Mafia Girls

Mafia Girls
EPS 89



" Wow, sepertinya ada yang lagi tidak mood !". Ledek Lexi bertahan dengan wajah mengejek nya tidak lupa salah satu bibir yang terangkat.


Leo melotot kan matanya kepada Lexi agar dirinya diam, Leo pun tidak tahu kenapa Lexi begitu tahu tentang dirinya padahal dia tidak pernah sekalipun bercerita kepadanya.


" yak,,yak,,yak tidak usah melotot seperti itu tidak mempan untuk ku ". Ujar Lexi


" waah sejak kapan pangeran kita badmood hanya karena wanita hahaha, benar-benar langka wanita mana yang tidak terpesona kepada pangeran kita ini ! ". Seru Andrew belum menyadari siapa gerangan wanita yang begitu berani menolak Leo, ya mungkin di antara mereka andrew lah yang lumayan telat mikir.


" Sebentar, apa ada hubungan nya dengan Ruby ?" Ucap Reina tiba-tiba karena mereka sedang membahas Ruby jadi Reina menebaknya.


Meili dan Andrew yang sedang memasukkan cemilan nya nyaris berhenti dan langsung fokus menatap Leo. Lexi yang kebetulan berada di depan mereka bertiga tersenyum dan mengangkat kedua alisnya seraya memainkan nya.


" Apa itu benar Le ?". Tanya Andrew penasaran, dirinya masih fokus seolah menyelidik mencari kebenaran.


" Dari mana aja lo Drew, ginian aja loe ngga tahu ! teman macam apa Lo !". Seru Lexi melempar kacang kering ke arah Andrew, Leo menghela nafas nya berat seperti menahan beban yang begitu berat, mungkin bukan beban tapi rasa kecewa yang membuat pernafasan nya menyendat.


" Hahahaha, kasihan kamu ka ! tapi terima saja mungkin belum jodoh nya ". Tutur Meili dengan tawanya, geli melihat ekspresi wajah dari Leo yang biasanya garang kini seperti bukan Leo yang mereka kenal.


" ckckckc, apa kalian tahu ka ? ka Leo adalah pria pertama dan yang paling utama Ruby tolak, karena sebelum nya Ruby tidak pernah memiliki kekasih dan itu tidak ada dalam kamus nya, tapi sekarang tidak tahu karena kita pun baru bertemu lagi sekian lama ". Ucap Reina sedikit mengejek tapi tidak lama ekspresinya berubah sendu mengingat dirinya dan juga Meili kalang kabut mencari Ruby setelah kejadian itu terjadi.


" Waaah jika itu benar kau harus mendapat penghargaan Le hahahah ". Tawa Andrew seperti puas dengan penolakan yang diterima oleh Leo.


" Gue terlambat bertemu dengan nya huffhhhh ". Ucap Leo pasrah bercampur dengan rasa kecewa.


" yooo ada yang pasrah nih ckckck ! lo ngga cocok Le payah kaya gini ". Ujar Lexi menepuk-nepuk Pundak kanan milik Leo.


" yang semangat dong, kita dukung kamu ko ka tenang saja ! ". Seru Meili mengangkat tangan nya dan mengepalkan jemari nya memberikan semangat kepada Leo.


" Dia sudah memiliki kekasih !". Ucap Leo mengejutkan mereka, mereka semua tersedak saat sedang minum air berwarna di genggaman nya.


ukhuukhuukhu.


" Siapa ?" Tanya mereka bersamaan.


" nanti juga kalian akan tahu !". Acuh Leo


" Masa kalian tidak tahu ". Ucap Lexi Kepada meili dan juga Reina karena mereka berdua teman dekat ruby dari dulu.


" Kita tidak saling tukar informasi mengenai ini ka, karena kita tahu dari dulu Ruby tidak pernah bercerita mengenai pria di hadapan kita ". Ucap Reina kecewa dengan Ruby karena dirinya seperti teman yang begitu tidak di anggap.


*************


" Semuanya siap, mulai lah ! jangan biarkan mereka terluka jika tidak kalian yang tanggung ". Ucap David mengkomando mafioso nya yang bersiap membekukan markas mafia Black Devil. Beberapa minggu lalu setelah perjanjian dengan mereka selesai ada pelanggaran kontrak yang salah satu pihak di rugikan dan itu membuat David tidak senang karena di sini yang dirugikan adalah pihak nya, tidak tinggal diam, David mengarahkan seluruh divisi menginvestigasi mafia itu dengan hasil yang sudah di depan mata membuat David langsung menyusun rencana pembekukan kepada mafia itu. Salah satu informasi yang di dapat tidak hanya penjualan barang-barang terlarang, penyalahgunaan kewenangan, pengurangan pada bahan bangunan yang kebetulan saat ini sedang bekerja sama dengan David dalam pembuatan apartemen dan juga penjualan wanita-wanita yang berada di usia remaja.


Dalam hal ini, mungkin tidak hanya menguntungkan pihak David tapi juga pihak kepolisian yang sedang sibuk-sibuk nya mencari warga sipil yang dalam kurun waktu 1 bln ini telah hilang dan dominan yang hilang itu adalah wanita berusia remaja.


David dengan keberanian nya melangkah maju ke dalam markas yang begitu di jaga ketat oleh mafioso black davil yang bertubuh tinggi besar nan kekar tapi tidak menyurutkan keberanian david.


BUGHHHHHH


Suara pukulan terdengar menandakan betapa kuat nya pukulan itu menyebabkan lawan langsung ter lumpuhkan seketika.


Semua yang berada di sana sudah terkapar di atas lantai, semua mafioso red Pheonix memblok semua tempat itu, terlihat Kenzi dan juga Lucky masih sibuk dengan lawan nya kedua pisau di pegang oleh Kenzi dan Lucky memegang Pistol kesayangan miliknya.


Sementara sebagian Mafioso yang ikut ke sana sedang sibuk membebaskan para Wanita yang dikurung di ruang bawah tanah, awalnya mereka terkejut menyaksikan betapa mengenaskan nya mereka dan juga begitu banyaknya para wanita di dalam sana.


David berjalan di tengah lautan manusia menuju ruangan yang sedari tadi tertutup rapat.


BRRAAAKKK


David mendobrak pintu itu dengan sebelah kakinya.


" Ciiiihhhhh, tidak sangka kau begitu bodoh tuan ! apa kau sedang bersembunyi di sini ". Ucap David mendekati salah satu rak yang berhimpitan aman jika seseorang bersembunyi di sana, tapi dia apa tidak tahu dengan siapa dia berurusan ? David akan tahu di manapun musuh nya bersembunyi sekalipun di tempat gelap nan sempit.


David terus berjalan mengisi ulang tembakan nya bersiap untuk di luncurkan. Langkah David terhenti, ketua itu menengadahkan kepalanya dan saat itu tepat sekali pistol David sudah berada di kening nya bersiap untuk di tembak kan.


" Ternyata kau berani sekali bermain-main dengan ku bodoh !". Seru Davis menyeringai.


" Ma,ma,,aaf tolong ampuni nyawaku tuan ". Ucap nya memohon dengan Tubuh yang begitu gemetar menahan takut.


" Terlambat, apa kau tidak berfikir dahulu sebelumnya ! tidak ada ampun dengan ku, merasa beruntunglah kau hanya berurusan dengan ku tidak dengan kedua monster lain nya " Ucap Tegas David terus menekan tembakan di kening ketua itu.


Ketua itu terus memohon kepada david tapi tidak di indahkan nya, david benar-benar tidak akan mengasihani mereka yang bermain-main dengan nya.


DOR,,DOR,,DOR,,DORR


" Semuanya sudah selesai Prince !". Lapor Kenzi dan juga Lucky.


" Serahkan mereka kepada pihak berwenang, biarkan mereka mengurusnya ! kita selesai sampai di sini ayo kita pulang ". Ucap David mengarahkan pandangan kepada para wanita yang telah mafioso nya bebaskan.


*************


" Apa kau sudah merencanakan nya dengan matang baby !" Seru Edward memeluk Ruby dari belakang, mereka sedang berada di taman mansion merasakan sejuknya sore hari.


" Rencana ? ". Bingung Ruby dengan ucapan Edward, Ruby membalik kan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Edward dengan tangan Ruby melingkar di pinggang Edward.


" Apa kau pikir aku tidak tahu jika kau sedang merencanakan hari ulang tahun Mommy mu hmm " Ucap Edward mencubit hidung mancung milik Ruby gemas.


" dari mana kau tahu honey ?". Tanya Ruby kaget kenapa Edward bisa tahu.


" Cehhh itu hal mudah untuk ku sayang, kau tidak bisa dengan mudah menyembunyikan apapun dari ku kecuali perasaan mu saja yang sampai sekarang tidak bisa aku tebak ". Ucap Edward memeluk Ruby dengan lembut.


" Ia ia ia aku tahu kau begitu hebat honey ". Ucap Ruby membalas pelukan Edward.


" Aku sangat mencintaimu ". Lanjutnya.


" Aku tahu ". Balas Edward singkat.


" Berjanjilah padaku kau tidak akan pernah meninggalkan aku honey, berjanjilah padaku kau tidak akan pernah terluka ! tetaplah menjadi Edward yang seperti ini, aku sangat menyukainya ". Tutur Ruby masih di dalam pelukan Edward.


Edward semakin mengeratkan pelukan nya seraya meninggalkan kecupan di puncak kela Ruby, setelah bosan dengan itu, Ruby melepaskan pelukan nya.


Cupp,,Cupp,,Cupp, Ruby mengecup wajah Edward, sudah lama dia tidak mengecup nya.


" Baby hentikan, gadis nakal". Ucap Edward menjauhkan wajahnya dari jangkauan Ruby sehingga ruby mengerucutkan bibirnya cemberut.


" kenapa cemberut hmm ?" Seru Edward melihat tingkah Ruby yang menurutnya begitu menggemaskan. Edward memegang tengkuk Ruby dan langsung mencium bibirnya begitu lembut, Ruby tersenyum kala Edward memberikan ciuman.


" maaf ". Ucap Edward kembali.


" Tidak honey, kenapa kau mudah sekali meminta maaf hmm !". Ucap Ruby menangkup kedua pipi Edward dengan tangan nya.


" Apapun untuk mu sayang, aku tidak masalah dengan itu, maaf,,maaf,,maaf ". Tutur Edward membenarkan rambut surai milik Ruby, tatapan matanya begitu lembut membuat Ruby begitu enggan untuk melihat ke arah lain.


" Cupp,,, sekali lagi terima kasih karena selalu berada di sisiku, aku mencintaimu honey dan akan tetap sama seperti itu ". Ucap Ruby berakhir dengan memeluk Edward kembali.


" ia ia ia tuan putriku yang menggemaskan, sekarang bagaimana dengan rencana mu itu apa perlu bantuan ku baby ?" Ucap Edward.













Salam Hangat dari Author


LIKE


KOMEN


SHARE


VOTE