
Melihat semburan air yang mengarah padanya membuat Erina dan Tiara terdiam pasrah.
Namun, Sbastian yang melihat serangan Iblis Banyu yang tiba-tiba berubah arah, membuat Ia refleks melompat dari atas piringan ke arah Erina dan Tiara dengan cepat. Sbastian juga langsung menggerakan tangannya dengan cara melingkar, lalu keluarlah pelindung dari lava yang menahan semburan air Iblis Banyu.
Melihat Sbastian yang melindunginya, membuat Erina tersipu malu. Apalagi mata mereka yang saling bertatapan.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Sbastian menatap tajam ke arah Erina.
Melihat Sbastian yang menatap ke arahnya, membuat Erina semakin salting hingga membuatnya ngeblank dan terjatuh pingsan.
"Erina?!"
"Biarkan aku saja yang mengurusnya, Sbastian. Sebaiknya kau tetap fokus dalam pertarungan," ucap Tiara yang mengetahui penyebab pingsannya Erina.
"Baiklah aku serahkan Erina padamu."
Sbastian kemudian langsung berdiri tegap sambil menatap tajam penuh benci ke arah Iblis Banyu.
Sambil menahan semburan air dengan pelindung lavanya, dirinya kemudian menjentikan jarinya dan semburan lava kembali muncul dari pelindung lavanya.
Dan terjadi lagi, semburan antara air dan lava hingga kembali membentuk lahar dari kedua elemen tersebut.
"Apakah ini akan berakhir?" Tanya Diki yang melihat semburan kedua elemen tersebut.
"Lihat ke atas, bola air yang diciptakan Iblis Banyu semakin lama semakin mengecil," ucap Ayu dengan nada suara yang anggun.
Sekitar 5 menit berlalu, tetapi semburan antara air dan lava masih berlanjut.
Namun, Karena bola air yang diciptakan Iblis Banyu semakin mengecil dan menyusut, dirinya kalah dalam pertempuran, sehingga ia bergegas pergi menghindari semburan lava milik Sbastian.
Sbastian juga menghentikan semburan lavanya dan langsung terbang mengejar Iblis Banyu menaiki piringan apinya.
Kecepatan piring miliknya pun sangat cepat, sehingga dalam hitungan detik dirinya langsung berada dihadapan Iblis Banyu.
Tidak ingin menghilangkan kesempatanya, Sbastian langsung melancarkan serangan bela dirinya yang kemudian langsung ditangkis oleh Iblis Banyu.
Tidak ingin kalah, Iblis Banyu juga melancarkan serangan pada Sbastian yang kemudian serangannya di tangkis oleh Sbastian.
Terjadilah pertempuran tangan kosong di atas langit, walau Sbastian harus sesekali menyeimbangkan tubuhnya dengan piringan apinya.
"Apakah Sbastian benar-benar bisa mengalahkannya?" Tanya Diki yang pesimis karena melihat pertempuran Sbastian dengan Iblis Banyu yang tidak ada hentinya.
"Kau jangan meremehkan kemampuanya. Karena Sbastian adalah orang yang kuat dan tangguh. Lihat saja nanti" ucap Ayu dengan nada suara yang anggun.
Pertempuran tangan kosong masih terjadi di atas langit. Tetapi, tanpa di duga banaspati memunculkan diri dan langsung membantu Sbastian melawan Iblis Banyu dengan tangan kosonhnya juga.
Mendapat serangan dari kedua arah apa lagi kecepatannya yang begitu lincah, membuat Iblis Banyu tidak diberi kesempatan untuk melawan balik.
Mendapat serangan dari Sbastian dan Banaspati secara bertubi-tubi, membuat dirinya kelelahan.
Tidak ingin menghilangkan kesempatan, Sbastian kemudian menyerang titik vital Iblis Banyu dengan tinju tangannya.
Dan terjadilah ledakan di atas langit.
Ledakan tersebut bukanlah ulah Sbastian, namun Iblis Banyu yang meledakan dirinya.
Sbastian yang berada tepat di depan Iblis Banyu juga tidak sempat melarikan dirinya.
Karana ia juga tidak tahu bahwa Iblis Banyu akan meledak dirinya.
Diki, Tiara, Arzan dan Ayu yang melihat ledakan di atas langit, dibuat terkejut.
Apalagi Sbastian yang berada tepat dititik ledakan, membuat semua yang melihatnya khawatir.
Gumpalan asap yang terjadi akibat ledakan telihat cukup tebal dan luas.
Sehingga orang-orang yang berada di bawah tidak bisa melihat kondisi Sbastian.
"SBASTIAAAAAAAAN!" Teriak Ayu yang mengkhawtirkan Sbastian.
Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari gumpalan asap di atas langit, membuat Ayu terdiam syok.
Air mata perlahan keluar dari matanya dan ia perlahan duduk sambil merenung.
"Sbastian, hiks," ucap Ayu yang menangisi Sbastian.
Mereka juga tidak menyangka akan terjadi ledakan di atas langit.
Namun beberapa saat kemudian, keluarlah Sbastian dari gumpalan asap yang menaiki piringan bara apinya itu.
Sambil tersenyum sombong dirinya datang dengan membawa sesuatu di tangannya.
Melihat Sbastian yang keluar dari gumpalan asap dan terlihat baik-baik saja, membuat Tiara, Diki dan Arzan juga Ayu tersenyum lega. Terutama Ayu, dirinya sangat senang dan terharu melihat Sbastian yang baik-baik saja.
"Syukurlah kau baik-baik saja, Kak Sbastian," ucap Ayu menangis terharu.
"Kenapa kau menangis, Ayu. Karaktermu sebagai wanita yang berwibawa menjadi tidak terlihat," ucap Sbastian pada Ayu.
Namun Ayu semakin menangis, apalagi Sbastian yang mengomentari dirinya tidak berwibawa lagi.
"Sudah hentikan tangisanmu, Ayu. Sebaiknya kau dan partneemu bantu aku menyembuhkan lukaku ini," perintah Sbastian pada Ayu.
Namun ayu memberi tahu Sbastian bahwa jin khodamnya sudah tidak memiliki energi lagi akibat serangan Iblis Banyu tadi.
Mendengar hal tersebut membuat Sbastian memaklumi Ayu.
"Itu apa di tanganmu, Sbastian?" Tanya Diki yang penasaran dengan barang yang dipegang tangan kanan Sbastian.
"Oh ini item dari tubuh Iblis Banyu," jelas Sbastian sambil memperlihatkan barang tersebut.
Barang tersebut adalah keris dan dua batu akik yaitu jenis zamrud dan Topaz.
Sbastian menjelaskan jika melawan hantu atau iblis atau sejenisnya sampai benar-benar mati, dari tubunya aka keluar item sesuai tingkat kesaktiannya.
"Contohnya ini, sebuah keris dan dua batu akik, adalah salah satu bahwa iblis tersebut kuat."
"Sudahlah, sebaik kita semua pergi dulu dari tempat ini, agar bisa mengobrol dengan santai," pungkas Sbastian.
.
.
To Be Continued
.
.
____________________________
PENGENALAN KARAKTER
--------------------------
KHODAM : JERANGKONG
PARTNER : LEENA
TIPE : ZODIAK (SCORPIO)
KEKUATAN UTAMA : AIR
KEKUATAN PENDUKUNG :
KEKUATAN TAMBAHAN : IMMORTAL
___________________________________
.
.
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.
.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI