
Jakson mengenal Han karena dulu dia sering melihat nya berkunjung ke rumah Arvano, Han sangat ramah tamah kepada mereka, Jakson dan Arvano yang masih muda selalu pergi berdua kemanapun. Jika diperkirakan usia mereka sama dengan Nameera beda tipis mungkin.
Pekerjaan yang sedang di geluti Han membuat nya harus pergi ke berbagai perusahaan yang sedang melangsungkan kerja sama nya termasuk dengan Lucifer dan akhirnya dengan pertemuan mereka yang sering membuat mereka lebih dekat.
****
" Baby, besok aku akan berangkat ke Irlandia, ada urusan yang harus aku selesaikan di sana, ini masalah perusahaan ku ". Ucap Edward berdiri di pagar-pagar balkon memeluk Ruby dari belakang, saat ingin mengucapkannya ada rasa berat dalam hati, nafas nya pun tercekat di dalam tenggorokan dan perlahan di hembuskan.
" Berapa lama ? ". Tanya Ruby tanpa mengatakan apapun, tatapan nya tak lepas dari indahnya pemandangan alam di depan nya.
" masalah kecil, tapi aku belum tahu kapan aku kembali lagi ke sini ". Ujar Edward membalikan tubuh Ruby sehingga dia bisa memandang cantik wajah kekasih nya. Edward melihat ada raut sedih dari matanya . " Baby ". Usap Edward pada pipi Ruby tapi tak Ruby indahkan, mulutnya terus mengatup rapat.
" Aku ikut, ada urusan yang harus aku urus juga di sana !". Ucap Ruby bohong.
" urusan apa ?". Tanya Edward melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Ruby.
" Kenzi baru saja menghubungi ku, semua nya baik-baik saja di sana tidak ada yang harus kau urus, jangan bohong kepadaku baby ". Tutur Edward membenarkan rambut Ruby yang berhamburan tertiup angin.
" Terus apa yang akan aku lakukan di sini jika kau pergi !". Cemberut Ruby.
" Banyak, bermain bersama dengan teman-teman mu, jangan terlalu mem porsir otak mu dalam berkerja". Tutur Edward, Edward tidak ingin jika Ruby terus mengurus perusahaan nya, jika menikah nanti Edward hanya ingin jika Ruby di rumah saja tanpa mengurus perusahaan dan cukup mengurus mafia nya tapi itu belum di ungkapkan nya karena Edward tahu bagaimana Ruby.
" Tch, aku bukan anak kecil lagi harus bermain ke sana ke sini ". Protes nya.
" Kau tahu baby, semenjak kita pulang ke sini kau seperti mengabaikan teman-teman mu ". Ucap Edward, Ruby menengadahkan kepalanya. Tatapan Ruby seolah bertanya apa benar dia seperti itu.
" Apa ia ?". Ujar nya.
" mmmm, baik lah jika kau tidak merasa !". Edward duduk di kursi yang ada di balkon sembari menarik pinggang duduk di lahunan nya dan mengaitkan dagu nya di pundak Ruby, Edward ingin menikmati waktu berdua nya dengan Ruby sebelum dia berangkat besok.
****
Sekarang Kake Han lebih banyak bercengkrama dengan Jakson, Luis dan Nameera hanya sebatas menyimak saja.
" Di mana istri mu sekarang, kenapa kau tidak mengajaknya berkunjung ke sini Nak ?". Tanya Han di sela obrolan nya.
Wajah Jakson berubah sendu, tersirat rasa sakit di hatinya mengingat istrinya meninggal dia lebih dulu. " Dia sudah tiada paman ". Sedih Jakson menunduk.
" Tapi kau hebat telah membesarkan anak-anak mu tuan ". Senyum Nameera melempar pujian hangat kepada Jakson.
Jakson tersenyum dengan pujian itu tapi senyumnya tidak bertahan lama. " Mereka bukan anak-anak ku tapi aku sangat menyayangi mereka untuk itu mereka aku angkat sebagai anak ku apalagi Edward dan juga David adalah anak dari teman ku !". Tutur Jakson dengan senyum hangat yang tersemat kemabali.
" Paman, Edward dan juga David adalah anak dari Arvano cucu dari sahabat mu ". Lanjutnya, Han terperanjat dengan pengakuan Jakson dia benar-benar tidak salah lihat jika Rupa dari wajah Edward sangat mirip dengan Lucifer sahabat nya yang sudah lama mereka tidak bertegur sapa dan terakhir dia ke sana saat pemakamannya.
" Papa, ini benar-benar takdir yang sangat mengejutkan, dunia ini begitu sempit !". Seru Nameera senang entah kenapa, dari awal dia melihat Edward hatinya sudah menerima dia sebagai menantu di keluarga Smith, dengan kebijaksanaan nya dan kelembutan hati yang dimiliki Edward membuat Nameera dan juga Luis membuka pintu selebar-lebar nya untuk Edward.
" Paman aku pun masih baru bertemu dengan Edward, Ruby lah yang membawa Edward dan juga David ke rumah ku, jika Ruby tidak membawa mereka pasti sampai saat ini aku tidak akan bisa menemukan mereka ". Jakson ingat pertama kali Ruby membawa Edward ke rumah dengan memohon, puppy eyes nya dijadikan senjata ampuh oleh Ruby. Jakson menjeda penjelasan nya dan tidak lama melanjutkan kembali apa yang ingin dia katakan.
" Untuk yang lain nya aku pun tidak tahu, tapi yang aku tahu mereka bertiga adalah kaka angkat dari Ruby, mereka sangat menyayangi Ruby sebagaimana adik kandung mereka dan aku bersyukur untuk itu ". Jakson terus bercerita, berbagi kebahagian dengan mereka dan bagaimana pertama kali dia bertemu dengan Ruby kesayangan nya.
Jakson belum sadar jika perkataan nya membuat kedua insan menekuk kepalanya dan Kakek Han mengepalkan tangan nya.
" Maaf tapi itu kenyataan nya". Sarkas Jakson tapi mengatakan nya dengan suara pelan.
" Kalian beruntung sekali memiliki Ruby, tadinya aku tidak akan melepaskan Ruby untuk siapapun mengingat kejadian yang menimpanya, tapi aku tidak ingin menjadi pria yang egois hanya karena ingin memiliki dia seutuhnya menjadi anak ku ". Jakson terus melihat bagaimana reaksi dari mereka saat dirinya mengatakan itu, sebenarnya masih ada rasa kesal dan marah kepada Luis dan juga Nameera tapi itu hanya tertahan di dalam hati. Ungkapan inilah yang membuat hatinya sedikit lega dan ini cukup.
" Terimakasih, telah merawat Ruby dengan baik dan maaf telah merepotkan mu Jakson !". Seru Kake Han penuh dengan rasa penyesalan di wajah nya.
" Tidak apa paman, dia juga anak ku ! Aku tidak butuh maaf dan terimakasih dari siapapun, aku mengurusnya karena dia adalah putri ku, putri bungsuku yang manja dan menggemaskan !". Seru Jakson. Luis dam Nameera serasa tertampar dengan perkataan Jakson, ingin membela diri tapi apalah daya semua yang dikatakan Jakson adalah kebenaran nya.
" Sering-seringlah berkunjung ke sini, kau juga bisa berkunjung ke China menemuiku ! kapan kau akan kembali lagi ke Negara mu Jak ?". Ujar Kakek Han.
" Besok, kami semua akan pulang tapi David akan lebih lama di sini karena dia ngambil cuti selama 1 minggu ". Ucap Jakson.
" Lalu kenapa kau pulang, bukan nya sekarang perusaan Abraham sudah di pindah tanggung jawab kan kepada David ? ". Luis mulai bertanya kepada Jakson karena yang dia tahu belum lama ini perusahaan itu sudah memiliki CEO baru.
" Iya itu benar, tapi aku masih membantunya menangani beberapa pekerjaan ". Jelas nya, Luis mengangguk tanda mengerti.
" Sudah-sudah ayo masuk, ini mulai sore tidak baik untuk tubuh kalian ". Nameera mendekati papa nya dan menggandeng tangan papa nya itu.
FLASH BACK OFF
|