Mafia Girls

Mafia Girls
MG EP 52



Alletta masih terdiam, bibirnya keluh untuk berbicara. Aza yang melihat Alletta terdiam, menganggap jika Alletta setuju. tanpa banyak berpikir ia mengambil peralatannya.


Pergerakan Aza membuat Alletta tersadar. ditatapnya Aza yang masih sibuk memilih senjatanya. susah jika Aza sudah bertekad seperti ini.


"Ayo" ajak Aza yang sudah memilih senjatanya. Alletta menghembuskan nafasnya berat dan mengangguk. mereka bertujuh langsung pergi menuju markas milik Albert.


Disisi lain Kennath sedang bersiap-siap untuk menyerang markas Albert, ia berencana untuk membunuh Albert malam ini juga. Malvin dkk ikut turut membantu Kennath.


Malvin membawa sebagian mafiosonya untuk menyerang markas Albert.


"Santai Ken" Ucap Azka menepuk bahu Kennath, Kennath hanya berdehem membuat Azka menghela nafas berat.


"Udah siap semuanya?" Tanya Gavin diangguki Arsha. Malvin mengumpulkan Mafiosonya untuk.memberitau taktik penyerangan. dua puluh menit Malvin menjelaskan dan para mafioso serta sahabatnya mengangguk paham.


...--------...


Alletta, Aza serta pengawal pribadi milik Alletta telah sampai didepan markas Albert. mereka bersembunyi dibalik pohon yang cukup besar. Alletta menyusun rencana, ia menyuruh Beomgyu dan Taehyun untuk menyerang area belakang, Yeonjun dan Huningkai sebelah kanan, Aza dan Soobin sebelah kiri, sedangkan Alletta akan menyerang diarea depan.


Memang sedikit beresiko jika mafia lain tau taktiknya. tapi bagi Alletta itu hanya hal kecil. baginya jika sudah melangkah maju pantang baginya untuk mundur.


"Sekarang" mereka berpencar keposisi masing-masing. Alletta mengeluarkan katananya dan langsung menebas setiap musuhnya yang mendekat.


Para mafioso Albert kocar-kacir mengambil senjatanya diruang senjata. kedatangan Alletta benar-benar membuat para mafioso Albert terkejut.


Taehyun dan Beomgyu juga sudah menyerang dari arah belakang. disusul Aza, Soobin, Yeonjun dan Huningkai yang langsung menebas orang yang menghalangi jalan mereka.


Alletta menyelusuri markas Albert menuju ruangan yang berisi Albert dan Bianca. Alletta langsung saja menendang pintu ruangan yang bertuliskan 'Leader'. Alletta melihat yang menjijikan menurutnya, bagaimana tidak! ia melihat jika Albert dan Bianca tengah melakukan hubungan intim.


Alletta berdecih melihat epreksi terkejut Albert dan Bianca. Bianca langsung menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut.


Albert terkejut melihat Alletta yang menggunakan jubah bertuliskan 'Leader The FOD'. bagaimana tidak! setaunya leader dari FOD sudah mati ditangannya. jika yang dihadapannya ini leader FOD, berarti ia salah membunuh.


"Albert Welston" Alletta berucap santai sembari duduk disofa yang ada diruangan itu.


"Kau salah jika mencari masalah denganku" Ucap Alletta santai tapi menusuk.


"Kau duluan yang mencari masalah dengan membawa kabur tahananku dan membunuh istriku" Sentak Albert membuat Alletta menatap tajam Albert.


"Tahanan?" Monolog Alletta mengepalkan tangannya.


"Yang kau bilang tahanan itu bagian dari hidupku" Bentak Alletta membuat Albert dan Bianca bergetar ketakutan.


"B-bagian hidup? anda jangan bercanda, tahanan saya itu bukan orang sembarangan" Bantah Albert membuat Alletta tersenyum miring.


"Perhatikan baik-baik, kamu pasti mengenalku" Ucap Alletta membuka topengnya, Bianca memelototkan matanya sedangkan Albert menelisik wajah Alletta yang tak asing.


"A-alletta" Ucap Bianca terbata-bata, sekarang giliran Albert yang memelototkan matanya sembari mengepalkan tangannya kuat.


"Kau" Tunjuk Albert, Alletta menaikkan sebelah alisnya "Kau anaknya Delon" Sambung Albert membuat senyum Alletta tercetak.


"Benar sekali" Alletta menjentikkan jarinya "Apa kabar uncle ups... pembunuh keluargaku" Senyum dibibir Alletta luntur, Alletta bangkit dan mendekat kearah Albert.


"Bagaimana rasanya hidup enak setelah membunuh ayah dan kedua abangku?" Alletta berhenti tepat didepan Albert "Oh, hayy Bianca. ganti haluan kah? setelah ibumu kubunuh, kau malah menjadi pemuas ***** ayahmu" Sambung Alletta dengan tatapan mengejek ia arahkan ke Bianca.


"Ck ck, miris sekali" Decak Alletta sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. sedetik kemudian ia menusuk perut Albert dengan pisau yang ia bawa.


"Yeay, gimana? kau kesakitan atau" Gantung Alletta "Mau kutambah?" Tawar Alletta, Albert menatap tajam Alletta sembari menekan lukanya.


Brak!


Alletta membalikkan tubuhnya saat mendengar jika ada benda yang terjatuh. Alletta juga sudah menodongkan pistolnya kearah pintu. tak lama terlihat ada beberapa orang yang masuk membuat Alletta, Bianca dan Albert terkejut.


Malvin!


Orang yang masuk kedalam ruangan itu adalah Malvin dkk, terlihat dari jubah yang dikenakan bertuliskan 'Leader Of White Tiger'.


Malvin seketika menghentikan langkahnya saat melihat Alletta. Kennath, Gavin, Azka dan Arsha juga tak kalah terkejutnya melihat Alletta.


"Al" Malvin tanpa sadar memanggil nama Alletta membuat Alletta menurunkan pistolnya.


"Lo" Ucap Azka terjeda, ia masih tak percaya jika Alletta adalah Leader dari The Feniks. ia tau karna melihat jubah yang dipakai oleh Alletta.


"Ngapain?" Tanya Alletta setelah beberapa menit terdiam.


"Gue mau bunuh dia" Jawab Kennath dingin sembari menunjuk Albert yang masih mengepalkan tangannya.


"Membunuh saya?" Tunjuk Albert pada dirinya sendiri "Jangan mimpi!" Lihatlah! nyawa sudah diujung kematian masih saja belagu.


"Heh, udah tua lagi luka juga masih aja songong" Sungut Azka, Albert tertawa hambar dan mencoba mendekat kearah Malvin dkk.


Alletta menghadang jalan Albert membuat langkah kaki Albert terhenti.


"Maju gue bunuh" Datar Alletta dengan pistol ditangannya. Albert mengetatkan rahangnya, pasalanya pistol miliknya tengah dirakit oleh asistennya. sudah pasti jika Albert sekarang tak membawa pistol untuk menyerang Alletta.


Sedangkan Bianca dengan tak tau malunya bangun dan mendekat kearah Malvin. tubuh Bianca polos tanpa sehelai benang pun membuat Malvin dkk memalingkan pandangannya.


"Malvin" Ucap Bianca ketika berada tepat didepan Malvin.


"Minggir" Usir Malvin tanpa melihat Bianca. Binca menggelengkan kepalanya.


"Aku bisa jelassin, ak-aku dipaksa Vin" Bianca hendak memegang tangan Malvin tapi buru-buru Malvin menepisnya.


"Penjelasan lo nggak berguna" Ucap Malvin pergi mendekatti Alletta. Bianca menatap Malvin dengan air matanya yang membasahi pipi.


"Al" Ucap Malvin membuat Alletta menatapnya, kedua manik mata Alletta bersitatap dengan manik mata Malvin "Nggak bener kan?" Tanya Malvin menyentuh jubah Alletta.


"Kan gue udah bilang, kalo lo jangan suka sama gue. sekarang lo tau gue siapa kan?" Ucap Alletta dengan pertanyaan, Malvin menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Kenapa harus lo Al?" Tanya Malvin.


"Gue nggak tau" Jawab Alletta singkat, mata Alletta mengarah pada Bianca yang hendak memeluk Malvin dari belakang. Alletta dengan gesit menarik tangan Malvin kebelakang tubuhnya membuat langkah Bianca terhenti.


"Minggir lo Al" Pinta Bianca, Alletta tersenyum miring menatap Bianca.


"Nggak punya malu lo? Oh iya, lo aja nggak malu mempertunjukkan tubuhmu keorang-orang" Ucap Alletta pedas, ucappan Alletta membuat Bianca malu dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Kennath menghampiri Albert, tatapan mata yang tajam dan dingin ia keluarkan saat menatap Albert.


"Kau harus merasakan apa yang pacar saya rasakan" Ucap Kennath dan menyerang Albert, Albert dengan sigap menangkis semua serangan Kennath. jadilah mereka bertarung, tak bisa dipungkiri jika Albert lebih hebat dari Kennath. tapi rasa sakit hati dan kehilangan didiri Kennath membuat ia mengeluarkan bakat yang tak pernah ia tunjukkan.


Kennath dengan lihai menggoreskan pisau ditubuh Albert dengan sangat lembut tapi mematikan membuat Albert lengah dan Kennath langsung menendang tulang kering Albert.


Albert jatuh dengan memegangi kakinya yang terasa sakit, sangat sakit. Kennath tersenyum penuh kemenangan dan menghampiri Albert.


Alletta membius Bianca dan langsung mendekat kearah Albert. rencananya kacau! ia ingin membunuh Albert dengan tangannya sendiri.


"Biar gue yang urus" Ucap Alletta saat Kennath ingin menebas kepala Albert. sontak pergerakan Kennath terhenti dan Kennath menatap Alletta dengan tatapan dingin.


"Kenapa?"


.


.


.


.


Hayy!


Jangan lupa Like, komen dan Vote.😘


Stay Healthy.


Happy Reading.