Khodam

Khodam
Organisasi Pemburu Jin Khodam Zodiak



Malam hari di sebuah hutan identik dengan terdengarnya suara-suara mahluk malam. Seperti suara burung hantu, luwak, kelalawar dan lain-lain yang mendominasi wilayah hutan.


Namun, malam ini tejadi sedikit kegaduhan di dalam hutan. Yang dimana seseorang sedang menjadi target penangkapan.


"Hosh hosh hosh."


Terdengar suara nafas dari seseorang yang terlihat kelelahan sambil duduk bersender di bawah pohon.


"Sudah aku bilang, sebaiknya kau naik kepunggungku saja, Indah."


"Tidak, sebaiknya aku menggunakan kartu as ini dalam keadaan genting saja. Untuk saat ini lebih baik aku berlari dengan tenagaku sendiri saja," jelas Indah pada Jin khodamnya.


Tiba-tiba jin khodam tersebut langsung terdiam dan berkata pada Indah bahwa musuh sudah berada tepat 100 meter di belakangnya.


Tanpa basa-basi Indah langsung melanjutkan larinya dari kejaran orang yang mengejarnya.


"Sebaiknya kau mengambil jalur kanan atau kiri, karena aku merasakan 150 meter di depan ada musuh yang sedang menunggu kita.


Indah pun menuruti perkataan Jin Khodamnya, lalu ia berlari dan mengambil jalur kanan. Saat berbelok ke kanan, tiba-tiba angin kencang terasa melewati dirinya.


Matanya sedikit terkena debu akibat angin kencang yang tiba-tiba melintas barusan, dirinya kemudian mengucek-ngucek matanya lalu ia tidak sengaja tersandung akar pohon dan akhirnya terjatuh tepat dibawah genangan air yanh cukup dalam.


"Oh tidak, orang yang menunggu kita di depan tadi tiba-tiba bergarak dengan sangat cepat," ucap Jik khodam Indah.


"Awas!" Teriak Jin Khodam sambil melindungi tubuh Indah yang masih terkapar di tanah.


"Aihahahahah. Jin Khodamu sangat cekatan ternyata," ucap Seorang pria menatap Indah sombong dengan ciri kedua gigi taringnya yang runcing.


"Boleh juga kau rupanya Kuda Lumping," Ucap Jin Khodamnya si pria pemilik gigi taring runcing tersebut.


"Namun, Kekuatan tambahan milikmu yaitu Kepekaan tajam, masih belum sebanding dengan kekuatan tambahan miliku ini," tambahnya sombong.


Kuda Lumping sang jin khodam partner Indah, hanya menatap tajam ke arah Hantu Mariaban sang jin khodam milik pria bergigi taring runcing tersebut.


"Oh tidak, beberapa orang sedang menuju kemari, Indah. Jaraknya sekitar 100 meter dari arah kita," ucap Kuda Lumping panik.


"Sebaiknya kita kabur, dan naiklah kepunggungku," perintah Kuda Lumping pada Indah.


Indah kemudian menuruti kata-kata Kuda Lumping dan menaiki punggungnya. Namun, saat menaiki punggung Kuda Lumping, tiba-tiba serangan berupa bola api terbang mengarah ke arah Indah.


Lagi-lagi dengan cepat Kuda Lumping menyadari dan langsung menjatuhkan tubuh Indah ke tanah. Sehingga serangan tersebut mengenai punggung Kuda Lumping.


"Kau jangan sampai membunuh incaran kita, Ace," ucap pria tua yang terlihat memiliki badan tegap, memiliki rambut putih sebahu dengan sisir rapi kebelang.


Pria tua tersebut tiba-tiba datang bersama rombongan yang mengejar indah.


"Aku tahu itu!" Ucap Ace sedikit kesal.


Semakin penasaran dengan semua yang terjadi padanya, membuat Indah bertanya tentang pengejaran mereka padanya.


"Sebenarnya apa yanh kaliam inginkan dariku?!" Tanya Indah kesal.


"Sepertinya kau tidak perlu tahu tentang kami, karena sebentar lagi kau akan tertidur untuk waktu yang sangat lama bahkan bisa jadi selama-lamanya," jelas pria tua tersebut.


"Tapi, karena kau sudah rela kita tangkap, aku akan memberikan kau hadiah yaitu sebuah informasi kenapa kita menangkapmu. Kami adalah organisasi pemburu para Jin khodam Zodiak. Dan karena kau adalah salah satu Jin khodam Zodiak yaitu Sagitarius, jadi aku harus menangkapmu," tambahnya.


Setelah itu pria tua tersebut pergi dan menyuruh Ace untuk mengurus wanita yang bersama Jin Khodam Zodiak tersebut.


'BOLA API,' Ace merafalkan mantera dan keluarlah bola api terbang menyerang ke arah Indah.


Namun Indah membalasnya dengan merafalkan mantera.


'BOLA API,'


Keluar Bola api dari Kuda Lumping dan terbang mengarah bola api dari Mariaban. Hingga kedua bola api tersebut saling adu dan terciptalah api yang besar karena tabrakan tersebut yang kemudian menghilang.


"Mariaban!"


Ace berteriak pada Jin Khodamnya yang langsung Mariaban pahami walaupun hanya menyebut namanya.


Kemudian Mariaban berlari dengan cepat mengelilingi Kuda Lumping dan partnernya yaitu Indah, lalu Ace merafalkan mantera.


'BOLA API BERTUBI-TUBI,'


Berlari mengelilingi Kuda Lumping dan Indah dengan sangat cepat,  Mariaban melempar bola api dari sepanjang lintasan larinya tersebut. Sehingga bola api Mariaban siap membakar mereka berdua dari berbagai arah.


Namun, lagi dan lagi Indah cekatan dalam menangani serangan musuh. Ia merafalkan mantera untuk terhindar dari serangan bola api tersebut.


'PELINDUNG AIR," Indah merafalkan mantera dan genangan air dari bawah tubuhnya berkumpul yang membentuk bulatan sempuran melindungi Kuda Lumping dan Indah dengah kekuatan pendukunya. Sehingga serangan bola api Mariaban dapat dihindari dengan mudah.


Tidak berhenti di situ saja, Ace dan Mariaban kembali menyerang mereka dengan kekuatan pendukung miliknya juga.


"Kau sangat tidak diuntungkan ternyata," ucap Ace sombong.


"Kau tahu, kekuatan pendukung Mariaban adalah tumbuhan. Dan lihatlah sekelilingmu, tumbuhan ada dimana-mana, aihahahahaha." ucap Ace tertawa sombong.


Tanpa basa-basi, Ace merafalkan mantera yang membuat begitu banyak tumbuh rambat bermunculan mendekati Indah. Namun, sang Jin Khodam tidak menerima parternya kenapa-napa dan sebisa mungkin ia melindungi Indah.


Namun, karena terlalu banyak tanaman rambat yang bermunculan, Kuda Lumping tidak kuat menahannya dan ia terkena serangan telak dari tanaman rambat Mariaban, kemudian ia menghilang ke tubuh Indah.


Seluruh tubuh Indah terlilit tanamah rambat dan dirinya pingsan. Kemudian tubuh Indah dibawa oleh Ace ke suatu tempat.


***


Setelah Ace manengkap tubuh Indah, ia membawanya ke sebuah markas dan menyimpan tubuh Indah di sebuah wadah berbentu cawan raksasa dengan logo sebuah Zodiak Sagitarius di Cawan tersebut.


Ruangan tersebut terlihat luas dan tinggi, di tengah-tengah ruangan terdapat batu es yang sangat besar dan di sekelilingnya terdapat 12 cawan dengan logo zodiak yang berbeda-beda. Bukan hanya itu, terdapat sebuah patung manusia yang berada di semua sisi batu es tersebut.


"Kerjamu sangat payah kakek Ben," ucap pria misterius yang tiba-tiba berdiri di pojok ruangan dengan kedua tangan yang disilangkan.


Perlahan pria misterius tersebut berjalan mendekati kakek Ben dan Ace.


"Kau bahkan baru menemukan dan menangkap satu pemilik Jin Khodam Zodiak? Hahaha sangat memaluka," tambahnya terlihat sombong.


Namun, dalam waktu sekejap, raut wajahnya berubah serius dan tatapannya tajam menatal kakek Ben.


"Ingat, kita tidak mempunyai waktu lagi untuk membangkitkan Raja Iblis. Tidak mau tahu, ke 12 cawan tersebut harus terisi semua sebelum waktunya tiba."


Pria misterius tersebut langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


"Tcih, selalu seenaknya sendiri," ucap kakek Ben kesal pada pria misterius tersebut.


.


To Be Continued.


.


.


.


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI