
"Radar milik kak Leena tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Sedangkan radar milik Arzan yang terdiam di satu titik tiba-tiba bergerak menuju arah barat. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua?"
Tiara melihat smartphone miliknya untuk melihat posisi teman-teman dengan radar yang telah ditanam di masing-masing pakaiannya.
Namun, dua hal yang aneh mengenai radar milik Leena dan Arzan. Radar Leena yang tiba-tiba terhenti di satu titik membuat Tiara memikirkan teori-teori salah satunya adalah markas orang yang membawa Leena juga yang lainnya berada dititik radar tersebut.
Tapi yang membuat heran adalah radar milik Arzan yang tiba-tiba berganti arah, yang tadinya mengarah ke Utara tapi sekarang radarnya mengarah ke posisi Barat.
'BOLA API!'
Tiba-tiba Ace merafalkan mantera dan keluarlah beberapa bola api dari mulut Mariaban mengarah ke arah Tiara yang sedang fokus melihat smartphone miliknya.
Namun, dengan sigap Kandita menangkap tubuh Tiara supaya tidak terkena bola api Mariaban.
"Eh Kenapa Kandita?" Tanya Tiara bingung dengan kandita yang mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba.
"Kau hampir saja terkena serangan jin khodam pria itu," ucap Kandita sambil menurunkan Tiara.
"Heh benerkah?"
"Apa kau melamun? Atau kau sedang meremehkanku?!" Tanya Ace menatap tajam Tiara.
"Apa maksudmu?!" Tanya Tiara yang bingung dengan kata-kata Ace.
"Mariaban!" Ace memberi isyarat pada Mariaban. yang tentunya Mariaban tahu apa yang harus dilakukannya.
'UNIK SKILL - KECEPATAN SUPER'
Ia kemudian berlari dengan sangat cepat ke arah Tiara, hingga membuat Tiara terjatuh ke tanah.
Kandita yang berada tepat di samping Tiara pun dibuat terkejut oleh partnernya yang tiba-tiba terjatuh tersebut.
"Tiaraaaaa!"
"Apa tidak semampu itukah kau menyerangku, sampai-sampai menyerang partnerku yang bahkan tidak memiliki kekuatan sepertimu!"
Kandita dibuat kesal oleh Mariaban yang tiba-tiba menyerang Tiara. Ia mengeluarkan kata-kata mutiara pada Mariaban karena kesal.
Kata-kata Kandita pun didengar oleh Mariaban. Hal itu membuat ia menjadi kesal karena diremehkan oleh Kandita.
Ia tiba-tiba berlari dengan cepat kearah Kandita dengan perasaan kesal.
"Kau sangat sombong sekali rupanya! Dan aku sangat benci hal itu."
"Dan detik ini juga, aku nyatakan membencimu. Sangat membencimu!"
Melihat Kandita yang sedang diincar Mariaban, membuat Tiara langsung merafalkan mantera.
'SEMBURAN TOPAN!'
Dan keluarlah angin yang begitu kencang dari mulut Kandita. Sehingga hal itu membuat Mariaban tidak mampu untuk mendekati Kandita.
"Sebenernya apa yang kalian rencanakan hah?" Tanya Tiara pada Ace.
Namun, Ace hanya tersenyum sinis pada Tiara sebagai jawaban atas pertanyaan barusan.
"Aku tidak butuh senyum anehmu itu! Yang aku ingin tahu apa yang kalian rencanakan sampai-sampai kalian menangkap Kak Leena dan kak Erina!" Tanya Tiara kesal.
"Kau tidak perlu tahu jawabannya. Karena sebentar lagi kau juga akan menyusuli mereka!" Jawab Ace masih tersenyum sinis.
"Maksudmu, aku akan kalah melawanmu, begitu?! Tidak mungkin. Secara Kandita adalah jin Khodam paling sempurna!" Jawab Tiara sombong.
Namun, Ace juga membalas kata-kata sombong Tiara bahwa dirinya dan Mariaban sangat over power apalagi di hutan belantara yang banyak pepohonan ini.
Ace pun langsung merafalkan mantera.
'Ent!'
(Dalam buku Lord of the Rings garapan J.R.R. Tolkien, Ent adalah manusia pohon yang merupakan mahluk hidup paling tua di middle earth)
Tiba-tiba semua pohon yang berada dalam hutan tersebut berubah menjadi mahluk hidup yang bisa dikendalikan oleh Ace.
Ia memanggil Mahluk yang disebut Ent tersebut karena terinspirasi dari sebuah buku yang pernah ia baca.
"Kejar dua mahluk itu!"
Ace memerintah semua Ent untuk mengejar Kandita dan Tiara kemanapun mereka pergi. Dan dengan sigap mereka langsung melakukan apa yang Ace perintah.
Karena sekeliling pohon-pohon berubah menjadi hidup, membuat Tiara terkejut dan panik. Apalagi mereka sampai mengejarnya.
"Tiara, sebaiknya kita pergi menghidari kawasan ini terlebih dahulu. Aku yakin kekuatan tambahan miliknya adalah tumbuhan," jelas Kandita yang langsung membawa Tiara pergi menjauh.
Saat Kandita pergi, dirinya selalu mengecoh dan menghindari bangsa pohon hidup yang hendak menangkapnya.
Hingga pada akhirnya ia menemukan area luas tanpa ada satupun pohon yang tumbuh diarea tersebut.
"Cocok sekali. Sebaiknya kita meladeni pria itu ditempat ini saja."
Kandita menurunkan tubuh Tiara. Kemudian ia berdiri tegap menatap tajam kearah depan sambil menunggu musuh datang menghampirinya.
Dengan wajah yang terlihat sangat percaya diri, ia bersiap melawan dan menyerang musuh yang datang menghampirinya.
Tidak lama Kandita menunggu para musuh, mereka datang dengan bergerombol seperti orang-orang yang hendak tawuran.
Dipimpin oleh Mariaban yang berada dibarisan paling depan dengan sang partner yang duduk di pundaknya. Diikuti oleh pasukan Ent yang berada tepat di barisan belakang Mariaban.
"Mau lari ke mana kalian berdua?"
"Sudah tidak ada harapan kalian kabur dari kami!" Tambah Ace tersenyum sinis.
"Siapa yang kabur dari kalian? Aku hanya mencari tempat yang luas agar lebih leluasa melawan kalian!" Jelas Kandita menatap tajam. Dan ia sangat yakin bahwa dirinya akan menang melawan pasukan Ent di area luas tersebut.
"Heeeh~"
"Ya sudah, Ent serang mereka!"
Ace memerintah pasukan Ent untuk segera melawan Kandita juga Tiara. Dan tanpa basa-basi, Pasukan Ent berlari ke arah Kandita untuk menyerang mereka.
"Kandita siap?!" Tanya Tiara.
Kandita pun mengaggukan kepalanya dengan maksud ia siap melawan semua pasukan Ent yang ada.
'GREAT TORNADO!' Tiara merafalkan mantera dan tiba-tiba tubuh Kandita berputar layaknya sebuah tornado.
Tornado tubuh Kandita pun menyerang semua Ent yang berada di area tersebut hingga habis.
"Apa mana mungkin, dia bisa memusnahkan semua pasukan Ent!"
Ace terkejut saat melihat Kandita mampu meratakan pasukan Ent ciptaannya.
Namun, tidak ingin membuang-buang waktu, Ace langsung merafalkan mantera kemampuan Unik Mariaban yaitu Kecepatan Super.
Mariaban pun langsung berlari mengarah ke arah Tiara dengan sangat cepat. Namun, Tiara juga langsung mengaktifkan kemampuan unik milik Kandita.
"UNIK SKILL - TELEKENESIS!"
Kandita langsung menciptakan dinding tebal dari tanah untuk melindungi Tiara dari incaran Mariaban.
Benar saja. Mariaban langsung menabrak dinding ciptaan Kandita. Ia juga langsung kembali mundur supaya tidak terkena serangan lainnya.
"Sialan!! Sejak kapan dinding itu muncul dihadapanku!" Tanya Mariaban kesal.
"Sejak sekarang!"
Tiba-tiba wajah Kandita terlihat sangat menyeramkan. Serangannya juga tiba-tiba muncul dari atas Mariaban dan Ace. Yaitu sebuah Tanah berbentuk kubus dengan ukuran yang cukup besar.
Hal itu membuat Mariaban dan Ace terkejut.
Namun, sebelum Mariaban menghindar dengan kecepatan supernya, Kandidat sudah terlebih dahulu memblokir semua jalannya dengan dinding tanah berkat kekuatan telekenesisnya.
Sehingga tanah kubus yang lumayan besar tersebut meluncur dengan sangat mulus menghantam Ace juga Mariaban.
Hal itu membuat pertarungan mereka dimenangkan oleh Kandiat dan Tiara.
.
To Be Continued
.
.
.
JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.
.
DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI