
di sebuah malam yang glap, di terangi sinar bintang bintang dan rembulan, di tengah hutan yang di penuhi binatang buas, yang sedang beraktifitas, mencari mangsa,dan ada pula yang mengaung meramaikan suasana yang menegangkan bagi orang biasa,
Akan tetapi di sebuah gua, terlihat cahaya api unggun yang membara, dengan terdapat sekor binatang dengan berbulu putih lembut, beradi di sampingya, terlihat di sebuah batu yang ada di dalam gua tersebut terdapat seorang pemuda yang sedang duduk sila sambil memejamkan matanya, dengan konsentrasi tinggi,
" kosongkan pikiran, " gumam pemuda itu
pemuda itu sedang bermeditasi untuk menenangkan pikiran, untuk memgistirahatkan jiwa dan raga, terlihat wine tidak bisa tertidur, maka ia beristirahat dengan cara meditasi, walaupun dirinyabtidak terlelap tidur, akan tetapi mata, fisik dan jiwanya bisa beristirahat.
ta terasa, malampun telah berlalu, sang mentari telah muncul ke permukaaan, terlihat wine sudah melakukan kegiatan paginya, dengan pemanasan ringan yang biasa ia lakukan di dunianya dulu,
sehingga membuat serigala putih rayen terbangun, karna mendengar suara yang di akibatkan pemanasan wine ,
" tuan, sedang apa kau,huaaa " ujat serigala putih rayen sambil menguap, lantaran baru saja terbangun dari tidurnya
" hmm, haha, kau sudah terbangun ya, maafkan aku " ujar wine yang tidak mengenakan baju yang sedang meloncat loncat,
" ayo, cepatlah bangun mari kita bersiap, dan cari apa yang aku cari " ujar wine yang sedang meregangkan tanganya.
" huhah, baik lah tuan " serigala putih yang sedang menggeliat kenakan.
" tunggu sebntar tuan " ujar serigala pitih
terlihat beberapa ekor ayam hutan yang sedang mencari sesuatau di batu yang ada di mulut gua, seketika melesat ke arah ayam itu dan seketika ia berhasil menangkap tiga ayam hutan,
" hmm, spertiinya enak " ujar wine
rayen pun berjalan kembali ke arah wine.
" mari kita makan dulu tuan " ujar rayen
rayen pun memakan ayam itu mentah mentah selayaknya binatang liar,yang memakan mangsanya, akan tetapi di sisi lain wine yang melihat itu ia pun mengabil satu ayam yang sudah di pisahkan oleh rayen dan wine pun membersihkannya, lalu ia pun membakar ayam itu.
setelah mereka selesai mengisi perut mereka yang kosong, mereka pun berangkat,
" sebnarnya, di mana teratai merah itu berada , " ujar wine yang bertanya pada rayen
" tujuan kita, masih jauh tuan" ujar singkat rayen menjwab pertanyaan wine
" hmm, serigala putih, rayen sebnarnya apa tujuan mu " guam wine
Wine merasa ,ada sebuah kejanggalan, di mana ia merasa bahwa rayen memilki maksud tertentu pada dirinya, sekor binatang buas dengan level bintang satu, mau menjadi binatang peliharanya secara mudah, wine marasa bahwa serigala itu memilki maksud tertentu pada dirinya, mereka pun melesat dengan cepat ke tengah hutan yang terlihat seperti ta berujung
setelah lama mereka berjalan tibalah mereka di kaki gunung merapi yang sedang aktif, terlihat di ujung kepala gunung berapi itu sebuah kawah yang mengeluarkan air mendidih yang bergejolak, akan tetapi serigala putih itu berbelok membawa wine mengelilingi gunung berapi,
Setelah lama mereka berlari tibalah di sebuah tempat yang terdapat kubah, yang di kelilingi aray rumput, terlihat kubah itu sudah lama di tinggalkan,
serk
" apa, maksudmu, " ujar wine
" di dalam kubah itu ada, petujuk, dimana teratai merah berada " ujar rayen yang meyakin kan wine
" hmm, petujuk, jadi selama ini dia tidak tau di mana teratai merah berada" gumam wine yang merasa curiga pada wine
" baik lah, aku akan masuk kedalam " wine dengan menatap rayen dengan rasa curiga
wine dengan rasa ragu mendekat ke arah pintu kubah , terlihat pintu kubah yang terbuat dari kayu sudah kusang akan tetapi ia masih kokoh, dan sangat kuat, urat kayu dan ukiran ular naga sangat indah terukir di papan pintu,
wine perlahan meraba ukiran itu, dan seketika ukiran pintu itu mengeluarkan cahaya emas, bersinar , terdengar suara kertek kunci terbuka secara bergantian, ta lama pintu itu pun tebuka, wine yang melihat itu serontak mundur, akan tetapi karna rasa penasarnya ia pun masuk ke dalam, di sisi lain serigala itu tetap diam menatap wine di depan pintu kubah .
Darwa menyadari bahwa terdapat suatu energi yang besar yang berada di depan mereka, ia pun mutuskan untuk keluar dan meberi tahukanya pada wine
" tuan, " dara yang tiba tiba mucul di samping bahunya
" ada apa darwa, " tanya wine pada darwa sang naga biru
" di dalam sana terdapat, energi kanuragan yang besar " ujar darwa yang tiba tiba keluar dari tubuh wine
wine telah menyadarinya, di dalam sana ada energi yang sangat besar dan asing bagi dirinya, akan tetapi wine sangat penasaran apa yang ada di dalam sana, maka dari itu ia tetap melanjutan perjalanya.
Terlihat lorong lorong yang gelap, dan terdapat sebuah lilin yang tiba tiba menyala untuk menerangi jalan, aura yang sangat asing semakin terasa, semakin dalam wine berjalan semakin kuat pula energi itu, akan tetapi energi yang kini ia rasakakan terasa bercampur dengan hawa mebunuh, hawa mebunuh itu terasa sangat kuat, dan enerhi yang asing itu tersa sangat menyakitkan.
Hingga membuat wine memegang dadanya karna jantungnya terasa sangat sesak,
Untungnya darwa ia mengabil tindakan yang cepat dengan masuk ke tubuh wine dan melwanya dengan aura naga birunya, perlahan hawa mebunuh itu ta menginimidasi wine lagi, walau pun masih ada sedikit yang terasa wine tapi cukup membuat wine bertahn.
Setelah lama wine berjalan, terlihat secercah cahaya remang remang lilin yang bersinar , wine pun berjalan ke arah cahaya itu berada,
Terlihat rak rak buku yang berjajar dengan rapi, sebuah ruangan membaca yang sangat bersih dan terwat dengan lilin yang menjadi peneranganya, meja dan kursi terbuat dari kayu tua, dan terdapan sebuah tungku api yang sedang menyala, seperti ada tanda tanda kehidpuan.
wine perlahan berjalan, dengan secara perlahan, hawa mebunuh, dan enrgi asing itu telah menghilang,
terlihat sebuah buku di meja itu, yang tebuka sperti yang sedang belum selesai membaca,dan meninggalkanya.
Buku itu bercerita tentang dunia yang di tinggalkan tuhan, dan di rawat oleh manusia biasa, dengan membawa energi dari dunia yang baru.
Di tengah tengah wine membaca buku itu tiba tiba terdengar suara barang terjatuh kepalk, serontak wine pun menoleh ke arah suara itu berasal, akan tetapi tidak ada apa apa di arah sana, wine pun kembali melirik ke arah buku, akan tetapi tiba tiba seorang perempuan yang menekan tangan wine dengan wajah yang mengarah tepat sangat dekan dengan wajah wine,
" buku itu sedang ku baca " ujar permupuan misterius itu, dengan nada lembut akan tetapi sangat seram.
serontak wine pun memberintak karna ingin melepasakn tanganya dari tangan wanita misterius itu.aka tetapi entah kenapa ia tidak bisa mengeluarkan kanuraganya ia berteriak dalam hati memanggil nama dara entah kenapa darwa pun ta datang seperti ta mendengarnya.
" lepaskan tangan ku , " ujar wine berteriak ke arah wanita itu,