
Hari di mana usia Nameera bertambah telah tiba, Ruby sudah merencanakan segalanya dengan sangat mantap, Luis dan juga Edward hanya sedikit membantu, karena Ruby melarang nya jika mereka berdua membantu nya lebih dalam.
Revan maupun yang lain nya tidak mengetahui apapun rencana dari Ruby, termasuk mommy nya karena itu lah rencananya, sedikit orang yang tahu itu lebih baik menurut Ruby dan supaya tidak mencurigakan.
Luis pun bertingkah seperti pada biasanya, untuk tidak mencurigakan, dia benar-benar tidak menunjukkan reaksi apapun dan itu sangat berhasil. Kakek Han masih berada di mansion Ruby, awalnya seminggu lalu kakek Han berencana untuk pulang karena pekerjaan yang di sana sedang menunggu, tapi Ruby mencegahnya dengan alasan dia masih merindukan kakek Han dan itu sangat berhasil.
Acara akan dilaksanakan di dalam gedung megah tengah kota di Jerman, semua undangan telah di sebar oleh Ruby di bantu oleh Maxim, key dan juga Alex. Para tamu undangan bukan lah orang biasa-biasa, Ruby menginginkan pelaksanaan nya begitu sakral dan juga meriah tanpa pengacau maka dari itu Ruby memperketat keamanan nya, bukan oleh orang lain melainkan oleh para mafioso yang bergabung dalam divisi keamanan yang sudah tidak lagi bisa di sebut keamanan biasa.
Mereka semua orang terlatih yang di datangkan langsung dari Irlandia dan di bantu oleh divisi lain yang berada di Jerman.
" Apa semuanya sudah selesai baby ?". Tanya Edward mengecup singkat kening Ruby.
" Sudah, semuanya sudah siap ! kak, aku ingin semuanya lancar tidak ada hambatan apapun karena ini bukan hanya perayaan ulang tahun mommy tapi juga perayaan ulang tahun perusahaan RA COMPANY ". Ucap Ruby melangkah kan kakinya mendekati kursi yang ada di ruang kerja Edward dan Edward pun mengikutinya dan langsung duduk di samping Ruby.
" Ulang tahun perusahaan ? Apa kak Revan dan kak Ronald sudah tahu ? ". Seru Edward baru mengetahui rencana lengkap dari kekasih nya itu.
" Belum, rencana nya malam ini aku akan memberitahu mereka ". Ujar Ruby dengan reaksi yang begitu biasa saja tapi tidak halnya dengan Edward yang geleng kepala dengan tingkah Ruby, bagaimana Ruby menganggap enteng semua hal, Edward berpikir ini semua sangat membuatnya terkejut.
" Baby, apa kau yakin dengan semuanya ? semuanya harus siap dengan matang, perayaan seperti ini bukan lah main-main ! waktunya pun tidak cukup untuk mengundang semua rekan-rekan bisnis dari perusahaan termasuk pem bisnis yang berada di sini, tidak hanya itu, biasanya tidak hanya seorang pem bisnis yang di undang tapi dari kalangan di luar profesi juga ". Tutur Edward memijit keningnya benar-benar tidak habis pikir dengan kekasihnya ini.
" Apa kau percaya kepadaku honey kalau semuanya sudah selesai tinggal perayaan nya saja ? Semua itu sudah aku urus dan sekarang waktunya memberitahu ka Revan dan juga ka Ronald dan itu aku tugaskan kepadamu ". Senyum Ruby memainkan kancing kemeja Edward dan membenamkan kepalanya di dada bidang milik Edward.
" Ssshhh kau ini benar-benar ". Gemas Edward mencubit pipi Ruby. " Pantas saja kau mendatangkan mereka dari sana ". Ujar Edward mengacak-acak rambut Ruby.
hehehehhehe !!
Ruby hanya cengengesan mendengar ujaran dari Edward. " Jika sudah seperti itu mungkin mereka semua akan berkunjung ke sini, aku merindukan mereka ". Ucap Ruby menekuk wajahnya menyembunyikan kesedihan nya karena rasa rindu.
" Sudahlah, jangan sedih seperti ini ". Tutur Edward menarik nya kembali ke dalam pelukan nya. " Sekarang pergilah ke kamarmu dan istirahatlah ". Edward menjauhkan tubuh Ruby seraya memegang kedua bahu Ruby dan membantunya berdiri.
" Jangan lupa memberitahu mereka !". Seru Ruby menutup pintu ruang kerja milik Edward.
" Dia benar-benar selalu mengejutkan ku ". Ucap Edward di saat tidak lagi melihat bayangan Ruby. Edward segera merapihkan semuanya dan berlalu pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya terlebih dahulu. Tidak lama Edward pun kembali keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang keluarga di mana mereka semua sedang berkumpul.
" Apa kalian sudah makan ? ". Tanya Edward bergabung dengan mereka.
" Sebenarnya apa yang sedang kau kerjakan Ed, kenapa kita lihat kau selalu sibuk ?". Sambungnya menyelidik.
" Tidak ada kak, aku tidak sibuk ! hanya saja aku sedang mempersiapkan sebuah perayaan yang akan di gelar besok malam ". Ucap Edward membuat semua orang seakan bertanya.
" Perayaan apa Ed, apa perusahaan tempat mu bekerja ?". Tanya Ronald. Kake Han terus saja memperhatikan Edward, selama berada di mansion ini kake han tidak terlalu memperhatikan wajah Edward karena dia jarang barada lama di mansion.
" Ed, apa sebelumnya kita pernah bertemu ? rasanya kakek tidak asing dengan wajah mu itu !". Ucap kakek Han tiba-tiba.
Edward cepat merespon. " Tidak kek, kita baru pertama kali ini bertemu dan aku pun baru mengenal kakek ! ". Jawab Edward lembut seraya tersenyum tapi di dalam hatinya pun begitu penasaran kenapa kakek han tiba-tiba bertanya seperti itu.
" Tapi rasanya kakek pernah bertemu dengan mu, di mana yah !". Seru nya berpikir memangku dagu nya.
" Ed, kau belum menjawab pertanyaan ku !". Ujar Ronald mengingatkan Edward dengan pertanyaan nya tadi.
" Perayaan ulangtahun perusahaan RA COMPANY akan di adakan di dalam gedung tengah kota besok malam ".
Pernyataan Edward membuat semua orang terkejut, pasalnya perusahaan itu adalah perusahaan yang mereka kelola sendiri tapi kenapa hal ini mereka sama sekali tidak tahu, terutama Ronald yang terbilang lebih dulu bekerja di sana tapi dia benar-benar tidak tahu dan dia tidak pernah bertanya kepada Ruby.
" Aa,,ppa maksudmu Ed ? kenapa mendadak sekali !" Seru Revan benar-benar seakan jantungan mendengar semua itu.
" ya itu maksud ku kak dan semuanya sudah tinggal perayaan nya, sudah siap dan undangan sudah di sebarkan kau tenang saja ". Tutur Edward.
" Bagaimana bisa ? apa kau sudah tahu mengenai perusahaan itu Ed ?". Rasa penasaran Ronald masih seperti belum terpecahkan.
" Aku tahu semuanya !". Seru Edward. " Apapun mengenai dirinya aku tahu dan tidak akan terlewatkan sedikit pun ". Sambungnya.
" Ruby sudah mempersiapkan semuanya, kalian bersiaplah ". Ujar Edward berdiri dan berlalu pergi dari sana.
" Apa maksud dia itu perusahaan terbesar yang akan mengadakan perayaan megah Van ?". Tanya kakek Han masih belum konek dengan pembicaraan mereka.
" Iya ke itu benar ". Ujar Revan
" Lalu apa hubungan nya dengan Ruby, kenapa dia yang mempersiapkan semuanya ? bukan nya ruby tidak bekerja di sana ? lalu kenapa kalian yang bekerja di sana malah tidak tahu ?". Tanya Kake Han tanpa jeda, membuat mereka yang akan menjawabnya selalu saja terpotong oleh pertanyaan kake nya.