
Tak
Tak
Tak
Suara langkah kaki milik Alletta memecah keheningan yang berada diruang penyiksaan. Nesa yang mendengar itu menelan susah payah salivanya.
Alletta datang dengan wajah datar miliknya, ia sama sekali tak memakai topeng atau masker untuk menutupi wajahnya. Alletta mendekat kearah Nesa yang mengenaskan. kulitnya melepuh membuat senyum miring terpampang jelas diwajah Alletta.
"Gimana? bagus bukan permulaannya" Alletta berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Nesa yang tengah berada dilantai.
Nesa menatap tajam Alletta, ia hendak menarik tangan Alletta tapi buru-buru Alletta menendang tangan Nesa.
"Let's start game" Bisik Alletta ditelinga Nesa. ia bangun dan mengambil pistol miliknya. ia arahkan pistol itu kekaki Nesa dan,
Dorr
Dorr
Dorr
Tiga peluru bersarang dikaki Nesa membuat Nesa berteriak kesakitan. Alletta mengganti pistolnya dengan pisau kesayangannya. Alletta mendekat kearah Nesa yang kesakitan dan menggoreskan pisaunya dipipi Nesa.
Sret
"Akh" Teriak Nesa, Alletta menyanyat pipi Nesa yang satunya lagi membuat Nesa berteriak.
"Katanya istri dari Albert, kok lemah?" Dingin Alletta menyanyat kedua tangan Nesa.
"LEPASKAN AKU, DASAR ANAK ******" Alletta menusuk lengan Nesa saat Nesa mengatainya anak ******, ia marah karna Nesa juga ikut menghina ibunya. Alletta mengambil cambuk dan dengan brutal ia mencambuk tubuh Nesa.
Darah segar milik Nesa mengenai tubuh Alletta tapi Alletta tak perduli. Nesa terus berteriak tapi Alletta seolah menutup kedua telinganya.
"Apakah sakit?" Nesa mengangguk saat Alletta bertanya.
"ITU TAK ADA APA APANYA DIBANDINGKAN APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADA KELUARGAKU" Teriak Alletta menggema diruangan itu. mata Alletta memerah dan ia mengambil pisau dan memotong jari-jari Nesa.
Tak
Tak
Tak
Alletta memotong tangan Nesa santai bak memotong sayuran.
"ITU KARNA IBUMU YANG MENGAMBIL ORANG YANG AKU SAYANGI" Teriak Nesa membuat Alletta tertawa sinis.
"Mengambil?"
"BUKAN IBUKU YANG MENGAMBIL TAPI CARAMU SAJA YANG MEMBUAT AYAHKU JIJIK DENGANMU" Teriak Alletta didepan wajah Nesa.
"CARAMU UNTUK MENDAPATKAN AYAHKU SUNGGUH KOTOR, MANA MUNGKIN AYAHKU AKAN MENYUKAI SEONGGOK SAMPAH SEPERTI MU"
"Bahkan sebuttan 'sampah' masih terlalu bagus untukmu" Selepas mengatakkan itu, Alletta menebas kedua tangan dan kaki Nesa.
"KAU IBLIS" Pekik Nesa meringis kesakitan.
"Aku memang iblis" Alletta menebas kepala Nesa membuat Nesa kehilangan nyawanya saat itu juga. Alletta juga memotong tubuh Nesa.
"Bungkus tubuh dan kepala dia, kirimkan kemarkas Albert dan cantumkan nama mafiaku" Ucap Alletta pada Faris, Faris menganggukkan kepalanya paham dan menyuruh para mafioso untuk membungkus Nesa.
Alletta pergi untuk membersihkan tubuhnya.
🍀🍀🍀🍀
Tepat tengah malam Kayla terbangun, ia bingung dengan sekitarnya. Kayla mendudukkan tubuhnya dan meringis saat tubuhnya terasa sangat sakit. tapi Kayla tak mengaduh dan menangis. ia duduk dan menamati sekelilingnya.
Senyum manis tercetak dibibirnya saat melihat teman-temannya yang tertidur diruangannya. ia tak melihat kedua orang tuanya. hatinya sakit tapi ia tepis itu. rasa bencinya lebih besar daripada rasa sayangnya.
Kayla bangkit dan berjalan keluar untuk jalan-jalan. lorong rumah sakit milik Alletta sunyi karna jam sudah menunjukkan pukul 00:20. Kayla tertarik dengan salah satu pintu yang ia kira ruangan salah satu pasien.
Kayla membuka pintu itu dan melihat Nathan yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan celana boxer, bertelanjang dada dan rambut yang basah. Kayla menelan susah payah salivanya saat melihat perut Nathan yang mempunyai eigth pax.
Nathan yang merasa diperhatikan menoleh dan terkejut melihat Kayla yang terdiam dipintu ruang kerjanya. memang Alletta menyediakan kamar mandi disetiap ruangan para dokter.
Refleks Kayla menutup pintu membuat ia sedikit oleng dan terjatuh. dengan sigap Nathan menangkap tubuh Kayla sehingga Kayla tak terjatuh didinginnya lantai.
Pandangan Nathan dan Kayla bertemu, lama mereka bertatapan. wajah mereka sangat dekat hingga mereka bisa merasakan nafas keduanya. Kayla bisa mencium bau alkohol dari Nathan.
Nathan memang tadi meminum alkohol saat ia bosan. pandangan Nathan turun menatap bibir mungil Kayla. tanpa sadar Nathan mendekatkan wajahnya membuat Kayla menutup matanya.
Nathan mengabsen setiap inci didalam mulut Kayla. ia sedikit kesal karna Kayla tak membalas ciumannya. Kayla sendiri bingung bagaimana caranya berciuman sebab ini ciuman pertamanya. tangan kanan Nathan menekan tekuk Kayla dan tangan kirinya berada dipinggang Kayla merapatkan posisinya dengan tubuh Kayla.
Kayla bisa merasakan air yang menetes diwajahnya. tubuhnya dengan Nathan sangat dekat membuat Kayla tanpa sadar mengalungkan tangannya dileher Nathan. perlahan ia membalas ciuman Nathan dari apa yang ia tonton dari Lily lewat drakor.
Nathan ******* lidah Kayla dan Kayla membalasnya. Kayla menepuk dada Nathan saat ia kehabisan nafas. Nathan melepaskan ciumannya dan mengambil nafas diikuti Kayla.
Wajah Kayla memerah dan itu terlihat lucu dimata Nathan. Nathan memeluk tubuh Kayla membuat Kayla terkejut. Nathan menyimpan kepalanya diceruk leher Kayla dan menghirup aroma tubuh Kayla yang beraroma khas bayi. Kayla sangat suka dengan hal-hal yang berbau bayi sehingga ia memakai sabun, shampoo dan parfum bayi.
Kayla juga bisa menghirup aroma tubuh Nathan yang beraroma mint. Kayla membalas pelukannya dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Nathan. tinggi badannya jauh lebih pendek dari tinggi badan Nathan. Nathan memiliki tinggi 190 cm. sedangkan dirinya hanya 159 cm membuatnya terlihat imut.
'Firts kiss gue' Batin Kayla.
🍀🍀🍀🍀
Sofa terbangun saat cahaya matahari begitu menusuk matanya. ia bangun dan melihat kearah Kayla yang masih sama seperti kemarin. ia tak tau jika Kayla sudah sadar dan hanya tertidur.
Sofa masuk kekamar mandi. ia membawa seragam untuk kesekolah. tak lama Sofa keluar dengan seragam melekat ditubuhnya. Sofa menatap bingung kearah jendela yang terbuka, seingatnya jendela itu tak terbuka tadi.
Sofa mendekat dan mendapati ada surat disana. ia membuka surat itu lalu membacanya.
'I'm back baby'
Sofa mengernyit tak paham dengan tulisan yang ada disurat itu. ia membuang surat itu dan membangunkan Aza, Lily, Eline dan Stepanie.
*
*
Selama pelajaran berlangsung Sofa merasa cemas. tak tau kenapa perasaannya tak enak. Sofa menatap kearah Kennath yang fokus mendengarkan penjelasan pak Bambang. Sofa diam-diam mengambil gambar Kennath dan tersenyum.
'Gue harap ini cuma perasaan gue aja' Batin Sofa tersenyum menatap Kennath.
Stepanie menatap Arsha yang mengobrol pelan dengan Azka. Stepanie tersenyum manis melihat Arsha yang terkekeh pelan.
'Kapan lo tau kalo gue suka sama lo Ar' Batin Stepanie. Aza memasukkan permen kedalam mulutnya secara diam-diam. ia malas dengan penjelasaan pak Bambang yang panjang dan tak ada habisnya.
Ia melirik kearah bangku Gavin dan melihat Monika yang memaksa Gavin untuk menerima bekal darinya. Aza tersenyum miring saat telinganya mendengar apa yang dikatakan oleh Monika.
"Aku bikin sendiri loh Gavin, terima ya"
Aza mencibir perkataan Monika.
"Bikin sendiri dari hongkong, orang beli dipertigaan" Memang tadi saat Aza berangkat ia melihat Monika yang membeli makanan dan ditaruh didalam wadah bekal yang sekarang tengah Monika kasih ke Gavin.
Dengan sengaja Aza berdehem membuat pak Bambang menoleh.
"Ada apa Za?" Tanya pak Bambang.
"Keselek pak" Ucap Aza.
"Kamu makan?" Ucap pak Bambang meninggi.
"Bukan saya pak, orang lain kalik. tuh lihat Monika bawa bekal" Ucap Aza menunjuk kearah bekal yang dibawa Monika. bekal tersebut sudah terbuka membuat pak Bambang naik pitam.
"Kamu Monika, kamu makan dikelas saya" Monika melotot.
"Enggak pak" Bantah Monika menatap tajam Aza.
"Terus kenapa bekal kamu terbuka"
"I-itu" Bingung Monika.
"Sudah kamu keluar dari pelajaran bapak" Monika menatap sengit Aza, Aza menjulurkan lidahnya mengejek. Monika keluar dengan menghentak-hentakkan kakinya.
.
.
.
.
Hayy!
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Stay Healthy.
Happy Reading.