
Esok paginya....
"Aidan! Aidan! Buka pintunya! Cepat!" panggil Keyra mengetuk pintu kamar Aidan.
"Key, ada apa lari-lari barusan?" Arum menghampiri putrinya yang buru-buru masuk ke rumah setelah melakukan senam pagi.
"Itu, Ma, Key mau kasih sesuatu info penting buat Aidan. Mama lihat Aidan, gak?" tanya gadis cantik berpakaian olahraga itu sambil menunjuk-nunjuk hapenya.
Saat mau dijawab oleh Arum, tiba-tiba Aidan membuka pintu. "Info penting apaan?" Lalu bertanya sambil menguap sedikit karena semalam Aidan begadang setelah membuat teks laporan dari Evan untuk ayahnya.
"Gue barusan iseng-iseng buka sosmed, Ai!"
"Terus?" tanya Aidan dan Arum.
"Ma, Ai, gue dapat video baru dan isinya tentang festival yang dirayakan di kota sebelah," ucap Keyra nunjuk Video di hapenya yang sudah terunduh ke dalam file penyimpanan.
"Lah terus pentingnya di mana? Itu kan cuma festival yang sudah biasa ada di sana," ucap Aidan bingung.
"Kamu mau ke sana, Key?" tanya Arum sedikit tertarik.
"Gak, Ma! Key gak berniat mau ke sana,"
"Yah... terus ngapain lu nunjukin video ini ke kita?" tanya Aidan.
"Hadeh.... jangan potong ucapan gue dulu, nih... lihat baik-baik, di dalam video ini ada banyak orang tapi salah satu diantara mereka terlihat ada yang mirip dengan QILA!" jawab Keyra.
"Sungguh?" ucap Aidan dan Arum kompak lagi dan sama-sama terkejut. Keyra mengangguk dan mulai memutar video itu. Menunjukkan detik-detik Qila muncul.
"Ya Allah, ini sungguh Qila, Aidan!" kata Arum hampir tidak mengenali menantunya itu karena penampilan Qila yang kekanak-kanakkan.
"Eh sebentar, ini siapa?" Tunjuk Arum pada seseorang yang berdiri di dekat Qila. Terlihat jelas sekali orang itu selalu menempel di samping Qila. Begitupun Qila terlihat bahagia.
"I-ini si pria tipu-tipu itu!" ujar Aidan mengenali Bram dari segi postur tinggi tubuhnya yang familiar.
"Pria tipu-tipu? Siapa?" tanya Keyra dan Arum.
"Maksud Ai itu, orang ini adalah Dokter yang menculik Qila, Ma. Orang ini juga pernah mempermainkan Aidan dan tampaknya dia ingin merebut Qila dan juga kedua anak gue, Key!" jawab Aidan.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita ke kota itu hari ini juga?" saran Arum sekalian mau ikut liburan.
"Ya Aidan! Gue setuju sama Mama, kita cepat-cepat ke sana merebut kembali Qila. Gue gak mau baby twins lu jatuh ke tangan orang lain. Gue rasa banget, tuh orang ada niat jahat sama Qila dan dua keponakan gue!" kata Keyra.
"Tapi...."
"Tapi kenapa, Ma?" tanya saudara kembar itu melihat Arum menghentikan video itu.
"Ah tapi, mungkin cuma perasaan Mama doang. Sekarang kita siap-siap ke sana dan jemput mereka sebelum orang itu melakukan hal yang tidak-tidak pada cucu Mama," lanjut Arum dengan raut wajah khawatir.
"Baik, Ma. Keyra ikut Mama ke sana." Keyra masuk ke dalam kamar, mengambil beberapa barang dan mengganti pakaiannya.
"Ma, tunggu!" Tahan Aidan saat Ibunya mau pergi bersiap.
"Kenapa? Kamu mau kasih tau ini ke Papa mu?" tanya Arum.
"Itu Ma, Aidan mau banget ke sana tapi hari ini Aidan harus ke tempat Papa dulu, kasih laporan ini ke Papa, sekalian suruh Papa melacak lokasi Qila di sana. Mama gak apa-apa kan, kalau perginya bareng Keyra?" jawab Aidan dan bertanya.
"Gak apa-apa, Mama dan Keyra akan ke sana bareng Hana dan Wira juga," ucap Arum menunjuk rumah tetangganya.
"Baik, Ma. Hati-hati di jalan." Angguk Aidan lalu masuk ke kamarnya. Setelah itu berpamitan pada Arum, kemudian pergi duluan. Arum pun juga pergi bersiap. Sementara di tempat Rayden, Bos Rayzard itu masih melakukan rapat kembali. Membicarakan uji coba kepada hewan kecil bersama ilmuwan-ilmuwan hebatnya setelah memperbaiki sedikit data dalam mesin itu.
Setelah sepakat untuk mencoba pada seekor tikus, Rayden dan mereka memasuki ruang eksperimen. Memasukkan tikus itu ke dalam lingkaran jaringan yang terhubung pada mesin itu kemudian....
BLASSSS....
Usai menakan tombol merah pengaktifan, tikus itu hilang setelah cahaya terang menyilaukan ruangan itu. Untung saja orang - orang yang berada di ruang itu sudah memakai kacamata anti radiasi dan baju pelindung agar tidak mendapat dampak dari cahaya yang terkontaminasi oleh virus yang dapat membahayakan keselamat mereka.
Detik-detik berlalu, cahaya dalam ruangan itu pun perlahan redup dan akhirnya gelap geluta. Semua aliran listrik yang diserap oleh mesin itu membuat semua lampu mati. Tetapi Rayden yang sudah menyimpan cadangan, ia akhirnya menyalakan aliran listrik dalam ruangan itu.
Semuanya terpukau karena mereka baik-baik saja, tidak seperti kemarin ada beberapa orang yang kehilangan pendengaran sebelah dan juga suara mereka.
"Tuan Rayden, akhirnya uji coba ini sedikit berhasil!" Mereka saling melempar senyum kepuasan melihat hasil kerja mereka selama 10 tahun bisa berjalan cukup baik. Rayden mengangguk, ikut senang ide liarnya itu berhasil menciptakan alat berbahaya dan mengagumkan itu. Dan kini, mereka menunggu tikus itu muncul.
Pada akhirnya, sesuai waktu dan tempat yang sudah diatur oleh mereka, lima jam kemudian, tikus itu muncul di atas meja. Mereka yang melihat kemunculan tiba-tiba dari tikus itu, membuat Rayden dan para ilmuwan syok dan terkagum-kagum pada hewan itu yang masih hidup.
Mereka bertepuk tangan dan melemparkan ucapan selamat pada diri mereka sendiri, namun beberapa saat kemudian...
BOOOM!
Tawa dan rasa senang mereka hilang seketika melihat langsung tubuh tikus itu meledak hancur dan menyemburkan darahnya di mana-mana. Mereka berhasil menguji perpindahan tikus itu ke masa depan namun gagal mempertahankan kehidupan makhluk kecil itu.
Mereka mundur ketakutan dan membayangkan diri mereka mati dengan mengenaskan dan membusuk seperti itu.
"Akhhhhh! MENGERIKAN!" Teriak mereka histeris keluar satu demi satu dari ruangan eksperimen itu, bahkan ada yang mengundurkan diri, kecuali Rayden yang masih diam di tempatnya sambil memandangi sisa daging tikus itu dan juga darah yang berceceran di lantai. Hewan yang kecil namun dampak kehancuran yang sangat besar. Ini bukti nyata bagi Rayden jika ia memang tidak seharusnya melawan hukum takdirnya yang sudah ditetapkan oleh Tuhan.
"Sial, apa lagi yang kurang dari mesin ini?" Rayden mendecak sambil memandangi mesin waktunya di sana.
.
Jawabannya ada di dalam tas Bram👻