
"Huahahahaha, kalian tidak akan pernah bisa kabur dari perangkap super kocak gemingku ini!"
Selena terus melempar kerikil kecil ke atas tempat Diki dan Macan Putih terkurung, ia juga menjadikan kerikil yang telah dirinya lempar menjadi ukuran yang sangat jumbo.
Ia terus bersenang-senang dengan hal tersebut hingga terdengar suara helikopter yang semakin terdengar jelas.
Saat ia kembali melempar kerikil, kerikil tersebut tidak bergerak dan malah hancur seketika. Ia juga melompat ke belakang untuk menghidari sesuatu yang menyerang dirinya.
'HUJAN'
Salah satu orang yang berada di dalam helikopter merafalkan mantera. Tidak membutuhkan waktu lama, tempat tersebut diguyur hujan yang lebat.
Hutan yang terbakar, buatan Selena beberapa menit kemudian padam oleh air hujan tersebut.
Tiba-tiba seorang wanita turun dari dalam helikopter dan masuk ke dalam lingkaran pohon buatan Selena.
"Siapa kalian?" Tanya Selena menatap tajam ke arah helikopter.
"Yo, perkenalan kami hanya orang lewat," ucap pria yang tiba-tiba memunculkan kepalanya.
"AHOL!"
Pria tersebut juga memerintah Jin Khodamnya untuk menyerang Selena.
Ahol, jin khodam pria tersebut kemudian terbang ke arah Selena dan menyerang dengan cakar yang lumayan besarnya.
Namun, selena berhasil menghindar dengan cara melompat ke belakang. Serangan yang membuat batu kerikil lemparan Selana barusan hancur juga ulah kekuatan Ahol.
Tidak terhenti disitu saja, Ahol kembali terbang ke arah Selena dan kembali meluncurkan serangannya. Namun, lagi-lagi Selena melompat ke belakang untuk menghidari serangan mahluk kelalawar raksasa tersebut.
Tidak tinggal diam, selena kembali melempar kerikil dengan jumlah yang cukup banyak ke arah jin khodam berbentuk kelalawar raksasa tersebut.
Maksudnya ia akan mengubah ukuran menjadi jumbo dan bisa menghantam mahkuk yang disebut Ahol tersebut. Hanya saja, dengan sigap Ahol menyerangnya dengan kekuatan ultrasoniknya sehingga kerikil yang dilempar Selena tidak sempat berubah menjadi jumbo. Batu kerikil tersebut malah hancur di tempat.
"Tch!" Selena kesal, karena serangannya selalu gagal oleh Ahol tersebut.
Di sisi lain, helikopter terbang di atas langit mengikuti Ahol dan Selena bertarung. Sang pria mengantisipasi agar ia dan jin khodam miliknya tidak terlalu jauh. Ia takut jika mereka saling berjauhan, energi dirinya dan energi jin khodamnya akan cepat terkuras.
"Hei, sebaiknya kau menyerah saja! Aku yakin kau tidak akan sanggup melawan kita!"
Pria tersebut adalah Agung, lelaki yang sebelumnya tidak tahu dengan dunia ghoib, malah terjerumus ke dunia berbahaya tersebut karena tunangannya yang tiba-tiba memiliki jin khodam.
Karena tidak ingin pembicaraannya tidak ia mengerti, ia belajar mendalami dunia ghoib ke seorang pria yang selalu ia sebut dukun.
Namanya mbah Jaka, orang yang sama saat mencari tahu siapa yang membuat Rani mengigau dan orang yang memiliki kesaktian yang sangat hebat di jamannya sebelum ia mendapatkan musibah dan kini ia harus melakukan aktivitas bersama kursi roda kesayangannya.
Kebetulan Mbah Jaka juga ikut dalam pertarungannya kali ini, karena ia memiliki informasi dan salah satu kunci terkait jin Khodam Zodiak.
Kurang lebih selama 6 bulan ia belajar spiritual bersama mbah Jaka, hingga akhirnya ia melakukan kontrak dengan Ahol saat melakukan perjalanan spiritualnya di daerah barat pulau.
"SUARA 250 DESIBEL!"
Agung merafalkan mantera, seketika Ahol mengeluarkan suara yang sangat keras ke arah Selena. Kemampuan tersebut hanya bisa di dengar oleh target seorang.
Jadi selain target, orang lain tidak akan bisa mendengar suara mengerikan tersebut.
Selena menutup kedua telinganya, ia merasa sangat terganggu dengan suara yang dikeluarkan Ahol kepadanua. Saking kerasnya, ia sampai menutup matanya.
"Crak!"
Tidak ingin menghilangkan kesempatan, Ahol langsung mencakar tubuh Selena sehingga membuat tubuhnya mengeluarkan darah.
Selena berteriak kesakitan, ia juga melompat mundur dari Ahol.
"Sialan kau!"
Selan menatap kesal ke arah Ahol yang telah mencakar dadanya hingga berdarah. Kemudian, ia mengusap dadanya dan seketika bekas cakaran hilang.
"Kau sangat merepotkan!" Ucap Selena dan langsung mengeluarkan begitu banyak kerikil yang dilempar secara terus menerus.
"AIAHAHAHA, RASAKAN INI! RASAKAN!"
Teriak Selena yang terus mengeluarkan batu kerikil walaupun kerikil tersebut terus hancur oleh gelombang suara ultrasonik yang dipancarkan Ahol.
"Apa kau gila, melempar kerikil hanya membuang waktu dan tenaga," ucap Agung meremehkan Selena.
"Apa kita akhiri saja Agung," ucap Ahol pada Agung.
"Ya akhirnya saja. Lagian tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha di sini. Karena seseorang telah memberikan sinyal darurat," jelas Agung pada Jin Khodam miliknya.
Ahol pun mendekat ke arah Selena. Namun, selena melempar sesuatu ke arah ranting pohon tepat di atasnya, sehingga ranting tersebut terjatuh.
Hal itu membuat Ahol kebingungan dan menghiraukannya. Ia hanya fokus mengakhiri pertarungan dengan mendekat ke arah Selena untuk kembali menyerang dengan cakarannya.
Namun, saat posisi mereka terbilang cukup dekat, Selena tersenyum sinis ke arah Ahol dan melompat ke arah belakang. Tidak hanya itu, ranting pohon yang sengaja ia jatuhkan berubah menjadi sangat besar sehingga membuat Ahol kehilangan konsentrasi.
Tubuh Ahol pun tertindih oleh ranting pohon yang tiba-tiba berubah menjadi sangat besar tersebut.
Selena, yang merasa berhasil dengan rencana dadakannya tersenyum bahagian.
Ahol yang tertindi dengan ranting pohon raksasa pun tidak bisa berkutik. Ia hanya merasa kesakitan karena beban ranting pohon raksasa tersebut sangat berat baginya.
Agung yang merasa kasihan melihat partnernya langsung menyuruh Ahol kembali ke dalam tubuhnya untuk memulihkan energi juga mengistirahatkan tubuhnya yang terluka.
Tidak lama kemudian Rani datang dengan Diki untuk masuk kedalam pertarungan melawan Selena.
"Maaf mas, kita terlambat," ucap Rani berdiri tegap menghadap Selena.
"Kita mengobrol dulu sebelum datang ke Sini," tambahnya berkacak pinggang.
"Tidak apa-apa, yang pasti aku tidak bisa ikut bertarunh dengan kalian. Ahol sedang beristirahat karena pertarungan tadi," jelas Agung yang masih mengoperasikan pesawatnya.
"Maafkan aku Rani," ucap Ahol dalam tubuh Agung.
"Tenang saja Ahol, kau sudah berusaha semaksimal mungkin. Istirahatkanlah saja dulu. Aku yakin kedepannya akan lebih berbahaya dari ini."
Rani menatap ke arah Diki dan bertanya apakah dirinya siap untuk melakukan penyerangan pada Selena. Diki mengangguk bawah ia siap kapanpun untuk melawan selena.
"AYO DIKI!" Rani berteriak dan mereka berdua berlari menyerang ke arah Selena.
Tidak ketinggalan, Macam Putih dan Dewi Lanjar telah bersiap melawan Selena yang tengah berdiri di depannya, sambil menatap tajam ke arah wanita bak super model tersebut.
To Be Continued.......
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.
.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI