Khodam

Khodam
Final Arc : keegoisan Arzan



"Coba saja kalau bisa!" Tantang Gray menatap tajam ke arah Arzan.


Ia juga langsung terbang dengan cepat ke arah Arzan sambil meluncurkan serangan tinjunya.


Namun, dengan sigap Genderuwo langsung melindungi Arzan dan menahan serangan  Grey.


Genderuwo juga langsung membalas serangan Grey yang kemudian ditangkis olehnya. Gray kembali meluncurkan serangan begitupun dengan Genderuwo, sehingga mereka terlihat saling meluncurkan pukulannya.


"Ohhhh~  kau cukup sigap juga rupanya," ucap Grey Sambil terus meluncurkan pukulannya.


"Sebagai partner orang jenius dan penuh perhitungan, aku juga harus mengimbangi pemikirannya. Sehingga kita bisa klop satu sama lain tanpa membebani siapapun!" Jelas Genderuwo tersenyum sinis pada Grey sambil meluncurkan pukulannya.


Mereka terus melakukan serangan satu sama lain hingga, mereka berdua memutuskan untuk mundur.


"Apa menurutmu kita seimbang, Buto?" Tanya Grey pada Genderuwo.


"Hmp, kau terlalu percaya diri! Bahkan kau tidak ada apa-apanya dibanding dengan kekuatanku!" Jelas Genderuwo mencela kata-kata Grey.


"Dan satu hal lagi yang harus kau ingat! Aku bukan Buto Ijo! Aku Genderuwo!" Tambahnya.


Genderuwo menatap ke arah Arzan. Ia memberi sinyal padanya untuk siap bekerjasama melawan Grey.


Arzan pun menganggukan kepalanya. Ia berkata dalam pikirannya bahwa ia harus mendapatkan tubuh kakaknya kembali supaya ia bisa mengubur jasad kakaknya dengan benar.


"Oke, akan aku usahakan untuk mendapatkan tubuh kakakmu kembali!"


Genderuwo pun kembali terbang ke arah Grey dan Arzan pun mengucapkan mantera untuk mengaktifkan kekuatannya pada Genderuwo.


"Unik skill,  MEMPERLAMBAT WAKTU!"


Tiba-tiba, lingkaran transfaran muncul dari dalam tubuh Genderuwo. Lingkaran tersebut mengitari tubuh Genderuwo dengan diameter sekitar tiga puluh meteran.


Karena tidak tahu efek dari lingkaran transfaran yang mengitari tubuh Genderuwo, ia tidak segera manghindar dari target kejaran Genderuwo. Seketika tubuh Gray masuk ke dalam lingkaran transfaran milik Genderuwo. Gerak-geriknya pun melambat sekitar 0,5 kali dari sebelumnya.


Namun, yang dirasakan Gray saat memasuki lingkaran tersebut biasa-biasa saja. Hanya saja ia melihat kecepatan Genderuwo yang meningkat sekitar 1,5 kali dari sebelumnya.


Genderuwo pun siap meluncurkan pukulannya pada Gray. Tetapi, dalam pikiran Arzan, dirinya melarang Genderuwo untuk memukul tubuh Gray.


Hal itu membuat Genderuwo terkejut dan hilang kendali sehingga tubuhnya menabrak dan terkapar di tanah menindih tubuh Gray.


Dengan sigap Genderuwo langsung mundur dan menghampiri Arzan.


"Kenapa kau melarangku memukulnya, Arzan?" Tanya Genderuwo bingung sedikit kesal.


"Bukannya kau ingin mengambil kembali tubuh kakakmu?!"


"Ia, memang itu yang aku inginkan. Hanya saja kau tidak boleh melukai tubuh kakaku sedikitpun Genderuwo!"


"Heh?"


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Genderuwo bingung.


"Bekuk saja! Aku yakin kau bisa melakukannya tanpa melukai tubuh kakaku," jelas Arzan pada Genderuwo.


Saat mereka sedang berdiskusi, lingkaran transfaran milik Genderuwo perlahan mengecil.


Kemudian Genderuwo langsung melakukan hal yang partnernya perintah.


Ia kembali terbang ke arah Gray dengan sangat cepat. Namun, Gray langsung menghindar terbang ke atas saat lingkaran transfaran milik Genderuwo hampir mengenainya.


"Aku tahu penyebab tubuhmu yang tiba-tiba cepat tersebut!"


"Memang cepat jika dilihat dari sudut pandangku. Hanya saja kekuatan lingkaran transfaran itu bukan yang membuatmu cepat, tapi aku yang melambat akibat lingkaran transfaran yang selalu mengikuti ini."


Gray terus mengatakan semua teori-teori mengenai lingkaran milik Genderuwo. Ia juga mengatakan bahwa lingkaran tersebut sedikit mengecil dari sebelumnya.


Genderuwo kembali mengejar Gray, namun tetap saja, Gray selalu menghindar kemanapun Genderuwo mengejarnya. Begitupun seterusnya, sampai lingkaran milik Genderuwo benar-benar terlihat sangat kecil sekitar diameter 5 meteran.


Hingga Genderuwo sangat kesal karena Gray yang terus menghindar saat dikejar olehnya.


"Akan aku pikirkan. Sebaiknya kau fokus dalam mengejar tubuh kakaku saja Genderuwo."


"Nampaknya kau terlihat berbeda dipertarungan kali ini, apa kau memang benar-benar serius bertarung?" Tanya Genderuwo.


Arzan menganggut. Yang artinya ia memang fokus dalam pertarungan kali ini. Namun, isi pikiran tidak bisa bohong. Genderuwo membaca pikiran Arzan tidak ingin kakaknya sampai terluka oleh serangan Genderuwo.


Sebisa mungkin dalam menyerang, Genderuwo tidak boleh mengenai tubuh kakaknya. Karena Arzan ingin, proses pemakaman kakaknya nanti tidak ada luka gores sedikit pun.


"Sangat merepotkan juga yah ternyata," jelas Genderuwo setelah membaca pikiran Arzan.


Genderuwo kembali fokus mengejar Grey saat pikiran Arzan yang mengatakan bahwa dirinya tiba-tiba mendapatkan ide.


Arzan lalu membaca mantera dan keluarlah dinding tebal dari tanah yang memblokir laju terbang Grey.


Tidak ingin terkejar Genderuwo, Gray dengan sigap menghidari dinding tembok tanah tersebut. Namun, Arzan kembali memblokir laju terbang Gray. Namun, Gray kembali menghidari tembok tanah tersebut. Hingga hal itu mereka lakukan berulang-ulang.


Karena laju terbangnya selalu diblokir, membuat lajunya semakin melambat, dan lambat laun Gray terkena lingkar transfaran milik Genderuwo.


Sehingga laju gerakannya kembali melambat sekitar 0,5 kali dari sebelumnya.


Hingga kesempatan pun telah didapat oleh Genderuwo dan Arzan yang berhasil membekuk tubuh Gray atau tubuh kakaknya tersebut.


Lingkaran transfaran yang mengitari tubuh Genderuwo pun menghilang.


Arzan yang melihat Genderuwo berhasil membekuk tubuh kakaknya tersebut menghampiri mereka.


"Aku tahu kau pasti bisa Genderuwo. Terima kasih," ucap Arzan memuji Genderuwo yang berhasil menangkap tubuh kakaknya.


Terlihat, tidak ada aksi pemberontakan dari Gray. Hal itu membuat Arzan penasaran dan melihat wajah kakaknya itu.


"Arzan? Apakah itu kau? Tolong kakak nak." tiba-tiba wajah Gray terlihat sedih terutama kedua matanya yang berkaca-kaca sambil menatap Arzan.


Hati Arzan tersentuh saat melihat ekspresi wajah kakaknya yang menyedihkan. Sehingga Arzan menyuruh Genderuwo untuk melepaskan tubuh kakaknya.


"Kau bercanda Arzan?!" Tanya Genderuwo heran.


"LEPASKAN!!" Teriaknya dalam pikiran.


Lalu Genderuwo melepaskan tubuh kakaknya sesuai permintaan partnernya walaupun dalam keadaan terpaksa.


Saat bebas, ekspresi wajah Gray berubah kembali. Ia langsung memegang kaki Arzan lalu ia terbang menjauhi Genderuwo.


"DASAR SIALAN!!! MAU KAU BAWA KEMANA TUBUH ARZAN?!"


Genderuwo berteriak dan langsung mengejar Gray yang membawa tubuh Arzan.


Dari raut wajahnya nampak Genderuwo sangat marah dan kesal.


Di sisi lain, Gray sempat membanting-banting tubuh Arzan hingga dirinya merasakan kesakitan yang luar biasa.


Genderuwo yang panik melihat parternya diperlakukan semena-mena langsung mengejar Gray. Namun, saat di tengah pengejaran, ia langsung tersedot ke dalam tubuh parternya karena Arzan dinyatakan pingsan.


.


To Be Continued


.


.


.


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI