Khodam

Khodam
Batu



Hujan deras masih menemani dinginnya hari dan pakaian mereka tentunya sangat terlihat basah kuyup.


Walaupun mereka berteduh, rasa tidak nyaman akibat pakaian yang basah membuat mereka menyuruh Diki menyalakan api.


Diki merafalkan mantera dan seketika api keluar dari tangan Macan Putih, yang kemudian ia simpan di tengah-tengah kerumunan.


Hal itu membuat Erina, Diki, Tiara dan Arzan mendekati sumber api dan menghangatkan badan sambil mengeringkan pakaian basah yang terkena air hujan.


Sambil menghangatkan badan, Erina mengatakan bahwa Tiara, Diki dan Arzan sangatlah luar biasa. Namun, di sisi lain mereka masih belum bisa bebas berkeliaran mengerjakan misi yang berbahaya sendirian. Apa lagi jin khodam mereka bertipe zodiak.


Erina juga menceritakan bahwa terdapat kekuatan rahasia dari jin khodam bertipe zodiak.


"Kalian tahu, Jin khodam bertipe zodik ini memiliki keunikan tersendiri, dan kalian seharusnya lebih bangga," ucap Erina dengan perkataan yang sangat meyakinkan.


"Kekuataan rahasia?" Tanya Tiara yang sedikit penasaran.


"Yupz, apa kau tahu jin khodam milik Leena?, Jin Khodam miliknya juga bertipe zodiak sama seperti kalian."


Mereka bertiga terdiam saat tahu bahwa jin khodam Leena termasuk jin khodam zodiak.


"Bukan hanya itu, jin khodam milik Ayu juga termasuk jin khodam bertipe zodiak," ucap Erina dengan pembawaa yang serius.


Mendengar fakta bahwa jin khodam milik Ayu juga termasuk jin khodam zodiak membuat mereka terdiam menyimak cerita Erina dan  semakin penasaran dengan cerita Erina.


"Dan yang lebih mengejutkan, jin khodam partnerku juga termasuk jin khodam bertipe zodiak. Noni Belanda termasuk jin khodam Zodiak Virgo," jelas Erina.


"Lalu, Jin khodam kak Leena dan kak Ayu?" Tanya Tiara penasaran.


Erina menjelaskan bahwa jin khodam Leena si Jerangkong adalah jin khodam Scorpio dan jin khodam Ayu yaitu Hantu Kambe adalah jin khodam cancer.


"Kekuatan rahasia mereka juga sudah kami ketahui dan tentunya kami kuasai. Seperti contohnya Leena, saat jin khodamnya terkena serangan, badan atau tulang belulangnya akan terpisah dan kembali utuh lagi karena kakuatan rahasia dari jin khodamnya adalah imortal."


"Kekuatan dari immortal itu sendiri akan kembali hidup saat jin khodam tersebut mati," Tambah Erina.


Erina juga menjelaskan kekuatan rahasia milik Ayu, yaitu kekuatan penyembuhan super milik hantu kambe.


"Kalian pasti pernah lihat kemampuan Hantu Kambe satu ini, saat mwnyembuhkan Leena bukan," ucap Erina.


"Lalu, kekuatan rahasia milik Noni Belanda?" Tanya Tiara penasaran.


"Ini memang kekuatan super, tapi kemampuannya tidak bisa digunakan saat pertarungan. Noni Belanda hanya dianugerahi  kekuatan rahasianya yaitu kecerdasan super," ucap Erina.


Erina kemudian menanyakan pada mereka bertiga terutama Arzan terkait kekuatan rahasia yang barusan dirinya ceritakan.


Tetapi mereka sangat tidak mengetahui memiliki kekuatan rahasia dari jin khodamnya. Apalagi Arzan yang terus ditanyai karena dirinya yang paling berpengalaman dari mereka bertiga.


"Aku bahkan baru mengetahuinya sekarang," ucap Arzan yang memalingkan wajahnya karena Erina yang terus menatapnya.


Mendengar ucapan Arzan yang tidak mengetahui tentang kekuatan rahasia yang barusan dirinya ceritakan, membuat Erina sedikit kecewa dibuatnya.


"Oh ya sudah aku harap kalian bisa menguasai kekuatan rahasia kalian masing-masing," ucap Erina yang sedikit kecewa.


"Benar juga, aku hampir lupa. Ini ada kotak hadiah dari Sbastian, karena kalian berhasil melalui tahap pelatihan ini, aku harap kalian menyukainya dan aku harap bukan barang aneh yang diberikan Sbastian untuk kalian."


"Tapi kenapa, aku yang mengajar mereka tidak mendapatkan hadiah dari Sbatsian. Kok sebel sih," gumam Erina yang sedikit kecewa.


Kotak kado dengan ukuran 5 kali 5 centimeter tersebut, dibuka oleh ketiga anak remaja tersebut.


Diki dan Tiara dibuat terkejut saat mihat hadiah yang diberikan oleh Sbastian. Namun berbeda dengan Arzan yang nampak biasa saja saat melihat hadiahnya.


"Ini, batu yang sangat indah bukan," ucap Tiara yang memperlihatkan batu tersebut keatas wajahnya.


"Kalau punyaku bertipe apa kak Erina?" Tanya Diki pada Erina dengan wajah yang penuh harap.


Erina menatap ke arah batu milik Diki pemberian Sbastian dan dirinya menjelaskan bahwa batu miliknya bertipe 'Garnet'. Erina juga menjelaskan bahwa batu milik Diki juga termasuk batu yang langka.


Mendengar bahwa batu miliknya sangat langka membuat Diki sangat gembira. Setelah itu, mereka bertia menatap ke arah Arzan untuk melihat batu jenis apa yang diberikan Sbastian padanya.


"Kau dapat batu jenis apa Arzan?" Tanya Tiara penasaran.


Arzan langsung memperlihatkan batunya. Melihat struktur batu yang begitu abstrak membuat Diki dan Tiara tidak begitu tertarik dengan batu milik Arzan.


Namun, Erina yang melihat batu milik Arzan dibuat terdiam dan terkagum-kagum dibuatnya.


"Ba-batu yang sangat-sangat indah. Kau sangat beruntung Arzan, mendapatkan batu unik ini dari Sbastian," ucap Erina yang sangat menginginkan batu milik Arzan tersebut.


"Apa bagusnya batu itu kak Erina?" Tanya Tiara.


"Memang batu ini sekilas tidak begitu menarik, namun jika kalian adalah kolektor batu, batu ini banyak jadi incaran kolektor. Penampilanmya yang abstrak adalah salah satu hal unik dari batu tersebut," jelas Erina.


Saat Erina sedang menjelaskan tentang batu milil Arzan, tiba-tiba keluar cahaya dari ketiga batu yang sedang dipegang oleh Diki, Tiara dan Arzan. Hal itu membuat mereka sangat terkejut.


Cahaya yang dikeluarkan batu tersebut semakin terang, sehingga bagi siapa saja yang berada didekatnya akan menutup matanya untuk melindunginya dari terangnya cahaya tersebut.


Sesaat setelah cahaya yang dipancarkan ketiga batu tersebut menghilang, Erina membuka matanya dan dibuat terkejut oleh sesuatu yang dilihatnya.


"Diki?, Tiara?, Arzan?" Ucap Erina yang menatap ke arah depan.


Dirinya pun mulai melirikan matanya keberbagai arah.


"Kemana kalian?, Diki, Tiara Arzan?" Ucap Erina yang terus melirikan penglihatannya keberbagai arah.


"DIKIIIII, TIARAAAAAAA, ARZAAAAAA!"


Erina berlari ke lapangan dan berteriak mencari ketiga anak remaja yang tiba-tiba menghilang barusan.


Mencari dan terus memcari keberbagai arah.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?" Ucap Erina cemas.


Tiba-tiba keluar Noni Belanda dan berkata pada Erina mengenai hilangnya ketiga remaja yang sedang diawasi Erina.


"Tenangkan hatimu Erian!. Percuma kau mencari mereka. Ingat apa yang terjadi sebelum mereka bertiga menghilang," ucap Noni Belanda untuk menenangkan Erina.


Mendengar ucapan Noni Belanda, Erian terdiam sesaat dan mengingat kejadian sebelum mereka bertiga menghilang.


"Oh saat mereka membuak batu pemberian Sbastian, mereka langsung menghilang."


"Kau benar, dan apa yang akan kau lakukan sekarang Erian?" Tanya Noni Belanda pada Erina.


.


To Be Continued


.


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI