Khodam

Khodam
Hantu Kambe Vs Mariaban



"Sudah aku bilang lawanmu adalah aku!"


Terlihat wajah Ace yang tersenyum sinis menatap ke arah Ryan. Berdiri di atas genteng rumah warga, dirinya bersiap untuk melawan Ryan.


Begitupun dengan Ryan. Walaupun tidak bisa menahan perginya kakek tua, pikirnya ia masih bisa melawan dan menangkap Ace. Kemudian ia bisa mengulik informasi darinya mengenai kedatangan mereka yang sebenarnya.


"Hmmp, kau terlihat percaya diri sekali," ucap Ryan tersenyum sinis.


Dirinya juga sangat percaya diri dapat mengalahkan Ace.


"Hantu Kambe!" Ucap Ryan memberikan semangat pada Jin Khodamnya.


"Tenang saja. Aku sudah siap, Ryan," ucapnya memberikan sinyal bahwa Hantu Kambe telah siap melawan Mariaban kapan saja.


'SEMBURAN TANAH,' Ryan merafalkan mantera.


Keluarlah semburan tanah dari mulut Hantu Kambe mengarah ke arah Mariaban. Namun, dengan entengnya Mariaban menghindari serangan Hantu Kambe yang menurutnya sangat lambat.


Ryan kembali merafalkan mantera yang sama. Namun, kini Hantu Kambe mengeluarkan semburan tanahnya beberapa kali ke arah Mariaban. Dan lagi-lagi dengan enteng Mariaban menghidari serangan tersebut.


"Seranganmu tidak akan pernah mengenaiku!" Ucap Mariaban sombong.


Kemudian Ace merafalkan mantera, yang kemudian api keluar dari mulut Mariaban dan mengarahkannya ke arah Hantu Kambe.


Dengan santai, Hantu Kambe menghindari serangan api tersebut.


Namun, terlihat senyum Ace yang semakin lebar dan sombong. Benar saja, Ia merafalkan kembali mantera dan keluarlah api dari mulut Mariaban yang kemudian melepaskan dengan cara seperti meludah ke arah Hantu Kambe.


Terlihat sama saja seperti sebelumnya, pikir Hantu Kambe. Namun, kecepatan serangan Mariaban bertambah sekitar 50%. Walaupun Hantu Kambe menghindar, ia masih terkena serangan bola api Mariaban. Hantu Kambe kembali terkejut karena serangan Mariaban bukan hanya satu. Namun, begitu banyak bola api yang mengarah ke dirinya dengan cepat sehingga ia tidak bisa menghindari dari serangan bola api Mariaban tersebut.


Terlihat wajah Ace semakin tersenyum lebar dengan tatapan tajamnya.


"Hantu Kambe?" Teriak Ryan yang terlihat khwatir.


"Aku baik-baik saja, Ryan," ucapnya memastikan Ryan tidak cemas melihat tubuhnya yang terkena serangan Mariaban.


"Kau fokus saja mengenai serangan apa yang harus aku lakukan untuk melawan mereka," tambahnya.


Ryan mengangguk. Matanya menatap ke semua arah dan langsung merafalkan mantera.


'ENT.' Karena Ryan pernah menonton sebuah film dan salah satu karakter dari film tersebut ada pohon hidup, ia memikirkan karakter tersebut.


Tiba-tiba pohon sekeliling mereka bersatu dan membetuk sebuah raksasa pohon lengkap dengan wajah seperti kedua mata, hidung dan mulut.


(Ent adalah mahluk raksasa berbentuk pohon yang terdapat di film LORD OF THE RINGS)


"Kau sangat tidak di untungkan, kareka kekuatan pendukung Hantu Kambe adalah tumbuhan atau Kayu," jelas Ryan percaya diri.


Mendengar Ryan berkata demikian, membuat Ace tersenyum menatap Ryan tajam.


'ENT.' Ace merafalkan mantera yang sama seperti Ryan.


Hal itu membuat Ryan terkejut karena Raksasa dari pohon kembali terbentuk. Bentukan raksasa yang dipanggil Ace pun sama percis dengan raksasa yang dipanggil Ryan.


"Ke-kenapa bisa?"


"Hmm, kau terlalu meremehkanku. Kekuatan tambahan Mariaban juga Tumbuhan atau kayu," jelas Ace.


Dirinya juga berkata bahwa raksasa yang diciptakan oleh Ryan bisa saja dirinya ambil alih dan berpihak padanya. Namun itu semua pasti percuma. Karena Ryan kemungkina bisa mengambil alih kembali raksasa miliknya bahkan milik Ace juga.


"Apa kau ingin melanjutkan pertarungan tumbuhan tanpa henti ini?" Tanya Ace pada Ryan.


Kemudian Ryan melepaskan mantera dari pohon rakasasa tersebut dan seketika pohon tersebut melebur. Begitupun yang dilakukan Ace.


"Aku tidak bisa melihat gerakannya," ucap Hantu Kambe.


'Blam!'


Hantu Kambe kembali menerima pukulan dari Mariaban. Dan lagi-lagi ia terpental ke belakang yang kemudian di pukul kembali oleh Mariaban dan terpental lagi. Hal itu dilakukan berulang-ulang.


"Hantu Kambe!" Teriak Ryan.


Ia juga berkata pada Hantu Kambe untuk berubah wujud. Yang kemudian tanpa basa-basi Jin Khodamnya berubah wujud menjadi Mariaban Kw.


Setelah terpental dan saat Mariaban asli akan memukulnya, Mariaban kw atau Hantu Kambe menghidar dengan kecepatan super kekuatan milik Mariaban.


Hal itu membuat Ace kembali terkejut dan menyuruh Mariaban untuk mengejarnya.


Karena belum tahu semua kekuatan Mariaban, Hantu Kambe yang sedang menyamar jadi Mariaban terus menghindar dari kejaran Mariaban asli.


Namun, lama kelamaan Mariaban Kw semakin terkejar karena kekuatan peniru yang dimilikinya tidak 100% sama dengan kekuatan asli yang ditiru. Yaitu sekitar 90% dari kekuatan yang ditiru.


"Hmp, tetap saja yang palsu tidak mungkin bisa mengimbangi yang asli," jelas Mariaban asli sambil mengecar Mariaban Kw.


Mariaban Kw terhenti dan langsung bersiap untuk menyerang Mariaban asli. Namun, saat menerima serangan dari Mariaban Kw, Mariaban asli menahan serangan tersebut dan menyerang balik ke arah Mariaban Kw.


Mariaban kw menahan serangan dan kembali membalas serangan yang kemudian kembali ditahan oleh Mariaban asli dan mereka melakukannya berulang-ulang.


Karena kecepatan Mariaban kw kurang unggul, ia terkadang menerima beberapa serangan dari Mariaban asli.


Tidak ingin membuang kesempatannya, Mariaban asli memukul bagian perut Mariaban Kw dengan sangat kuat. Hal itu membuat Mariaban kw berubah ke bentuk semula, dan terpental cukup jauh.


"Hantu Kambe!!" Teriak Ryan.


Tidak sampai disitu saja, Mariaban kembali memukul Hantu Kambe beberapa kali sehingga membuatnya terpental-pental.


Dan saat hendak memukul lagi, Hantu Kambe menghilang dan masuk ke tubuh Ryan.


"Maafkan aku memaksamu melakukan semua ini, Hantu Kambe. Dan terima kasih kau telah berjuang cukup keras," ucap Ryan sambil memegang dadanya.


"Dan sekarang apa yang akan kau lakukan?" Tanya Ace sombong.


"Mari kita bertarung tanpa Jin Khodam," pinta Ryan pada Ace yang kemudian menerima tawaran tersebut.


Ryan bersiap-siap melakukan serangan. Ia berlari ke arah Ace untuk menyerangnya. Namun, tiba-tiba Mariaban terbang ke arahnya sehingga membuat Ryan terkejut dan jatuh dari atas genteng.


Tidak ingin membuang kesempatan, Ace melompat dari genteng rumah dan duduk di perut Ryan.


Kemudian ia memukul-mukul wajah Ryan.


"Rasakan ini, rasakan. Huahahahah. Aku masih dendam dengan lemparan batu kerikil yang mengenai wajahku," ucap Ace tertawa bahagia karena ia bisa membalaskan dendamnya pada Ryan.


Masih merasakan sakit karena terjatuh dari atas genteng, Ryan hanya pasrah menerima pukulan bertubi-tubi dari Ace.


.


To Be Continued.


.


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI