Khodam

Khodam
Final Arc : Bantuan



"Masih banyak yang kosong mangkuk cawan raksasa ini, dan pria menyebalkan itu terus mendesak kita untuk segera menangkap para pemilik Jin Khodam Zodiak."


Kakek Ben masih terlihat kesal dengan tingkah laku pria berjas hitam padanya. Ia mengatakan secara langsung bahwa dirinya sangat membenci pria yang dirinya sebut pada Ace.


Namun, secara tiba-tiba, pria berjas hitam yang sedang dibicarakan oleh kakek Ben pada Ace datang.


"Apa sebegitu tidak mampunya menangkap mereka? Sangat menyedihkan sekali," ucap pria misterius berjas hitam santai sambil berjalan ketoplak ketoplak ketoplak.


Ia juga melempar seseorang yang ia bawa ke lantai. Mulutnya ditutup oleh lakban, kaki dan tangannya diikat oleh tali.


"Wanita ini adalah salah satu pemilik Jin Khodam Zodiak. Lebih tepatnya zodiak Cancer."


Ia adalah Ayu. Wanita yang sedang Steven cari ternyata tertangkap oleh organisasi pembasmi Jin Khodam Zodiak.


Ayu terus memberontak dan terus menatap tajam ke arah pria berjas hitam misterius. Tatapan tajamnya sangat terbaca bawah ia begitu sangat membenci pria tersebut.


"Heeh~, kenapa dengan tatapanmu itu? Apa kau membenciku?" Tanya pria berjas hitam misterius sambil memegang dagu Ayu.


Pria tersebut juga membuka lakban yang menutup mulut Ayu.


"Pha! hosh, hosh, hosh, hosh. Aku tidak menyangka! Apa yang sedang kau rencanakan hah?!" Ucap Ayu terlihat marah.


"Hantu Bengkek, beri ia pelajaran!"


Ayu memerintah Hantu Bengkek sang khodam miliknya untuk memberi pelajaran pada Pria berjas hitam dihadapannya.Namun, tidak ada respon sedikit pun dari Hantu Bengkek.


Usut punya usut, ternyata Hantu Bengkek telah tertangkap oleh Jin Khodam milik pria berjas hitam misterius tersebut.


"Siapa yang kau perintah hah?" Tanya Pria berjas hitam santai.


"Mahluk ini kah?" Pria tersebut kembali bertanya sambil memperlihatkan hasil buruan jin khodamnya.


Ayu terkejut saat melihat Hantu Bengkek, Jin Khodam parternya tertangkap.


"KAU!!!" Ayu memelototi pria berjas hitam.


"MEMANG BUKAN MANUSIA!!! KAU ADALAH IBLIS TERKUTUK!!"


"Apa kau baru menyadarinya? Dari dulu aku memang bukan manusia, aku ini iblis. Huahahahahahaah," jelas pria berjas hitam misterius tertawa puas.


"Lihatlah mangkuk cawan raksasa juga. Temanmu juga ada di sini," tambahnya menengokan wajah Ayu ke salah satu mangkuk cawan raksasa.


Ayu terkejut saat melihat Erina terikat di dalam mangkuk cawan raksasa dalam keadaan pingsan. Ia juga melihat ke arah mangkuk cawan raksasa lainnya. Ia melihat mangkuk cawan raksasa yang terisi orang dan yang kosong.


"Erina?!"


"Apa yang akan kau lakukan pada Erina dan orang-orang yang ada dalam mangkuk cawan raksasa itu?!" Tanya Ayu kesal.


"Aku tidak menyangka! Bukannya Erina sangat—."


"DIAM KAU!"


Ucapan Ayu terpotong oleh pria berjas hitam misterius yang memukul syarafnya supaya pingsan.


Pria tersebut juga menyuruh kakek Ben untuk memasukan Ayu  ke dalam mangkuk Cawan raksasa dengan logo zodiak Cancer.


"Kau selalu saja merepotkan orang lain! Padahal tadi kau jangan melempar wanita ini ke lantai. Seharusnya kau melempar wanita ini langsung ke mangkuk cawan raksasa itu!"


Walaupun kesal, kakek Ben melakukan apa yang pria jas hitam perintah. Pria itu juga tidak peduli dengan keluh kesah kakek Ben padanya.


Stelah Kakek Ben meletakan Ayu di dalam mangkuk Cawan Raksasa, logo zodiak Cancer pun menyala.


'tuit tuit tuit tuit tuit tuit,'


Tiba-tiba radar pelacak milik pria jas hitam tersebut menyala. Dalam radar tersebut ia melihat titik empat titik merah yang terpisah ke berbagai arah.


"Sepertinya kalian punya mangsa baru. Dan kebetulan mereka terpisah menjadi empat bagian," ucapnya terlihat senang. Ia juga menjilat radar miliknya.


"Dan mereka semua adalah pemilik Jin Khodam Zodiak. Oh sangat beruntungnya aku!" Ucap Pria jas hitam senang penuh gairah.


"Tidak, aku tidak akan ikut kalian untuk menangkap mereka dengan tangan mulus ini."


"Lalu kau membiarkan kami menangkap empat orang itu?" Tanya Kakek Ben kesal.


"Tenang, aku sudah menyiapkan bantuan untuk kalian."


"Kalian berdua boleh masuk." Tambahnya.


Dua orang yang disuruh masuk oleh pria jas hitam pun datang dengan santainya.


Mereka berdua adalah Grey dan Selena.


Dua orang yang sangat setia pada pria berjas hitam untuk mengabdi selamanya.


Grey adalah pria tampan berpostur tubuh tinggi bak super model idaman ciwi-ciwi.


Sedangkan Selena adalah perempuan seksi yang memiliki tubuh ideal yang juga idaman ciwi-ciwi.


"Apa kau tega menyuruh pria tua ini untuk melakukan misi penangkapan pemilik jin Khodam Zodiak?" Tanya Selena memandang rendah Kakek Ben.


"Dan untuk pria mungil ini, apa kau mampu menangkap mereka semua bocah?" Tanya Grey memegang dagu Ace.


"Apa maksudmu?!" Ace terpancing kata-kata Grey. Sehingga membuat dirinya marah dan kesal.


Namun, kakek Ben berusaha menasehati Ace supaya tidak terpancing amarahnya oleh Grey dan Selena.


Grey dan Selena juga meminta agar mereka saja yang melakukan penangkapan para pemiliki Jin Khodam Zodiak tersebut.


Namun, pria jas hitam tersebut mengatakan bahwa kakek Ben dan Ace sangat bisa diandalkan. Dan dengan adanya mereka berdua, proses penangkapan pemilik Jin Khodam Zodiak pasti akan tertangkap dengan cepat.


"Dari radar ini terlihat bahwa dua titik merah sedang mengarah ke arah tempat kita. Satu ke arah selatan dan satu lagi ke arah utara," ucapnya.


"Dan aku serahkan pada kalian untuk mengatur kemana kalian akan pergi."


"Aku tidak suka jika ada yang menggangguku dalam bertarung. Sebaiknya aku ambil jalur utara saja," ucap Grey yang langsung pergi meninggalkan lokasi tersebut.


Begitupun dengan Selena, ia ingin bertanya satu lawan satu. Makanya ia mengambil jalur seletan dan langsung pergi meninggalkan lokasi.


"Apa kau sangat mempercayai mereka? Apa kau yakin mereka setia?" Tanya Kakek Ben memperingati pria jas hitam misterius tersebut.


"Heeh~ tenang saja. Mereka adalah bawahanku yang sangat setia. Merek juga telah aku kendalikan. Jadi kemungkinan berkhianat itu sekitar 0%," jelasnya.


Dan kau, sepertinya terlalu meremehkan mereka. Mereka adalah bawahanku yang paling setia dan kuat. Mereke juga lebih tinggi derajatnya dari kau kakek tua!"


"Terserah kau saja!"


Kakek Ben terlihat marah dan kesal pada pria jas hitam tersebut. Ia langsung mengajak Ace untuk pergi meninggalkan tempat tersebut dan pergi menuju dua radar merah yang disebut pria jas hitam misterius.


"Ahhhhhhh, HUAHAHAHAHAHAHAH. Sangat nikmat jika hidup bisa mengendalikan orang-orang bodoh!" Pria jas hitam tersebut tertawa puas dalam kesendirian.


.


To Be Continued


.


.


.


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI