
" Lalu bagaimana dengan Edward ? apa kau juga mencari datanya Vin ?". Tanya Ronald penasaran sekali dengan Edward dari awal mereka bertemu tapi Ruby dan Edward terus saja bungkam.
" Tidak, datanya begitu kuat terkunci sampai aku begitu menyerah mencari datanya ". Keluh Revin karena baru pertama kalinya dirinya gagal meretas data seseorang.
" Siapa di balik semua ini, aku benar-benar penasaran !". Ucap Revan. " Apa kau sudah mencari yang bermarga Lucifer di Irlandia itu vin ?". Lanjut nya, dia ingat jika Edward pernah mengatakan jika dirinya bermarga Lucifer.
" Lucifer !". Seru Kake Han mengerutkan kening nya dan wajah nya berubah sendu.
" Apa yang kau maksud marga Lucifer yang berada di Irlandia itu Van ?". Tanya Kake Han begitu penuh penasaran.
" benar ke, ada apa ? apa kau mengenal nya ?". Ucap Ronald ikut berbicara.
" Kakek mengenal nya, sangat mengenal mereka bahkan kami sudah seperti saudara dan kami saling menyayangi tapi tuhan lebih menyayanginya, dia lebih dulu meninggal dan tidak lama ini kakek melihat informasi global jika anak nya pun meninggal beserta keluarganya ! kakek sudah lama tidak berkunjung ke makan teman kakek karena keadaan tidak memungkinkan ".
Tutur kakek Han begitu sendu membayangkan begitu naas nya kematian anaknya dan juga cucu nya. Kakek Han tidak pernah tahu bagaimana wajah dari cucu teman nya itu, pada saat pertama kali dirinya bertemu dengan Edward pun dia tidak akan tahu bahwa Edward adalah cucu dari teman nya itu.
" Lalu siapa Edward ? kenapa marganya sama dengan teman kakek ? Apa ada banyak yang bermarga Lucifer di sana ?". Ucap bingung Revin membuat semua nya berpikir keras.
" Entahlah, kita ikuti saja alurnya selama itu tidak membahayakan adik kita, semuanya tidak masalah ". Ucap Revan menyudahi pembahasan mengenai hal itu.
" Oh iya kak, aku dengar Leo sedang membangun perhotelan di ujung pantai dan itu bekerja sama dengan Mafia Red Pheonix ! kau pasti tahu kan Mafia no.1 itu ?". Tutur Revin merubah pembahasan.
" Apa kau pikir kaka bodoh, mafia terbesar seperti itu bagaimana tidak tahu ! semua orang tahu dan semua orang takut kepada mereka apalagi mereka yang tergabung dalam sebuah organisasi seperti itu".
" Sshhh kaka benar-benar terkejut jika Leo pemimpin Mafia no.2 yang begitu di takuti oleh semua orang setelah Mafia Red Pheonix ". Ujar Revan tidak akan pernah menganggap remeh Leo dan Sehalio setelah mendengar jika dia adalah pemimpin mafia itu, Revan lebih bermain saja demi kelangsungan hidup nya dan juga keluarganya.
" Edward pun tahu siapa Leo sebenarnya sebelum diriku, dia begitu pintar dalam semua hal ! Walau hal sekecil apapun dia begitu lihai mencari informasi seperti sudah terlatih ". Ucap Revin begitu bangga tapi terselip sedikit rasa penasaran.
Mungkin jika mereka tahu jika Ruby di balik hebatnya orang-orang termasuk Edward. Ruby yang melatih mereka semua dan juga Ruby pemimpin tertinggi di dalam Mafia Red Pheonix dan Ruby pula Presdir di perusahaan LU'AN COMPANY betapa akan terkejutnya mereka, Ruby adik kesayangan mereka adalah seorang monster kecil.
***
" Dad aku pulang ". Teriak David menggelegar seisi ruangan, tidak ada Ruby giliran david yang berteriak setiap pulang ke rumah. Semua pekerja di mansion itu hanya bersiap menenangkan jantungnya dan juga menutup telinganya jika tuan muda nya itu pulang.
" Berisik, bisa tidak jangan teriak-teriak ! sakit telinga aku ". Sentak Savira hendak menuju dapur.
" Yaelah kak, adik nya pulang bukan nya di sambut dengan pelukan malah di marahin ! Kaka macam apa kau ini ". Ujar David protes dengan reaksi Savira.
" Apa itu muka, jijik aku liatnya ". Seru Savira melanjutkan langkah nya ke dapur.
" Dasar tidak berprikemanusiaan, mimpi apa aku semalam dapat kaka yang galak seperti itu, haihhhh !!". David tidak langsung menuju kamarnya, dia beristirahat di sofa ruang keluarga di sana sembari men selonjor kan kaki nya.
" Minumlah !". Savira menyodorkan segelas air putih kepada David, david meraih nya dan langsung meneguknya sampai habis.
" Thanks you ". Ucap David berseri.
" Dari mana saja kamu Dev, kenapa beru pulang ? apa pekerjaan di perusahaan begitu menumpuk sampai kau lupa arah jalan pulang ?". Ucap Savira.
" Iya Dev, kau kemana saja sampai tidak pulang 2hri ini ! jangan berbohong kepada kami dengan alasan pekerjaan yang menumpuk di perusahaan, semua itu kita tahu bohong belak, kau bisa membohongi daddy tapi tidak dengan kita ". Seru Brayn yang baru saja tiba, Rayzen terlihat sedang menuruni tangga sesekali menguap.
" Aku tidak berbohong kak, ada proyek bersama beberapa perusahaan besar ! Kau tanya saja Zen jika tidak percaya ". Bantah David mencari alasan yang memungkinkan mereka percaya.
" Zen asisten baru kau kah Dev ? ". Ujar Rayzen.
" Iya kau benar kak ". Jawabnya singkat.
" Dimana Daddy ? apa dia marah kepadaku ?". Tanya David merasa bersalah karena meninggalkan rumah cukup lama.
" Dia sedang istirahat, kau lihatlah dia ! jika tidak ada mungkin di ruang kerjanya". Ucap Savira menyuruh David pergi melihat Daddy nya.
" Oke, kalau gitu aku ke atas dulu ! ". Seru David berlalu dari sana.
" Apa kalian tidak curiga dengan David ?" Ucap Rayzen berubah bermode serius, Brayn dan Savira menganggukkan kepalanya.
" Apa yang sebenarnya dia kerjakan ? kita memang tahu jika dia sedang sibuk mengerjakan proyek besar dan daddy pun mengerti itu tapi kenapa gue rasa ada yang janggal dengan sikap nya itu !". Serunya lagi berpikir keras, mereka bertiga terdiam dengan pikiran nya masing-masing penasaran dengan apa yang dilakukan david selain bekerja di perusahaan dan dia pun sedikit penasaran kepada Zen asisten baru dari David itu, mereka tidak tahu jika Zen adalah tangan kanan Edward di mafianya yang berada di Jerman.
tok,,,,tok,,tok,,
" Dad ini aku ". Panggil David sembari mengetuk pintu seolah meminta izin dirinya untuk masuk.
David membuka pintu kamar Daddy Jakson tapi saat pintu terbuka dirinya tidak mendapati daddy nya di sana, di kamar mandi nya pun tidak ada. David beralih mengunjungi ruang kerja milik daddy jakson yang pada akhirnya David melihat daddy nya sedang bergulat dengan berkas si mejanya.
" Dad ". Panggil David seraya mendekati Daddy nya.
" Sudah sore, kenapa kau terus bekerja ! biar aku yang mengurus nya, ayo kau istirahatlah ". Ucap David tapi tidak ada jawaban dari Jakson seolah di anggap angin lalu tapi sesekali jakson menoleh ke arah David.
" Dad, maaf ". Ucap David yang langsung mendapat jeweran telinga dari Jakson.
" anak nakal, masih ingat jalan pulang Hah !". Seru nya tidak melepaskan tangan nya dari telinga David.
" aw sakit dad, kaka tolong aku ". Teriak David mengundang tawa dari Savira yang begitu puas melihat David meringis kesakitan, Savira berniat memberikan air kepada daddy nya tapi dia menyaksikan hal yang sangat menyenangkan.
HAHAHAHAHAH
" Rasakan itu sendiri ". Ujar nya menyimpan gelas berisi air dan berlalu pergi dari sana.
" Dad sakit, maaf ya ya ya ! ayolah lepaskan aku ". Keluh nya memegang tangan Daddy nya.
" Tidak mengulang lagi, kalau tidak akan ku buang kau ke laut barat sana ". Ancam Jakson langsung melepaskan jeweran nya.
" Iya iya , tidak lagi ". David mengusap-usap telinganya yang kian memerah.