Khodam

Khodam
Pengobatan Ayu & Hantu Bengkek



Setalah bertarung dengan para iblis, Diki, Tiara dan Arzan kemudian kembali ke dunia mereka dalam keadaan pingsan. Terutama Tiara dan Diki, mereka berdua terlihat sangat memprihatinkan.


Di sisi lain, Arzan terbangun dari pingsannya. Ia melirikan matanya ke berbagai arah. Saat matanya tertuju pada Diki dan Tiara, ia langsung terkejut.


Arzan kemudian mendekati tubuh Diki dan Tiara walaupun dirinya lelah dalam bergerak.


Tubuh Tiara dan Diki ia goyang-goyangkan bermaksud untuk membangunkan mereka berdua. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Diki dan Tiara masih terkujur pingsan.


Walaupun Arzan terlihat tenang dan biasa saja, namun hatinya panik dan cemas. Tanpa pikir panjang ia langsung mengambil hpnya dan menelpon Erina.


***


Singkat cerita Arzan telah berhasil memindahkan tubuh Diki dan Tiara ke sebuah bangunan tempat mereka berteduh saat hujan. Walaupun tubuhnya sangat lemas, sebisa mungkin ia memindahkan kedua temannya itu walaupun harus di seret.


5 menit berlalu. Erina dan Leena datang menghampiri mereka.


Dengan raut wajah yang cemas, Erina langsung menghampiri dan memeluk Arzan.


"Syukurlah kalian baik-baik saja, aku sangat mencemaskan kalian bertiga," ucap Erina memeluk Arzan dengan air mata yang tiba-tiba menglir deras.


Kemudian Leena mendekati Erina yang sedang menangis. Ia menyentuh tubuh Erina dan berkata bahwa mereka harus membawa Diki dan Tiara ke tempat yang lebih layak terlebih dahulu. Apalagi keadaan mereka terlihat sangat memprihatikan.


Leena kemudian merafalkan mantera untuk berpindah dimensi, kemudian mereka membawa Tubuh Tiara dan Diki. Tidak lupa Arzan yang menunggangi Jerangkong dalam bentuk kuda bersama Leena dan Erina.


Ia tidak memanggil Genderuwo karena keadaannya yang masih lemah.


"Sangat merepotkan sekali, membawa mereka berdua menggunakan payung berhargaku," ucap Noni Belanda terlihat kesal.


***


Sesampainya di rumah Diki, mereka membaringkan Tiara di kamarnya dan Diki di sofa empuk ruang ramu. Tidak hanya mereka, Arzan yang terlihat lemas pun membaringkan tubuhnya di sofa empuk tersebut.


Dalam keadaan panik, Erina langung membuka hpnya dan langsung menelpon Sbastian. Karena ingat ini semua adalah ulah Sbastian, ia langsung menutup telponnya.


"Kenapa kau menutup telponnya?" Tanya Leena menatap Erina.


"Aku tidak ingin berusaha dengan dia lagi!" Jelas Erina kesal.


Karena geram dengan kelakuan Erina, Leena langsung mengambil hp milik Erina dan langsung menelpon Sbastian.


Saat telponnya terangkat, Leena langsung berkata pada Sbastian untuk mengizinkan Ayu datang ke tempat Diki.


Dan dari balik telpon, Sbastian berkata.


"Sepertinya mereka bertiga berhasil mengalahkan mahluk di batu tersebut. Baiklah dengan senang hati aku mengirim Ayu ketempatmu," ucap Sbastian yang kemudian menutup telponnya.


Leena kemudian mengembalikan hp milik Erina dan berkata padanya bahwa Ayu akan datang ke tempat ini.


Bener saja, 5 menit kemudian Ayu datang bersama seorang pria seumurannya.


"Hiahahahahah, lama tak jumpa Steven," ucap Leena menyapa pria yang datang bersama Ayu.


"La-la-la-la-la-ma ta-ta-ta-k jumpa kak Le-Le-Le-Lena," ucap Steven terbata-bata.


Ia memang tipikal orang pemalu dan takut melakukan kesalahan. Karena ia juga termasuk orang yang pemikir jika ia melakukan kesalahan atau setelah dibentak seseorang.


"Silahkan, silahkan masuk," perintah Leena tersenyum pada Ayu dan Steven.


Mereka berdua kemudian bersiap untuk memeriksa kondisi Diki, Tiara dan Arzan.


Ayu kemudian mendekati Diki yang terkujur pingsan lemah tak berdaya. Ia memeriksa bagian dada Diki dengan kedua tangannya. Kurang lebih 5 menit,  Ayu berhasil mendeteksi penyebab utama Diki pingsan.


Ia berkata bahwa Diki hampir kehilangan energinya. Ayu juga menambahkan bahwa ia terus memaksa mengeluarkan energinya sampai habis, ia akan mati karena jantungnya tidak bisa memompa darah akibat kehabisan energi.


Saat ini tidak ada yang bisa dilakukan untuk memulihkan Diki. Yang pasti Ayu berkata, Diki hanya membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan kembali energinya.


Karena Arzan terlihat baik-baik saja diantara mereka, Ayu mengutamakan pengecekan tubuh Tiara terlebih dahulu.


Kurang lebih 10 menit pengecekan tubuh Tiara, Ayu lakukan. Ia berhasil mendeteksi apa penyebab Tiara pingsan.


Ayu berkata, bahwa energinya perlahan berkurang. Entah apa penyebabnya, yang pasti jika dibiarkan akan berakibat fatal pada nyawa Tiara.


Karena sangat serius mengenai Tiara, Ia menyuruh orang sekitar untuk meninggalkannya dan tidak boleh ada yang mengganggunya. Ayu juga menyuruh asistennya yaitu Steven untuk memeriksa dan mengobati Arzan.


Setalah mereka semua pergi dari kamar Tiara, Ayu langsung membuka seluruh pakaian Tiara dan pakaiannya. Ia langsung memeluk tubuh Tiara dan ritual penyembuhan pun dimulai.


***


Erina dan Tiara sedikit cemas saat Ayu menjelaskan apa yang terjadi pada Tiara. Dan sang asisten Steven kini bersiap memeriksa tubuh Arzan.


"To-to-to-tolong, bu-bu-bu-ka, ba-ba-ba-ba-jumu," perintah Steven pada Arzan.


Kemudian Arzan menurut dan langsung membuka bajunya. steven juga menyuruh Arzan membaringkan badannya di sofa tersebut dengan suara yang terbata-bata.


"To-to-to-tolong, a-a-a-a....." Perkataan Steven dipotong Leena.


Mendengar suara Steven yang nampak gugup tersebut, membuat Leena geram bukan main.


"Hei bisa tidak kau ngomong tanpa patah-patah begitu?!" Teriak Leena kesal hingga membuat Steven menciut ketakutan.


"Sabar Leena, biarkanlah dia memeriksa tubuh Arzan," ucap Erina pada Leena.


"Bagaimana mau sabar, DIA MEMBUAT KEPALAKU PUSING DENGAN KATA-KATA AWAL YANG DI ULANG-ULANG!" Teriak Leena kesal sambil menunjuk-nunjuk ke arah Steven.


Steven kembali menciut dan air matanya sedikit terjatuh.


"Kau membuat anak orang menangis Leena."


"Biarkan saja!"


Kembali Steven memeriksa Arzan menggunakan bahasa isyarat, ia trouma dengan bentakan Leena padanya.


Beberapa saat kemudian, Steven telah memeriksa tubuh Arzan. Erina yang penasaran dengan hasilnya, bertanya pada Steven.


Karena  Steven masih trouma dengan bentakan Leena, ia hanya memberi jempol atas pada Erina sambil tersenyum lebar.


"Leeeeeenaaaaa, kau membuat anak orang trouma."


"Hiahahahahah, tidak apa-apa. Biarkan ia tahu dunia itu adalah neraka sesungguhnya." Jelas Leena.


5 jam pun berlalu, Ayu yang telah merawat Tiara kini telah keluar dari kamar dengan pakaian yang terlihat berantakan.


"Ada apa denganmu?" Tanya Erina melihat pakaian Ayu yang berantakan.


"Aku tidak apa-apa. Yang pasti, keadaan Tiara sangat gawat. Jika ia terlambat penangananku, nyawanya akan benar-benar menghilang," jelas Ayu.


"Itu semua karena Kandita jin khodam Tiara mengalami kerusakan sistem dalam perutnya. Ia sedang memulihkan tubuh dengan cara mengambil energi Tiara secara perlahan. Makanya aku tadi masuk kedalam tubuh Tiara untuk  melihat kondisi Jin Khodamnya tersebut." Tambah Ayu


"Aku dengan Hantu Bengkek pun melakukan pemulihan pada Kandita juga. Dan kemungkin untuk saat ini mereka akan baik-baik saja."


.


To Be Continued.


.


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI