LOVE OR NOT?

LOVE OR NOT?
Ch. 48 Liar



“Zivi ada dirumah?” Pertanyaan pertama Eibi saat mobil memasuki gerbang rumah. Mereka tiba jam 9 pagi. Harusnya mereka tiba jam 8, namun karena delay, membuat mereka terlambat 1 jam. Ia berusaha menelfon Zivi dari bandara saat sudah turun dari pesawat, namun tidak diangkat.


“Non Zivi belum pulang Tuan.” Jawab pak Tejo jujur. Karena yang ia tahu Zivi sudah memberitahu Eibi perihal nginapnya di tempat Donna.


“Kemana dia?” Tanya Eibi menyipitkan mata serius pada Pak Tejo.


“Katanya ke rumah temannya. Ia menginap disana dari kemarin, tuan. Kalau tidak salah, nama temannya Donna.”Terang Pak Tejo.


“Kenapa tidak memberitahu saya?” Eibi dengan nada dingin. Kesal pada Pak Tejo yang malang.


“Kata non Zivi, ia sudah beritahu tuan. Ia juga bilang akan sudah pulang saat tuan pulang.” Pak Tejo menguraikan semuanya.


“Owh, baiklah. Jika begitu.” Meski kurang senang, namun mungkin Zivi menginap di tempat Donna karena bosan sendirian dirumah. Dan dia sudah berencana pulang sebelum ia pulang. Sayang, ia pulang cepat, sebelum Zivi pulang.


Setelah merasa pembicaraan selesai, Alden melajukan kembali mobilnya menuju garasi. Berharap segera bisa istirahat.


Saat masuk kamar, Eibi melihat surat undang pernikahan untuknya dan Zivi. -Lita?- Eibi mengingatnya. Dia teman dekat Zivi. 04 April. 15:00 lanjut resepsi 16:00 – selesai.


Besok pernikahannya berlangsung. Apakah Zivi tidak kesana? Mustahil!


Eibi menghubungi Alden dan bisa agar bersiap kembali untuk keluar menuju rumah Donna.


Mereka tidak tahu tempat Donna, juga tidak tahu nomor Donna.


“Hallo, please tell me your girlfriend's place.” Eibi segera menghubungi Richard dan bertanya padanya.


“What for? She is not there.” Jawaban yang ia terima dari Richard.


“What? So, where she is? She is with my wife.” Eibi dengan sedikit nada protes.


“You don't know? They are attending their friend's merriage in city X.” Richard menjawabnya dengan nada keheranan.


“What?” Eibi tak percaya, tapi masuk akal. Ada undangan pernikahan Lita, teman dekatnya. Tidak mungkin ia tidak datang, kenapa tidak membawa surat undangan? Lupa?. Jadi menginap ke rumah Donna itu…? Eibi menyimpulkan sendiri.


“Zivi didn't tell you?” Pernyataan berupa pertanyaan dari Richard, namun ia jelas bahwa Eibi tidak tahu. Zivi tidak memberitahunya.


“I'm going to them now.” Richard bersuara lagi setelah beberapa detik Eibi tak bersuara.


“Well, I Will join you. Wait for me.” Eibi langsung memutuskan.


“Owh, that's good. Use your car. When we are coming back, I'll be with Donna's car.” Richard mengusulkan dengan alasan.


“They ride there without driver?” Eibi dengan sedikit nada tinggi karena terkejut.


“No! Don't worry. My girl ia not an ordinary girl.” Richard membanggakan Donna.


“So, do mine.” Eibi tak kalah.


“Well. Pack your things. I'll take taxi to your house.” Richard tidak berdebat.


“Ok, then.” Mengakhiri telpon, “Let’s pack what we need to a wedding party in city X.” Eibi berbicara pada Alden. Dan mereka segera berpisah untuk mengemasi pakaian yang mereka perlukan.


***


Zivi tengah menikmati waktu jalan jalan bersama Donna dan Epi dipantai.


Drttt drttt


“Vi, ponselmu berbunyi.” Epi merasakan getaran ponsel Zivi dari dalam tas yang sedang ia pegang. Zivi meminta tolong padany untuk memegang tasnya untuk berpose di depan kamera.


“Biarin aja dulu. Nanggung Ep.” Jawab Zivi sambil berpose. Donna mengarahkannya untuk berpose.


Drttt drtttt


“Bunyi lagi Vi. Angkat dulu gih. Mungkin penting.” Lapor Epi lagi saat ponsel berbunyi untuk kedua kalinya.


“kemungkinan besok siang jika penyeberangan aman.” Jawab Donna.


“Sekarang travel yang ditumpanginya sudah dimana?” Tanya Zivi untuk memprediksi jam tiba Richard dan juga jam mereka akan menghadiri pernikahan Lita besok.


“Masih dalam perjalanan. Belum tiba di penyeberangan.” Jelas Donna.


Zivi mengangguk-ngangguk, “jika dia terlambat besok, apa kau akan menunggu, atau?”


“ya nggaklah! Dia bisa menyusul kita nantinya ke pesta.” Jawab Donna dengan menggelengkan kepalanya.


***


“Tidak diangkat?” Tanya Alden melihat Eibi dengan wajar dingin karena dua kali telponnya tidak terhubungkan.


“Hmmm, mungkin dia lagi tidak pegang ponselnya.” Jawabnya seakan berpikiran positif, namun dengan nada geram, Alden tentu suasana hatinya saat itu.


“Mereka lagi senang menikmati keseruan mereka dipantai. Tidak akan berhasil di hubungi.” Richard yang duduk dikursi penumpang bersuara diantara mereka. “Nih, lihat!” sambil menunjukkan ponselnya pada mereka, lebih khususnya pada Eibi.


Jelas itu adalah status dari akun pacarnya. Donna.


Tiga gadis yang sedang berdiri sejajar, dan mengayunkan kaki kanan ke depan.


Mode pakaian celana Jojon dengan kaus putih, sepatu putih. Donna.


Mode pakaian secdress jeans selutut. Sepatu putih. Zivi. Dia ditengah. Mungkin kerena paling kecil diantara keduanya, diletakkan ditengah.


Mode pakaian Rok jeans dengan T-shirt putih. Teman Zivi, kalau tidak salah Epi namanya. Eibi mengingatnya.


Berikutnya ia melihat Zivi sedang dibantu oleh Epi memakaikan topi pantai serta rambutnya yang terurai dirapikan. 'Jangan salah sangka, mereka hanya teman. Bukan jeruk makan jeruk, hahahaha' komentar status Donna.


Berusaha tetap tenang, dan membuka ponselnya sendiri untuk melihat status Zivi. Kosong.


-Apa dia tidak menyimpan nomorku? Atau dia menyembunyikan statusnya dariku?-


Tutttttt tutttttt tutttttt yang panjang.


Eibi melakukan panggilan Video call. Panggilan terhubung, namun tidak diangkat.


Kesal! Ponselnya ditangannya jadi korban remasan.


“Biarkan saja. Sekarang sebaiknya kau istirahat, dan kita bergantian istirahat agar nanti kita bisa gantian menyetir dengan Alden.” Saran Richard. Perjalanan mereka jauh, tidak bisa mengandalka Alden seorang diri menyetir hingga kesana. Dia juga manusia, butuh istirahat.


Drtttt


Ponsel ditangannya bergetar. Ia segera mengangkatnya setelah melihat siapa yang menelponnya.


“Hallo!” dengan suara geram yang tertahankan.


“Sorry, I didn't know you call me.” Jawab Zivi sambil menepuk bibirnya sendiri yang menegrucut setelah menjawab Eibi. -sekarang jadi jago berbohong kamu Zivi! -


“Where are you?” Tanya Eibi ingin dengar apa jawaban Zivi.


“I'm hanging out with my friends. Donna and Epi.” Jawaban yang tidak sesuai dengan harapan Eibi.


“Where?” menuntut jawaban yang ia inginkan.


“Beach.” Tidak puas. Benar pantai. Ia mau detailnya.


“Where it is?” pertanyaan hingga ke akarnya. Jika tidak demikian, maka Zivi tidak akan menjawabnya detail seperti yang ia inginkan.


“The beach you brought me last time.” -Liar! - Eibi geram dalam hati mendengar jawaban Zivi. Kenapa Zivi tidak jujur padanya? Apa perhatiannya hari kamis situ juga omong kosong? Apa itu berkaitan dengan hal ini? Eibi merasa marah. Marah pada Zivi, juga pada dirinya sendiri. Ia merasa tertipu. Dan kenapa begitu bodoh hingga tertipu! Zivi, kenapa berbohong padanya? beraninya ia berbohong padanya?


“!”