
Kedua pasang mata yang saling bertatapan, dengan ekspresi yang saling bertolak belakang.
Tiara, menatap ke arah iblis dengan tatapan yang ketakutan, sedang iblis itu sendiri menatap ke arah Tiara dengan tatapan penuh amarah.
"Wajahmu terlihat sangat menyedihkan, manusia cengeng," ucap iblis dengan mulut yang sedikit tersenyum.
Tiba-tiba Iblis tersebut menatap ke arah Kandita dengan tatapan tajamnya.
Melihat Iblis di depan terus menatap ke arahnya, membuat Kandita merasa tidak nyaman.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Kandita menatap ke arah iblis dengan tatapan tajam.
"Kau terlihat kuat, apa kau tidak ingin beraliansi denganku?" Tanya Iblis pada Kandita.
Tetapi, Kandita menolak tawaran Iblis tersebut, dan memilih untuk terus bersama Tiara.
"Heeeh~, apa jangan-jangan karena kau terikat kontrak dengan manusia hina itu?"
Iblis tersebut kemudian terbang mendekat ke arah Tiara. Dirinya kemudian menangkap Tiara dan membawanya terbang.
"Kyaaaaa~," teriak Tiara yang tertangkap oleh iblis
"Tiaraaaa," teriak Kandita mengejar Tiara yang di bawa Iblis.
Melihat Kandita mengejarnya, iblis tersebut mengeluarkan kekuatannya yaitu butir es yang membuat kandita mengurungkan niatnya untuk mengejar mereka.
"Kenapa kau begitu peduli dengan manusia hina ini?!" Tanya Iblis pada Kandita sambil menjambak rambut panjang Tiara.
"Aku mohon hentikan," pinta Kandita pada iblis untuk tidak menyiksa Tiara.
"Apa istimawanya manusia hina ini?!. Baiklah aku akan membunuhnya dan kau akan terbebas dari kontrak dengannya." Ucapnya
"Aku mohon jangan."
Kandita terus meminta Iblis tersebut untuk melepaskan Tiara, namun Iblis tersebut menghiraukan apa yang dikatakan Kandita.
"Apa kau tidak ingin bebas dan menjalani kehidupan tanpa kekangan darinya?" Tanya Iblis pada Kandita.
"Jika wanita itu mati, aku juga pasti akan mati, apalagi dirinya masih belum memiliki keturunan," jelas Kandita merenung.
Mendengar fakta bahwa Kandita akan mati jika partnernya mati, membuat Iblis tersebut terdiam seperti yang memikirkan sesuatu.
"Apa kau jin khodam bertipe Zodiak?" Tanya Iblis pada Kandita.
Kandita menganggukan kepalanya, ia menceritakan bahwa menjadi jin khodam Zodiak tidaklah mudah seperti jin-jin pada umumnya.
Sekali partnernya mati, ia akan masuk ke dalam tubuh keturunan pertner sebelumnya. Itupun jika partner memiliki keturunan.
Namun, jika pertner sebelumnya tidak memiliki keturunan, dirinya tidak tahu apa yang akan terjadi. Tetapi, Kandita menyimpulkan bahwa dirinya akan menghilang dari dunia jika partner sebelumnya mati dan tidak memiliki keturunan.
Kandita juga berkata bahwa sebenarnya ia ingin hidup bebas tanpa ada yang namanya pertner.
Tetapi apa boleh buat, menjadi jin khodam zodiak adalah takdirnya.
Mendengar semua curahan hati Kandita, membuat Tiara merenung. Dirinya merasa bersalah telah menjadi partnernya.
"Kau merasa bersalahkah manusia hina?" Tanya Iblis yang melihat Tiara merenung.
Iblis tersebut kembali menatap ke arah Kandita, ia perlahan mendekati Kandita dan menawarkan diri untuk membantu menyelesaikan masalahnya asalkan Kandita mau bergabung dengannya.
"Aku sangat bosan hidup sendiri di dimensi ini, dan ada manusia bodoh menawarkan sebuah pilihan padaku supaya aku bisa bebas dari dimensi ini. Caranya yaitu, jika ada seseorang yang masuk ke dimensi ini, aku harus membunuhnya. Itulah persyaratan supaya aku bebas. Dan kebetulan Manusia hina ini masuk bersamamu," jelas Iblis menatap mata Kandita.
"Tetapi bukan itu maksud utamaku. Telah aku katakan sejak awal, aku sangat kesepian. Dan aku sedang mencari seseorang untuk bergabung denganku. Dan sekarang aku memilihmu untuk menjadi bestieku. Aku berjanji akan mencari jalan keluar dari masalahmu itu," tambahnya.
Iblis tersebut mulai terbang ke atas langit sambil membawa Tiara yang terlihat putus asa.
"Huahahahahahah, aku sang Iblis Es, sebentar lagi akan terbebas dari dimensi bodoh ini!" Ucapnya.
"Tunggu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kandita dengan ekspresi wajah yang cemas.
"Tentu saja membunuh dan menumbalkan hidup manuisa hina ini," jelas Iblis Es tersebut.
"Ta-tapi bagaimana denganku?, Kau sudah tahu kan, jika ia mati aku juga akan menghilang," jelas Kandita pada Iblis Es.
"Anggap saja aku sedang bereksperimen, jika kau masih hidup kau sangat beruntung. Tetapi, jika kau mati, aku tinggal mencari mahluk yang lebih kuat lagi untuk menjadi bestie atau suamiku."
Lalu Tiara menggigit Tangan Iblis Es dengan sangat kuat.
"Aaaaaaaaww," teriak Tiara kesakitan.
"Kulit tanganya sangat kuat dan sangat dingin, gigiku sampai cessss ngilu," tambah Tiara.
"Apa yang kau lakukan manusia bodoh?" Tanya Iblis Es menatap tiara dengan tatapan merendahkan.
"Sepertinya energiku dan energi Kandita cukup untuk melakukannya," ucap Tiara.
'BADAI SANDY' Tiara merafalkan mantera.
Tiba-tiba suasana sekitar menjadi hening, suhu yang dingin kini semakin dingin, perlahan angin mulai mengitari sekitar dan perlahan mulai membesar. Semakin besar dan luas hingga membentuk badai dengan diameter 1000 kilometer dengan kecepatan angin mencapai 100 kilometer perjam.
Hal itu membuat Iblis Es panik dan melepas Tiara begitu saja hingga Terjatuh ke bawah.
'buk,' suara benturan antara badan Tiara dan Es.
Kandita pun berteriak dan langsung mendekati Tiara walaupun jalannya sedikit melambat akibat energi yang banyak terkuras.
Kandita kemudian pergi membawa Tiara menjauhi badai tersebut.
"Kau tidak apa-apa Tiara?" Tanya Kandita lemas.
Tiara hanya menganggukan kepalanya. Dirinya terkujur lemas akibat energi yang dikeluarkannya begitu sangat banyak.
"Sebaiknya kita menjauh dari badai ini," ucap Kandita yang membawa tubuh Tiara.
Dari atas langit, Iblis Es terombang-ambing oleh dahsyatnya badai.
Wilayah sekitar yang terkena 'BADAI SANDY' tersebut seketika ikut terombang-ambing dan menjadi sangat berantakan.
"Kekuatan macam apa ini?" Ucap Iblis Es kesal.
***
Beberapa jam kemudian, badai tersebut menghilang. Area sekitar yang tadinya tertata kini terlihat hancur berantakan.
"Kekuatannya sungguh dahsyat, daya hancurnya pun tidak main-main. Aku harus berhati-hati dengan mereka," ucap Iblis Es kesal.
Iblis Es kemudian terbang dan berencana mencari keberadaan Tiara dengan jin Khodamnya.
Mencari dan terus mencari tetapi tidak ada hasil yang didapat oleh Iblis Es tersebut.
Di sisi lain sebuah Goa terdapat Kandita yang sedang membaringkan badan Tiara.
"Sebaiknya kau beristirahat dan pulihkan energimu. Aku yakin kita telah pergi sejauih mungkin dari Iblis Es itu," ucap Kandita pada Tiara.
"Sebaiknya kau juga beristirahat, Kandita," Gumam Tiara yang didengar oleh Kandita.
"Aku tidak mungkin beristirahat, aku yakin cepat atau lambat Iblis Es itu akan segera menemukan tempat ini," jelas Kandita cemas.
"Kau benar, dan sekarang aku telah menemukan kalian di tempat ini huahahahaha," ucap Iblis Es yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka berdua.
Hal itu membuat Tiara dan Kandita terkejut.
.
To Be Continued
.
.
.
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.
.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI