
“Oups… sorry…” ucap Zivi seraya melihat orang yang di tabrak dengan tak sengaja.
Saking sibuknya ia memperhatikan jenis-jenis deterjen yang didepannya, ia membaca sambil menggeser tubuhnya dari jenis yang satu ke Jenis yang lain tanpa memperhtikan lagi samping kiri kanannya.
“aku tidak sengaja. Aku tak melihat!” lanjutnya lagi dengan ekspresi yang sungguh menyesal. Namun sekalian menahan rasa malu. Bagaiamana tidak, didepannya adalah seorang muda tampan. Bukan hanya itu, ia adalah tipe impiannya selama ini.
“it’s ok. Aku tidak apa-apa” sahut laki-laki tampan didepannya. Sambil melihat Zivi yang berjalan dengan wajah menahan rasa malu.
Zivi berlalu dengan cepat ke bagian produk lain tanpa menyadari sesuatu lepas dari genggamannya. Menghindari. intinya menghindar. Pikirannya fokus untuk menghindari orang yang ia tabrak dengan tak sengaja.
Keranjang penuh. Semua yang diperlukan sudah ia dapatkan. Ia memastikan semuanya, bahkan harga yang ia perlukan. “lho! Kemana? Kemana?” ia bertanya pada dirinya sendiri sambil mencari dalam keranjang belajaan.
Merogo kantong celana. Semua kosong.”arrrgghhh” teriakan yang tertahan hanya sebatas tenggorokan. “jelas-jelas aku mengeluarkannya dari tas, dan aku pegang” mengingat.
“Tenang. Tenang” mengelus dada menenangkan dirinya sambil berjalan memutari kembali area yang ia lalui sebelumnya. “jangan-jangan saat aku tabrakan tadi, dan itu jatuh karena terburu-buru.” Ingatnya lagi dan dengan cepat ke area tersebut.
Lemas. Lunglai. Harapan seakan lenyap.
“bagaimana ini?” ucapnya dan menyimpan semu barang belanjaan dipojokan rak produk hendak mencari bantuan.
“Pak, apa bisa minta tolong?”
“ada apa Non?”
“dompet saya hilang, saya rasa jatuh didalam. Saya sudah mencari keliling tidak ketemu” Terang Zivi
“Wah, itu akan susah non. Lha, kalau ketemu sama orang, habis non. Kecuali orangnya baik.” Jawab bagian petugas informasi.
“Tolong pak….” Memohon
“saya coba umumkan ya non!” segera meminta ciri-ciri dompet dan isinya. Zivi menjawab secepatnya mengingat isi-isi dompetnya.
“PENGUMUMAN KEHILANGAN! Telahhhh Kehilangannn Dompet berwarna coklat, dengan berisikan KTP atas nama ZIVINIA WULANDARI” pengumuman singkat yang jelas. 1 kali, 2 kali, 3 kali…. Tak ada tanda dompet kembali.
Kosong. Itulah yang dirasakan Zivi. Bahkan di umumkan lagi yang ke 4 kali, 5 kali…
“tidak ada tanda Non. Nanti kalua ada yang kembalikan, saya hubungi non. Tinggalkan nomor HPnya saja Non.” Jelas petugas dengan rasa iba sambil memberikan selembar kertas dan bolpen.
“Iya, Pak. Terimakasih atas bantuannya!” Zivi menyerahkan No. Hp yang ia tuliskan diatas kertas.
Segera mengambil tasnya di bagian penitipan Tas dan meninggalkan tempat itu dengan tanpa barang bawaan apapun. “KTP, ATM, semua kartu disana. Tak ada uang tunai.
Siap-siap untuk mengurus semuanya. Batinnya.
****
EiBi jalan-jalan dengan penampilan biasa untuk mengecek market milik perusahaannya. Memutari seluruh bagian, melihat hal yang tak sesuai hatinya dan meminta Alden untuk mencatat semua hal yang harus diubah.
“Alden, kau lanjutkan ya… cek semuanya” meminta Alden dan segera meninggalkan Alden yang bertanya “Ada apa?” dengan kedua tangan yang diangkat.
“Kebetulan” pikirnya jalan dengan terburu-buru hingga menemukan orang yang ia inginkan.
“serius sekali dia” pikirnya dan berjalan pelan berdiri dekat wanita tersebut untuk memilih-milih deterjen
Duarrr
Nabrak. Tak sengaja. Wanita itu minta maaf.
EiBi berusaha biasa dengan mengatakan tidak apa-apa. Namun wanita itu malu dan segera meninggalkan EiBi.
“Yeahhhh” keluh EiBi. Tidak sesuai rencana. Batinnya sedikit kecewa.
“eits, tunggu” bisiknya pada diri sendir “rupanya dia menjatuhkan sesuatu” sambil mengambil yang ternyata adalah dompet.
Cari. Cari. Keliling. Keliling.
Kosonggg
“pasti ada. Cari lagi…” EiBi berusaha untuk mencari. NIHIL.
‘Mungkin udah keluar’ pikirnya bergegas keluar untuk mengejar. Kosong.
Kembali masuk kedalam market. Nanti aja cari tahu, pikirnya.
Kembali bersama Alden mengecek semuanya dan kembali pulang untuk memikirkan strategi yang pas untuk menata ulang letak, tata ruang market tersebut.
###Tiba dirumah, EiBi langsung ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan segera membuka dompet yang ia temukan. Mencari sesuatu petunjuk untuk bisa kembali bertemu gadis yang sudah menjadi incerannya. KTP. Kartu BPJS. ATM. Struck belanja, kartu tour and travel.
Dan…….akhirnya yang ia cari ketemu kartu nama serta nomor Hp.