
raden wahna pun merasa terkejut sekaligus lega, karna pemimpin suku sudah kembali dari perjalananya yang lama.
" maaf kan kami, karna kami datang terlambat raden wahna " ujar salah satu tetua suku
" seandainya kami datang pada saat itu, mungkin tragedi ini tidak akan terjadi, " ujar tetua suku yang lainya,
" sudah lah, ini sebuah takdir yang ta bisa kita ubah " ujar radrn wahna dengan rasa sedih
Raden wahna tidak tau harus senang atau pun sedih, di sisi lain ia senang dengan kedatanhan tiga tetua suku dengan begitu sebagian beban telah berkurang, di sisi lain ia merasa sedih, lantaran dengan keadaan ayahandanya, ia pun ta bisa berbuat apa apa,
" apakah bocah ini anaknya wanda ," ujar tetua suku yang sedang manatap wine
sang ibu ayu pun menjawab, " iya betul tuan" ujar ayu menjawab salah satu tetua suku,
" hahah, sangat tampan, di tambah sorot matanya sama persis dengan ayahnya haha " ujar tetua suku dengan senang bertemu dengan wine
" ijin kan kami ikut bersamamu bocah, agar kami bisa membantu mu " ujar tetua suku yang bernama ranen janaka.
wine pun menjawab dengan tegas serta sorot mata yang tajam " tidak, aku akan pergi sendiri " jawab tegas wine
sang ibu yang melihat itu mencoba berbicara pada waine, setidanya untuk melindungi dirinya dari serangan binatang buas yang ada di perjalananya nanti , akan tetapi wine menolak dengan lembut pada ibunya,
Lantaran, wine merasa perjalanan ini bukan hanya untuk mencari tanaman teratai merah melain kan untuk mencari suara perempuan yang menggema di telinganya.
para tetua suku pun merasa kecewa dengan pernyataan wine, mereka merasa bahwa wine terlalu sombong, akan tetapi setelah mengetahui bahwa raden wahna akan menikah dengan ayu mereka pun merasa tidak salanya mempercayai wine,
Salah satu tetua suku yang bernama raden wisuda pun memberikan sebuah ramuan untuk berjaga jaga, jika dalam keadaan bahaya ia bisa meminumnya, dan mungkin itu bisa menyelamatkan nyawanya,
Wine pun menerima ramuan itu, dan memasukanya kedalam kantong yang ada pada baju nya.
semua yang berada di sana ta satu pun ikut berasa wine akan tetapi raden janaka memasang sebuah segel pengintai, unutuk bejaga jaga bila sanya wine dalam keadaan bahaya segel itu akan membawa wine kembali ke kediaman suku api.
" baiklah aku pamit bu, " ujar wine memeluk sang ibu
" paman tolong jaga ibu ku," ujar wine yang meminta raden wahna untuk menjaganya.
raden wahna pun ta memilki pilihan lain selain percaya pada wine dan ia pun mengusap air mata yang ada pada wajahnya.
" baik lah wine, aku pasti akan menjaga ibumu." jawab raden wahna.
Wine pun pergi dari kediaman suku api, ta lama ia pun sampai di sebuah mulut hutan tempat ia biasa berlatih dahulu,
Ia pun mulai berjalan menggunakan tehnik yang di ajarkan oleh gurunya yang ada di dunianya dulu dengan memasukan energi kanuragan kedalamnya, sambil megucapkan kata " langakah kilat " wine pun melesat dengan cepat ke arah hutan.
Wine berencana untuk masuk kedalam hutan, tempat di mana tidak ada satu pun manusia yang dapat menemukanya, ia takut ada orang yang mengetahui bahwa dirinya membuka portal dan masuk kedalam portal terlarang, tempat di mana dunia lama berada.
Pohon pohon kayu besar sangat lebat menutupi sinar matahari, hingga membuat hutan itu gelap, di tambah lagi kabut asap yang menutupi pandangan wine,
karna ta memungkinkan dirinya untuk berjalan lagi wine pun memanggil darwa,
" iya tuan, " saut darwa sang khodam naga biru
" apa kau bisa keluar," tanya wine dengan rasa was was terhadap kondisi sekitar
" tentu tuan," ujar darwa
ta lama darwa pun menujukan wujudnya, dan mengatakan bahwa ada binatang buas dengan bintang tiga yang mengawasinya, di karnakan dirinya merasa terancam karna ada orang yang masuk pada wilayahnya.
" tuan sepertinya ada yang sedang mengintai kita " ujar darwa
" aku tau, di mana dia berada " tanya wine dengan sesekali menengok ke kanan dan kiri
" hmm, hanya ada satu cara untuk mengetahunya, " ujar darwa
Ta lama darwa pun meraung dengan sangat kencang, yang membuat aura yang mengintimdasi itu menghilang berasamaan dengan kabut asap yang menutupi pandangan wine
benar saja sekelompok serigara besar sedang memperhatikan wine, tatapan matanya menujukan bahwa mereka sedang kelaparan.
Bulu hitam dengan tanduk, gigi tajam dengan air liur yang keluar dari mulut para serigala itu menujukan bahwa mereka sedang kelaparan dan wine adalah mangsanya..
Wine pun tersenyum sinis,
" apa kalian ingin memakan ku, " ujar wine meledek para serigala yang ingin menyerang dirinya
Suara serring pedang tajam yang keluar dari serangkanya menggema di telingga, secara perlahan wine mengeluarkan senjata pedang dengan kepala naga peninggalan mendiang ayahnya, tanpa berkata kata lagi. wine melontarkan serangan dengan melesat menggunakan langkah kilatnya menyerang langung para serigala, serigala itu pun juga ikut menyerang wine , akan tetapi dengan langkah kilatnya ,yang di miliki wine mubuat wine terlihat seperti bayangan hitam yang melesat dengan cepat di tengah gelapnya hutan, dengan tepat wine memotong bagian kepala serigala itu satu persatu .
ta berselang lama bagi wine untuk menyerang sekelompok serigala itu, suara aungan serigala pun kembali terdengar menggema di telinga, dan di ikuti oleh serigala lainya yang ikut mengaung , sekor serigala putih dengan tanduk berkeristal merah mengaung di atas bukit tempat wine bertarung,
" tuan , spertinya itu pemimpin mereka, ijin kan aku ikut bertarung bersamamu tuan" ujar darwa yang sedang terdiam di atas pohon
melihat wine bertarung
setelah darwa mengaung wine melarangnya untuk ikut bertarung wine ingin memastikan kekuatan kanuragan yang ia miliki , akan tetapi kemunculan serigala putih membuat wine ingin mencoba mengetes kekuatan khodamnya, ia ngin mengetahui seberapa kuat khodam penjaganya,
Wine pun tersenyum ke arah darwa dan menggukan kepala yang mendakan ia setuju,seketika darwa pun menghilang, ta berselang lama aura naga biru meledak dalam tubuh wine, mata wine seketika memancarkan sinar biru aura mengintimdasi membuat sekawana serigala merasa terancam dan membuat mereka menyerang wine denhan lebih ganas, akan tetapi wine dengan santainya mengbaskan tangan yang mebuat serigala itu terpental jauh ke arah hutan,hingga mati seketika.
" kini tinggal kamu seorang" ujar wine dengan senyum tampak menikmati pertarungan
Di sisi lain darwa merasa terkejut sekaligus kagum dengan kekuatan wine saat ini, ia merasakan bahwa wine kini sudah bisa memanpaatkan kekuatan kanuragan yang ia miliki, hingga ia merasa wine berbeda dengan dulu ,waktu pertama mereka bertemu di alam dewi rembulan.