
"Selamat pagi anak-anak" Sapa guru yang baru saja masuk kedalam kelas.
"Pagi bu" Balas murid-murid yang berada didalam kelas.
"Hari ini kita kedatangan murid baru" Ucap Bu najwa, wali kelas Aza sebelummya mengambil cuti dikarenakan sedang hamil. masih ingat kan? Bu tata sang guru bk dan wali kelas Aza.
Sontak kelas riuh dengan pekikan suara yang didominasi suara perempuan. biasa kaum hawa.
"Murid barunya satu apa dua Bu?"
"Cewek apa cowok bu"
"Mau kembar"
"Sudah sudah" Ucap Bu najwa menenangkan muridnya itu.
"Kamu, silahkan masuk dan perkenalkan diri kamu" Perintah Bu najwa, tak lama seorang laki-laki bertubuh tegap masuk kekelas. pekikan dari kaum hawa kembali terdengar saat melihat wajah tampan murid baru itu.
"Hay, perkenalkan nama gue Refan Sanjaya, panggil aja Refan" Ucap Refan, jika kalian masih ingat. Refan ini tangan kanan Malvin di White Tiger.
"Buset, kok gue nggak tau kalo si curut itu pindah kesini?" Tanya Arsha bingung. biasanya jika ada anak White Tiger yang pindah sekolah di Sma QHIS, akan laporan.
"Jangankan pindah sekolah, tau Refan sekolah aja gue nggak tau" Tambah Azka.
"Refan kamu duduk disebelah Monika, Monika angkat tangan" Pinta Bu najwa pada Monika. Monika dengan malas mengangkat tangannya, Refan yang melihat itu melangkah mendekat dan duduk disamping Monika.
"Geser sana lo, jangan deket-deket" Suruh Monika.
"Siapa juga yang mau deket-deket elo" Ucap Refan menggeser kursinya.
"Bagus kalo gitu" Balas Monika melanjutkan acara memandang Gavin yang sempat tertunda tadi. Refan mengikuti arah pandang Monika dan menaikkan satu alisnya.
"Suka sama Gavin nih tante?" Batin Refan.
"Anjr, dapet tempat duduk sama cabe kiloan si Refan" Kekeh Arsha pelan, ia juga sempat melihat Refan yang sedang berbicara dengan Monika dan setelah itu Refan menggeser kursinya.
"Apes Refan, kagak beruntung" Sahut Azka.
Sedangkan Gavin tak bisa fokus mendengarkan penjelasan Bu najwa. sedari tadi pikirannya memikirkan Aza yang tak masuk sekolah. ntah apa alasannya tak ada satupun teman kelasnya yang tau.
...*****...
"Al, kamu kesekolah aja nggih, Aza biar mommy yang jagain" Pinta Kinan yang baru masuk kedalam.kamar Aza, dikedua tangannya ada nampan yang berisikan semangok bubur dan segelas air putih.
Alletta menggeleng sembari berdiri dan mengambil alih nampan yang dibawa Kinan.
"Enggak mom, biar Al aja, mommy kan juga sibuk ngurus perusahan mommy dan daddy yang udah beralih ketangan mommy" Ucap Alletta.
Memang seluruh harta milik Kinan dan Delon sudah kembali ketangan Kinan dan rencananya Kinan akan segera mengadakan konferensi pers untuk memberitau seluruh dunia bahwa ia masih hidup.
"Sesibuk-sibuknya mommy juga, mommy bakal lebih pentingin kamu sama Aza" Ujar Kinan mengompres dahi Aza yang panas.
"Iya mom, Alletta mau ngurus beberapa berkas dulu habis itu nanti kesini lagi" Alletta meletakkan nampan diatas meja yang berada disamping tempat tidur Aza, Kinan mengangguk.
"Hati-hati Al" Ucap Kinan, Alletta mengangguk dan keluar dari kamar Aza. Kinan menaikkan sedikit selimut Aza, diusapnya pipi Aza lembut.
Flashback On.
Aza yang baru sampai dirumah langsung masuk kedalam kamarnya, tak memperdulikan sapaan mbok jum yang berada didekat pintu.
Aza menutup pintu kuat, ia melemparkan tasnya kesembarang arah. Aza membuang seluruh make up yang ada dimeja riasnya, Aza mengobrak-abrik seluruh isi kamarnya.
Kamar yang semula rapi dan bersih kini berantakan. pandangan Aza tertuju pada bingkai foto yang ada dibawah lantai, Aza mengambilnya.
"Kenapa?" Tanya Aza yang entah ditujukan pada siapa.
"Kenapa kalian kayak gini!?" Ucap Aza membanting kuat bingkai foto itu yang berisikan foto ia dan teman-temannya. air mata Aza mengalir deras diikuti tubuhnya yang luruh kelantai.
Lumayan lama Aza menangis seraya memeluk tubuhnya dan bangkit menuju meja riasnya. tanpa babibu ia langsung meninju kaca membuat kaca itu hancur berkeping-keping.
Darah segar mengalir dijari-jari Aza, serta serpihan-serpihan kaca yang pecah mengenai kaki Aza membuat darah keluar. Aza sama sekali tak memperdulikan lukanya, ia mengedarkan pandangannya keseluruh sudut ruangan kamarnya.
Pandangan Aza berhenti tepat pada foto besar yang ada didinding. senyum gentir Aza terbit, cape! satu kata yang mendefinisikan Aza sekarang. ia sudah lelah dengan hidupnya ini.
Tak lama kaki jenjang Aza berjalan menuju ke arah balkon kamarnya. Aza menaiki pagar pembatas balkon dan ingin melompat.
"Aza kangen eomma" Batin Aza memejamkan matanya dan terjun dari sana. tapi tangan seseorang dengan cepat menggapai tangan Aza yang membuat ia bergelantungan dibalkon kamarnya.
"Lo gila Za?!!!" Sentak Alletta, ia berusaha menarik tangan Aza.
"Enggak Al, gue mau ketemu eomma" Ucap Aza.
"Tapi nggak gini caranya Aza, kalo mau ketemu eomma yh kunjungan kemakam eomma" Seru Alletta saat sudah berhasil menarik Aza dari pagar pembatas balkon Aza.
Aza memeluk tubuh Alletta dan menangis sesegukan.
"Eomma" Lirih Aza dipelukan Alletta, Alletta membalas pelukan Aza dan mengelus pelan punggung Aza. Aza langsung pingsan saat itu.
Flashback off
Jadilah Aza tak masuk sekolah hari ini dan Alletta, ia tidak sekolah karna tidak ingin bertemu Malvin.
"Mommy?" Suara Aza membuat Kinan menoleh, Kinan tersenyum dan menghampiri Aza.
"Sayang udah bangun" Ucap Kinan, Aza mengangguk dan melihat sekeliling kamarnya yang sudah rapi.
"Sekarang jam berapa mom?" Tanya Aza bangun dan handuk kecil jatuh dari dahinya.
"Jam delapan lebih, kamu nggak usah sekolah dulu" Jawab Kinan saat melihat raut wajah Aza yang berubah saat ia mengatakan jika sudah jam delapan.
"Sarapan dulu ya?" Ucap Kinan, Aza mengangguk dan Kinan mengambil bubur, dengan telaten Kinan menyuapi Aza.
...*******...
"Aza kenapa nggak masuk ya hari ini?" Tanya Eline bingung, tak biasanya Aza tak mengabari jika tidak masuk sekolah.
Mendengar Eline mnyebut nama Aza membuat Stepanie menggebrak meja kantin keras, perbuatannya barusan menarik perhatian anak-anak lain yang sedang dikantin.
"Kagak usah nyebut nama dia bisa nggak?" Ketus Stepanie, napsu makannya mendadak hilang saat Eline menyebut Aza.
"Emangnya kenapa sih Step? kan Aza juga temen kita" Balas Eline tak terima, apa-apaan?!
"Lo ada dipihak siapa? lo bela gue apa Aza?".Tanya Stepanie, mendengar pertanyaan Stepanie membuat darah Eline mencuat.
"Step, lo yang punya masalah sama Aza. dan sebesar apapun masalahnya, lo nggak seharusnya ngomong hal barusan tau nggak?" Ucap Eline, Monika yang sedang masuk kedalam kantin menyunggingkan senyum lebar saat mendengar keributan yang berasal dari meja Malvin dkk.
"Bulshit lo" Sentak Stepanie berdiri. Eline juga ikut berdiri membuat suasana dikantin tegang. bagaimana tidak? semua orang tau sebesar apapun masalah yang ada dipertemanan Aza dkk, mereka tak pernah berantem atau adu muluy seperti ini.
Prok prok prok
.
.
.
...Jangan lupa mampir!...
...Happy Reading...