
Pagi hari datang menggantikan malam. semua orang menjalani aktivitasnya masing-masing, Alletta memandang lekat dirinya sendiri dikaca kamarnya.
"Apakah harus hari ini?" Batin Alletta menghembuskan nafasnya. siap tak siap ia harus menanggung resikonya yang memang salahnya.
"Jika memang harus hari ini, tolong jangan benci Aza. dia nggak ada sangkut pautnya dengan ini" Batin Alletta lagi.
Alletta segera menghentikan aktivitasnya karna ini masih pagi dan ia tak mau menangis saat bayang-bayang mengerikan itu lewat dipikirannya.
"Alletta" Panggil Aza pas didepan pintu saat Alletta membuka pintu kamarnya. Alletta tak kaget dan menaikkan satu alisnya.
"Hah, orang batu es jadi susah kagetnya" Ucap Aza mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa?" Tanya Alletta membuat Aza menatapnya, Aza sedikit terkejut dengan nada datar milik Alletta. padahal Alletta biasa memakai nada itu jika berbicara tapi entahlah, Aza merasa ada yang tak beres saja.
"Kita berangkat sekolah bareng" Jawab Aza disambut gelengan oleh Alletta.
"Gue ada urusan" Selepas mengatakan itu Alletta jalan tanpa menghiraukan panggilan dari Aza.
"Tuh anak satu ngapa sih?!" Sungut Aza kesal.
...******...
Malvin dkk tiba disekolahan, mereka keluar dari mobilnya masing-masing dengan wajah khas milik mereka.
Wajah Malvin agak sedikit beda, bukan masalah ada memar atau apa tapi dari warna wajahnya. wajah Malvin lebih dingin dari biasanya dan ada sedikit luka yang Malvin tampilkan lewat matanya.
"Adoh kaki gue" Suara cempreng dari seseorang membuat perhatian Malvin dkk mengarah padanya. terlihat Aza sedang memegangi kakinya dengan wajah kesal.
"****** emang siAlletta" Sungut Aza lagi, bukan apa sebab ia tadi ingin berangkat bareng Alletta dikarenakan mobilnya yang sedang masuk bengkel. karna Alletta menolak jadilah ia berangkat pakai taksi, dan saat sampai ia tak sengaja terjatuh membuat kakinya luka.
Gavin menghampiri Aza, "Kaki lo kenapa luka?" Tanya Gavin membuat pergerakan Aza terhenti. Aza menatap Gavin yang sedang melihat kearah kakinya yang terluka.
Mimik muka Aza berubah dingin "Nggak papa" Balas Aza ketus. Aza hendak berlalu pergi meninggalkan Gavin dan melupakan kakinya yang terasa sakit.
Melihat itu Gavin dengan sigap menahan tangan Aza membuat Aza berhenti. Aza belum membalikkan badannya.
"Kenapa?" Tanya Aza menepis tanganya dari tangan Gavin.
Gavin tak menjawab, ia langsung menggendong Aza dan membawanya ke uks.
"Lepas" Sentak Aza memberontak, Gavin tak perduli dan berjalan menuju uks.
"Buset, WOY ITU TEMEN GUA" Pekik Eline saat melihat Gavin dan Aza.
"Kagak ilang kok Line, tenang aja" Ucap Azka membuat Eline menatap ia tak suka.
"Dih, apalo lo nyaut-nyaut" Sungut Eline ketus, ia segera berlalu pergi meninggalkan Stepanie yang menatapnya bingung, Malvin dkk juga menatap Eline bingung.
"Pms kalik" Celetuk Arsha. keempatnya mengangguk kecuali Malvin, ia langsung melangkah pergi meninggalkan teman-temannya. ia harus mencari Alletta untuk memastikan semuanya.
Arsha, Azka, Kennath dan Stepanie juga melangkahkan kakinya pergi meninggalkan area parkiran.
...*****...
"Alletta" Langkah kaki Alletta terhenti saat seseorang memanggilnya dari arah belakang. dari suaranya saja Alletta tau siapa yang memanggilnya, siapa lagi kalau bukan Malvin.
Alletta menghembuskan nafasnya pelan dan berbalik menatap Malvin yang tengah melangkah mendekat kearahnya.
"Kenapa?" Tanya Alletta dengan suara dingin. Malvin berhenti tepat dihadapan Alletta.
"Gue mau ngomong sama lo" Jawab Malvin.
"Ngomong aja"
"Nggak disini, rooftop"
"Ck' disini atau nggak" Ucap Alletta final, lagian untuk apa ia repot-repot naik turun tangga jika ia sudah tau apa yang akan Malvin bicarakan.
"Lo..." Ucap Malvin, Alletta menaikkan alisnya. mengapa sangat lama sekali Malvin ingin bicara, waktunya terbuang banyak untuk ini.
"Buruan" Desak Alletta.
Melihat anggukan dari Alletta membuat Malvin dikepung oleh amarah, sedih, kecewa yang bersamaan. tangannya terkepal kuat.
Keduanya hanya diam setelah itu, Alletta yang merasa sudah tak ada yang ingin Malvin bicarakan lagi langsung pergi dari tempat itu tapi Malvin menarik tangannya membuat ia berhenti.
"Lo nggak mau jelasin apa-apa" Ucap Malvin menahan Alletta erat seolah ia sedang menuntut jawaban dari apa yang ada dipikirannya.
"Jelasin? lo udah tau semuanya, so buat apa gue jelasin" Jelas Alletta melepaskan cekalan Malvin dan pergi dari sana.
"Lo pembunuh" Alletta kembali terhenti saat suara Malvin menguar ditelinganya. Malvin melangkah kearah Alletta yang masih terdiam membelakanginya.
"Gue bener kan? lo pembunuh" Tekan Malvin, Alletta memenjamkan matanya sebentar dan membukanya. Alletta berbalik dan menatap Malvin yang juga tengah menatapnya.
"Kalo gue jelasin apa yang sebenarnya terjadi lo juga nggak bakal mau percaya" Ucap Alletta dengan suara yang serak menahan tangis.
"Lo bakal tetep kekeh dengan opini lo sekeras apapun gue jelasin kalo gue bukan pembunuh adik lo" Ucap Alletta lagi, rencana yang tadi akan ia lakukan mendadak hilang begitu saja saat Malvin menyebutnya "Pembunuh", entah mengapa hati Alletta mendadak sakit saat Malvin menyebutnya pembunuh, padahal Malvin tak salah karna ia memang membunuh orang bukan? orang dia leader mafia.
"Gue bakal denger, tapi kalo lo bohong gue nggak segan-segan buat bunuh lo" Alletta tersenyum gentir dan menundukkan pandangannya, ucapan Malvin barusan membuktikan bahwa apapun yang ia katakan Malvin akan menganggabnya berbohong jadi untuk apa?
"Ucapan lo barusan" Jeda Alletta "Udah ngebuktiin kalo lo nggak percaya sama gue" Lanjutnya dengan air mata yang lolos tak dapat ia tahan. segera Alletta menepisnya dan menatap Malvin.
"Udahlah, gue nggak mau buang-buang tenaga" Ucap Alletta berjalan cepat pergi dari situasi itu. Malvin menatap punggung Alletta yang hilang di belokan.
🍀🍀🍀🍀
Aza melamun di pelajaran fisika, ia masih memikirkan sikap Alletta yang tak seperti biasanya. Aza menatap bangku sebelahnya yang kosong, Alletta belum masuk kelas sejak jam pertama. entah Alletta sedang ada dimana Aza tak tau.
Arsha diam-diam menatap Aza, ia tau semua tentang Alletta yang diklaim Malvin sebagai pembunuh adiknya. bukan hanya dirinya tapi Azka, Kennath dan Gavin juga mengetaui hal tersebut.
Kennath tak banyak merespon karna ia masih kepikiran dengan Sofia. sedangkan Gavin tengah memperjuangkan Aza dan Arsha yakin dengan fakta yang baru terungkap ini membuat Gavin kepikiran. Azka? entahlah Arsha malas memikirkan teman ajaibnya yang satu itu.
Arsha menghela nafasnya, ia juga akan pusing jika menjadi Malvin. apalagi yang meninggal adalah adik sepupu Malvin.
Flashback
"Beneran?" Tanya Alletta lagi, Gibran mengangguk yakin.
"Lo tenang aja queen, aman mah kalo gue yang urus nggak akan ada yang celaka" Jawab Gibran menyakinkan. FOD sedang mengadakan balapam tahunan yang biasa mereka adakan. tapi untuk balapan ini Alletta tak bisa langsung terjun sebab ia harus menemani Aza keluar negeri untuk mencek pendonor untuk Aza.
Aza menghembuskan nafasnya dan mengangguk.
"Gue percaya sama lo bang" Gibran mengangguk mantap. Alletta pergi melesat meninggalkan markas untuk kebandara.
"Queen udah pergi?" Tanya Haykal dibalas anggukan oleh Gibran.
"Sekarang kita kearena, penjagaan harus ketat. jangan bikin queen kecewa" Ucap Gibran menepuk bahu Haykal. Haykal mengacungkangkan jempolnya.
"Aman"
Suasana arena milik FOD sedang sangat rami saat ini, ada beberapa pembalap yang akan membalap malam ini sudah datang dan tengah mempersiapkan diri.
Balapan yang Alletta buat tak memandang umur, ada yang masih 10 tahun bahkan 45 tahun ikut serta dari balapan ini. salah satunya anak kecil yang masih kelas 2 SMP tengah mempersiapkan diri dengan seorang anak yang seumuran denganya.
"Lo pasti bisa" Semangat Anak itu yang tak lain adalah Miki. Miki sedang menyemangati Mika, teman sekaligus sepupunya yang dekat dengannya. Mika ini memang sangat cinta terhadap dunia balap jadi tak heran jika ia mengikuti balapan ini.
"Makasih" Ucap Mika, ia sedang menenangkan dirinya yang gugup, ini pertama kalinya ia akan berbalap diarena. biasanya ia akan balapan dijalan alias balap liar.
.
.
.
Gaes authoe mau kasih tau kalo mafia girls bakal up setiap hari minggu, author bakal up 2 kali lagi dan bakal up di hari minggu. jadi minggu ini author up 4 kali. minggu depan dan seterusnya sampe novel ini tamat bakal 1 minggu sekali. buat ngelunasin double up.
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Stay Healthy.
Happy Reading.