
"Data yang di dapat dari si pria sombong itu sangat berguna. Bahwa pemilik Jin Khodam Zodiak yang telah di ketahui keberadaanya sekita sepuluh orang," jelas kakek Ben yang berdiri di atas rumah salah satu warga.
Kakek Ben memberi tahu Ace bahwa pemilik Jin Khodam Zodiak yang telah di temukan yaitu : Aquarius, Taurus, Leo, Cancer, Scorpio, Virgo, Capricorn, Aries (menujuk Ace), Gemini, dan Sagitarius. Dua di antaranya telah tertangkap dan diamankan di mangkuk cawan raksasa.
"Dan hari ini kita bersiap untuk memastikan keberadaan pemilik Jin Khodam Zodiak Capricorn."
"Menurut kertas yang diberi pria sombong itu lokasinya ada di desa ini. Namun, ia tidak memberi tahu dengan jelas lokasi rumahnya," tambah kakek Ben.
'Shot.'
Begitu banyak batu kerikil yang terbang mengenai wajah Ace, sehingga dirinya kesal.
Tatapannya melirik ke sana ke mari bermaksud mencari pelaku yang telah melempar wajahnya dengan batu kerikil.
"He!, apa yang sedang kalian lakukan berdiri di atas genteng rumah warga desa ini?!"
Seseorang berteriak pada Ace dan kakek Ben dengan tatapan tajam ke arah mereka. Yaitu seorang pria muda yang terlihat tampan rupawan. Dilihat dari wajah dan postur tubuhnya pria tersebut berumur kurang lebih 22 tahun.
"Oh jadi kau yang telah melempar wajahku dengan batu kerikil?!" Ucap Ace kesal.
Dirinya juga menghampiri pria tersebut bermaksud untuk melakukan balas dendam.
Namun, kakek Ben dengan sigap menahan tubuh Ace dan berkata bahwa Ace harus tenang dalam mengendalikan emosinya.
"Kendalikan emosimu dan gunakan otakmu, jangan ototmu!" Ucap kakek Ben pada Ace dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Lihat baik-baik kearahnya, Ace. Kenapa ia bisa melihat kita di dimensi ghoib ini?!"
"Karena ia juga pemilik jin Khodam?" Tebak Ace.
"Yup, benar sekali. Dan kita tidak boleh gegabah melawannya. Kita tidak boleh membunuhnya. Kita harus meyakinkan terlebih dahulu jin khodam apa yang dirinya miliki," ucap Kakek Ben.
Sambil memperingati Ace, kakek Ben meluncurkan serangan dari tangannya berupa serangan angin ke arah pria di depannya.
Dan benar saja tebakan kakek Ben, tiba-tiba muncul Jin Khodam yang kembali menyerang serangan dari kakek Ben.
"Terima kasih Hantu Kambe," ucapnya pada Hantu Kambe.
"Biasa saja," ucap Hantu Kambe.
Tatapan tajamnya masih terlihat oleh kaken Ben dan Ace. Ia tidak tahu maksud kedua orang yang datang ke desanya. Namun, karena ia baru pertama kali melihat mereka, apalagi terlihat mencurgakan, pria tersebut menegur kakek Ben dan Ace.
"Apa yang sedang kalian lakukan di desa ini?" Tanyanya menatap tajam kakek Ben dan Ace.
"Ace aku serahkan padamu."
Kakek Ben kemudian pergi menjauhi Ace dan pria yang tiba-tiba datang tersebut.
"Mau pergi ke mana kau, Kakek tua?"
"Hantu Kambe!" Teriaknya.
"Okeee, aku serahkan padamu Ryan."
'BOLA PASIR,' Ryan atau pria yang memergoki Kakek Ben dan Ace merafalkan mantera. Sehingga terbentuklah bola pasir dari Hantu Kambe yang mengarah ke arah kakek Ben.
Namun, bola pasir tersebut di tahan oleh Mariaban, Jin Khodam milik Ace.
"Lawanmu adalah aku, anak muda," ucap Ace menatap Ryan.
Terkejut, itulah yang dirasakan Ryan saat melihat Mariaban. Ia juga langsung terfikir kenapa dua pria tersebut bisa berdiri dengan tenang di atas genteng rumah.
"Kau juga seorang partner jin khodam?!" Ucap Ryan terkejut.
"Benar!" Ucapnya simpel.
"Lalu apa yang sedang kau lakukan di desa ini?" Tanya Ryan penasaran.
Ace menjelaskan kedatangan mereka berdua. Ia berkata bahwa mereka berdua datang ke desa tersebut adalah ingin bertemu dengan Ryan.
"Karana Jin Khodamu!" Jelas Kakek Ben
"Kau tidak tahu apa mau kalian berdua terhadapku. Tapi yang pasti, kalian memiliki niat jahat dilihat dari aura wajahmu."
Ryan kemudahan berlari di atas genteng menuju Ace. Tidak lupa juga Hantu Kambe yang terbang mendekati Mariaban.
"Apa yang akan kalian lak-," ucapan Ace terhenti oleh Ryan yang tiba-tiba berada di hadapannya sambil melayangkan tinju tepat di wajahnya.
Hal itu membuat ia Terjatuh dari atas genteng.
Hal yang sama dilakukan oleh Hantu Kambe, ia melayangkan tinjunya ke arah Mariaban. Namun karena Mariaban memilki kecepatan super, tinju Hantu Kambe meleset karena Mariaban yang terbang ke arah Ace untuk menyelamatkannya.
"Kau jangan menganggap remeh lawan, Ace. Walaupun lawan terlihat lemah," jelas Mariaban pada Ace.
Kemudian Mariaban membawa tubuh Ace ke genteng rumah warga satunya lagi. Sehingga jarak Ryan dan Ace terhalang oleh dua rumah warga.
"Aku tanya kau sekali lagi. Apa yang sebenarnya kalian inginkan dariku?" Tanya Ryan telihat wajah yang tersenyum sombong.
Ryan sangat percaya diri bahwa ia bisa mengalahkan pria di hadapannya dan kakek tua yang sedah menonton mereka bertarung dari kejauhan.
Karena kesal melihat Ryan yang tersenyum, membuat Ace terpancing apalagi, ia masih mengingat kejadian dirinya yang dilempar banyak batu kerikil dan Ryan yang melayangkan tinju tepat di wajahnya.
"Mariaban!" Teriak Ace kesal.
Mariaban langsung mengerti apa maksud teriakan Ace, ia kemudian berlari ke arah Ryan dengan kecepatan supernya.
Namun, Hantu Kambe tidak tinggal diam. Ia merubah wujudnya menjadi Mariaban dan berlari dengan cepat ke arah Ryan.
Mariaban kw mendapat tubuh Ryan dan merubah kembali wujudnya menjadi Hantu Kambe.
Mariaban , Ace dan kakek Ben dibuat terkejut oleh perubahan wujud Hantu Kambe. Hal itu membuat Ace dan Mariaban sedikit tidak percaya diri untuk melanjutkan pertarungan tersebut.
"Kenapa kau terlihat cemas Ace?" Tanya Kakek Ben pada Ace.
Ia juga terlihat kecewa pada semangat Ace yang tiba-tiba menciut.
"Aku tidak cemas, hanya terkejut melihat kemampuannya yang unik," ucap Ace yang tiba-tiba semangat kembali membara.
"Ya sudah aku serahkan dia padamu. Aku harus kembali, si bocah yang aku manfaat sedang menungguku. Aku yakin pasti ia berhasil membawa setengah pemilik Jin Khodam Zodiak Gemini."
Kakek Ben pergi meninggalkan Ace bersama Ryan.
"Tidak akan aku biarkan kau pergi kakek tua."
"Hantu Kambe!" Teriak Ryan yang kemudian Hantu Kambe berubah wujud menjadi Mariaban.
Ia kemudian terbang ke arah Kakek Ben dengan sangat cepat.
Namun, Mariaban asli langsung menahannya hingga Mariaban asli dan Mariaban palsu saling bertabrakan.
"Sudah aku bilang, lawanmu adalah aku!" Ucap Ace terlihat sombong.
Kakek Ben semakin jauh dari pandangan Ryan dan Ace. Hingga Ryan kehilangan jejaknya dan Mariaban KW tidak bisa mengejarnya.
.
To Be Continued.
.
.
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.
.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI