Khodam

Khodam
Final Arc : Ungkapan Ace



Di sisi lain sebelah barat hutan, Tiara sedang berlari dengan Kandita yang membopong tubuh Ace.


Namun karena lelah, Tiara berkata pada Kandita untuk mengistirahatkan tubuh sebentar.


Karena kebetulan matahari yang begitu panas menerangi bumi, mereka berteduh di bawah pohon rindang dan membaringkan Ace yang terkujur pingsan.


Ia mengambil smartphone dari saku celananya dan melihat situasi temannya dari radar hp.


Ia terkejut saat melihat titik merah yang muncul secara tiba-tiba di arah barat tidak jauh dari arah mereka berteduh.


"Radar siapa ini tiba-tiba muncul begitu saja?"


Kandita mendekati Tiara dan melihat radar tersebut. Ia memberikan pendapat kemungkinan radar tersebut milik Leena.


Begitupun dengan Tiara, ia juga sempat berfikir bahwa radar yang tiba-tiba muncul tersebut adalah milik Leena.


"Ya sudah, kita tidak boleh membuang-buang waktu lagi. Kita harus cepat menyusulnya," jelas Tiara yang tiba-tiba berdiri lalu mengepak seluruh tubuhnya dari debu yang menempel.


"HOI!"


Ace tiba-tiba terbangun dan tali yang mengikat tubuhnya lepas begitu saja. Ia juga terlihat tengah terduduk menyender di pohon besar.


Sigap dan siaga saat melihat Ace tengah terduduk dengan santai. Tiara terkejut bukan main dan terlihat raut wajahnya menatap tajam ke arah Ace.


"Kau! Kenapa bisa lepas begitu saja?!" Tanya Tiara menatap tajam.


Ace menjawab yang melepaskan ikatan di tubuhnya adalah Mariaban, ia juga berkata bahwa dirinya tidak akan bertarung lagi dengan Tiara. Ia merasa tidak ada artinya lagi berpihak pada mereka yaitu pembasmi para jin khodam zodiak.


"A...pa maksudmu?" Tanya Tiara bingung dan masih dalam posisi sigap siaga.


Ace menjelaskan bahwa manusia adalah mahluk hina yang egosi, keras kepala, dan ingin menang sendiri. Ia berani mengatakan hal tersebut memang dirinya sudah mengalami hal pahit dengan yang namanya manusia.


Memang sedari kecila ia telah mengenal sifat jelek manusia, lebih tepatnya saat ia masih jadi gelandangan. Hanya saja puncak sifat manusia yang menjijikan terlihat saat dirinya beranjak dewasa.


Karena sejak dulu ia memegang teguh prinsip keadilan dan kejujuran, karena itu Ace bergabung dengan kakek Ben untuk mencari para Jin Khodam zodiak.


"Kau tahu, dunia ini sudah tidak layak dihuni oleh orang-orang yang memang menjalani kehidupan dengan baik, jujur dan adil," jelas Ace.


"Apa maksudmu, aku tidak mengerti?" Lagi-lagi Tiara bertanya pada Ace.


"Yah. Manusia hina, egosi, keras kepala apalagi yang memiliki uang akan berkuasa dan menang dalam hal apapun!" Jelasnya.


Ia juga menceritakan saat dirinya diajak sang bos untuk mengikutinya ke suatu tempat. Kebetulan ia dan bosnya berada satu mobil.


Namun, ada suatu kasus yang dilakukan oleh sang bos. Hanya saja ia tidak mengaku dan malah melemparkan masalahnya kepada Ace.


Walaupun Ace membela diri sampai mengeluarkan air mata darah (perumpamaan), aparat, penegak hukum dan semua orang tidak mendengarkan pembelaannya walaupun Ace terlihat tidak bersalah.


Usut punya usut, ia memang telah direncanakan untuk menjadi tumbal tuduhan bosnya. Dan semua aparat telah dimanipulasi oleh sang bos dengan uang.


Karena tidak terima dengan hal itu, Ace berteriak dan munculan Mariaban yang langsung memusnahkan orang-orang yang bermasalah tersebut.


Tidak lama kemudian seorang kakek-kakek datang menghampirinya dan mengajak Ace untuk ikut membantu rencananya.


Tepatnya kakek Ben, ia berkata pada Ace untuk memusnahkan dunia yang tidak sehat tersebut.


"Pada awalnya aku menolak tawarannya," ucap Ace.


"Lalu kenapa kau bisa bergabung?" Tanya Tiara penasaran.


"Hanya saja, ia berkata bahwa dirinya kasihan melihat orang-orang yang memang baik dan miskin selalu tertindas oleh orang kaya yang egois. Makanya aku setuju dengan tawaran tersebut," jelas Ace tersenyum menyesal.


"Hanya saja, hatiku tergerak saat mendengar ucapanmu yang sangat tulus ingin menolong teman-temanmu," tambahnya.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Tiara yang masih curiga pada Ace dan berfikir bahwa cerita tersebut hanya tipu muslihat dirinya semata.


"Aku tidak tahu apa yang kau inginkan. Hanya saja, aku tidak ada waktu untuk terus mendengar ceritamu itu!"


"Dan kau, akan pergi ke tempat itu?" Tanya Ace sinis.


"Bukannya kau hanya menawarkan diri saja pergi ke sana?" Tambahnya.


"Apa maksudmu?" Langkah Tiara terhenti dan kembali menatap ke arah Ace dengan tatapan tajam.


"Kau seperti mangsa yang masuk ke kandang macan," jelas Ace santai.


"Di sana adalah markas musuh, dan kau tidak mengetahui seberapa banyak musuh yang ada di tempat itu!" Tambahnya.


"Aku tidak peduli! Yang terpenting aku bisa menyelamatkan teman-temanku sebisa mungkin!" Jelasnya Membalikan badan tepat membelakangi Ace.


Tidak lama kemudian, terdengar suara helikopter yang semakin jelas terdengar di telinga Tiara dan Ace.


Dari atas helikopter juga terlihat seorang pria yang melambai-lambaikan tangannya.


"TIAAAARAAAAAA, HOIIIII, TIARAAAAAAAA." Terdengar suara seorang pria yang memanggil namanya.


"Diki kah?!" Mata Tiara berusaha melihat orang yang berada di dalam helikopter, ia juga sempat menyipitkan matanya agar terlihat jelas.


Lalu Kandita berkata bahwa pria tersebut memang Diki. Ia berkata bahwa jin khodam miliknya terlihat sedang melayang di samping helikopter tersebut.


Kemudian, helikopter pun turun mendarat di lapangan. Tiara pun mendekat dan terkejut bawah orang yang bersama Diki adalah Rani dan Agung sepasang kekasih yang telah bertunangan.


Ia juga bertanya siapa kakek tua yang duduk di kuris roda tersebut.


"Mbah Jaka, master legenda," jelas Diki tersenyum.


Namun, mata Diki tertuju pada Ace yang tengah terduduk di pohon beringin. Ia langsung bertanya pada Tiara siapa pria tersebut.


"Dia musuh kita!" Jelas Tiara.


Diki terkejut, lalu bertanya kenapa dia terlihat santai.


"Aku tidak tahu, tapi ia sudah kalah olehku tadi," jelas Tiara terlihat sombong walaupun ia berusaha menyembunyikannya.


"HOI, KAU MASIH INGIN BERTARUNG DENGAN KITA KAH?"


"KITA ADA 5 ORANG LOH!"


"SEBAIKNYA KAU MENYERAH SAJA!"


"APA LAGI KAU SUDAH KALAH DENGAN SEORANG WANITA!"


Diki berteriak supaya suaranya didengar oleh Ace. Ace pun terpancing emosinya, ia menjawab perkataan Diki dengan berteriak juga.


"DASAR AMATIR BERANINYA KEROYOKAN!" Teriak Ace.


"Dan lagian, aku sudah tidak tertarik lagi bertarung dengan kalian," tambahnya.


Semua mata tertuju pada Ace yang sedang terduduk menyender di bawah pohon beringin. Tatapannya seolah bertanya apa yang akan dilakukan pria muda tersebut kedepannya.


Tiba-tiba Diki berjalan mendekati pria tersebut dan bertanya.


"Lalu apa yang akau kau lakukan?"


"Entahlah. Untuk sekarang mungkin aku akan menyerahkan diri pada kalian. Karena aku sadar begitu banyak kejahatan yang telah aku lakukan untuk membantu keberlangsungan kakek Ben dan pria sombong menangkap para Jin khodam zodiak."


To Be Continued....


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS NOVEL "KHODAM" DENGAN CARA LIKE, SHARE VOTE DAN JADIKAN NOVEL FAVORIT. JANGAN LUPA JUGA TINGGALKAN JEJAK DENGAN CARA BERKOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR.


.


DUKUNGAN KALIAN ADALAH SEMANGAT BAGI KAMI