
sesosok pria ber tubuh kekar dengan mengenakan sebuah pakaian putih dengan di hiasi emas, terlihat di langit dengan aura yang sangat mengerikan,
menaiki burung elang hitam besar yang sedang terbang,
sesosok pria itu perlahan turun menghampiri kerumunan dan ia masih mengeluarkan aura yang sangat mengerikan, seketika pertarungan wine dan arman pun terhnti,
aura yang sangat kuat itu bahkan membuat wine dan arman menghentikan pertarunganya,
bahkan membuat arman berlutut karena tidak kuat menahan aura itu, terutama aura itu di tunjukan kepada mereka,
para penduduk yang menonton pun ikut merasakan aura itu , walau pun hanya sedikit yang mereka rasakan, akan tetapi tatap saja aura yang dasyat itu membuat para warga merasa ketakutan akan auara yang mengerikan .
pria misterius itu pun berdiri di hadapan mereka berdua,
" hentikan pertarungan ini , jika tidak aku yang akan menghentika kalian berdua, kalian membuat keributan di suku ku,"
arman pun secara perlahan mengakat kepalanya dan melihat siapa kah pria itu.
ternyata pria itu adalah anak dari kepala suku yang saat ini sedang terbaring sakit. yaitu raden wahna , pada saat kepala suku sakit kepemimpinan suku itu di ambil alih oleh lima petinggi suku.
ketika mendengar sang ayah yang sdang terbaring sakit raden wahna pun bergeas pulang ,untuk menjenguk sang ayah yang sedang sakit,
akan tetapi ada aura dengan niat membunh yang ia rasakan di sukunya, oleh sebab itu ia menghampiri tempat wine dan arman bertarung.
" mohon maaf raden saya sudah lancang, akan tetapi anak ini berlaku tidak sopan kepada saya, dan menghina saya , sebagai salah satu petinggi suku saya berniat untuk memberikan pelajaran raden, "
arman berusaha memfitnah wine dan memutar balikan fakta .
akan tetapi radeh wahna tidak percaya akan ucapan arman karena raden wahna memiliki kesitimewaan ia bisa melihat orang yang berbohong.
akan tetapi raden wahna tidak membongkar kebohongan arman iya lebih memilih membubarkan keributan tersebut.
sedangkan wine yang dirinya di fitnah langsung berteriak kepada arman, akan tetapi raden wahna menatap wine seolah olah diringa sudah mengetahui kebenaranya.
raden wahna pun berbicara kepada wine lewat pikiran , " aku sudah tau kebnaranya jadi kau diam saja aku yang urus semuanya,"
serontak wine merasa kaget karena ada suara di kepalanya, walau pun wine merasa kebinguan tapi wine mengerti apa yang di maksud oleh raden wahna
sektika semuanya pun bubar menyisakan mereka bertiga, sedangkan wine ta lama ia terjatuh ta sadarkan diri , raden wahna pun menggandeng wine masuk kedalam rumah nya .
dan meletakan wine di kamarnya,setelah ia selesai meletakan wine, ia pun menjelaskan kepada ayu bahwa dirinya sudah mengetahui masalah mereka dan ia akan membantu.
raden wahna pun mejelaskan kepada ayu dan meminta ayu untuk tidak perlu khawatir. karena ia akan membatu merka , dan pasti akan membersihkan nama baik keluarga mereka.
ketika mereka bertemu rasa itu ternyata belum hilang, dan masih ada percikan cinta di antara mereka.
ta berselang lama akhirnya ayu merasa sedikit lega karena kini ada satu orang yang akan membantu mereka.
ayu pun sangat berharap kepada raden wahna.
ta terasa hari pun telah berakhir yang kini berganti dengan gelapnya malam, wine yang saat itu ta sadarkan diri kini perlahan ia mebuka matanya, sang ibu yang sedang duduk di samping wine dengan wajah khawatir padanya, tapi ada perbedaan di wajah ayu , biasanya terpancar rasa khawatir dan sedih di wajah ayu, tapi kini rasa sedih itu pun mulai menghilang tersisa rasa khawatir di wajahnya, dan seperti sudah lega.
" apa kau tidak apa apa wine, kamu ini jangn bertindak ceroboh nak , "
" ibunda iya aku tidak apa apa bu hanya sedikit goresan saja" wine sambil memegang kepala karna ia baru sadar.
" ibu sangat khawatir padamu, kamu adalah satu satunya anak ibu ,jadi ibu mohon jangan berbuat seperti itu lagi ya nak"
" mana bisa aku diam saja, jika ada orang yang berbuat seperti itu kepada ibu ku , aku akan memberiakn pelajaran kepada siapa pun itu bahkan aku akan mempertauhkan nyawaku demi kehormatan ibu"
sang ibupun tidak bisa berkata kata ketika mendengar sang anak jika sudah bilang seperti itu,
" tapi ingat kau harus berhati hati dan jangan bertindak ceroboh ya"
" iya ibu aku pasti akan berhati hati lain kali"
" ibu mau ke dapur dulu , kamu yakin tidak apa apa wine,"
" iya ibu aku tidak apa apa , hehe"
" ya sudah ibu mau ke dapur dulu ya "
wine pun menatap ibunya yang baik hati itu setelah sang ibu pergi wine pun seprti biasa wine berbaring di tempat tidurnya , dengan menghadap ke langit langit, dan sedang melamun ,dan membayangkan masa lalunya di dunia asalnya , ia teringat ketika ia pertama kali belajar ilmu bela diri yaitu pencak silat,
sang guru yang sangat ia hormati, dan ia lah yang mengajarinya bagai mana cara bertarung, hingga ia bisa di segani di dunianya dulu,
seketika ia mengingat sang guru pernah mengajari cara bertarung dengan menggunakan suatu tenaga agar memberikan serangan yang sangat keras walau pun di dunianya dulu ia di larang menggunakan tehnik itu, karena satu kali pukalan saja bisa menjatuhkan lawan bahkan bisa sampai membunuh lawanya itu, sunggu tehnik yang sangat mengerikan. akan tetapi di dunia ini berbeda kan , dan untungnya wine masih mengingat tehnik itu dengan jelas,
ta lama seketika wine mengingat pertarungan yang terjadi , wine mengingat bahwa ia telah mengeluarkan energi biru dari tubunya dan ia bahkan bisa melwan arman yang tingkatnya sudah cukup tinggi, dan ia juga baru ingat pada saat pertarungan ia sudah mengeluarkan salah satu tehnik yang di ajarkan gurunya tanpa sadar.
dan pada saat energi biru itu keluar wine berada setengah sadar, makanya ia bisa mengingat semuanya meskipun aga kurang jelas tapi ia yakin bisa menggunakan tehnik dari dunianya dulu dan ia ingin mencoba tehniknya itu di gabungkan dengan energi biru yang keluar dari tubuhnya itu,
akan tetapi permasalahanya bagai mana cara mengeluarkan energi misterius itu haaah pada saat itu wine merasa pusing kerna memikirkan semua itu hingga ia pun tertidur