LOVE OR NOT?

LOVE OR NOT?
Ch. 30 Apa Kamu Senang Bersamaku



Setiba ditempat, keadaan sudah ramai. Saat memasuki ruangan, banyak mata memandang kedatangan mereka. Zivi gugup dan tak berani mengangkat kepalanya. Ia memilih untuk berjalan menunduk dan beriringan dengan Alden, sedang Eibi didepan mereka. Eibi memahami perasaan Zivi jadi tak menggandengnya. “Tetaplah di dekatku bersama Alden” bisiknya sebelum memasuki ruangan.


Setelah Eibi menempati tempat duduknya dibarisan depan, Alden dan Zivi dibarisan kedua dibelakang Eibi, semua rekan bisnis dan tamu undangan pun ikut duduk. Acara dimulai, dengan kata-kata pembuka, hingga pemotongan pita, dan touring hotel hingga membawa mereka ke main hall yang besar untuk menikmati hidangan.


Tidak ada wartawan dan pengambilan gambar dari semua tamu undangan. Hal itu adalah aturan yang sudah ditetap sebelum melakukan touring. Untuk bagian dokumentasi sudah ada tim yang dikhususkan untuk hal itu sebagai arsip hotel, dan photo boot untuk tamu undangan.


Saat memasuki main hall, alunan musik meriah dan juga tarian menyambut mereka.


“Selamat malam untuk semua tamu undangan terhormat. Selamat menikmati hidangan yang sudah kami sediakan. Sebagai pembuka untuk penampilan-penampilan terbaik yang akan dipersembahkan nanti, kita akan dihibur oleh artis cantik muda bertalenta dengan suaranya yang merdu. Ini, dia Juris dengan forevermore.” Semua undangan berdiri dan bertepuk tangan lalu kembali duduk sambil menikmati hidangan pembuka yang dihidangkan oleh pramusaji.


“untuk lebih membuat acara ini meriah dan berkesan, saya mengundang owner dengan orang terkasih juga para rekan-rekannya berserta orang - orang terkasih untuk berdansa bersama.” Ajakan dari penyanyinya.


Eibi kaget, demikian juga Alden. Itu tidak ada dalam susunan acara. Tambahan tak terduga -ide dari penyanyi- batin mereka.


“Would you mind to dance with me?” suara merdu dari seorang wanita cantik nan seksi membuat semua mata tertuju pada meja mereka. Zivi hanya terdiam. Eibi tak menduga Kezia datang dalam acara tersebut.


Semua undangan bertepuk tangan, Zivi pun ikut bertepuk tangan dan tersenyum menatap Eibi. Eibi menerima tangan Kezia yang mengajaknya. Tak mungkin menolak dan membuat wanita itu malu.


Tak lama kemudian Anthony muncul di samping Zivi setelah Eibi dan Kezia ke panggung dan berdansa disana beserta dengan rekan-rekan lain. Mereka jadi sorotan tamu undangan dan juga jadi bahan bisikan mereka. Entah apa yang mereka bisikkan.


“Would you mind to dance with me?” Anthony mengulurkan tangannya pada Zivi.


“I… I can’t” jawab Zivi sambil tersenyum. Dirinya tidak mau, juga dirinya tak bisa dansa seperti yang ia lihat.


“Don’t worry, it’s easy. I’ll teach you.” Anthony belum menurunkan tangannya, kini pandangan mata sebagian tamu pada mereka. Akhirnya Zivi mengiyakan. Dan benar saja, Anthony mengajarnya berdansa, dan itu mudah. “good learner.” Puji Anthony tersenyum puas dengan hasil ajarannya.


“Thanks. It means that you are a good teacher.” Puji Zivi juga tersenyum padanya. Awalnya ia tak senang pria ini, namun ternyata tak seburuk yang ia rasakan setelah terbuka dan bicara dengannya. Dari bicara dan tatapannya, tak ada terlihat hal-hal yang buruk. Zivi memandangnya sambil tersenyum.


“Am I that good to be stared?” tanya Anthony tersenyum membalasnya. Gadis polos yang tak seharusnya jadi korban untuk memenangkan hati wanitanya. Ada penyesalan yang ia rasakan, juga rasa sayangnya timbul untuk wanita itu.


“Apakah Eibi memperlakukanmu dengan baik?” Tanyanya.


Zivi kaget, “Kamu….” Tak percaya akan apa yang didengarnya.


“Kenapa? Saya bisa Bahasa, meski tidak lancar.” Anthony langsung menjelaskan, “Apa Eibi memperlakukanmu dengan baik?” Tanyanya lagi.


Zivi mengangguk sambil tersenyum padanya, ia ingin menjawab, namun tak bisa berkata apa-apa. Ia kembali teringat akan Kezia yang mengajak Eibi dansa tadi, juga mengingatkannya akan hubungannya dengan Eibi.


Wait! Kenapa ia ditanya demikian oleh Anthony? Apakah sangat terlihat hubungannya dengan Eibi yang sebenarnya? Atau apakah dia tahu? Apa Eibi memberitahunya? Bisa jadi, Anthony temannya.


Zivi tenggelam dalam pikirannya sambil berdansa, tidak sadar akan tatapan kagum Anthony di hadapannya “What’s in your mind?” bisik Anthony menyadarkan Zivi setelah sadar bahwa pikiran Zivi tidak bersamanya.


“No. Nothing.” Zivi terkesiap namun segera menjawab Anthony sambil tersenyum seperti tidak memikirkan apa-apa.


“Don’t worry, even if he is dancing with other girl, his heart is still on you.” Bisiknya menggoda Zivi dengan lirikan ke arah Eibi yang sedang melihat mereka.


“What are you talking about?” Zivi tersipu, namun juga tidak sepenuhnya. Ia sadar diri. Namun satu hal sadar dari ucapan Anthony bahwa Anthony tidak tahu alasan dibalik pernikahan mereka. Zivi menghela nafas lega.


“Dengan senang hati.” Jawab Anthony menyerahkan Zivi dan menerima Kezia.


“Apa kamu begitu senang berdansa dengannya?” Tanya Eibi saat Zivi sudah ditangannya.


“Hmmm, seperti yang kamu lihat. Dia ternyata baik dan bisa diajak komunikasi.” Jawab Zivi sambil tersenyum, menyembunyikan perasaan tak nyaman yang ia rasakan. “Dan, ya dia mengajariku berdansa.”


“Dan apa kamu senang bersamaku?” Tanya Eibi tak senang mendengar jawab Zivi tentang Anthony. Pria itu yang sudah merebut kekasihnya. Pria itu yang menjebaknya dengan Zivi. dan sekarang ia curiga, dia sepertinya mau mendekati Zivi juga.


“Menurutmu?” Zivi terkesiap dan balik bertanya. -Meskipun senang, tak sepenuhnya senang. Dan rasanya tidak nyaman. Keluh Zivi di batin.


Eibi tak menjawab. Ia mendorong kepala Zivi untuk menempel di dadanya, Zivi ragu-ragu menolak atau pasrah. Pasrah! Ia menempelkan pipinya di dada Eibi dan merasakan detak jantung Eibi, juga membuat jantungnya ikut berdetak seperti detakan jantung Eibi.


Kenapa jadi seperti ini? Kenapa ikutan? Seperti inikah? No no no, Zivi tak mau menerka. “Kapan lagu ini berakhir?” Tanya Zivi lembut.


“Sebentar lagi.” Ucap Eibi sambil mengelus rambut Zivi yang terurai di punggungnya. Gerakan mereka tidak lagi seperti dansa, hanya Gerakan-gerakan kecil ke kiri ke kanan sambil merasakan detakan jantung masing-masing yang menyeruak dalam hati dan perasaan mereka.


Lagu berakhir, mereka pun turun panggung dan diganti dengan nyanyian, tarian dan atraksi lainnya.


Eibi menuntun Zivi kembali ke tempat duduk mereka untuk menikmati hidangan yang belum mereka sentuh.


Alden yang tadi ditinggal sendiri, kini tak sendirian. Ada pria paruh baya yang sedang bicara dengannya.


Saat mereka mencapai meja mereka, pria itu berdiri, tersenyum melihat Zivi, lalu memandang Eibi, “This is ….” Ucapnya tak diselesaikan.


“Yeah, my wife. Zivi.” Eibi memperkenalkan Zivi pada pria itu. “He is Mr. Caston. My great investor in this project.” Jelas Eibi pada Zivi.


Zivi tersenyum, “Don’t flatter me. Actually, your husband is a great man.” Mr. Caston memuji Eibi“ nice to meet you Mrs. Akando.” tambahnya membuat Zivi sedikit bergidik mendengarnya. Mrs? Mrs Akando? Aneh terdengar, namun …


“Nice to meet you too Mrs. Caston.” Ucap Zivi membalasnya.


“I have to go, I think my companion has already back. And, congratulation. You really prove yourself in this step.” Mr. Caston menjabat tangan Eibi erat dan terlihat sangat bangga dari raut wajahnya saat memuji Eibi.


“It’s all, thanks to you, Mr. Caston. I still need your hand for my next step.” Ucap Eibi dengan penuh terimakasih dan juga merendah untuk kelanjutan dari bisnisnya tersebut.


“With pleasure, son.” Ucapnya, dan memajukan mukanya ke telinga Eibi, “Take care of your wife. She is like a pure girl.” Bisiknya. Ia tak menyangka istri Eibi secantik ini. Terlihat saat memasuki hall tadi, banyak mata yang memandang mereka, lebih tepatnya memandang gadis ini.


“Don’t worry, I’ll do my best in that case.” Ucap Eibi dengan percaya diri.


Setelah itu, Mr. Caston meninggalkan mereka, dan bisa menikmati hidangan.


Tak terasa, waktu berlalu. Sudah malam. “wanna go back?” Tanya Eibi pada Zivi. sudah terlihat Zivi kelelahan diwaktu tersebut. Biasanya ia tidur cepat dimalam hari.


Zivi mengangguk, dan segera menutup mulutnya. Ia menguap, mengantuk.


“Ok. Alden will take you home. I’ve to take care some matters till midnight.” Ucap Eibi menjelaskan.