Khodam

Khodam
Final Arc : Khodam Zodiak Pisces



Mereka berdua kini dalam keadaan terdesak. Semua arah tertutup oleh pohon yang tiba-tiba saling berdempetan, sehingga menutupi akses kabur. Tidak hanya itu, api yang tiba-tiba muncul membakar dan merambat dengan sangat cepat, apalagi api tersebut juga perlahan semakin mendekat. Dari atas langit, batu raksasa terus berjatuhan dan terus Macan Putih hancurkan, sehingga mereka tidak bisa kabur lewat manapun.


"Bagaimana ini Macan Putih?" Tanya Diki panik.


"Aku tidak tahu, batu raksasa yang terus aku hancurkan selalu tiba-tiba muncul kembali," ucap Macan Putih sibuk menghancurkan batu raksasa yang datang ke arah partnernya.


"Bruk, bruk, bruk bruk!" Suara pukulan macan putih menghancurkan batu raksasa.


Tiba-tiba terdengar suara bising yang semakin dekat dari arah luar. Lemparan batu raksasa pun terhenti setelah suara tersebut terasa sangat dekat tepat di atas mereka.


Tidak hanya itu. Hujan tiba-tiba turun dari atas langit dan kebakaran hutan pun teratasi dengan mudah.


"Bruk!"


Seseorang turun dari atas langit, dengan gaya bak Spiderman.


"Apa kau baik-baik saja Diki?"


Diki terkejut saat melihat siapa yang barusan turun tersebut. Ia merasa orang tersebut tidak mungkin bisa loncat dari atas dengan mudahnya, karena dulu orang tersebut terlihat sangat lemah tak berdaya.


"Rani?!"


"Kenapa kau bisa ada disini?"


"Dan kenapa kau bisa turun begitu saja dari atas langit?"


Diki heran, kenapa Rani yang notabenenya wanita lemah bisa turun dari ketinggian dengan mudah dan santai. Ia mulai bingung dan pikirannya kini dihantui oleh rasa penasaran yang terus bermunculan.


"Ke...kenapa bisa kau di sini?"


"Trus, bagaimana kau bisa meloncat ke sini tanpa rasa takut sedikit pun?"


"Sedang apa kau sebenernya?"


Diki terus melontarkan pertanyaan-pertanyaan pada Rani. Namun wanita tersebut menyuruh Diki untuk tidak lanjut memberi pertanyaan padanya.


"Kau sungguh cerewet Diki!"


"Biarkan aku menjelaskannya secara simpel," tambah Rani menatap ke arah Diki.


Ia kemudian memanggil seseorang dan tiba-tiba muncul di depannya.


"Dewi lanjar, keluar!"


Diki terkejut, saat sesuatu muncul dari tubuh Rani. Ia kemudian menebak bahwa Rani memiliki Khodam dengan nama Dewi Lanjar.


Rani mengangguk, bahwa apa yang ditebak oleh Diki benar. Ia juga menambahkan bahwa Dewi Lanjar adalah Khodam bertipe Zodiak sama denga apa yang di samping Diki.


"Dewi Lanjar ini adalah jin Khodam bertipe Zodiak, lebih tepatnya zodiak Pisces."


Diki semakin terkejut. Dirinya kembali melontarkan pertanyaan kenapa Rani bisa memiliki jin khodam juga di tubuhnya.


"Aku tidak tahu jelasnya. Hanya saja, setelah aku terbangun dari tidurnya, tiba-tiba Dewi Lanjar telah berdiri di sampingku," jelas Rani.


Saat itu setelah kejadian Hantu Banyu yang berubah menjadi Iblis Banyu, telah membuatnya menderita sampai terjatuh pingsan. Tunangannya bernama Agung, membawa tubuh Rani pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Tidak ada luka yang serius hanya membutuhkan istirahat cukup dan pengobatan memar di bagian tubuh tertentu.


"Tentu saja, karena mas Agung sangat mengkhawatirkanku. Ia menyuruhku untuk tinggal beberapa hari di rumah sakit untuk menjalani perawatan," tambahnya.


Ia telah mengatakan pada tunangannya tersebut untuk menjalankan perawatan di rumah. Namun, karena tunangannya takut akan terjadi apa-apa dengan Rani. Ia memaksa Rani tinggal di rumah sakit, untuk beberapa hari kedepannya.


"Lalu, beberapa hari kemudian, Dewi Lanjar telah berdiri di samping ku saat aku terbangun."


"Mas Agung, ajak dulu sodara mas untuk makan. Aku kasihan melihat duduk begitu saja menungguku sedari tadi."


Rani meminta Agung untuk membelikan makan Dewi Lanjar yang tidak dilihat sama sekali oleh tunangannya tersebut.


Ia malah bertanya terkait apa yang dikatakan oleh Rani.


"Apa yang sedang kau bicarakan? Saudara yang mana?" Tanya Agung bingung.


"Ini loh mas di depan mas, masa gak liat?" Tanya Rani bingung.


"Sama sekali mas gak liat Rani."


Namun, Dewi Lanjar berbicara. Ia berkata bahwa dirinya bukanlah manusia. Ia berkata bahwa dirinya adalah jin khodam yang berada di dalam tubuh Rani.


Sontak hal itu membuat dirinya syok dan membuat Agung ikut syok. Ia pergi untuk mencari doktor karena ia khawatir dengan tunangannya yang tiba-tiba seperti orang sawan.


Beberapa saat kemudian Agung datang bersama dokter untuk memeriksa Rani. Namun, tidak ada hal aneh pada tubuhnya, hanya satu hal yang pasti yaitu detak jantungnya sedikit berdegup kencang.


"Tidak Ada yang aneh. Semua ini normal," jelas dokter yang pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Tiap hari Rani terus mengatakan omong kosong pada Agung hingga membuat dirinya khawatir dan bingung.


Ia kemudian memanggil orang pintar yang sering disebut sebagai dukun untuk mencari tahu apa yang sebenernya terjadi dengan Rani tunangannya.


Dukun tersebut menerawang area sekita dengan menutup matanya, sambil memanjatkan sebuah mantera. Tidak lupa ia juga menciprat-cipratkan air yang telah ia bawa di mangkuk yang terbuat dari batok kelapa.


Ia membuka mata dan langsung melotot ke arah Dewi Lanjar.


"Kau siapa?" Tanya dukun tersebut.


"Dewi Lanjar." Dewi Lanjar mengatakannya dengan santai namun melotot ke arah dukun tersebut.


Dukun tersebut memberi tahu Agung bahwa ada sosok wanita yang berada tepat di depannya dengan nama Dewi Lanjar.


"Dewi Lanjar, siapa dia dan kenapa mengganggu tunanganku."


Agung meminta kepada sang dukun untuk menyampaikan pertanyaannya. Namun, belum juga bertanya, Dewi Lanjar telah memberikan jawabannya.


"Aku adalah jin Khodam dari Rani. Dan aku bertugas untuk menjaga Rani dari marabahaya yang datang padanya," jelas Dewi Lanjar sambil menari.


Dan sang dukun pun memberi tahu pada Agung siapa sebenarnya Dewi Lanjar. Ia juga mengatakan pada Agung bahwa mahluk tersebut tidak berbahaya. Justru mahluk tersebut akan melindungi Rani dari marabahaya apapun.


"Aku juga termasuk salah satu jin khodam zodiak, yaitu Pisces," tambah Dewi Lanjar menari sambil menatap ke arah sang dukun.


Sang dukun tiba-tiba terdiam. Ia berkata bahwa ada kendala yang harus Agung terima dengan lapang dada.


"Rani tidak akan seaman dengan apa yang kau pikirkan. Jin Khodam miliknya adalah jin bertipe zodiak." Tambah pria yang disebut sebagai dukun.


Karena tidak mengerti dengan semua yang dibicarakan dukun tersebut. Sang dukun menawarkan diri untuk mengajari Rani cara mengendalikan jin khodam.


Agung sanh tunanganpun mengizinkan dengan syarat ia juga ingin belajar mengenai alam ghoib tersebut.


To Be Continued.....


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI