Little Twin'S Daddy

Little Twin'S Daddy
37. Itu Adalah Qila?



Beda lagi dengan Arum, satu wanita ini melanjutkan keasikannya menghibur diri di taman sendirian, tapi tiba-tiba saja ia bertemu Keyra yang sedang mencari Aidan tapi kini ia harus menemani Ibunya bermain dan berbelanja. Pokoknya, Arum ingin bersenang-senang dengan puas hari ini membuat Keyra tidak bisa melanjutkan pencariannya. Ia masih tidak percaya dengan ucapan Aidan sehingga ingin mencari tahu sendiri sambil menunggu Qila dan yang lain berkumpul dengan Ibunya, tapi sudah dua jam berlalu, tiga remaja itu tidak muncul kembali.


"Akhh, mereka bertiga kemana sih?" gerutu Keyra di samping Arum.


"Hm, kenapa mukanya ditekuk gitu, Key? Kamu tidak senang menemani Mama ya?" tanya Arum.


"Ehh, Keyra senang kok, Mah, hahaha... hari ini sangat menyenangkan loh bisa ngajak Mama keliling kota dan berbelanja di mall. Tapi sekarang sudah pukul empat sore, bagaimana kalau Mama pulang bareng Keyra?" ajak Keyra merangkul tangan Ibunya yang penuh tas belanjaan.


"Tapi ..." ucap Arum mau kembali ke taman untuk mencari Qila dan Aidan.


"Tidak usah cemaskan Qila atau Aidan, dua anak itu pasti sudah pulang ke rumah duluan atau ke rumah Evan lihat ponakannya. Yuk, kita juga pulang Mama," ajak Keyra sedikit memaksa.


"Ya udah deh, kita pulang." Arum terpaksa menuruti putrinya dan pulang bersama, tak lupa rekannya juga pulang setelah berhasil menemukan Aidan.


"Hei, Key, si Aidan sudah balik ke apartemennya, lu mau ke sana, gak?" tanya temannya itu berbisik dan duduk di sebelah Keyra yang menyetir mobilnya. Sedangkan Arum duduk di kursi belakang karena supirnya sudah disuruh pulang duluan.


"Okeh deh, gue paham." Angguk nya lalu keluar dari mobil yang telah sampai ke rumahnya kemudian ia berterima kasih pada Arum yang sudah mengajaknya berbelanja. Setelah itu, Keyra pun melaju pulang ke rumahnya, sedangkan rekannya itu lanjut memata-matai di sekitar apartemen Aidan yang sudah dipasang cctv pengintai miliknya ketika keduanya sampai di apartemen itu sebelum Aidan dan Evan datang. Ia dapat melihat di ruang tamu juga terlihat Raiqa dan Hana sedang berdebat.


"Hmm, aneh, kenapa gadis itu juga ada di sana?" gumamnya lalu memutar ulang dari awal terpasangnya cctv. "Lho, sebenarnya, apa yang sudah terjadi? Kenapa si kembar Qila bisa keluar dari kamar Aidan?" pikirnya terkejut melihat Qila sempat berada di kamar Aidan.


"Be-berarti, tadi itu di kamar Aidan memang ada orang kan? Dan itu adalah Qila? Ta-tapi kenapa dia ada di sana? Apa dia juga bergabung untuk menjaga bayi titipan itu?" pikirnya setengah pusing mencerna hasil tangkapannya cctvnya.


Untuk memastikannya, ia pun mengeluarkan sebuah drone agar ia bisa mendengar percakapan yang akan terjadi diantara Aidan dan Evan yang sudah masuk ke apartemennya itu dan kini berhadapan dengan Hana dan Raiqa. "Baiklah, kita akan tahu setelah drone pengintai ini sampai ke sana." Drone kecil itu pun menuju cepat ke apartemen Aidan kemudian mulai mengintai melalui jendela yang terbuka. Terlihat lebih jelas dan terdengar ada pembicaraan yang serius dari mulut Aidan tentang dua bayi itu.


.


Wkwk Aidan terpojok sekarang.