
" jika tuan ingin pergi ke dunia lama, biarkan hamba yang membuka portal terlarang itu tuan" ujar darwa, yang menawarkan diri
" darwa kau bisa membuka portal terlarang," wine bertanya pada darwa.
" itu sangat lah mudah bagi ku tuan, aku adalah naga biru yang pernah membuat prisai yang ada di dunia ini, mana mungkin aku tidak bisa membuat portal yang sangat mudah itu, berbeda dengan binatang buas, diriku dapat membuka portal kapan pun yang ku mau tanpa harus mengorbankan level ku tuan, " ujar darwa yang menjelaskan bahwa dirinya lebih kuat dari yang wine kira.
"hmmm, baik lah mari kita ke sana , " ujar wine sambil menghela napas
naga biru itu pun bertanya kembali, " kenapa kau ingin ke sana , "
" tidak apa, ada satu hal yang membuatku penasaran " ujar wine mengakhiri pembicaraan mereka.
Wine ingin masuk kedalam dunia lama lantaran ia penasaran dengan suara yang selalu menggema belakangan ini, bukan hanya pagi tadi tapi sudah sering sekali ia di hantui oleh suara itu pada saat ia hendak tertidur dan dalam mimpi pun selalu di hantui suara perempuan misterius itu, akan tetapi yang terdengar tadi pagi begitu sangat jelas ,
malampun telah berlalu,sang rembulan yang sudah berganti dengan sinar matahari yang terang, di pagi hari wine menghapiri ibundanya yang sedang memasak untuk sarapan mereka,
sembari membantu ayu sang ibunda , menambahkan kayu bakar yang ada di pinggir tungku , supaya api yang menyala tidak padam, terlihat ayu yang sedang sibuk dengan nasi yang sedang ia dinginkan dengan cara di aduk dan di kipas yang terbuat dari bambu , ta lama wine pun di berikan ikan yang sudah di tusuk, untuk di bakar, sambil mengipas nasi ibunda ayu pun bercerita , tetang kejadian tadi pagi bersama raden wahna, yang mana raden wahna berniat melamar ayu untuk menjadi istrinya ,
Raden wahna melamar ayu lantaran ingin segera menikah , ia merasa takut akan ayahnya, ta memiliki banyak waktu untuk melihatnya menikah.
akan tetapi ayu tidak langusng menerimanya, ia sadar bahwa dirinya sudah pernah menikah, di tambah lagi ia sudah memiliki satu putra, dan ayu pun menolak dengan berat hati,
Akan tetapi raden wahna mengrti dan menerima semua kekuranganya, dan ia meminta ayu untuk memikirkanya dulu, ,
" bagai mana, menurut mu wine " ujar ayu bertanya lemas pada wine
" ibuku yang malang, kau terlalu banyak menerima penderitaan, semnjak ayah ku meninggal, raden wahna dia sangat lah baik pada keluarga ku mungkin tak ada salahnya " gumam wine dalam pikiranya.
" apakah ibu juga tertarik dengan raden wahan " tanya wine sambil mengipas kan api yang sedang memanggang ikan,
Terlihat ayu tersenyum tipis dan terlihat malu dengan pertanyaan anaknya itu, akan tetapi terlihat rasa ragu dan rasa bersalah yang terukir di wajah ayu , akan tetapi wine pun tersenyum dan mengerti akan perasan campur aduk yang ayu rasakan.
"Ibu, ayah pasti akan bahagia jika kita bahagia, masa lalu biar lah menjadi milik aku ibu dan ayah yang sudah tenang di atas sana, sedangkan masa depan biarlah menjadi milik kita, apa pun keputusan ibunda aku akan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk mu bu , yang terpenting ibunda bisa bahagia dengan siapapun pilihan ibunda, " ujar wine dengan tenang mengatakn itu pada ibundanya ayu
Mendengar wine yang berkata demi kian, hati ayu terasa terobati, perasaan yang tadinya ta karuan seketika menghilang, ayu pun memandang anaknya yang sedang memegang tusuk ikan yang terbuat dari bambu dengan rasa kagum pada anaknya,
" ternyata kamu sudah dewasa nak " gumam ayu yang memandang kagum anaknya itu.
Ta lam wine pun bercerita tentang seorang pengembara yang ia kagumi , dan wine pun menyampaikan ke inginanya, untuk mengembara ke tempat lain, akan tetapi ia tidak menceritakan kemana ia akan pergi yang jelas ia ingin menjelajahi dunia ini,
" jika aku mengbara ,dan melihat lebih luas dunia yang diciptakan tuhan pasti akan sangat indah dan luar biasa, pasti akan banyak sekali sesuatu yang ta aku ketahui, apakah ibu akan mengijin kan ku " ujar wine yang berkata tentang keinginanya,
Mendengar kenginan wine serontak membuat ayu merasa kaget akan permintaanya,
" apa untunya mengmbara nak, orang orang mengbara memiliki tujuan tertentu, kenapa kamu mengingkannya wine " ujar ayu yang merasa ta terima jika wine mengbara
" aku hanya ingin tau, dunia luar sana bu,aku dengar ayah ku dulu pengebara juga, aku ingin seperti ayah ku, aku mohon buu,aku pasti akan sering pulang ko buu" ujar wine yang membuju ayu yang tampak keberatan dengan keputusanyabmengbara.
Setelah memikirkan kembali cerita wine, hati ayu pun melemah, dan mengijikanya untuk mengmbara ke dunia luar,
" hmm, baik lah, tapi berjanji satu hal pada ibu, jangan pernah keluar dari jalan kebaikan, ingat " ujar ayu berpesan pada anak semata wayangnya itu.
sebnarnya ayu merasa keberatan atas permintaan anknya itu akan tetapi mendengar alasan wine, dan dengan tekat yang sangat meyakinkan ibunda ayu pun tidak bisa melarangnya apalah daya jika anaknya mengingnkanya sang ibuda ayu tidak bisa berbuat apa apa ini juga demi masa depanya agar wine bisa berkembang,
Wine yang melihat itu, langung menghampiri ibunda ayu yang sedang meneteskan air mata,
" ada apa ibunda, apakah ibunda sedih karena aku " ujar wine dengan perasaan bersalah mengkawatirkan ibundanya
" ikanya sudah matang wine, ceparlah angkat kita makan, " ujar ayu, sembari membawa nasi yang sudah selesai ia dingin kan,
sambil duduk dan menyiuk nasi lalu memberikanya kepada wine " nak , kini kamu sudah besar, apa pun yang ingin kamu lakukan, lakukanlah, akan tetapi ingatlah satu hal pesan ibu yang harus benar benar kamu lakukan, jangan pernah menyakiti orang dan lindungi lah mereka yang lemah, dan tetaplah berada di jalan kebenaran " ujar ucap ayu sambil menetes kan air mata haru
" baik lah ibunda aku pasti akan mengingat pesan ini , dan aku akan berjanji pada ibunda," ujar wine sambil memegang dada berjanji pada ayu,
"cepat lah makan , " minta sang ibu sambil mengusap air mata nya .
mereka pun menyantap makan bersama.
Siang hari pun telah tiba, di depan rumah yang dulunya tampak bobrok dengan kayu yang sudah kusang, akan tetapi kini telah berganti dengan suasana rumah yang sudah di tembok dan di hiasi pagar yang mencap dengan kokoh mengelilingi halaman rumah
Terlihat , wine yang berdiri sambil melakukan pemanasan dasar sambil berhitung satu sampai delapan, dan di lanjutkan dengan olah raga yang aga berat seperti pus up, yang melatih otot otot,
Terlihat penampilan tinggi dan tubuh di penuhi dengan otot otot itu membuat penampilan wine menjdi semakin gagah, ia memandang matahari yang ada pada saat itu bersinar sangat terang, ta lama suara seorang pria memanggil namanya,
Ternyata orang itu raden wahna yang ingin bertemu dengan ibundanya, terlihat sosok ayu yang sedang menjemur pakaian di samping rumah sambil sesekali melirik raden wahna yang memanggil wine,
Wine pun hanya tersenyum sambil menaruh tanganya di dahinya melihat ayu sang ibunda berprilaku seperti anak gadis yang baru jatuh cinta,
Ta lama sesok raden wahna pun mengahpiri wine sambil menaruh kedua tangnya di bagian bahu kanan dan kiri wine, sambil berkata, " terimakasih wine, kau telah merestui kami," ucap raden wahna
Wine pun tersenyum dengan wajah tampannya, " tidak usah berterimksh paman, asalkan ibu ku bahagia aku pasti akan mendukungnya, " ujar wine sambil tersenyum
Ta lama raden wahna pun menghampiri ayu dengan wajah yang terpancar dengan kebahagianya,
mereka pun berbincang dengan asik dan gembira , akan tetapi di lihat dari wajah raden wahan tampak beban yang sangat berat yang sedang ia pikul sendiri, wine melihatnya sangatlah khawatir dengan keadaan calon ayahnya itu , ta lama wine pun memanggil raden wahna " paman, maaf ,bisakah kita berbicara sebentar, ucap wine sambil tersenyum ke arah ibundanya yang sedang asik berbincang dengan anak kepala suku tersebut.
" ada apa wine , nanti kau harus memanggil ku ayah ya " ucap raden wahna dengan nada bercanda,
" iya iya, tapi nanti, " balasnya
raden wahna pun beratanya, " ada apa wine , "
Wine pun menjelaskan tentang dirinya yang kemungkinan akan pergi untuk mencari tanaman langka teratai merah,
Mendengar wine yang berkata tetang yang tidak pernah ia bayangkan membuat raden wahna merasa kaget, " haha , kau ini , jangan bercanda " ucap raden wahan dengan nada tidak percaya .
Wine pun menjelaskan rencan tentang dirinya akan mengembara, dan sebelum mengembara ia ingin menyembuhkan kepala suku agar mengurngi beban yang di pikul raden wahna.
wine menjelasakan dengan berkata bahwa dirinya mengenal seorang yang mungkin tau tentang tanaman langka teratai merah itu,
dan hanya dia yang bisa menemuinya sendiri, di karanakan orang itu sangat lah tertutup, hanya diri nyalah yang bisa bertemu denganya, akan tetapi sebelum itu wine ingin melihat keadaan kepala suku terlebih dahulu,
ia hanya ingin tau keadaan kepala suku, dan separah apakah racun yang berada di tubuh rden armada, dan ingin memastikan berapa lama lagi racun itu akan menyebar ke seluruh badan dan jantung.