saja, namun keadaan lah yang memaksa mereka menahan amarah. Nameera menangis dalam pelukan Revan, Luis yang melihat itu begitu sakit. Jika bukan karena kebodohan nya mungkin semua ini tidak akan terjadi ! Batin Luis menatap lirih kepada Nameera.


" Wah wah wah, aku begitu penasaran terbuat dari apa hati mu itu dan ya, kenapa muka mu setebal itu ! cihhh tidak tahu di untung". Sarkas Ruby tidak gentar.


Bisik-bisik semua orang mengenai Agatha begitu terdengar saking banyaknya. Agatha mengepal tangan tidak terima.


" Apa dia kekasih mu ? ckckck demi apa kamu melakukan ini Agatha ? Apa kau tidak sadar sikap mu itu merusak masa depan mu hah ?! Tch tch kenapa kau begitu bodoh Agatha, kau tahu, kau hanya di manfaatkan oleh nya, pedofil seperti dia akan melakukan apapun demi memuaskan nafsunya ". Sarkas Ruby tidak takut dengan apa yang dia katakan, karena itu memanglah kebenaran nya.


" Ya ampun apa dia tidak tahu siapa pria itu". Bisik bisik tamu undangan yang khawatir akan keselamatan Ruby di sana.


" Apa dia gadis itu sayang ? ".Tanya Pria itu kepada Agatha tapi masih terdengar oleh semua orang, Agatha mengiyakan pertanyaan itu.


" Cantik, tapi kenapa mulut nya begitu pedas ". Ujar pria itu.


Ruby jengah dengan tatapan mendamba dari pria itu, betapa memuakkan menghadapi pria hidung belang seperti dirinya.


" Apa kau keberatan dengan perkataan ku tuan ?". Ujar Ruby dengan tenang nya.


" Oh iya benar, jadi sekarang kau memilih pria yang mana Agatha ? Edward atau Leo ? atau kau memilih pria tidak tahu malu ini ? Atau rekan dari daddy mu itu hmm ?!" Tunjuk Ruby pada pria-pria yang berhubungan dengan Agatha.


" Menjijikan ! ". Jijik Ruby.


" Jaga bicara mu itu nona, apa kau tidak mengenal saya ?". Tekan Pria itu dengan bangganya, karena dia merasa semua orang pasti mengenal siapa dirinya sebenarnya. Dia sedari tadi menatap heran kepada Ruby karena hanya gadis ini yang sangat berani kepada nya.


" Memang nya siapa kamu, apa begitu penting nya aku harus mengenal anda tuan ?". Seru Ruby dengan gayanya, suara tawa terdengar dari samping Ruby yang baru saja mendekat.


Ya, Alex sedang menertawakan kebodohan pria itu. Apa dia tidak tahu siapa yang sedang berhadapan dengan nya itu ! Batin Alex geli dengan kepercayaan pria itu.


" Kau ! ". Pria itu dengan cepat mendekati Ruby dan mencengkram erat pipi nya dengan tangan kanan. Ruby dengan santainya memukul wajah pria itu dengan sekali hentakan sampai dia terdorong sedikit menjauh.


" Sialan, berani-beraninya kau memukul ku ! Tch benar-benar menyusahkan ". Geram pria itu tidak terima di perlakukan kasar oleh gadis di hadapan nya.


" Yak kau ! ku bunuh kau ". Agatha begitu marah sampai menyerang Ruby dengan kemampuan bar-barnya, tapi siapa dia melawan Ruby yang begitu ahli dalan bela diri, yang ada dia malah kalah telak jika terus menerus memaksakan kehendak nya.


Ruby terus mengelak sesekali menepis Serangan dari agatha dan


Duaghhh ! Brakkk !


Tendangan di perut Agatha membuatnya mengeluarkan sedikit darah dari mulut. Tidak tinggal diam, bodyguard yang sedari tadi diam menyerang Ruby dengan sengitnya.


BAGH,,BUGH,,BAGH,,BUGH


Suara pukulan begitu terdengar, retakan tulang begitu ngilu di telinga. Ruby menghadapi mereka seorang diri dengan lincahnya tanpa senjata apapun di tangan nya. Alex akhirnya menyaksikan betapa anggunnya setiap gerakan dari Lady nya itu, pantas saja dia begitu di agungkan oleh semua mafioso.


Setiap bodyguard dari pria itu sudah terkapar tidak berdaya di atas lantai sana. Pria itu geram dengan Ruby, Dia mengeluarkan pisau tajam dari pinggang celana yang tertutup oleh jas bermerek nya.


Pria itu maju sembari memainkan pisau nya, Ruby tidak gentar dengan tekanan dari Pria itu.


Klotak,,,klotak,,klotak


Suara high hills milik Ruby terus terdengar, tidak gentar dengan keadaan itu, Ruby melangkahkan kakinya mendekati pria itu dengan senyum miring nya.


sret,sret,,sret


" Apa hanya ini kemampuan mu tuan kane ?!". Ledek Ruby, pria itu sempat kaget kenapa Ruby mengetahui nama nya, karena sedari tadi dia tidak mengenalkan namanya terlebih dulu. Alis pria itu saling bertautan sembari kening nya berkerut.


" Siapa kamu ? dan kenapa kau bisa mengenal namu asli ku hah ?!". Kane tidak menyangka gadis kecil di hadapan nya itu mengenal nama asli yang sedari dulu tidak ada orang yang tahu kecuali keluarganya.


" Eum itu tidak penting". Acuh Ruby.


" Argh". Ringis Ruby, tiba tiba kane menjambak keras rambut panjang milik Ruby yang hendak membalik kan badan nya.


" Siapa kamu hah, Jawab !". Bentak nya geram, Ruby tersenyum puas melihat wajah nya yang begitu geram.


BRUGHHHH


Ruby memutar tangan Kane dan melempar tubuhnya ke sembarang arah. Agatha segera menghampiri kane dengan tergesa.


" Kamu tidak apa-apa". Tanya Agatha mencoba membatu kane untuk bangun tapi kane malah menolak dan mendorong nya.


" Kurang ajar ". Kane terus menyerang Ruby dengan brutal, semua orang hanya terdiam menyaksikan itu, Revan Revin dan juga Ronald yang hendak membantunya di cegah oleh Alex karena perintah dari Ruby beberapa waktu lalu.


Ruby masih tegap berdiri di sana, keluarga nya tidak menyangka jika Ruby begitu pintar bela diri, kenapa mereka sama sekali tidak tahu. Apa semisterius itu kah Ruby ! Batin mereka.


Keadaan di sana semakin menegang kala kane memanggil anggota nya di balik earphone yang tertempel di telinga Terlihat semua bawahan kane masuk ke dalam gedung, ada begitu banyak sampai sulit untuk menghitung nya. Jerit tamu undangan karena takut menjadi sasaran, semuanya dengan cepat keluar dari sana dan meninggalkan acara.


Tersisa ketiga keluarga saja di sana.


" Bunuh dia ". Perintah dia kepada bawahan nya. Ruby mengambil ancang ancang dan sebelum itu memberi perintah kepada Alex agar mengamankan keluarganya.


" Lex, bawa kedua orang tuaku dan juga kaka ku ke luar dari sini ! biar aku menyelesaikan semuanya sendiri ". Perintah mutlak dari Ruby yang sempat alex tolak karena merasa khawatir dengan Lady nya itu, namun harus bagaimana lagi, Alex harus mematuhi perintahnya dan segera pergi dari sana. Keluarga nya khawatir dan juga resah melihat Ruby yang sedang dalam bahaya, Nameera menangis histeris menyaksikan putri nya.


Kane duduk santai di sana dengan Agatha yang berada di pangkuan nya.


" ckckckck apa dia begitu bodoh !". Seru Agatha dengan nada mengejek nya.


" Apa kau begitu membencinya sayang ?". Ujar kane menatap mata Agatha.


" Sshhhh bukan hanya benci, aku bahkan sempat ingin menyingkirkan nya karena rasa iri di dalam hatiku ini ". Jawab Agatha


" Apapun untuk mu, kalau begitu mari kita lihat sampai mana dia bisa bertahan ". Ucap kane tidak sabar menyaksikan pertunjukkan. Pria itu tidak mengetahui Video dan juga photo-photo Agatha bersama dengan pria lain, untuk itu tidak ada kemurkaan dalam benak pria itu.


krakk,, srett,, brugh,, brakkk


Suara retakan, suara pukulan, suara benturan saling menyaut di dalam megahnya gedung yang masih terhias indah di sana. Tidak kepalang, Ruby merobek gaun nya dan menampilkan pakaian yang mendukung dirinya bergerak dengan leluasa, seperti sudah dia persiapkan dengan matang indah nya gaun yang di kenakan Ruby tersimpan pakaian hitam nya di sana dengan belati kembar dan juga pistol kesayangan nya.


" Cantik ". Batin kane.


Dengan santainya Ruby melewati mafioso itu dengan belati yang terus ikut bermain di tangan nya.


sraakkkk, saraaakkk


Darah segar terus keluar dari setiap tubuh mafioso itu, wajah Ruby begitu dingin tanpa ampun di sana, tatapan tajam tidak hilang dari matanya. seringai muncul di sudut bibirnya. olah raga malam lumayan ! Batin Ruby menyeru.