
" Selamat malam semua, terima kasih telah hadir dalam acara ulang tahun perusahaan JORDAN COMPANY dan terima kasih untuk kedatangan dari pemimpin RA COMPANY. Saya mewakilkan untuk berterima kasih atas kedatangan anda, dengan rasa hormat kami untuk anda memberi sepatah atau dua patah kata kepada semua tamu yang hadir ".
Tutur moderator membuat semua orang saling pandang tidak percaya jika dari Ra Company hadir di acara seperti ini, karena mereka biasanya tidak pernah memenuhi undangan dari siapapun terutama undangan dari perusahaan. Jika pun ada itu hanya di wakilkan oleh karyawan nya.
semua mata mencari keberadaan dari pemimpin itu, mereka terus menduga siapa sesungguhnya pemimpin dari Ra Company.
Dari berdirinya perusahaan terkuat itu, mereka semua tidak mengetahui siapa pemilik sesungguhnya, bahkan untuk bertemu dengan sekretaris nya pun sangat susah, paling hanya bertemu dengan kepercayaan mereka masing-masing termasuk untuk petinggi di sana.
TAK,,TAK,,TAK
Suara langkah alas kaki terdengar begitu merdu di telinga para tamu yang hening seketika. Revan dan Ronald membelah jalan menuju podium di depan sana, tamu undangan reflek memberi jalan. Aura kepemimpinan begitu terasa dalam hening nya gedung besar, itu tidak seperti pertama datang. Tidak ada senyum dalam wajah mereka , yang ada wajah dingin dan juga datar. Dada tegap dan tatapan lurus ke depan tanpa menoleh ke mana pun, terkesan mereka tidak suka di goyah kan.
Revan dan Ronald pun telah naik ke atas podium dan memberi sepatah dua patah kata, termasuk Ronald yang terus menemani tepat di samping Revan.
" Selamat malam para tamu undangan dan selamat menikmati acara. Saya mewakili perusahaan mengucapkan selamat untuk tuan Jordan yang tengah merayakan keberhasilan dari perusahaan, saya sangat begitu terhormat mendapat undangan dari anda, sekali lagi semoga semuanya lancar dan di mudahkan juga perusahaan anda pun terus maju untuk ke depan nya serta memberi yang terbaik untuk semuanya". Seru Revan dengan suara yang begitu tegas dan juga halus, membuat para pendengar begitu terkagum sekali lagi terhadap nya.
Para tamu undangan tidak sedetik pun memalingkan pandangan mereka. Mereka terus menatap Revan dan juga Ronald di depan.
" Bukankah dia putra dari tuan Smith ? ". Batin mereka serempak bertanya-tanya. Sebagian tamu undangan menatap Revan dan juga Smit bergantian seakan tengah mencari jawaban.
" Dan perkenalkan saya Revan Delindra , wakil CEO dari Ra Company, karena ada beberapa urusan yang harus pemilik asli dari perusahaan selesaikan maka saya datang untuk mewakilinya ! Terima kasih, salam hangat untuk semuanya ". Revan menatap kedua orang tuanya saat diri nya memperkenalkan diri.
Revan sama sekali tidak menyebutkan marga keluarga Smith dan itu membuat kedua orang tuanya semakin layu dan tatapan nya semakin sendu.
" Dad ". Lirih Nameera.
" Sudah lah mom ". Seru agatha. " Tapi ada yang aneh, kenapa Kak Revan menjadi wakil CEO Ra Company ? Sejak kapan ? Kenapa tidak ada yang tahu ". Ujar Agatha terkejut.
" Tidak masalah sayang ". Luis menepuk pinggang Nameera dan menangkan nya.
" Daddy kau juga aneh bukan ? Sebenarnya siapa pemilik perusahaan itu, kenapa Kak Revan menjadi wakil nya ?". Selidik Agatha.
" Revan sudah lama tidak bekerja di perusahaan daddy, hanya Revin saja kini harapan daddy Tha. Namun daddy pun tidak tahu kenapa dia sekarang menjadi wakil CEO dari perusahaan raksasa itu ". Luis pun sama heran nya.
" Tha, kakak kamu ternyata dia sangat liar biasa ". Antusias Tania dan juga Resa.
**
Di dalam Ruang rawat, Edward masih setia memejamkan mata dan Ruby masih setia berada di sana menemani kekasih hati.
Drrrrtt !! Drrrrtt !!
Suara Telpon milik Ruby berbunyi, tertera nama seseorang di sana dan ruby langsung menerimanya.
" Hallo Lady, semuanya sudah selesai tinggal eksekusi ". Lapor nya.
Sebelum malam tiba dan sebelum perayaan ulang tahun perusahaan Jordan selesai , Ruby menghubungi seseorang yang dapat membantu nya dan memperkuat bukti untuk membalas Agatha, karena ini sudah terlalu lama menurut dirinya
" Jam berapa acara selesai ? ". Tanya Ruby.
" jam 24.00 acara baru selesai, dan ini jam 21.30 masih ada tersisa dua jam lebih Lady ". Jelas nya kepada Ruby.
" Ok ". Ruby mengakhiri panggilan dan bersiap-siap pergi. Sebenarnya Ruby tidak harus turun tangan, tapi ini menyangkut nama baiknya, jadi dia melakukan serangan balik sendiri.
**
" Putri mu selalu terlihat cantik tuan ". Puji rekan kerja dari Smith, matanya menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala milik Agatha.
" Hahaha itu pasti, dia putri ku pastilah terlihat cantik, iya bukan mom !". Seru Luis.
" Paman bisa saja ". Tutur Agatha begitu bangga di puji oleh orang lain.
" Agatha ". Panggil kedua teman nya itu sembari menghampiri Agatha.
" Mom, dad kita ke taman dulu yah ". Izin Agatha
" Pergilah nak, daddy and mommy nunggu di sini ". Jawab Luis mengusap lembut kepala Agatha.
" Jika begitu nikmatilah acara nya, saya permisi ". Ucap rekan kerja Luis berlalu pergi dari sana.
Terlihat dari arah depan kedua orang tua Tania dan Resa menghampiri Luis dan juga Nameera.
" Kalian berdua sedang apa di sini, ayo gabung ". Ajak Jordan duduk di kursi. Mereka berbincang ke sana kemari tanpa henti, mungkin juga karena anak-anak mereka dekat, untuk itu kedua keluarga pun jadi tidak segan lagi kepada Smith.
Dari ketiga keluarga itu, perusahaan Smith lah yang berada lebih atas di bandingkan mereka dan sampai sekarang belum tergoyahkan. Revan, Revin dan juga Ronald hendak menghampiri Jordan berniat untuk pamit pulang terlebih dahulu tapi langkah mereka terhenti karena lampu tiba-tiba mati.
" *A*da apa ini ". Batin Jordan karena dia tidak merasa akan menampilkan apapun di depan sana.
Ruby sengaja menggunakan metode yang sama seperti Agatha kepada dirinya dan hari ini pun Ruby membalasnya dengan metode yang tidak jauh berbeda dengan nya, Ruby sengaja melancarkan aksinya dalam perayaan ini karena kesempatan ini begitu menguntungkan baginya.
" Ada apa ini ". Seru Revin bingung. Revan dan juga Ronald hanya mendelikkan kedua bahu mereka.
Agatha dan kedua teman nya pun masuk kedalam dan menghampiri orang tua mereka.
" Dad, ada apa ? Kenapa lampu nya tiba tiba padam dan ada apa di depan sana, apa daddy akan menayangkan sesuatu ?". Tanya Resa bingung .
" Tidak tahu, daddy juga tidak tahu apa yang terjadi !". Jawabnya mengerutkan dahi putih nya.
Mereka semua menatap serius, rasa pensaran menyeruak dengan apa yang akan di tayang kan. Rasa penasaran pun akhirnya terpecahkan oleh gambar dan juga video yang sedang tayang di sana.
" Apa ini, ini tidak benar ! ". Gugup Tania begitu reflek dengan sesuatu yang sedang tayang di depan . Tatapan dari orang tuanya begitu menyalang, walaupun tidak jelas karena gelapnya ruangan tapi tania merasakan aura nya.
" Bukan, itu bukan kita ". Bantah Agatha bergetar ketakutan, keringat dingin nya mulai keluar.
Tayangan itu berhenti tanda selesai, mereka sangat mengenal salah satu dari pria yang ada di layar sana, apalagi dengan Luis, dia sangat mengenal pria itu karena dia adalah rekan kerja nya yang tadi menyapa dan memuji kecantikan Agatha.
Lampu kembali menyala dengan terang nya, semua orang menatap jijik kepada mereka bertiga dan itu pun tidak lepas dari tatapan marah dari Revan dan juga Revin.
" Wah wah tidak sangka mereka begitu menjijikkan ". Caci salah satu tamu undangan di sana dan di sambut riuh oleh semua orang.
" Apa kalian tahu, salah satu wanita di sana adalah putri dari tuan Smith ! Tch tch, tidak di sangka dia juga sama murahan nya dengan anak bungsu Smith. Tapi ini lebih parah, begitu rendahan nya dia ". Ucap salah satu tamu undangan terus mencibir tanpa henti.
" Tch tch kedua putri tuan Smith sama saja ! Dulu kami kira putri sulung nya memang lebih baik dari putri bungsunya nya, namun dugaan itu salah total ". Lanjut nya. Mereka masih ingat dengan kejadian dimana Ruby di usir dari rumah dan saat itu pula semua orang tahu jika Smith memiliki dua orang putri.
Mendengar adik bungsunya di sebut dengan mulut mereka, Revin segera menggebrak meja tidak terima.
BRAKKKKK
Suara gebrakan meja begitu keras terdengar sampai mengalihkan perhatian.
" Jangan sekali kali anda menghina adik ku dengan mulut kotor kalian ". Revin begitu marah sampai wajahnya berubah merah.
Salam Hangat dari author
LIKE
KOMEN
SHARE
VOTE
🥰💕😘😍🙏