Khodam

Khodam
Final Arc : Terungkapnya Identitas



Setelah perjalanan yang cukup jauh, kakek Ben tiba di markas dengan membopong tubuh Leena yang mungil.


Pria jas hitam yang berdiri di aula tempat para pemilik jin khodam Zodiak terkumpul menatap ke arah kakek Ben yang tiba-tiba muncul tersebut.


Sambil tersenyum pada kakek Ben, ia memuji kinerja sang kakek yang kembali sambil membawa hadiah yang sangat luarbiasa.


"Prok, prok, prok!" Pria jas hitam tersebut bertepuk tangan pada kakek Ben.


"Kau semakin berkembangan saja orang tua," ucap pria berjas hitam masih menatap ke arah kakek Ben.


"Oh~ Lagi-lagi kau menangkap spesies yang kuat diantara para pemilik jin Khodam zodiak," jelas pria berjas hitam memuji kakek Ben.


"Apa maksudmu, bocah ini sangat lemah," ucapnya melompat ke arah pria berjas hitam.


"Lemah?!" Pria berjas hitam tersebut bingung dengan pernyataan kakek Ben yang mengatakan buruannya adalah bocah lemah.


"Apa kau serius mengatakannya?" Pria berjas hitam tersebut kembali bertanya untuk memastikan bahwa kakek Ben melawannya dengan cukup serius.


"Kenapa memangnya? Apa kau tahu sesuatu mengenai bocah ini?" Tanya kakek Ben yang menganggap ucapan pria berjas hitam tersebut hanya iri padanya yang bisa menangkap para jin khodam zodiak.


"Sangat tahu! Dan yang pasti wanita itu bukan bocah sembarangan! Apa lagi umurnya telah menginjak kepala tiga," jelas pria berjas hitam santai.


Namun, kakek Ben tetap tidak percaya dengan ucapan pria berjas hitam tersebut. Ia langsung berjalan ke arah mangkuk cawan raksasa berlogo zodiak Scorpio.


"Terserah kau saja. Yang pasti aku akan langsung memasukkan bocah ini ke mangkuk cawan ini!"


Namun, saat akan memasukan tubuh Leena ke dalam Mangkuk cawan raksasa tersebut, Leena langsung terbangun dan melepaskan diri dari pegangan kakek Ben yang terasa cukup lemah. Ia melompat dan langsung menatap tajam ke arah pria berjas hitam.


"KAU!" Tatapan tajam bercampur benci terkumpul menjadi satu di hati Leena.


"JADI SELAMA INI KAU MEMBOHONGI KITA SEMUA?!" Tanya Leena berteriak kesal.


Namun, pria berjas hitam tersebut hanya tertawa dengan pertanyaan Leena barusan.


"Kenapa orang-orang terus bertanya hal yang sama padaku ya?" Pria tersebut malah bertanya pada diri sendiri dengan nada yang terdengar santai.


"Hahaha, sudah aku duga. Kau hanya berpura-pura pingsan saja," ucap Sbastain santai menatap Leena.


Tatapan Leena juga sempat melihat ke arah mangkuk cawam raksasa, ia juga sempat melihat Erina, Ayu dan adik kakak Riza juga Reza. Hatinya juga langsung bergejolak ingin sekali menampar pria berjas hitam di depannya.


"APA MAKSUD DARI SEMUA INI SBAST-"


Teriakan Leena terpotong karena kakek Ben tiba-tiba melompat ke arah Leena sambil meluncurkan pukulan.


"Jadi selama ini kau hanya pura-pura pingsan bocah?!" Tanya kakek Ben.


Jerangkong yang bersemayam di tubuh Leena pun keluar untuk membantu partnernya.


"Kau jangan mengganggu seseorang yang sedang berbicara. Bukannya semua orang tua selalu menasehati hal tersebut," ucap Leena kesal menatap ke arah kakek Ben.


Namun, kakek Ben kembali meluncurkan serangannya ke arah Leena.


"Kau bocah yang sangat cerewet!"


Namun, serangan kakek Ben dihadang oleh Jerangkong. Hingga pertarungan pun terjadi antara Jerangkong dan Kakek Ben di dalam ruangan aula.


Leena yang ingin mengetahui alasan pria berjas hitam tersebut kembali bertanya.


"HeiĀ  Sbastain, apa maksudnya semua ini?" Tanya Leena menatap tajam ke arah Sbastain.


"Bukannya kau berkata untuk melindungi para pemilik jin khodam zodiak dari organisasi pemburu pemilik jin khodam zodiak?" Leena kembali bertanya.


"Ucapanmu sungguh bertolak belakang dengan tindakanmu! Sungguh aku kecewa! SANGAT KECEWA!"


"Kau sangat cerewet Leena. Apa kau benar-benar tahu tujuanku melakukan hal ini?" Tanya Sbastain santai.


"Aku melakukan ini demi kalian semua," tambahnya menaikan kedua tangannya.


Leena bingung setelah mendengar penjelasan Sbastain, ia kembali bertanya apa maksud dengan ucapan Sbastain.


"Dunia ini sudah tidak layak huni. Banyak kejahatan dimana-mana, korupsi, pembunuhan, perbudakan, perampasan, pemerko**saan, dan lain sebagainya. Aku yakin kau menyadarinya juga Lee-na."


Sbastain menatap ke arah Leena dengan tatapan sombongnya. Ia berusaha meyakinkan Leena bahwa dengan memusnahkan umat manusia, tidak akan ada lagi yang namanya kejahatan atar manusia.


Ia juga berkata era manusia harus berhenti dalam waktu dekat ini. Karena ia berencana membangkitkan raja iblis yang tersegel oleh 4 kesatria bumi tersebut.


"Hahahaha, era manusia akan berakhir, dan kini saatnya era iblis yang akan menggantikannya," jelas Sbastain santai.


"KAU SUNGGUH BIA**DAB SBASTAIN! KAU IBLIS BUKAN MANUSIA!" Teriak Leena merasa kesal pada Sbastain.


Namun, Sbastain menjawabnya bahwa ia memang bukan manusia.


"Huahahaha, orang-orang ternyat telah mengetahui identitas asliku ya. Apa semudah itu mengetahuinya?" Tanya Sbastain santai sambil berjalan ke arah Leena secara perlahan.


Namun, Leena menyuruh Sbastian untuk tidak mendekat ke arahnya.


"Heh~ kenapa? Bukannya kita ini rekan?" Tanya Sbastain santai.


"Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai rekanku!" Tegas Leena.


"Memang dari awal aku sudah curiga padamu, yang memperlakukan orang lain seenaknya!" Tambahnya.


"Ternyata tindakanku sedikit salah membiarkanmu tetap hidup berkeliarah!" Tiba-tiba tatapan mata Sbastain berubah tajam ke arah Leena. Ia juga tiba-tiba berlari ke arah wanita pendek di depannya.


Sbastain segera menangkap Leena yang banyak omong tersebut. Namun, dengan sigap Leena langsung menghindari Sbastain.


Dari arah belakang Leena menghindar, telah berdiri Banaspati yang menyerupai Sbastain. Ia siap menangkap Leena yang melompat ke arahnya.


"Sialan! Aku lengah," gumam Leena menatap ke arah Banaspati.


"Haha, kau tidak akan bisa lari lagi!" Ucap Sbastain tersenyum lebar dengan dahi yang mengkerut.


Tidak kehabisan akal, saat tubuh Leena hendak mendarat ke arah Banaspati, ia membuat ancang-ancang untuk menginjak tubuh Banaspati dengan kuat.


Benar saja, Banaspati pun terjatuh ke belakang dan Leena berhasil kabur dari mereka berdua.


"Aku harus kabur dari tempat ini dan mencari bantuan untuk menghancurkan rencana Sbastain sialan itu!" Gumamnya kabur dari dalam ruangan.


Namun, saat ia melompat kabur, sesuatu terlempar ke arah tubuhnya dengan cukup kuat.


"Buk," suara menghantam tubuh Leena.


"LEENA!"


Jerangkong berteriak. Ia khawatir dengan Leena yang tiba-tiba tersungkur ke atas tanah dan tertindih oleh sesuatu yang menghantamnya.


Jerangkong meninggalkan pertarungan dengan kakek Ben dan berusaha melindungi Leena


To Be Continued.......


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI YA