
"Sepertinya aku terlalu meremahkanmu. Dan ternyata kau sangat jauh dari ekspetasiku."
Kakek Ben membuka baju dan melemparnya ke semberang arah.
Ia juga berkata bahwa Noni Belanda tidak boleh dibiarkan berkeliaran dan harus segera ia tangkap.
Seketika otot-otot tubuhnya membesar dan urat tubunya terlihat.
"Aku harus melawanmu dengan kekerasan, walaupun aku harus membuang harga diri sebagia lelaki."
Dari postur tubuhnya terlihat kakek tua prik tersebut seperti Brock Lesnar pemain legenda smackdown.
Kemudian ia melompat cukup tinggi dan mendarat ke arah Noni Belanda. Kecepatan pendaratannya cukup cepat, sehingga membuat Noni Belanda tidak sempat untuk menghindar.
Namun, karena Noni Belanda tidak panik, ia menghilang masuk ke dalam tubuh Erina.
"Kemana kau gadis pirang?"
Kakek tua prik tersebut mencari Noni Belanda ke berbagai arah. Namun ia tidak menemukannya.
"Aku di sini," ucap Noni Belanda yang tiba-tiba keluar dari tubuh Erina.
Lagi-lagi Kakek tua prik melompat dan mendarat dengan sangat cepat ke arah Noni Belanda. Namun, lagi dan lagi Noni Belanda menghilangkan tubuhnya dan masuk ke dalam tubuh Erina kemudahan keluar lagi.
Kejadian tersebut berulang beberapa kali. Hingga membuat kakek tua prik kesal bercampur marah.
"Graaaaahhhhhh."
Kakek tua prik memukul-mukul dadanya seperti gorila. Ia kembali melompat dan kini ia mendarat ke arah Erina.
"Erina, sekarang!"
Noni Belanda menyuruh Erina untuk menghilangkan dimensi ghoib di area tersebut. Namun, setelah Erina lakukan ia tidak bisa menghilangkan dimensi tersebut karena energi lain yang sangat kuat membuat ia tidak bisa melakukannya.
Karena gagal menghilangkan kekuatan dimensi lain, apalagi kakek tua prik yang semakin mendekat membuat Erina pasrah menerima serangannya. Namun, di sisi lain Noni Belanda tidak akan pernah membiarkan partnernya terluka hanya karena rencana dan idenya. Ia kemudian melemparkan payungnya ke arah kaket tua prik. Sehingga membuat dirinya terpental akibat serangan payung baru Noni Belanda.
Hal itu membuat kakek tua prik terkejut dan langsung mengambil mode siaga.
"Bukannya payungmu sudah rusak?" Tanya kakek Ben pada Noni Belanda.
"Hmp, koleksi payungku banyak, dan payung yang di rusak sebelum sedang proses pemulihan. Aku syok, karena kau merusak payung kesayanganku."
"Dan lihat, penampilanku yang baru, gaun jirah dan payung jirah, sangat elegan dan berwibawa bukan," tambahnya sombong.
Noni Belanda juga menambahkan bahwa payung jirahnya tersebut sangat berat. Ia juga mengatakan bahwa beratnya bisa sampai 100 ton.
Makanya, kakek Ben bisa terpental saat payung tersebut menyerangnya.
"Pantas saja aku merasakan kesakitan setelah menerima serangan dari payung tersebut." Kakek Ben mengusap area tubuh yang terkena serangan payung jirah Noni Belanda.
Noni Belanda langsung menghampiri Erina dan mengatakan bahwa penyebab ia tidak bisa menghilangkan dimensi ghoib di area sekitar karena kekuatan kakek tua prik yang cukup besar bahkan lebih besar dari kekuatan Erina.
Noni Belanda juga memperingatkan Erina agar selalu hati-hati dengan kakek tua tersebut.
"Aku tidak mungkin bisa melindungimu terus. Aku harap kau selalu hati-hati terhadap mahluk tersebut," ucap Noni Belanda memperingati Erina.
"Maaf, pasti energimu juga terkuras cukup banyak. Karena aku keluar masuk tubuhmu seenaknya, apa lagi sekarang aku mengganti penampilanku dengan gaun jirah yang menguras energi paling banyak."
Memang Erina terlihat kelelahan. Namun, mwu bagaimana lagi ia harus terlihat kuat dan tenang agar bisa membawa Riza kembali.
Noni Belanda kembali berkata dan memberi pesan pada Erina untuk memberikan aba-aba jika dirinya sudah kelelahan. Agar dirinya bisa meminimalisir pengeluaran energi dari tubuh Erina.
Erina menganguk dan Noni Belanda kembali siap melawan kakek tua prik.
"Kau tidak akan bisa lolos dari payung jirahku, mahluk menjijikan!" Ucap Noni Belanda menatap tajam kakek Ben.
"Huahahahahahah, suadah lama sekali aku tidak merasakan senasi Pertarungan seperti ini," ucap kakek tua prik tertawa bahagia.
Sedikit demi sedikit energi terkurasa dari tubuh Erina. Dan sekali Noni Belanda selalu menanyakan terkait energi yang tersisa dari tubuh Erina.
Namun, Erina selalu mengatakan bahwa enrgi dalam tubuhnya masih terkumpul cukup banyak.
Hingga, saat Erina merafalkan mantera dirinya terjatuh karena kelelahan akibat energi tubuhnya tersisa sangat sedikit.
"Erina!, Kau baik-baik saja?" Tanya Noni Belanda yanh khwatir melihat Erina terjatuh ke tanah.
Ia meleng dan dirinya mendapatkan pukulan telak dari kakek tua prik. Seketika Noni Belanda menghilang dan masuk ke dalam tubuh Erina.
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, kakek tua prik langsung menghampiri Erina dan memukul Erina sehingga membuat dirinya pingsan.
Tubuh kakek Ben juga kembali ke bentuk semula dan ia langsung mengambil pakaian yang ia lempar tadi.
"Celanaku jadi longgar. Aku harus menggatinya," ucap kakek Ben sambil memakai baju dan jasnya.
"Sangat merepotkan membawa dua orang sekaligus."
Tiba-tiba muncul dua tangan tambahan dari tubuh kakek Ben.
"Sial, kemeja dan jas baruku jadi bolong." Ucap kakek Ben sambil mengangkat tubuh Erina.
Ia juga menghampiri tubuh Riza yang tergeletak di tanah dan mengangkatnya.
Setalah itu ia pergi dengan membawa dua orang sekaligus.
***
"Kerjamu cukup bagus, dan aku mengapresiasi hasil usahamu," ucap pria misterius bertepuk tangan atas keberhasilan Ace.
Namun, Ace menaggapi pujian pria misterius tersebut dengan memalingkan wajahnya.
Kemudian pria misterius menyuruh Ace meletakan hasil tangkapan ke cawan raksasa sesuai Zodiaknya.
Setelah Ace meletakan Ryan, di mangkuk cawan tipe Zodiak Capricorn, mangkuk cawan tersebut bersinar di lambang zodiaknya.
"Aku tidak sabar menanti semua terkumpul, pasti sangat indah. Hatiku semakin berdebar kencang, tidak sabar dengan semua ini," ucap pria misterius senang.
Tiba-tiba, kakek Ben datang sambil mengangkat kedua orang yang memiliki jin khodam zodiak.
"Heeh~, aku sangat terkejut. Bukan hanya satu mangsa yang kau tangkap, tapi langsung dua. Apalagi wanita itu termasuk pemilik Jin Khodam Zodiak terkuat," jelas Pria misterius yang terkejut melihat kakek Ben membawa dua mangsa sekaligus.
Pria misterius juga langsung menyuruh kakek Ben meletakkan mereka berdua sesuai Jin khodam zodiak yang ada di dalam tubuhnya.
Kakek Ben kemudian menghampiri mangkuk cawan yang bertipe Virgo lalu meletakan Erina ke mangkuk cawan tersebut. Seketika logo zodiak di mangkuk cawan tersebut menyala.
Kemudian, ia juga pergi menuju mangkuk cawan zodiak Gemini yang telah terisi oleh mangsanya yaitu Reza. Dan meletakkan Riza di mangkuk cawan tersebut bersama kakanya6 Reza. Seketika logo mangkuk cawan juga bersinar.
Hal itu membuat pria misterius sangat bahagia. Sambil tertawa, ia menyuruh kakek Ben dan Ace segera menangkap yang lainnya. Kemudian ia pergi meninggalkan mereka berdua.
.
To Be Continued.
.
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.
.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI