
"Banyak sekali hal yang tidak terduga dari ingatan memori Riza. Pertama datangnya dua pria yang tidak dikenal. Kedua, kepala sang paman yang terpenggal oleh salah satu pria tersebut. Ketiga, ternyata Reza adalah salah satu pemilik Jin Khodam. Dan yang terakhir, Dibawa oleh siapa Riza ke teras rumah ini?" Ucap Leena sambil mondar-mandir ke sana kemari dengan memegang dagu dengan tangan kanannya.
Namun, di sisi lain terlihat Erina yang masih menangis meratapi nasib Riza selama ini.
Tidak lama kemudian, Riza terbangun dipangkuan Erina. Saat dirinya menatap Erina, ia kembali menangis memeluk Erina.
"Kakak, kakak, kakak."
Kata-kata tersebut terus terulang dari mulut Riza.
"Tenangkan dirimu Riza. Agar aku bisa mendengar ceritamu," perintah Erina dengan nada suara yang lemah lembut sambil mengusap air mata di pipi Riza.
Perlahan, tangisan Riza terhenti. Ia terdiam melamun dipangkuan Erina.
Erina kemudian mengusap-usap rambutnya dan bertanya pada Riza apakah ia boleh bertanya padanya. Riza menganggukan kepalanya, bertanda bahwa ia boleh diwawancarai oleh Erina.
Namun, belum juga Erina bertanya Riza langsung berkata pada Erina.
"Apakah kak Reza membenciku?" Tanya Riza menatap Erina dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kenapa kau berfikir begitu?" Tanya Erina yang juga menahan air matanya.
"Kak Reza tidak ingin bersamaku, ia juga mengatakannya padaku bahwa ia membenciku. Ia juga sempat mendorong tubuhku," jelas Reza sambil menahan air matanya.
"Aku yakin, kak Reza sangat menyayangimu. Jadi kau tidak perlu sedih memikirkan hal ini," jelas Erina meyakinkak Riza.
"Dan aku janji juga akan mencari kak Reza sampai ketemu," tambahnya.
Mendengar kata-kata Erina, Riza sedikit tenang.
Saat disuasana yang sedikit gaduh, tiba-tiba hp Diki, Tiara dan Arzan berbunyi cukup kencang. Mereka bertiga kemudian membuka hp masing-masing dan terlihat satu pesan masuk ke hp mereka.
____________________________
Isi pesan.
Dari : Sbastian
Kepada : Tiara, Arzan dan Diki
------------------------------
Misi : Mencari tahu keberadaan partner Jin Khodam Zodiak dan melindunginya.
Tipe Mahluk: Tidak Diketahui
Rank : S
Lokasi : Tidak Diketahui
Reward : Rp.1.000.000
____________________________
"Kalian juga mendapat pesan tersebut ternyata," ucap Leena pada Tiara, Diki dan Arzan.
Leena juga mengatakan bahwa dirinya dan Erina juga mendapat pesan yang sama. Tidak hanya mereka, Jelangkung sang khodam Steven pun berkata bahwa Ayu juga di suruh Sbastian untuk mencari orang-orang yang memiliki Jin khodam Zodiak di dalam tubuhnya.
"Ada apa ini sebenarnya?" Tanya Diki yang terlihat bingung.
"Hiahahahah, Aku tidak tahu. Tapi sepertinya keadaanya sangat genting," jelas Leena
"Tolong jaga anak ini."
Tiba-tiba suara misterius muncul dan terdengar di ruangan tersebut. Hingga membuat orang-orang di ruangan tersebut kebingungan dan terus melirikan matanya keberbagai arah bermaksud mencari tubuh suara misterius tersebut.
"Kalian tidak perlu bingung mencarimu, aku ada disini," ucapnya yang tiba-tiba memunculkan diri.
"Aku adalah partner dari bocah ini, aku Jin Khodam bertipe Zodiak. Aku mohon lindungi bocah ini," ucap Sundel Bolong meminta untuk melindungi Riza.
Pengakuan sundel bolong membuat Seisi rumah terkejut. Mereka terkejut karena Riza adalah salah satu pemilik Jin Khodam apa lagi tipe Jij Khodam Zodiak yang sedang di cari dan dilindungi oleh Sbastian.
"Tipe zodiakmu apa?" Tanya Tiara.
Sundel Bolong memberi tahu bahwa dirinya adalah jin khodam bertipe Zodiak Gemini. Ia juga menjelaskan bahwa Jin Khodam bertipe Gemini ini memiliki keunikan tersendiri. Yaitu terdapat dua jin yang bersandang sebagai jin khodam zodiak Gemini. Salah satunya ada di tubuh kakaknya Riza, yaitu Reza.
"Kuntilanak Merah?" Tanya Diki.
"Ia, Kuntilanak Merah," ucap Sundel Bolong membenarkan kata-kata Diki.
Ia juga menceritakan bahwa sebelum Riza dan Reza menjadi parter Jin Khodam Zodiak, sosok ibunyalah yang menjadi pemilik Jin Khodam Zodiak Gemini tersebut.
Namun, dalam kasus ini pertama kalinya Sundel Bolong dan Kuntilanak Merah berpisah.
Ia tidak tahu penyebab berpisahnya mereka, namun yang pasti saat ibunya telah meninggal, ia sudah berada di tubuh Riza.
Sama halnya dengan Jin Khodam Zodiak lain, Sundel Bolong juga memiliki kekuatan tambahan, yaitu pengetahuan luas. Kekuatan tambahan tersebut sudah terkuasai oleh Riza karena kekuatan tambahan ini cukup biasa saja.
Kekuatan tambahan milik Sundel Bolong adalah pengentahuan luas. Sundel Bolong juga yang memberitahu informasi saat Erina dan Leena berdiskusi tentang penyebab orang pilek saat menangis.
"Oh ia aku ingat. Pantas saja, bocah sekecil ini mana bisa menjawab hal yang bahkak orang dewasa pun belum tahu. Ternyata kau dibalik semua ini," ucap Leena.
"Apakah kau juga yang membawa Riza ke rumah ini?" Tanya Leena.
Sundel Bolong membenarkah bahwa dirinya yang membawa tubuh Riza, walaupun dirinya membawa Riza dengah penuh perjuangan.
Sambil membawa tubuh Riza ia juga harus memastikan Riza tetap sadar. Karena kalau ia tertidur atau tidak sadarkan diri, ia akan masuk ke dalam tubuhnya dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Maafkan aku sundel bolong, karenaku kau jadi menderita," ucap Riza menatap Sundel Bolong dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak apa-apa, ini semua sudah menjadi takdir. Justru akulah yang seharusnya meminta maaf padamu, karena telah meminjam tubuhmu tanpa izin terlebih dahulu."
"Eeeeemmm." Riza menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ia berkata bahawa ia senang bisa membantu Sundel Bolong. Dengan adanya ia juga, Riza tidak merasakan apan itu kesepian.
Karena kasihan melihat Riza yang masih memar di bagian tubuh, Jelangkung menyarankan Riza untuk mandi menggunakan gayung batok kepala Jelangkung terlebih dahulu.
Karena air yang telah masuk ke dalam batok kepalanya, akan menjadi air obat yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit ringan seperti memar yang dialami Riza.
"Steven," ucap Jelangkung.
Steven kemudian pergi ke kamar mandi dan mengambil sebuah ember yang berisi penuh air.
Jelangkung kemudian menyuruh Riza untuk membuka bajunya dan menyuruhnya untuk berdiri di depan halaman rumah untuk mandi.
Air perlahan Jelangkung guyur ke tubuh Riza. Dan seketika memar yang terlihat ungu di pipi dan tubuhnya hilang.
Setelah tugasnya benar-benar selesai, Steven pamit untuk kembali ke markas. Ia yakin pasti Sbastian juga akan menyuruh dirinya membantu dalam mencari orang yang memiliki Jin Khodam Zodiak.
Beberapa saat kemudian ia benar-benar telah pergi.
.
To Be Continued
.
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.
.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI